Kehidupan Zhen Yuan yang mendapatkan tadir bersama dengan Xiao, dewa pengetahuan agung yang mendapat berkah dari surga sekaligus kutukan pembawa kehidupan roda kelahiran kembali...
update tiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Nurwahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 31
Namun Zhen Yuan bukanlah seorang yang baik hati, yang
menolong siapapun yang ia temui dijalan. Ditambah hubungan antara ayahnya dan
Zhen Li cukup buruk membuat Zhen Yuan semakin memandang rendah dirinya.
“Merendahkan diri? Anak kecil sepertimu belum mengetahui
masalah seperti ini. Kau lebih baik pulang kerumahmu dan bermain seperti anak
kecil pada umumnya.”
Grand Elder Zhen Li mengabaikan tatapan jijik dari Zhen
Yuan. Ia membantah anak itu denga mulutnya yang besar. Dibalas dengan omong
kosong yang tidak jelas, Zhen Yuan memutar bola matanya malas ia tidak akan
memandang tinggi orang tua dihadapannya dan malah memilih untuk mengacuhkan
Zhen Li sepenuhnya.
“Grand Elder tolong
beri saya muka!” walau Zhen Yuan memilih untuk mengacuhkan Zhen Li, tapi itu
tidak berlaku bagi wakil Zhen Cong. Ia telah berhasil mengobati lukanya, dengan
terburu- buru menyeimbangkan tubuhnya dan berjalan kearah Zhen Li.
Zhen Cong yakin jika Zhen Li tidak membiarkan masalah ini
selesai maka selanjutnya tidak dapat ia bayangkan. Ia tidak khawatir dengan
kemarahan dari Zhen Li namun ia khawatir dengan keselamatan Zhen Yuan.
Jika hari ini Zhen Li marah dan memutuskan untuk membunuh
Zhen Yuan maka patriak Zhen Shi tidak akan membiarkan ini berlalu dengan begitu
mudah. Dua kekuatan besar dari keluarga Zhen pada akhirnya akan kembali
bertarung dalam hidup dan mati, hal ini akan sangat merugikan keluarga Zhen
jika salah satu atau keduanya menjadi korban. Selain itu Zhen Yuan masih merupakan
keponakannya.
“Zhen Cong, lebih baik kau tidak usah untuk ikut campur. Bagaimanapun
juga kau telah melakukan kesalahan yang fatal hari ini.”
“Grand Elder, kau!” Zhen Cong tidak lagi bisa berkata- kata.
Ia menyadari ucapan Zhen Li sedikit menyentuh kebenaran. Apalagi ia juga
merupakan Grand Elder keluarga Zhen, posisinya hanya sedikit lebih rendah dari
patriak Zhen Shi membuatnya memiliki wewenang lebih besar.
“Bocah, saya tidak akan menghukummu kali ini karena telah
berkata kasar dan tidak menghormati Grand Elder keluarga namun kau dapat
melupakan pikiran untuk menjadi seorang patriak sementara keluarga Zhen.”
“Sebagai Grand Elder saya telah mengeluarkan perintah untuk
melarang melaksanakan upaya untuk membuat bocah kecil ini menjadi patriak
sementara keluarga. Siapapun yang berani melanggar maka akan menghadapi hukuman
yang diberikan langsung oleh saya”
Grand Elder Zhen Li menatap seluruh tetua yang hadir dalam
aula dengan tatapan mendominasi. Para tetua yang ditatap oleh Zhen Li juga
merasakan hawa dingin naik dalam hati mereka, merasa takut dengan ancaman
membuat mereka tidak lagi berani menentang perintah.
Setelah itu tatapan Zhen Li turun ke Zhen Cong yang kini
tidak berdaya. Posisinya lebih rendah dari Zhen Li bersama dengan kekuatannya
juga akan menjadi sia- sia baginya untuk menentang. Zhen Cong pada akhirnya
hanya bisa tersenyum pahit menatap Zhen Yuan yang kini masih terlihat tenang.
“Bagus kalau kau mengerti” ucap Zhen Li dingin, ia merasa
sedikit lega ketika melihat Zhen Cong menurut. Tatapannya terakhir jatuh pada
Zhen Yuan yang bersikap acuh tak acuh.
Di balik tatapannya niat membunuh keluar bersamaan dengan
sikap mengejek. Zhen Yuan yang semula tidak terganggu kini merasakan niat
membunuh yang kuat dari tatapan Zhen Li.
Sebagai seorang yang telah mengalami kehidupan masa lalu
sebagai dewa agung, Zhen Yuan memiliki harga diri yang tinggi. Ia akan merasa
sangat terhina ketika seorang menatapnya dengan niat membunuh.
“Grand Elder, sepertinya kau akan membangunkan singa yang
tertidur. Kau menatapku dengan niat membunuh seperti itu maka berarti
kematianmu tidak akan lama.” Gumam Zhen Yuan dalam hatinya.
Untuk saat ini ia tidak akan melakukan apapun untuk membalas
Zhen Li. Pikirannya sedang berfokus pada tiga kasus yang tidak akan menjadi
media baginya untuk diangkat sebagai patriak sementara. Dan jika itu terjadi ia
tidak akan bisa mendapatkan informasi.
“Jika menjadi patriak keluarga Zhen tidak bisa maka
bagaimana lagi cara agar saya mendapat informasi yang penting? Ah sial! Ini
semua terjadi karena si tua Li itu.” Zhen Yuan mengumpat keras ketika ia
berjalan keluar dari aula keluarga Zhen.
Zhen Yuan merenung sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk
menemui pamannya, Zhen Cong. Ia merasa pasti ada sebuah cara untuk mendapatkan
informasi tersebut.
Disisi lain, kediaman Grand Elder keluarga Zhen. Zhen Li
tertawa terbahak bahak ketika ia mengulang kejadian di dalam aula keluarga
Zhen. Ia merasa sangat senang dan bahagia melihat Zhen Yuan tidak berkutik
melawannya.
“Bocah nakal itu ingin melawanku? Kau perlu seratus tahun
lagi untuk menyamiku nak!” Zhen Li bersemangat, rencana awalnya telah berhasil.
Sekarang ia akan menjalankan rencana keduanya.
“Kontes Bakat akan dimulai dalam tahun ini, keluarga Zhen
mendapatkan 3 kursi dan 2 kursi tambahan untuk posisi tetua terhormat desa. Saya
dapat memonopoli 3 kursi keluarga karena Zhen Shi berada di dalam budidaya
tertutup.”
Rencana kedua Zhen Li
tidak lain adalah ingin mengirimkan ketiga murid langsungnya dalam kontes bakat
desa Cenglou. Menurutnya jika ketiga murid langsung miliknya mendapatkan tempat
dalam 10 teratas maka posisinya dalam desa Cenglou akan naik pesat.
Mungkin ia juga akan mampu memiliki pendukung dalam keluarga
Zhen yang mendukungnya menggantikan posisi Zhen Shi menjadi patriak. Impiannya
menjadi seorang patriak tidak pernah pudar sehingga ia terus memikirkan cara
untuk mendapatkannya.
“Tambahan untuk 2 kursi lainnya dapat saya usulkan pada Zhen
Cong untuk memilih 2 generasi muda keluarga Zhen yang berbakat. Dengan begitu
Zhen Cong mungkin tidak akan keberatan dengan masalah ini”
Zhen Li terlihat tidak tahu malu, ia dengan mudah
memanfaatkan hal seperti itu untuk kepentingan pribadinya. Dengan sengaja
memanfaatkan posisinya untuk merebut 3 tempat utama dan berpura- pura baik
memberikan hak Zhen Cong sebagai wakil untuk memilih 2 generasi muda keluarga
Zhen lainnya.