Demi balas budi atas kebaikan kakak tirinya dan juga pengorbanan ibu tirinya yang sudah merawat dia selama ini.Cahaya terpaksa menikah dengan kakak iparnya yang berbuka dua yang sangat menyiksa hatinya
Apakah masih ada harapan Cahaya bisa keluar dari pernikahan yang menyiksa hatinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 Saling mencintai, tak bisa bersama
Melihat istrinya di peluk oleh Hans di depan matanya sendiri, Reyhan sampai mengepalkan tangannya.Hanya saja, pria itu menahan emosi agar tidak meluap di hadapan Cahaya.
"Lepasin aku,Hans!" pinta Cahaya dengan napas berat karena mantan kekasihnya itu terus memeluk dirinya dengan begitu erat.
"Kamu dengar sendiri kan apa katakan, Cahaya? Jadi lepasin dia! " sahut Reyhan yang berusaha bicara lembut terhadap Hans, walaupun di dalam hatinya sudah meronta-ronta ingin memaki pria itu bahkan ingin menghajarnya karena sudah lancang memeluk istrinya.
Hingga Hans menatap aneh pada Reyhan karena sikap pria itu tidak seperti biasanya.
"Pria ini kesambet apa? Biasanya juga dia mudah marah jika aku sentuh Cahaya.Tapi kali ini ,aku peluk Cahaya ,dia terlihat santai," batin Hans.
Sementara Cahaya mengambil kesempatan dengan mendorong tubuh Hans." Menjauhi dariku! Mendingan kamu pergi dari sini!" usir Cahaya.Hatinya sudah di patahkan oleh Hans karena pria itu akan menikah dengan Naura.
"Kok kamu ngomong nya seperti itu?Aku datang ke sini untuk menjemput kamu.Ayo kita pulang ke villa.Bukankah kamu sendiri yang mengatakan ingin menggugat cerai ,Reyhan? Lalu kenapa kamu kembali ke rumah ini?" ucap Hans dengan berbagai pertanyaan.
Sontak wajah Reyhan memerah, ternyata Cahaya di sembunyikan di villa oleh pria yang tidak tahu malu yang terus mengejar istrinya padahal sudah jadi mantan.Ingin rasanya ia memukul wajah pria itu hanya saja seluruh tubuhnya menjadi lemes dan kurang bersemangat kala mengetahui Cahaya akan menggugatnya.Hingga dada terasa sesak dan sakit padahal baru saja ingin memperbaiki hubungannya dengan Cahaya.
" Iya kamu benar, aku pernah mengatakan ingin menggugat cerai Reyhan setelah anak ini lahir.Tapi aku memikirkan kembali, untuk tetap mempertahankan pernikahan ini dengan dirinya walaupun setelah anak ini lahir," jelas Cahaya dengan ketegasan.
Deg
Mendengar ucapan Cahaya, yang tadinya jadi lemas sekarang tegak kembali termasuk bagian bawah miliknya yang begitu spesial.Akhirnya ia bisa bernafas lega dengan raut wajah sumringah saking bahagianya.Jika saja Hans tidak ada di hadapannya mungkin sudah mengangkat tubuh Cahaya karena hatinya begitu menggebu gebuk saat ini.
Saat pria itu merasa kebahagiaan,Hans justru merasakan kesakitan yang luar biasa.Seakan jantung terasa sakit seperti ditusuk-tusuk seribu jarum.Kala mendengar keputusan Cahaya yang ingin pertahankan pernikahannya.
" Kamu pasti bercanda kan? Tidak mungkin kamu pertahankan pernikahan dengan orang tidak kamu cintai.Bukankah kamu mencintai ku ?" tanya Hans dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tidak bercanda,Hans.Ini sudah menjadi pilihan aku sekarang! Mungkin saat ini kamu benar, aku tidak mencintai Reyhan sebagai suami ku.Tapi jika kita bersama, tidak menutup kemungkinan aku jatuh cinta padanya," jelasnya agar Hans menerima keputusannya.
"Katakan padaku? Siapa orang yang telah menekan kamu sampai ingin mempertahankan pernikahan yang tak pernah kamu inginkan sama sekali? Apa karena suami bejat kamu ini? Atau Kakak tiri kamu yang selalu menjadikan kamu boneka untuk kepentingan dirinya sendiri?" cibir Hans dengan penuh penekanan.
Plak....
Sebuah tamparan keras mendarat ke wajah Hans.Cahaya tidak terima ada pria menganggap buruk saudara tirinya.
"Ini tidak ada hubungan dengan,Kak Ratna.Ini sudah menjadi pilihan ku.Suka atau tidak, kamu harus menerima ini,Hans.Kita ini hanya mantan kekasih tidak lebih dari itu.Sekarang kamu pergi dari sini! Sebelum aku memanggil satpam mengusir kamu dari rumah ini." Cahaya terpaksa bersikap tegas pada Hans supaya pria itu pergi.
Reyhan dari tadi hanya diam menyaksikan Cahaya dan Hans saling berargumen hingga tersenyum sinis saking puas melihat Hans di tampar oleh istrinya.Ternyata kekesalan yang ia rasakan terhadap pria itu sudah terbalaskan dengan tangan istrinya.Ia tidak menyangka Cahaya yang di kenal penurut ternyata bisa juga berbuat kasar pada orang lain.
" Apa lagi yang kamu tunggu? Cepat pergi dari sini! jangan pernah menemui istriku lagi!" ucap Reyhan dengan mengarahkan telunjuk ke arah Hans agar pria itu meninggalkan rumahnya.
Atas tamparan yang di dapatkan Hans dari Cahaya membuat hatinya terluka.Ia tidak menyangka wanita yang begitu di kagumi dengan kelembutan hatinya ternyata setengah itu terhadap dirinya. Ternyata cintanya itu tidak ada artinya buat Cahaya, lalu untuk apa ia peduli dengan wanita itu lagi.Hingga pria itu pergi dari hadapan Cahaya dengan rasa kekecewaan yang luar biasa.
Cahaya menatap kepergian Hans dengan mata berkaca-kaca.Ia sadar apa yang ia lakukan telah menyakiti hati pria itu dan juga hatinya.Tapi ini lebih baik untuk mareka berdua, karena hubungan mareka begitu rumit dan sulit untuk bersatu apalagi dengan kondisi Cahaya yang masih status istri orang lalu di tambah lagi ia sedang hamil anak Reyhan.Sementara Hans dan Naura akan segera menikah.Mungkin ini sudah jalannya takdir Allah, saling mencintai tapi tak bisa bersama dalam satu ikatan pernikahan.
***
Sementara Arya berada di villa menikmati hari sore dengan berenang .Namun, pria yang di tugaskan mengawasi Cahaya kemana saja wanita itu pergi.Pria itu datang menghampiri dirinya.
"Ada informasi apa sampai kamu menemui ku?" tanya Arya.
" Wanita yang Tuan sukai.Aku mendengar kabar kalau wanita itu kembali pada suaminya," jelasnya.
"Sial! Ini tidak bisa di biarkan.Aku harus melakukan sesuatu untuk memisahkan mereka.Apa kamu sudah tahu siapa suaminya?" tanya Arya yang belum mengetahui suami Cahaya siapa.
" Sudah, Tuan.Aku punya fotonya di handphone ku."
"Cepat berikan handphone kamu! Aku ingin melihat wajah pria itu," pinta Arya dengan mengulurkan tangannya.
Hingga pria itu memberikan handphone nya ke arah tangga Arya.Namun, sontak kaki Arya geram hingga menyentuh kakinya hingga handphone itu jatuh di kolam renang.
Lagi dan lagi, Arya tidak bisa mengetahui seperti apa wajah suami Cahaya karena handphone itu rusak tidak bisa lagi di hidupkan layarnya kembali.Hingga meminta pria itu untuk memperbaiki handphone tersebut yang lagi rusak.
***
Hans sudah tidak tiba di rumah dengan perasaan sedih, kecewa, marah.Ia belum bisa melupakan atas ucapkan Cahaya yang begitu menyakiti hatinya.Semantara Naura yang lagi di duduk di sofa bersama Helman segera menghampiri Hans.
" Hans,kamu kenapa? Wajah kamu terlihat murung. Apa ada masalah di rumah sakit? Cerita aja sama aku.Siapa tahu aku bisa bantu?" tanya Naura dengan memperlihatkan perhatiannya sebagai kekasih Hans walaupun sebenarnya ia hanya kekasih bohongan.
Bukannya merespon ucapan Naura, Hans justru mendekati ayahnya." Yah, tolong siapkan pernikahan aku dan Naura," ucap Hans spontan.
Sontak Naura tercengang begitu juga dengan Helman.Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Hans ingin segera menikah.
" Kenapa juga aku harus kaget? Ini kan, yang aku inginkan. Akhirnya aku dan Hans akan segera menikah." batin Naura sambil tersenyum bahagia.
sudah setuju juga menikah meski dipaksa.
Lagian klo kamu beneran sayang kamu gak akan keberatan melihat sdh begitu jauh kamu berbuat baik sampe ninggalin kulaih.
Kakakmu bukqn sebatqng kara ada ibu kandungnya dan ada suaminya yg harusnya bertanggungjawab penuh pd istrinya,
besarnya sayangmu itu salah karena sampe mengabaikan diri sendiri.