karena kekasihnya tidak bisa mempunyai anak Leo terpaksa menerima perjodohan yang direncanakan orang tuanya yaitu menikahi Aletha.Leo menerima perjodohan itu agar keluarganya mempunyai keturanan tidak ada cinta dalam pernikahan mereka karena selama nya leo hanya mencintai angel kekasihnya.
bagaimana perasaan aletha ketika megetahui suaminya tidak mencintainya?sedangkan perlahan-lahan aletha mulai mencintainya leo suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MH-30
Waktu luang Leo mengajak Aletha jalan-jalan keluar, makan diluar, dan menghirup udara luar. Seperti sekarang mereka sedang duduk di taman sambil memakan es krim. Aletha bersandar panda pundak bidang Leo, mata nya tak lepas dari anak-anak yang sedang bermain bola dilapangan kecil taman.
"Letha, putri mami" Letha terkejut, suara itu. Seketika badannya langsung bergetar hebat, keringat nya sudah mengalir. Leo yang sadar akan sesuatu langsung memeriksa sekitar. Renata utoema berdiri disamping istrinya.
"Nak. Ini mami, maafkan mami karena...."
"Bukan, kau bukan siapa-siapa. BUKAN" teriak Aletha histeris dan pengunjung taman menatap kearah nya.
"Sayang aku mau pulang" pinta Aletha, Leo langsung mengangguki apa permintaan istri nya.
Leo langsung memeluk istri nya menenangkannya.
"Tapi nak..."
"Tolong bu, jangan buat istri ku begini anak kami akan stres nanti nya. Jika memang kau ibu yang baik kau pasti mengerti" ujat Leo menekan suaranya. Lalu mengajak istri nya pergi dari taman.
Leo pasti akan membereskan semua nya.
"Dia bukan ibu ku Le" ujar Aletha masih terisak.
"Iya sayang bukan" jawab Leo menghapus air mata istri nya, wajah cantik Aletha sudah tidak jelas sekarang.
"Le"
"Dia benar bukan ibuku, aku tidak mempunyai ibu" ujar Aletha membuat langkah Leo berhenti.
"Iya dia bukan ibu mu sayang"
Aletha tersenyum mendengar jawaban Leo.
"Gendong" kata nya manja. Leo senang Aletha yang manja seperti ini dengan senang hati dia menggendong Aletha sampai ke mobil.
Dari tadi sepasang mata terus memperhatikan mereka, Air mata nya jatuh membasahi bumi. Di satu sisi dia ikut senang dengan kehadiran calon cucu nya ke dunia, disisi lain dia begitu tersakiti kita anak nya menolak mentah-mentah dirinya. Ah kesalahan nya begitu besar jadi wajar saja jika putri nya begitu membenci dirinya.
"Mam, dia masih belum menerima? Apa biar aku saja yang membicarakan nya baik-baik pada nya?" ujar Ema memeluk ibu nya, dia menyesal karena telah datang terlambat.
"Jangan, biar lah semua nya mami yang tangani sendiri. Kau tau mami akan menjadi granma" ujar Renata senang.
"Ayo kita pulang, mama tidak sabar ingin mencari baju-baju bayi untuk cucu mami nanti" ujar Renata membuat Ema ikut tersenyum, tidak ada wanita setegar mami nya didunia. Mami nya is one in the world.
__
Leo membuat kan susu untuk Aletha,
"Diminum sayang" kata nya memberikan susu pada Aletha.
"Terimakasih Le" jawab Aletha membuat senyum Leo lenyap. Bukan ini jawaban yang Leo mau dengar. Kata ' sayang' seperti di taman tadi lah yang ingin Leo dengar. Leo sadar sekarang tidak ada lagi Aletha yang memanggil nya sayang.
Aletha menyadari sesuatu yang salah, setelah susu nya habis dia mencium sekilas bibir suami nya.
" terimakasih sayang" kata nya membuat senyum Leo terbit sangat lebar membuat Aletha ikut tersenyum.
"Sama-sama sayang" jawab Leo langsung mencium lembut bibir Aletha. Rasa nya masih sama manis.
Heee'eeemmmmmmmm
Leo terpaksa harus melepas pungutan nya pada Aletha. Siapa sih yang berani menganggu kegiatannya.
"LEO !!! Kau ini sama sekali tidak tau tempat ya, cari kamar sana" ujar mama Leo membuat Aletha menyembunyikan wajahnya di dada bidang Leo.
Leo menggerutu kearah mama nya, bukannya sikap malu-malu yang dia tunjukan.
"Mam, bisa tidak jangan ganggu Leo" ujar kesal membuat Aletha semakin malu dibuat nya.
"Dasar gembleng, malah mama yang disalahkan"
Ujar mama nya lalu membawa kantong belanjaan nya ke dapur.
"Aku ke dapur mau bantu mama" ujar Aletha keluar dari persembunyian nya.
Leo mengangguk lalu masuk kedalam kamar nya.
TBC..