NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:727.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rena Risma

Cerita untuk 17+ ya..

Chika terpaksa harus menerima sebuah perjodohan dari orangtuanya. Perjodohan yang membuat Chika menolaknya mentah-mentah, bagaimana tidak? Dia harus menerima pernikahan tanpa cinta dari kakak pacarnya sendiri.

Kok bisa? Chika berpacaran dengan Ardi tapi dinikahkan dengan kakaknya Ardi yang bernama Bara. Seperti apa kelanjutan pernikahan tanpa cinta dari perjodohan ini? Mampukah Bara menakhlukan hati Chika? Lanjut baca Kak..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rena Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Setelah selesai mandi, aku menjatuhkan tubuhku di atas tempat tidur. Bara sudah rapi dengan kemeja hitam yang dia gunakan. Sementara aku masih berbalut handuk, rasanya aku tak berdaya menopang tubuhku sendiri.

"Kenapa sayang? Ayo kita mau berangkat," ucap Bara.

"Badanku lemas. Aku lelah sekali..." ucapku.

"Lalu? Kita tidak jadi berangkat?" tanya Bara.

Tiba-tiba Alesha masuk, dia sudah mengganti bajunya.

"Kak Chika, ayo!" Alesha menarik lembut tanganku.

Aku beranjak dari tempat tidur, menahan rasa lelah di tubuhku. Aku membuka lemari baju dan mengganti bajuku didalam kamar mandi. Setelah selesai kami berjalan pelan menuju mobil Bara.

Tapi tiba-tiba Marisa memanggil, pelayan baru itu mendekat kearah kami. Pakaiannya sudah diganti dengan baju yang lebih sopan.

"Mbak Chika, kalian mau kemana?" tanya Marisa.

"Kami mau pergi makan malam diluar," ucapku.

"Makan malam dimana? Jadi hari ini, saya tidak usah masak?" tanyanya.

"Tidak usah. Kerjakan pekerjaan yang lain," ucapku sambil tersenyum.

"Oh, iya. Satu lagi, Alghi sedang tidur dikamarnya. Jika dia menangis, tolong buatkan susu. Alghi akan berhenti menangis setelah perutnya kenyang," ucapku.

Marisa hanya mengangguk, lalu masuk kedalam rumah. Bara menarik tanganku, menatap tajam kearah ku.

"Kau yakin akan menitipkan anak kita pada wanita seperti dia?" tanya Bara.

"Lalu harus bagaimana? Alghi sedang tidur, lagipula cuaca dimalam hari tidak baik untuknya," ucapku.

"Lebih baik ajak Alghi. Bagaimana jika wanita itu melakukan hal buruk pada anak kita?" ucap Bara.

Aku melangkah masuk kedalam rumah, lalu menggendong Alghi yang masih terlelap dalam tidurnya. Rasanya tidak tega, mengganggu waktu tidurnya.

Aku berjalan menuju mobil Bara, aku menatap wajah Bara yang terlihat cemas.

"Sayang, jangan pernah mempercayai wanita seperti Marisa. Bagaimana jika dia berbuat jahat pada keluarga kita? Kita harus waspada dengannya," ucap Bara sambil mengemudikan mobilnya.

Mobil Bara berhenti disebuah Kafe yang tak jauh dari rumah kami. Chika terlihat begitu senang, dia memilih makanan yang dia suka. Sementara aku masih menatap Alghi yang terlelap dalam pelukanku.

"Kenapa sayang? Apa Alghi membuatmu sulit makan? Sini biar aku yang gendong," ucap Bara.

"Tidak usah. Biarkan Alghi bersamaku!"

"Ya sudah, biar aku menyuapi mu," ucap Bara.

"Tidak. Disini banyak orang, aku malu!" ucapku.

"Aaa..." Bara menyuapi makanan ke mulutku seperti menyuapi anak kecil.

Aku tersenyum sambil memakan makanan yang diberikan Bara. Kenapa tiba-tiba aku ingat Ardi? Waktu kami berpacaran dulu, Ardi selalu melakukan hal ini padaku. Dia selalu memanjakan ku, menyuapiku dengan penuh kasih sayang.

Tapi sekarang kami berpisah, ada rasa yang tak bisa ku ungkapkan. Tidak mungkin aku semudah itu melupakan kenangan bersama Ardi. Ardi itu pacarku, kami berpacaran lebih dari tiga tahun. Kami mengalami masa-masa indah bersama. Tidak Chika, ada apa denganmu!

Tiba-tiba air mataku menetes, sontak membuat Bara terkejut.

"Kenapa? Ada apa?" tanya Bara.

Aku hanya menggeleng, lalu mengusap air mata yang jatuh di pipiku.

"Kenapa sayang? Kenapa menangis?" tanya Bara semakin khawatir.

"Apa Kak Chika ingat Kak Ardi? Dulu kami juga sering makan bersama. Kak Chika selalu mengajakku makan saat mereka pacaran. Kak Ardi selalu menyuapi Kak Chika seperti yang dilakukan Kak Bara tadi," ucap Alesha.

"Jadi itu yang membuatmu menangis? Masalalumu bersama Ardi? Apa kau masih mencintai adikku?" tanya Bara.

"Maaf... Hal yang kau lakukan..." Aku tidak melanjutkan kata-kataku, air mataku mengalir deras. Kenapa denganku?

"Kenapa? Apa hal yang ku lakukan mengingatkan kisah cintamu bersama Ardi? Kau lupa, jika dulu waktu kita kuliah diluar negeri, aku juga selalu menyuapi mu seperti ini," ucap Bara lembut.

"Aku benar-benar minta maaf," ucapku sambil menangis.

"Aku mengerti. Ini tidak mudah untukmu. Tapi aku mohon, jangan mengingat masalalumu bersama adikku lagi. Saat ini, kau telah menikah denganku. Kau sudah menjadi istriku. Hargailah hatiku juga," ucap Bara.

"Aku mengerti, maaf ya Mas!" ucapku, Bara hanya mengangguk sambil tersenyum.

"Mas, tolong titip Alghi sebentar, aku mau ke toilet!" ucapku.

Aku memberikan Alghi pada Bara, lalu berjalan menuju toilet. Tak sengaja aku menabrak tubuh seseorang yang berada dihadapan ku. Sontak aku meminta maaf sambil menatap wajahnya.

"Maaf, saya tidak sengaja!" ucapku.

Tapi aku kaget, ternyata laki-laki itu adalah Ardi. Ardi menjulurkan tangannya untuk membantuku bangun.

Mata kami saling tatap, terbersit beberapa adegan mesra saat masih bersamanya dulu. Aku masih ingat, laki-laki dingin dihadapan ku ini, begitu dikagumi banyak wanita. Namun tak satupun wanita yang dia terima cintanya. Dia malah mendekatiku, dan menyatakan cinta padaku. Jelas, satu Universitas heboh dan aku menjadi sorotan di kampus.

Mendapatkan cinta dari laki-laki dingin seperti Ardi, merupakan hal yang hebat. Kenapa? Karena dari sekian banyak wanita yang mengejar cintanya, aku lah wanita yang dia pilih. Ya ampun, apa yang sedang ku pikirkan! Kenapa aku jadi sedih begini?

"Kau tidak apa-apa?" tanya Ardi.

Aku menggeleng, tapi mataku menatap laki-laki itu. Sekuat tenaga mencoba menahan air mata yang hendak membasahi pipiku.

"Ya sudah. Aku pergi," ucap Ardi sambil berlalu meninggalkanku.

Benar kata Ardi, kenapa kami selalu dipertemukan oleh takdir? Padahal takdir sendiri yang memisahkan cinta kami dulu. Aku berusaha pergi dari hidup Ardi, tapi kami masih saja dipertemukan. Tuhan, aku mohon jauhkan aku dari bayang-bayang masa laluku.

Kami selesai makan, Alesha terlihat mengusap perutnya karena kekenyangan. Aku dan Bara tertawa, namun adikku malah terlihat cemberut.

Aku meminta Bara menggendong Alghi, karena Alesha menangis minta dibelikan balon diseberang jalan.

"Ayo Kak Chika, belikan balon yang berwarna merah," rengek Alesha.

"Iya sayang, sebentar!" ucapku sambil mengambil dompetku.

"Kau tunggu disini, pedagang balonnya jauh disana. Biar Kak Chika yang membelikannya untukmu," ucapku.

Saat aku membelikan balon, tiba-tiba Alesha menyebrang jalan raya. Sontak aku menjerit saat sebuah mobil mendekat kearahnya.

"Alesha... Awas..." Teriakku.

Aku panik, begitupun Bara, hingga tiba-tiba..

Ardi menolong Alesha, namun dia mengorbankan dirinya.

Brukk...

Ardi jatuh pingsan, aku berlari mendekat kearah Ardi. Ada luka dibeberapa bagian tubuhnya.

"Ardi... Ardi..." ucapku sambil menepuk tubuh Ardi.

"Kak Ardi bangun..." Alesha menangis.

Beberapa orang datang menolong, lalu membantu kami membawa Ardi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Ardi segera ditangani dokter. Aku sangat khawatir, karena Ardi mempertaruhkan nyawanya untuk adikku.

Bara menelpon Ayah dan Ibunya, tak lama mereka datang.

"Kenapa Ardi? Apa yang terjadi?" tanya Ibu panik.

"Ardi menolong Alesha yang hampir tertabrak mobil," ucap Bara.

"Kenapa bisa? Kenapa kalian bisa ceroboh?" Ibu marah terlihat begitu sedih.

"Maafkan kami, Bu!" ucap Bara.

Dokter datang mendekati kami, dia memberitahukan keadaan Ardi.

"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" tanya Ibu.

"Kondisinya masih sangat lemah, biarkan dia beristirahat." ucap Dokter itu.

Tiba-tiba seorang suster keluar dari kamar rawat Ardi.

"Dok, pasien sudah sadar. Tapi kondisinya masih sangat lemah. Pasien terus memanggil nama Chika," ucap suster itu.

"Siapa Chika? Ajak Chika masuk menemui pasien," ucap Dokter.

Ibu lalu menarik lembut tanganku, memohon agar aku mau menemui anaknya. Aku menatap wajah Bara. Jelas, dia terlihat tidak rela aku memasuki ruangan itu. Namun Ibu terus memohon padaku, agar mau menemui Ardi.

Aku berjalan masuk kedalam ruangan itu, aku menatap Ardi yang terbaring lemah disana. Aku duduk di kursi sambil menatap wajah Ardi.

"Terimakasih ya, kau sudah menolong adikku. Kau sampai harus mengorbankan nyawamu untuk menolong adikku," ucapku sambil menangis.

"Tidak apa! Aku hanya kebetulan lewat," ucap Ardi.

Ardi mengusap wajahku lembut, terlihat dia tersenyum menatapku.

"Bisakah kau mencintaiku lagi? Untuk malam ini saja. Aku ingin mengulang masa-masa indah bersamamu," ucap Ardi.

Melihat kondisinya saat ini, rasanya aku benar-benar tidak tega menolaknya. Bagaimana mungkin aku bisa menyakiti hati Ardi berulang kali. Biarlah untuk malam ini saja aku membuat Ardi bahagia dan mengabulkan permintaannya.

Aku mengangguk sambil tersenyum, terlihat Ardi bahagia sekali.

"Kemarilah. Peluk aku," ucap Ardi sambil merentangkan tangannya.

Aku mendekat, lalu membiarkan Ardi memeluk tubuhku. Terlihat beberapa luka di bagian tubuhnya. Aku cukup terkejut melihat luka ditangannya yang cukup besar.

"Ardi, aku benar-benar minta maaf," ucapku.

"Kenapa minta maaf? Aku akan mempertaruhkan nyawaku untukmu. Asal kau selalu bersamaku." Ardi mencium keningku.

Rasanya aku sakit, hatiku benar-benar sakit! Kenapa aku harus memiliki perasaan seperti ini pada Bara dan Ardi? Kenapa aku harus dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit?

"Kau ingat. Aku pernah menyatakan cintaku padamu dulu. Tapi bukannya bahagia, kau malah memarahiku," tawa Ardi.

"Itu karena kau menyatakan cintamu dihadapan penghuni kampus. Rasanya aku malu sekali saat itu," tawaku.

"Kau tidak tahu saja. Aku diserang para wanita kampus yang menyukaimu, hanya karena aku menerima cintamu." Ucapku lagi.

"Lalu? Mereka bilang apa?" tanya Ardi.

"Mengancam ku, agar aku menjauhi mu!"

"Lalu?"

"Kenapa kau bertanya! Jelas, aku pura-pura tidak dengar. Aku merasa bahagia bisa menjadi wanita pertama yang kau cintai," ucapku sambil tersenyum.

"Lalu? Kenapa sekarang kau tinggalkan aku? Padahal dulu, aku memilihmu dari sekian banyak wanita yang mencintaiku?"

Aku diam, tiba-tiba saja air mataku mengalir. Kenapa aku mengingat kembali masa-masa itu. Saat aku begitu bahagia dipilih Ardi sebagai kekasihnya.

"Maaf..." Aku mengusap air mataku.

"Kau bukan hanya meninggalkanku. Tapi kau juga melukaiku, saat kau bahagia bersama Kakakku didepan mataku," ucap Ardi.

Aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku memeluk tubuh Ardi. Ada jutaan kerinduan yang mendalam, yang tak bisa ku jelaskan.

"Aku mencintaimu Chika," ucap Ardi diiringi air mata.

Malam itu, aku benar-benar kembali ke masa laluku. Entah kenapa perasaan yang lama ku kubur, kini hadir kembali. Ada rasa tidak ingin menyakiti lagi hati Ardi. Kenapa denganku? Lalu bagaimana dengan Bara? Tuhan aku mohon, jangan biarkan perasaanku ini muncul lagi. Aku sudah memiliki Bara, aku tidak mungkin kembali bersama Ardi. Tidak mungkin!

Terimakasih untuk para pembaca yang sudah memberikan Vote nya. Tetap beri dukungan untuk Author ya, Komen, Like atau Jempol juga Vote.

Salam santun Author.💕💕

1
Mari Anah
masa istri sah takut sma pelakor yg cmn jdi sekertaris sih🙄🙄
Mari Anah
chika jg oneng,d srh diem d kamar mlh keluar,udh tau d situ jg ada ardi🤦‍♀️kejadian perkosaan bkln keulang lgi klo g pindah rmh,,trs itu ibu sma bp y kmna dah pas kejadian itu,masa ardi d gebukin sma bara smp g kedengeran gtu🤦‍♀️🤦‍♀️
Mari Anah
yaaaahh gtu ajah udh ngeperrrr duluan,hajar tuh si reina,bibit pelakor
Mari Anah
lagian si bara,apa engga kepikiran gtu bwt tinggal d apertemen gtu misal y,soal y klo msh bareng udh pasti bkln ketemu ardi tiap hari,mlh bikin g tenang jg kan
Ita Lestari
sumpah ini cerita model apa si baru x baca novel begini ya x bercinta dengan kakak dan adiknya jg kesel bgt
Ita Lestari
Cemen bgt jd bini lawan dong segitu doang nyalinya apa masih berharap sama masa lalu
Kamti Rohali
udah tak kasih hadiahnya ya kak voters (❁´◡`❁)(❁´◡`❁)
0316 Toiyibah,S,Pd.
tak ada yg tak mungkin kalau allah berkehendak
Anonymous
Kesel ama tingkah Chika dia merelakan dipeluk dicium dan selingkuh ama Ardi tp ga pernah bsa menerima bara salah sedikitpun.
Rhojak Jhi
ko ceritanya menguras emosi dan air mata,cikako gitu plimplan
Rika Maksum
aaah pingin yg ky bara😍😍
jihan silvia
disini janggal bgt ceritanya. tau fia mandul. tau utu jebakan tp kena tipu juga kan tingal.minta test DNA
Dian Lestari
setres saya bacanya ada yg pembantu yg cara bicaranya kurang sopan sama majikan
Dania
💜💜💜💛💛💛💚💚♥️💕💕💕💝🖤🖤🖤❤️❤️💙💗💗🌷💖💖🖤🖤❤️❤️💙🖤🖤💗💗🌷💖🖤🖤🖤♥️♥️💛🖤🖤🖤🖤🖤💜💛💛💚💚🖤🖤🖤🖤🖤🖤❤️💙💙🖤🖤🖤🖤💖💖🌷🌷💗🌷💖💖🖤🖤🖤
Dania
💜💜💜💜🖤🖤🖤🖤🖤💛💛💛💛❤️❤️❤️❤️💙💙💙💙💝💝💝💚💚💚♥️♥️💕💕🌷🌷🌷🌷💖💖💖💗💗🖤🖤💛💛💛💛💖💖💖🌷🌷💗💗💗💗💜🖤💛💙💙💝💝❤️❤️💛💛🖤🖤💚💚♥️♥️♥️💕💕💝💙❤️🖤🖤🖤❤️💙
Dania
🖤🖤🖤💜💕💛💛❤️❤️💙💝💝♥️♥️💚💚♥️♥️💝💙❤️💛💕💜🖤🌷💖💗💗💚♥️💝💙❤️🖤🖤🖤💜💕💕💛❤️♥️♥️♥️💚💚💝💙❤️💛💛🖤🖤🖤💜
Dania
💜💜💜💜💕💕💕💛💛💛💕🖤🖤🖤🖤❤️💙💙❤️💗💖💖🌷🖤🖤🖤💝💝💚💚🖤🖤🖤♥️♥️💝🖤🖤🖤❤️💙💙❤️🖤🖤💛💛💕💜🖤🖤🖤🖤
Dania
Aku juga ga mau dijodohin
Pokoknya aku ga mau .............................

Tapi Kalo Ganteng, Baik, keren 👍👍👍 Aku mau 😂😂😂
Rena Karisma: 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ndung
d tunggu season 2,
Farsdik Wind
Baperrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!