"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Pagi hari, bangun Sera dengan mata sayu duduk menyandarkan tubuhnya melihat Altas yang tidak ada di sekeliling kamar. Sesekali Sera membuka selimut melihat tubuhnya dengan senyum tipis teringat momentnya malam tadi bersama Altas, senyum-senyum malu menutup wajahnya dengan selimut.
"Gue nggak nyangka kalau secepat ini" lirihnya.
Tiba-tiba, pintu kamar terbuka yang mana Altas datang membawa sarapan pagi untuk Sera, dengan pakaian rapi, gagah dan tampannya menyapa istrinya dan membuat Sera sedikit terkejut menutup selimut ke tubuhnya.
"Selamat pagi sayang, kamu sudah bangun. Aku bawakan sarapan untukmu, aku buat ini sendiri khusus untuk istriku tercinta" ucap Altas mencium kening Sera duduk di samping Sera.
"Biarkan tanda itu, jangan terlalu sering melihatnya. Atau aku perlu memberi tanda yang lain" lanjut Altas berbisik lirih menggoda Sera.
Sipu malu Sera sembari menahan sedikit rasa sakit, "Ahh sakit."
"Maaf sayang, mungkin itu sedikit sakit ya. Tapi kamu menikmatinya bukan?" kembali menggoda.
"Sudahlah jangan menggodaku."
Setelah bersama dengan Sera, Altas selalu memperlihatkan sikap manis, lembut dan penuh romantis seolah sikap arogannya sebagai seorang mafia lenyap di hadapan Sera. Melihat keadaan Sera, dan ingin memberikan perhatian lebih untuk sang istri, Altas memperlakukan Sera dengan begitu baik, bahkan menyuapi Sera dengan tangannya.
"Sudahlah, aku bukan anak kecil. Biarkan aku makan sendiri."
Altas meminta Sera untuk diam dan menikmati saja makanan dari tangannya, Hela nafas Sera mengangguk. Sesekali Sera bertanya dan menggoda Altas apakah sarapan paginya itu benar sldi buat dari tangan si suami.
"Kenapa, istriku ini tidak percaya kalau ini tuan Altas yang membuatnya. Kenapa, terlalu enak ya?"
Mengerutkan bibir mengangguk, "Yaaa, enakk. Tidak ku sangka kau bisa memasak, ku kira hanya senjata yang bisa kau pegang, bukan alat dapur, tuan Altas!" goda Sera.
"Kau manis" senyum Altas.
Sera mengambil sendok dari tangan Altas dan meminta sang suami untuk ikut makan bersamanya, "Ayo, buka mulutmu."
Melihat penampilan Altas dengan pakaian rapi nan wangi, Sera pun bertanya lembut kemana Altas akan pergi sepagi itu. Sahut Altas mengatakan kalau ia ada urusan penting sembari mengajak Sera untuk ikut dengannya.
"Apa, aku?. Serius ingin mengajakku?"
"Iya istriku. Mandi dan bersiaplah, aku akan menunggumu. Atau perlu ku mandikan?"
Senyum malu Sera memukul lirih Altas, "Ah kau ini, menjauhlah biarkan aku bersiap-siap" berjalan menuju kamar mandi.
"Jika butuh bantuan, aku siap sayang" teriak Altas.
"Tidakk!"
Senyum Altas menggelengkan kepala.
Beberapa menit berlalu, keluar Sera menemui Altas yang telah menunggunya di ruang tamu bawah dengan celana dan baju hitam serta rambut terurai membuat Sera tampil begitu cantik, elegan dan berkelas. Altas begitu terpukau dengan kecantikan sang istri yang membuat pandangannya tak lepas.
"Sangan berkelas, Nyonya Seraphina Lycan Tanica" merangkul sang istri.
"Apakah pakaian ini cocok dan sesuai?"
"Semua yang kamu pakai akan terlihat pas, cocok dan berkelas sayang."
Berjalan Altas menuju pintu keluar sembari merangkul Sera menuju mobil yang telah disiapkan. Sigapnya membuka pintu mobil dan mengizinkan Sera untuk masuk.
"Terimakasih."
Ucap lirih Altas pada salah seorang penjaga kepercayaannya untuk selalu memantau keadaan rumah.
"Seperti biasa, pastikan semuanya tetap aman. Jika ada yang mencurigakan segera hubungi saya!"
"Baik, Tuan!" tunduk penjaga itu.
Meski meninggalkan rumah, Altas pun harus terus memastikan keadaan rumahnya tetap aman dan tak ada satu orang asing pun yang berani untuk mendekat dengan penjagaan yang ketat.
Ditengah perjalanan sembari mobil melaju, lirih Sera bertanya pada Altas kemana mereka berdua akan pergi.
"Kamu yakin kita hanya pergi berdua, tidak ada seorang penjaga?"
"Jika ada penjaga, bagaimana kita bisa menikmati moment ini bedua. Tidak perlu takut, kamu akan aman bersamaku. Suamimu ini akan selalu menjaga istri tercintanya."
"Gombal!"
...