Dimana hari kelulusan sekolah adalah hal yang nanti nantikan oleh semua siswa-siswi, tapi tidak dengan Aisyah. la malah mendapat kabar bahwa sang Ayah tercinta kecelakaan saat akan datang ke acara kelulusannya. Bagaimana kisahnya!! yuk ikuti jejak kisah Aisyah nur Khadijah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGGANGGU
Alex menyikap cadar Aisyah. Tampa aba-aba Alex langsung mencium bibir ranum manis milik Aisyah dengan lembut.
"Nanti aku akan memberikan mu sebuah hadiah." ujar Alex dengan tersenyum smirk.
"Gak usah hubby. Ahh..ini masakannya aku taruh di meja dulu" jawab Aisyah dirinya terlalu malu.
"Widihh! ada makanan enak nih Gavin." sahut Aaron yang baru datang langsung di sungguhi dengan makanan yang sangat mengunggah selera. Siapa coba yang tidak tergoda? apalagi hanya dengan bau uapnya saja sudah pasti itu rasanya enak.
"Rezeki anak yang baik" Aaron langsung duduk padahal Alex saja belum menduduki kursinya.
"Berani sekali kau Aaron!" ucap Alex menatap Aaron dengan tajam.
"Santai bro." jawab Aaron pandangan Alex terlalu tajam membuat Aaron sedikit takut tapi tidak juga membuatnya jera.
"Hubby! tidak apa-apa, tuan Gavin dan tuan Aaron silahkan duduk" yang mana membuat Aaron tersenyum lebar tapi tidak dengan Gavin yang tidak enak hati apalagi melihat tatapan Alex, seperti mata elang yang siap untuk memangsa.
"Tidak usah memanggil mereka tuan dan mereka juga bukan tuan mu. Aku tidak suka. kamu ini Nyonya di rumah disini." ucap Alex dengan lembut, hanya kepada Aisyah tapi terselip juga nada kesal bercampur seperti perintah yang tidak bisa di tolak.
Membuat Aisyah hanya mengangguk kan kepalanya saja.
"Duduk lah, mari makan bersama" pinta Aisyah lalu Gavin dan Aaron langsung menatap Alex.
"Kurasa kalian tidak tuli dengan apa yang sudah di katakan oleh istriku" Gavin dan Aaron segera duduk. Walaupun kesal bagaimana pun ia tidak bisa menolak ratu yang hinggap di hatinya.
Niat hati ingin berduan dan ber romantis dengan istri kecilnya tapi dua cecunguk ini malah datang. Membuatnya kesal saja. sialan emang.
Aisyah dengan sigap mengisi piring Alex seperti istri pada umumnya yaitu melayani sang suami saat makan. Alex tersenyum melihat istrinya dan barulah Aisyah mengisi piringnya sendiri.
Alex menyantap makanan yang di masak oleh Aisyah begitu pula dengan Aaron dan gavin Aisyah lalu melihat mereka seolah meminta jawaban atas masakannya.
"Enak sekali." ujar Aaron lalu memberikan jempol kepada Aisyah yang mana membuat Aisyah tersenyum dan lalu di angguki oleh Gavin.
Alex hanya memberikan senyum kepada Aisyah dan barulah Aisyah memakan makanannya. Tidak seperti Alex, Gavin dan Aaron yang menggunakan sendok emas tapi Aisyah makan lebih suka pakai tangan. Bisa menampung banyak dan tentunya Sunnah Rasul juga
Gavin dan Aaron yang melirik cara Aisyah yang sedang makan. Mereka tidak akanberani berkomentar apapun. Jika mereka berkomentar maka said bay bay dunia.
Alex pun Sama hanya melihat Aisyah.
Mereka semua telah kenyang. Nyatanya, masakan Aisyah benar-benar enak sampai-sampai Aaron dua kali tambah.
"Setiap pagi aku kan datang kesini untuk numpang makan sajalah, biar aku gemuk. Masakan ini terlalu enak." ujar Aaron.
"Tidak bisa! masakan istri ku hanya untuk ku saja"bantah Alex.
"Pelit sekali kau."
Alex hanya menatap tajam ke arah Aaron yang berani mengatainya.
"lya datanglah." sahut Aisyah yang mana membuat Aaron tersenyum mengejek karena Aisyah telah berpihak kepada nya dan hal itu membuat Alex jadi kesal dan berdecak.
Bagaimana pun masakan istrinya hanya untuknya saja. Lihat saja nanti kau Aaron.
"Terimakasih." ucap Aaron kepada Aisyah dengan tersenyum lebar.
"Jangan memandang istriku dan tersenyum seperti itu sialan!! senyuman mu terlalu jelek di pandang mata membuat orang sakit mata saja." ucap Alex dengan pedas. Dirinya tidak terima jika ada yang melihat istrinya lebih dari lima detik. Seakan akan hatinya sangat panas seperti api neraka walaupun tentu saja ia belum tahu seperti apa panasnya.