NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Yatim Piatu / Kaya Raya / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Renko

✏ Season 1: Pernikahan Yang Tak Diinginkan (Ainsley)

Ainsley terpaksa menjalani pernikahan wasiat, menikah dengan suami kakaknya sendiri. Dia yang tidak tau penyebab kematian kakaknya harus bekerja sama dengan sang suami untuk mengusut kematian. Bisakah mereka menemukan pelaku di balik rencana pembunuhan? Lalu, bagaimana akhir dari kisah pernikahan wasiat?


✏ Season 2: Pernikahan Yang Tak Diinginkan (Gavin)

Kisah cinta pertama Gavin harus kandas ketika dia melanjutkan pendidikan di luar negeri. Beberapa tahun setelah itu mereka bertemu lagi dan membuat harapan muncul untuk kembali bersama. Sayangnya pengganggu kecil muncul di tengah itu semua, wanita dengan segudang kecerobohan. Pada siapa hati Gavin akan berlabuh?

___

Semoga novel ini satu selera denganmu 😊

Cek istagram @justrenko untuk informasi novel lainnya~


Terima kasih atas support readers dan NovelToon/MangaToon terhadap novel ini 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kesalahan

Ada yang aneh dari Juni yang seharian ini dirasakan oleh Ainsley. Menonton di bioskop, mentraktir makan, menikmati wahana bermain. Semua didanai oleh Juni, seorang pekerja keras yang hidup mandiri bagi Ainsley.

Hari ini tidak ada yang berulang tahun, yang mana orang-orang akan menghabiskan uang untuk traktiran. Kecurigaan mulai tumbuh terhadap sikap Juni yang menurutnya tidak seperti biasanya. Ditambah tingkah Juni yang seperti ragu mengatakan sesuatu padanya.

"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?"

Juni tertunduk lesu. Sedaritadi sudah berusaha mencari waktu yang tepat untuk membicarakan perihal keberangkatannya. Juni akan menyusul ibunya ke Edinbrugh. Untuk berpamitan Juni sangat khawatir jika Ainsley marah karena tidak mengatakan lebih awal.

"Maaf, tidak memberitahumu lebih awal. Aku harus pergi menyusul ibuku yang sedang sakit. Paman itu yang memintaku."

Ainsley tau siapa paman yang di maksud. Juni pernah menceritakan ayah tirinya dengan sebutan paman. Juni tidak ingin menyebutnya ayah karena baginya di dunia ini hanya ada satu ayah. Meskipun keluarganya tidak utuh lagi, namun Juni sangat menyayangi kedua orangtuanya.

Pernah sekali Ainsley merasakannya, yaitu ketika dirinya bersama keluarga angkatnya. Cerita mereka memang jauh berbeda tetapi Ainsley bisa merasakan bagaimana kasih sayang Juni terhadap kedua orangtuanya. Tidak ingin jauh dari orang yang disayangi.

Di tengah keramaian mereka saling memeluk. Mencurahkan rasa kerinduan yang sebentar lagi harus dipisahkan oleh jarak dan waktu. Cucuran air mata mengalir di wajah keduanya. Berharap masing-masing mereka menjaga diri selama tidak lagi bertatap muka.

Semua orang di taman hiburan semakin risih oleh raungan yang tidak berhenti juga. Pengunjung jadi terganggu dan dari mereka mengatakan bahwa Ainsley dan Juni sudah gila. Kegaduhan itu mengundang penjaga keamanan untuk mengusir mereka berdua.

"Ini mengingatkanku saat kita berada di rumah suamimu. Aku menunggumu kedinginan di luar." terkekeh.

"Aku diseret ke sebuah kamar dan dikunci di sana."

"Malam itu kita menangis hingga terlelap dan bangun dengan mata sembap." serentak bersuara setelah itu tertawa.

Petugas keamanan keheranan mengapa 2 wanita yang diusirnya itu tertawa. Padalah mereka diusir dari taman hiburan. Seharusnya mereka menangis seperti tadi atau setidaknya bersedih.

"Dasar, wanita-wanita aneh." menggeleng-gelengkan kepala.

Hanya tinggal beberapa hari sebelum Juni pergi. Sebelum itu Ainsley ingin menghabiskan waktu bersama teman terbaiknya itu. Maka dari itu Ainsley menghubungi Zack untuk meminta izin menginap di tempat Juni.

Di seberang sana Zack yang menerima panggilan dari Ainsley langsung menghentikan rapat. Alisnya mengerut saat mendengar suara Ainsley seperti habis menangis. Kekhawatiran mulai muncul dan Zack berniat menyusul sekarang juga.

Tetapi setelah mendengar alasan mengapa Ainsley menangis, Zack yang tadinya sudah berdiri kembali duduk. Mereka yang ada di dalam ruangan rapat terdiam. Tidak berani ikut campur dan memilih untuk menuruti saja.

"Aku tidak mengizinkannya. Sebagai gantinya bawa dia ke rumah. Aku akan melakukan perjalanan bisnis beberapa hari ini."

Keputusan yang sangat bagus bagi Juni. Menginap di rumah Ainsley yang tidak pernah disinggahinya. Terlebih lagi Juni bisa tau bagaimana kehidupan pasangan itu dan berencana membumbui mereka sedikit agar hubungan pasangan suami istri itu semakin dekat. Berbagai macam pikiran licik sudah tersusun di benaknya.

"Ada apa dengan wajahmu?"

"Tidak ada. Ayo kita mengambil barang-barangku." bersikap normal.

Mereka mengemasi barang-barang yang akan Juni bawa. Kemudian membawa semuanya dengan bantuan mobil yang disewa. Hari ini Juni sangat royal sebagai teman lantaran uang yang diberikan ibunya selama ini baru dipakai. Ada banyak tabungan yang Juni punya kini.

Sama seperti Ainsley dulu, sesampainya di Casa Felise Juni dibuat tercengang. Tempat itu bahkan apartemen yang ditinggali Ainsley sekarang terlalu berlebihan baginya. Juni tidak bisa berhenti berdecak kagum.

Koper digeret menuju kamar tamu. Di sana Juni akan beristirahat nantinya. Tidak dibantu oleh Juni, semua barang disusun sendirian. Tetapi Ainsley bisa mengerti bagaimana ketertarikan Juni terhadap unsur seni yang ada di apartemen.

"Lalu di mana kamar kalian?"

"Aku di sini dan pria tua di sana." menunjuk 2 kamar yang berbeda.

Juni menyipitkan mata. Tatapannya menyelidik dalam dan kekesalannya mulai muncul. Sangat keterlaluan tidak ada terjadi apa-apa pada pasangan yang sudah menikah selama 3 tahun lebih.

Tiba-tiba sebuah pelukan erat diberikan pada Ainsley. Menghabiskan waktu selama beberapa hari di apartemen mewah membuatnya sangat senang. Juni sangat menantikan hari-hari mereka.

"Juni.." napas tercekat.

"Kita akan makan ayam goreng sambil menonton film!!"

"Ju.." hampir tidak bisa bernapas.

Seketika Ainsley terbatuk setelah Juni melepaskan pelukan. Mengap-mengap mengatur oksigen yang hampir tidak membasahi paru-paru. Berusaha tenang memulihkan diri kembali sebelum berbicara.

"Kalau aku mati, kau akan menonton dan makan ayam goreng bersama pria tua."

Akibat terlalu bersemangat Juni jadi lupa diri. Lantas meminta maaf pada Ainsley dan tidak akan mengulangnya lagi. Juni tidak ingin menghabiskan waktu bersama pria menyeramkan seperti Zack. Bila diingat kembali tatapan tajam yang dilihatnya ketika konferensi pers, Juni tidak bisa berhenti bergidik.

Seperti harapan mereka memesan ayam goreng dan menyantapnya sambil menonton film romantis. Terjun langsung dalam setiap adegan dan menghayati bagaikan seorang profesional. Setiap detail mereka perhatikan tidak luput dari penglihatan.

Klek..

Suara pintu membuat mereka menolehkan kepala. Zack baru saja kembali dari kantor. Kehadiran yang tiba-tiba menimbulkan pertanyaan. Padahal tadi Zack berkata akan melakukan perjalanan bisnis. Kenyataan kini Zack ada di depan mata.

"Bukankah kau bilang akan pergi beberapa hari?"

"Benar. Aku akan pergi besok."

Walaupun sudah melihat seperti apa suami Ainsley berkali-kali, tetapi melihat secara langsung dengan jarak dekat seperti sekarang sudah bisa membuat Juni terkesima. Suami Ainsley sangat tampan meski memiliki aura menyeramkan.

Juni menggeleng-gelengkan kepala dan fokus pada tujuannya. Sekarang adalah kesempatannya. Juni langsung menyerobot pria tampan itu untuk duduk bersama mereka. Menonton film paling romantis yang sengaja dipilihkan oleh Juni.

Sebenarnya Zack tidak ingin ikut dalam drama mereka. Tetapi sekali lagi pernikahan adalah alasannya. Zack tidak bisa membiarkan pernikahan mereka dicurigai. Zack yang tidak tau bahwa Juni sudah mengetahui pernikahan wasiat itu hanya bisa menurut.

"Film romantis akan sempurna jika ditonton bersama suami bukan, Ley?"

Ainsley mendaratkan cubitan kecil di paha Juni. Keusilan itu membuat dirinya tidak enak pada Zack. Baru mengenalkan temannya dan langsung meninggalkan kesan pertama yang buruk. Menurutnya Zack pasti sangat kesal sekarang.

Mereka menikmati film dengan tenang, hingga sampai di titik yang menegangkan mereka menelan ludah. Juni menoleh ke sisi kosongnya dan cekikikan sendiri. Ainsley yang duduk di tengah hanya bisa memejamkan mata. Sedangkan Zack mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Wah!!" bersuara agar 2 orang di sampingnya melihat.

Zack dan Ainsley menoleh pada adegan ciuman itu kembali lantaran Juni yang bersuara. Kemudian mengalihkan pandangan mereka. Tontonan itu menjadi hal yang harus mereka hindari entah mengapa.

Tidak tahan lagi Zack bangkit dan berlalu menaiki tangga. Segera setelah itu tanpa memedulika film sudah selesai atau belum, Juni mendorong Ainsley agar pergi juga bersama Zack. Terlihat mereka melangkah ragu sampai menutup pintu.

"Hanya ciuman mengapa mereka harus sepanik itu? Heh, sudah pasti di antara mereka ada apa-apanya. Setelah ini kalian akan berterima kasih padaku." tersenyum licik.

***

Zack ke kamar mandi terlebih dahulu, menenangkan diri di sana. Belum lama ini dirinya diberi cobaan dan sekarang pun begitu. Adik ipar adalah kata yang ditanamkannya sekarang untuk menjadi alasan agar dirinya bisa bertarung melawan dirinya sendiri.

Keluar dari kamar mandi tampak Ainsley masih berdiri tegak di depan pintu. Kata maaf keluar dari sana dan juga Ainsley mengatakan bahwa dirinya akan tidur di lantai. Ainsley berpikir kesalahannya telah membawa Zack dalam masalah rumit sekarang.

"Aku yang akan tidur di lantai. Kau tidak boleh menyakiti harga diriku sebagai pria untuk yang kedua kalinya."

Gelagat Zack yang akan berganti pakaian membuat Ainsley langsung memutar badan. Memicingkan mata walaupun sudah menghadap pintu. Menolak bayangan dada bidang yang sudah pernah dilihat olehnya.

Setelah berganti pakaian, Zack menoleh pada Ainsley. Tidak mengira jika Ainsley yang pernah menyatakan perasaan padanya akan senaif itu. Ternyata Ainsley bukanlah wanita yang buruk seperti wanita yang ditemuinya kebanyakan.

"Kau bisa memutar badanmu."

Satu bantal dipindahkan ke lantai. Zack menarik satu selimut yang akan dipakai berdua itu. Membaginya dengan dirinya yang berada di bawah sedangkan Ainsley di atas. Mereka tidur berdampingan, namun tidak benar-benar berdampingan.

Belum lama memejamkan mata, tiba-tiba suara pintu terdengar. Spontan mereka bangkit setelah melihat Juni datang. Zack dan Ainsley kelabakan bagaimana harus mencari alasan yang pas.

Juni tersenyum seperti tidak melihat apa-apa barusan. Kemudian bertanya ada di mana toilet. Setelah diberitahu Juni melambaikan tangan sambil tersenyum. Menutup pintu kemudian sambil merubah ekspresinya. Juni tersenyum masam kecewa dengan hubungan mereka.

Ainsley bergegas turun dari ranjang dan mengunci pintu kamar. Menghindari kejadian tadi agar tidak terulang lagi. Menyarankan pada Zack untuk tidur di atas, sedangkan dirinya akan pergi setelah Juni terlelap nanti.

Tidak mau ambil pusing lagi, tubuh pun direbahkan di atas ranjang. Zack yang harus cepat beristirahat lantaran besok harus pergi berusaha melelapkan diri. Membiarkan Ainsley berdiri pada keputusannya.

Berulang kali mengintip dari celah pintu. Hasil yang didapatkan tetap sama. Sudah hampir jam 12 malam, namun Juni masih belum tidur. Juni masih betah berlama-lama menonton film sambil menikmati ayam goreng yang mereka pesan tadi.

"Aku tidak bisa tidur jika kau masih berkeliaran. Kau mengganggu tidurku."

"Ah, aku pikir kau sudah tidur. Maafkan aku."

Zack mendengus kesal, lalu berkata, "Tidurlah. Aku tidak akan melakukan apa pun padamu."

Mata yang sama sudah mengantuknya, memaksa Ainsley untuk merebahkan dirinya juga. Sambil membelakangi Ainsley tidur di sebelahnya. Membatasi mereka hanya dengan ruang kosong di dalam selimut.

"Pria tua, kau sangat mencintai Emily?"

"Aku pikir ini bukan saat yang tepat untuk membahasnya."

"Aku bertanya karena melihat foto Emily di dinding kamarmu."

Suasana berubah hening. Ainsley tidak mendengar jawaban apa-apa setelah itu. Menunggu terlalu lama menarik Ainsley untuk mengeluarkan suara kembali.

"Kau sudah tidur?"

"Diamlah."

Mata pun dipejamkan. Mereka lelap mengantar lelah pada penghujung malam. Menanti hari yang cerah akan segera datang. Menjemput mereka yang sedang berada dalam kebingungan asmara.

***

Udara semakin dingin dan langit di luar masih gelap. Suasana masih senyap pagi buta itu. Ainsley terbangun setelah tidur selama beberapa jam saja. Matanya membeliak saat mengetahui tubuh yang jaraknya sudah jauh dari tepian ranjang.

Tanpa sadar Ainsley sudah memojokkan Zack sampai ke tepian ranjang pula. Tubuh yang masih membelakangi itu dibalikkan. Tebakan Ainsley benar sudah memojokkan Zack. Perlahan namun pasti tidak ingin membuat kekacauan seperti malam sebelumnya, Ainsley menggeser tubuhnya ke belakang.

Dahi yang mengernyit itu menghentikannya. Menunggu Zack sudah benar-benar tenang, baru lah Ainsley menggeser tubuhnya kembali. Tiba-tiba pinggangnya disentuh. Hanya sebelah tangan namun memiliki tenaga yang sangat kuat, hingga Ainsley tidak bisa lepas.

Wajah itu bisa bebas dilihat dengan durasi yang sangat lama. Ketika bangun sangat berbeda ketika sudah terlelap. Zack yang sekarang lebih seperti anak kecil yang tidak membolehkan orangtuanya pergi.

Degupan ketika bersama Zack terasa sangat nyaman. Ainsley membiarkan dirinya dipeluk sementara. Menikmati rasa yang tidak akan pernah didapatkannya lagi, karena Zack yang seperti sekarang bagaikan ada di dalam mimpi saja.

Fajar mulai menyingsing dan pelukan masih menggulung erat di sana. Zack terkejut mendapati Ainsley berada dalam pelukannya. Tanpa sadar tangannya telah melampui sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.

Pelukan dilepaskan dengan sangat hati-hati. Zack beranjak dari ranjang dan bersiap-siap pergi. Bersikap seolah tidak ada yang terjadi barusan. Berpikir bahwa pelukan itu adalah sebuah kesalahan.

Ainsley yang berpura-pura tidur kala itu, meregangkan badan seperti baru saja bangun. Seperti tidak ada kejadian apa-apa pula melipat selimut dan merapikan ranjang. Sesekali menyelidik bagaimana respon Zack setelah memeluknya.

"Aku tidak ingin mendengar berita aneh lainnya selama aku pergi."

"Aku mengerti."

Ainsley masih tidak mengerti kenapa Zack bersikap biasa-biasa saja. Padahal sudah pasti jika Zack tau telah memeluknya tadi. Bahkan sampai Zack akan pergi keluar pun masih tidak ada komentar apa-apa. Situasi yang membingungkan itu menarik Ainsley untuk bertanya.

"Kenapa kau memelukku?"

Langkah terhenti dan Zack tidak ingin melihat ke belakang. Tidak dikira ternyata pelukan itu juga disadari oleh Ainsley. Bagaimana bisa menghadapinya ketika dirinya sendiri tidak tau alasan mengapa dirinya memeluk Ainsley. Padahal sebaliknya Zack sudah berusaha menyingkirkan perasaannya.

"Aku tidak sadar melakukannya."

"Orang bilang saat mabuk dan tertidur adalah waktu yang paling jujur."

"Jangan berpikir terlalu berlebihan. Itu hanya sebuah kesalahan."

Mungkin hal penting untuk memastikan perasaan mereka adalah sebuah kesalahan bagi Zack. Perkataan yang sangat menyakiti seakan tidak peduli pada apa yang terjadi tadi membuatnya semakin yakin jika Zack sudah biasa melakukannya bersama Stella, sehingga memeluknya hanya lah sebuah kesalahan.

"Aku selalu mengharapkan hal yang mustahil." menghela napas panjang.

1
Kheira Luna
Renkoo aku balik lagi kangen pria tua😍
Justrenko🐣: Wah, senang sekali melihatmu kembali~
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya jgn bodoh bergerak sendiri. makan kebodohan mu. sdh diingatkan Zack tp keras kepala
Fransiska Siba
kecewa aku thor, setidak nya ceweknya tahan dlu lahh ini sudah namanya selingkuh
Pemburu Cinta Sejati
mengkhianati itu gak papa asalkan tau kapan waktunya untuk minta maaf dan pasanganmu yg baik pasti akan selalu memaafkan. kalo tidak berarti dia bukan org yg baik.
bagaimana menurutmu tentang ini kk?
Pemburu Cinta Sejati
mengkhianati itu gak papa, asalkan kita tau kapan waktunya untuk minta maaf. Dan wanita yg baik akan selalu memaafkan, kalo tidak memaafkan berarti dia bukan org yg baik.
Pemburu Cinta Sejati: mohon maaf, aku cmn mau bilang cerita kesempatan kedua adalah kebanyakan cerita di novel. itu tidak berbeda
total 17 replies
iis_lintang95
tetiba kangen ainsly sm zack, alhasil baca ulang lage.🤩
Metta R'za
dendam lidya yg bodoh.....
Ijah Sopiah
Apakah tidak ada satupun cowok yang suka sama Anseley
Seelmy Saleem
nyimak dulu thor baru mampir
SRI SETYA
aq bingung banget ini
Dimas Wahyu
kiraain Setelah sekian lama end....ada part tambahan ..😊😊..oklah otw
💞Aam Mulyani💞: makanya sering kontrol...
total 1 replies
Deta Hebalina
o
First Time
apalah dayaku yg bacanya loncat2 tiba2 dah sampe sini mumet😂
Faradilla
kenapa si Ainsley dibuat kayak perempuan bucin gak nyadar diri sih Thor... gak adil banget... Kebagusan amat si Zack jadinya
Faradilla
pasti Ainsley
Dede
8
Si mamahx anak anak
hhhaaahhhhaaa,,akhirx kau merasakn derita hati ainsley zack...
bunda ime
ff
Julia Lia
miris hidup dua bersaudara 😔
Elfi Susanti
bukankah gambar yang ditemukan Emily dilaci meja Zack adalah Ainsley ibunya Gavin... wah makin rumit... saya pamit baca cerita yg lain dulu.... mumet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!