NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

persiapan toko kue

   Tiba di rumah milik waliyah, bukan lagi untuk menjemput tapi untuk memulai sesuatu yang di cita citakan orang tua.

  Setelah selesai beristirahat dua gadis cantik langsung kembali berjalan melihat toko toko yang sudah di hubungi selama di Jakarta, melihat kondisi dan keadaan sekitar layak atau tidak menjadi tempat usaha yang akan di bangun nanti.

  Sementara Bari dan revo mempersiapkan keperluan untuk bari pindah ke Jakarta, waktu yang tidak banyak membuat mereka mengejar agar cepat selesai dan segera kembali ke ibu kota.

  Waliyah masih tidak percaya dengan apa yang di berjalan sekarang hati nya terus bertanya kenapa bisa keluarga ratna begitu baik kepada mereka dan mau menerima nya.

  "Kenapa bude melamun aja? bude sakit ?"

vandy yang di tugaskan menemani waliyah memperhatikan setiap gerak nya, mata nya tidak lepas dari pandangan ke wanita paruh baya.

  "Masih bingung kok mereka begitu baik ke saya, padahal menantu ku sudah buat masalah dengan kalian"

  "Jalani aja bude jangan ragu selama bude tidak terlibat kesalahan nya"

  Disana dua gadis sudah mendapatkan tempat yang strategis untuk membuka toko, segera memberi kabar ke sang ibu, memberitahu kondisi yang ada, lingkungan dan tempat yang bisa mengembangkan usaha nya.

 "Kalau kalian oke ya sudah ambil lah, kan kalian yang akan menemani mbak yu liyah nanti"

"Maksud ibu gimana, kenapa jadi kami"

"Pasti tau lah tanpa ibu harus jelaskan nak"

Memang bunga pernah bercita cita untuk membuka usaha kuliner sejak lama, karena situasi dan kondisi urung untuk di jalankan.

  Helen yang mengerti maksud dari Ratna tidak membantah apa yang di katakan nya, langsung mengajak menyelesaikan administrasi nya.

  "Kamu di bawakan ibu bekal uang untuk sewa ini Len"

  "Iya dong, bahkan ibu bilang kalau bisa tidak harus sewa tapi aku tau diri mu tidak akan membuang uang untuk hal yang baru"

  bunga membuang nafas kasar nya "hei aku bisa loh kenapa kalian mengkhawatirkan"

  "sudah ayo kembali, aku lelah sekali rasa nya mau merebahkan badan ini"

    Kembali kerumah waliyah memberi kabar untuk toko sudah di dapatkan tempat nya tidak jauh dari rumah waliyah supaya tidak lelah pulang pergi nanti nya.

   "Bude, aku percayakan ini ke bude, aku yakin bude bisa berkembang di tempat ini"

 bunga memberikan satu kunci untuk waliyah yang langsung di taruh nya ke dalam penggaman tangan nya.

"Besok kita cari perlengkapan nya ya bude, sekarang kita istirahat dulu, badan kami mau lepas dari tulang tulang nya"

Helen tertawa dan meninggalkan bangku tempat duduk nya tadi, memasuki kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.

   Vandy yang dari tadi hanya memperhatikan saja, "memang tidak di ragukan lagi mereka untuk memulai usaha baru, bude tenang aja"

  "Saya senang kenal kalian semua"

waliyah pun tau hasil dari toko yang akan di buka nya bukan sepenuh nya milik dia, tapi pembagian hasil yang di dapat pun menggiurkan untuk kehidupan nya sehari hari.

    "Bude istirahat aja cape duduk lama perjalanan kesini kan jaga kesehatan juga, jangan paksakan diri berkegiatan dulu"

  "Biar tua masih kuat loh ini" waliyah meledek muda mudi yang mulai kelelahan.

Tiba di toserba mereka memilih semua furniture dan perlengkapan dapur yang akan di letakkan di toko, antuasias masing masing mempersiapkan segala nya.

Dua hari berlalu toko sudah tertata bagai di sulap dalam waktu sekejap sampai semua rapih dan bahan bahan sudah disedia di dapur.

Bari juga sudah rapih dengan segala kesiapan untuk pindah ke Jakarta pertarung demi buah hati untuk mendapatkan kehidupan yang layak,

Hari ke empat mereka memulai menyajikan kue kue ala kadar nya untuk di toko, waliyah tidak sendiri di bantu tetangga yang memang tidak memiliki pekerjaan.

berbagai jenis bolu dan kue kering dalam kemasan ekonomis, Ratna yang sudah tiba di toko begitu senang senyum nya merekah melihat semua sudah siap untuk di mulai.

"Mbak yu... besok kita undang warga ya untuk opening supaya di kenal" Ratna menyuarakan ide nya

"Wah boleh, nanti bari yang mengundang warga, tapi toko ini belum mempunyai nama mba"

"Bagaimana kalau mba yu aja yang membuat nama nya ya, aku ikut aja loh"

waliyah tampak berfikir mau memberi nama apa untuk toko tersebut, pikiran nya hanya mengingat nama bunga yang masih kental di pikiran nya gadis yang entah memikirkan apa setelah di perlakukan tidak manusia.

"Saya memberi nama Bunga Cake Cookies, karena pikiran ini selalu mengingat hati anak itu mba"

Ratna menganggukkan kepala seraya tersenyum, "semoga jadi ladang berkat untuk kita semua ya"

Muda mudi mulai mendekat ke dua wanita paruh baya yang lagi asik mengobrol, mengajak untuk kembali kerumah karena hari mulai gelap.

Semua setuju kembali kerumah kecuali bari dan revo yang sibuk mendatangi rumah rumah warga untuk mengundang ke acara pembukaan.

Vandy yang berjalan bersisihan dengan masih beringsut takut masih panjang karena urusan meliburkan diri, mau kabur ikut dua lelaki tapi keburu di panggil.

"Bu, kenapa vandy gak boleh ikut bang bari?"

"Sudah ayo jalan ngak ada negosiasi untuk kamu"

Helen yang melihat itu hanya tertawa meledek nya dengan puas begitu juga dengan bunga yang ikut tertawa karena memang vandy hanya akan takut dengan

Ibu walau bukan ibu yang mengandung dan melahirkan nya tapi tetap saja vandy merasa segan dengan Ratna.

"Aku belum print stiker dan spanduk, bu"

"Vandy, Siapkan lah yang belum rapih besok siang harus sudah rapih"

"Waduh......"

Mata ratna memicing ke arah vandy dengan tatapan tajam aji mumpung untuk dua gadis itu yang pekerjaan nya langsung di tugaskan ke yang lain, karena memang mereka berdua tidak tau harus pergi kemana untuk mencetak itu.

"Baik Bu, aku kerjain udah dong sebentar lagi kan habis masa cuti nya masih aja kaya ibu tiri"

Vandy berlari ke dalam rumah karena takut dengan ratna yang mulai terus menatap nya, Ratna sangat tidak suka dengan anak anak nya yang suka abai dengan pekerjaan dan sering ijin untuk keperluan lain.

Berbeda dengan helen, yang memang di minta untuk membantu tugas kantor dan bunga, jadi kemana aja bisa ikut.

Setelah selesai membersihkan diri mereka kembali duduk di ruang tengah mengobrol dan bercanda hanya para perempuan yang ada disana.

Rumah waliyah ramai dengan hadir nya mereka tidak sepi seperti hari hari biasa nya, dua cucu yang masih tinggal bersama dengan nya pun terkadang sering di bawa kakak dari bari.

Kakak nya mendambakan seorang buah hati sejak lama, tapi belum mendapatkan rejeki itu adik adik vania sering di bawa untuk menginap semenjak anak itu pindah ke Jakarta.

Terbayang betapa sepi nya hari hari waliyah seperti apa, kegiatan monoton nya dan bagaimana lingkungan pun jarang ada warga berkumpul hanya untuk mengobrol.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!