NovelToon NovelToon
Istri Terabai Tuan Sean

Istri Terabai Tuan Sean

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:755.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Sean terpaksa harus menikahi Sri, wanita kampung berkulit sawo matang, yang sama sekali bukan tipe-nya, akibat kesalahan satu malam yang secara tidak sengaja terjadi pada mereka. Perbedaan status, membuat Sri selalu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari ibu mertua, bahkan dari suaminya sendiri.

Saran; Sebaiknya baca dulu cerita 'Kaki Gadis Palsu' karena cerita ini masih berkaitan dengan cerita di sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Masuk!" titah Sean sembari membuka pintu mobilnya untuk Sri. Mobil mewah milik Sean yang baru kali ini Sri melihatnya. Mobil yang hanya memiliki dua buah jok di dalamnya.

Berasa seperti mimpi, Sri memasuki mobil mewah itu lalu duduk di samping tempat duduk Sean. Ketika Sean menyusulnya masuk, Sri masih terpelongo di dalam mobil tersebut. Ini pertama kalinya ia melihat langsung bagian dalam mobil mewah tersebut, yang menurutnya benar-benar menakjubkan.

"Kenapa?" Sean tersenyum tipis sembari memperhatikan Sri yang masih terpelongo.

"Apakah semua mobil mewah, bagian dalamnya seperti ini?" tanyanya, masih memperhatikan sekeliling mobil dengan perasaan penuh takjub.

"Ya, bahkan banyak lagi yang lebih bagus, lebih mewah dan lebih nyaman dari ini. Salah satunya mobil milik Gail," sahut Sean.

"Benarkah? Hmm, aku tidak bisa membayangkannya." Sri tersenyum kecut lalu menatap Sean yang juga masih melihat ke arahnya.

"Maaf, aku memang norak. Aku dari kampung dan terbiasa duduk di dalam mobil angkutan umum yang sudah butut dan bau apek lagi," lanjutnya sambil terkekeh pelan.

"Tidak apa," jawabnya lalu membenarkan posisi duduknya.

"Kamu sudah siap untuk berpetualang bersamaku hari ini, Sri?" tanya Sean sambil memegang stir mobilnya dan bersiap melajukan mobil tersebut ke suatu tempat yang akan mereka tuju.

"Ya!" jawab Sri dengan mantap pula.

"Oke, go!" Sean lalu memacu mobil sport miliknya di jalanan yang membentang di hadapan mereka.

Beberapa menit kemudian.

Sean menghentikan mobilnya di depan sebuah butik megah kemudian memarkirkannya. Ia keluar dari mobil lalu menuntun Sri memasuki tempat tersebut.

"Wah, aku pernah dengar dari mbak Lea. Katanya, pakaian di butik ini harganya selangit. Bisa beli berpuluh-puluh baju di toko biasa dengan model yang sama," celetuk Sri sambil memperhatikan tempat itu.

Sean tersenyum. "Ya, tapi dengan bahan dan kualitas yang berbeda, Sri. Dan itu tidak bisa dibohongi," jawabnya.

"Benar juga, sih." Sri mengangguk setuju dengan ucapan lelaki itu.

"Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" Seorang karyawan butik menghampiri dan siap melayani mereka berdua.

"Hmm, saya—" Ucapan Sean terhenti tatkala seorang wanita cantik memanggil namanya. Sean dan Sri sontak menoleh lalu menatap wanita itu.

"Sean?!"

Wanita itu berjalan mendekat dan kini berdiri tepat di depan pasangan tersebut. Ia tersenyum manis sembari menatap Sean dan Sri secara bergantian.

"Sean, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu," ucapnya sambil mengulurkan tangan.

Sean tersenyum kecut dan sesekali melirik Sri yang ada di sampingnya. Dengan ragu-ragu, Sean meraih uluran tangan wanita cantik itu.

"Baik." Sean melepaskan tangan wanita itu lalu menatap Sri.

"Sri, kenalkan. Ini Tatiana Edmund, pemilik butik ini," ucap Sean, memperkenalkan wanita cantik itu kepada Sri. Sri pun tersenyum. Ia turut mengulurkan tangannya ke hadapan Tatiana.

"Tatiana. Senang bisa berkenalan denganmu," ucap wanita itu sembari menyambut tangan Sri.

"Sri," ucap Sri singkat.

"Tapi, aku ingin bilang padamu bahwa yang dikatakan oleh Sean adalah salah. Pemilik butik ini bukanlah aku, tetapi mommy-ku," lanjut Tatiana sambil terkekeh.

"Apa bedanya," celetuk Sean.

"Ya bedalah, Sean. Mana bisa disamakan," jawab Tatiana sambil menepuk pelan lengan kekar lelaki itu.

Sri melihat kedekatan mereka dan ia yakin sekali bahwa Sean dan wanita cantik itu pernah memiliki hubungan yang spesial.

"Oh ya, Sri ini siapa? Temen, keluarga, atau ...?"

Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tiba-tiba ia ragu memberitahu Tatiana soal hubungan mereka sebenarnya. Sri pun tidak ingin ikut bicara. Ia hanya diam sambil memperhatikan reaksi Sean. Ia ingin melihat keseriusan lelaki itu.

"Oke, Tuan Sean! Sekarang kita lihat, apakah kamu berani mengakui hubungan kita kepada wanita ini? Hmm, rasanya tidak mungkin kamu mengakuinya. Secara aku 'kan bukan tipemu! Jelek, hitam, kampungan," gumam Sri dalam hati.

"Hmm, dia ... istriku."

Jawaban Sean barusan berhasil membuat mata kedua wanita itu membulat sempurna dengan mulut yang menganga. Seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Sean barusan.

"Serius, Sean? Jadi dia ini ...." Tatiana masih tak percaya.

"Ya, dia istriku." Sean menganggukkan kepalanya dengan mantap.

"Tapi ... sejak kapan? Kenapa kamu tidak mengundangku di acara pernikahan kalian?!" pekiknya, yang masih syok dengan pengakuan Sean barusan.

"Kami menikah di kampung kelahiran Sri dan pernikahan kami hanya didatangi oleh kerabat-kerabat dekat saja," jawab Sean.

"Ehm, sayang sekali!" Tatiana mengerucutkan bibirnya dengan manja.

"Ternyata seleramu sudah berubah ya, Sean," lanjutnya.

"Ya, memang," jawab Sean sembari merengkuh pundak Sri dan mendekatkan tubuh mereka tanpa ada jarak se-centi pun.

Tatiana tersenyum lagi. "Jadi, apa yang bisa aku bantu di sini?" tanya Tatiana sambil menatap pasangan itu secara bergantian.

"Aku membutuhkan pakaian untuknya. Karena saat ini dia tengah hamil, aku membutuhkan pakaian untuk ibu hamil agar dia selalu merasa nyaman," ucap Sean yang lagi-lagi berhasil membuat kedua wanita itu tersentak kaget.

"Hamil? Jadi, Sri sedang hamil?" pekik Tatiana dengan mata membulat.

"Ya, dia sedang hamil dan tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah," jawabnya dengan mantap.

"Gila! Kenapa dia mengakui semuanya? Apa dia tidak merasa malu?" gumam Sri dalam hati, sementara bibirnya masih tertutup rapat.

"Wah, selamat ya, Sri! Selamat juga untukmu, Sean. Semoga kalian selalu bahagia," ucapnya, menghampiri Sri lalu memeluknya dengan erat.

"Terima kasih, Tatiana," jawab Sri.

"Kamu hebat, Sri! Hanya kamu yang bisa menaklukkan hati playboy kelas kakap ini," ucap Tatiana.

Sri hanya tersenyum dan tidak ingin menimpali. Sebenarnya Sri merasa minder bertemu dengan wanita cantik itu. Secara Tatiana adalah wanita yang bisa dikatakan sempurna, sementara dirinya dipenuhi kekurangan di sana-sini.

"Oke, baiklah kalau begitu. Karena costumer kali ini begitu istimewa, maka aku sendiri yang akan melayani kalian. Mari, ikuti aku," ucap Tatiana kemudian sembari meminta pasangan itu untuk mengikutinya.

Benar saja, Tatiana membantu Sri menemukan pakaian yang cocok dan sesuai untuknya. Ia pun tidak segan-segan mengatakan 'tidak', jika pakaian itu memang tidak sesuai untuk Sri kenakan.

"Ah, itu tidak cocok untukmu, Sri! Yang ini saja, kulit eksotismu akan terlihat semakin cantik dengan warna ini," tuturnya sambil tersenyum, menyerahkan selembar dress cantik ke hadapan Sri.

"Ajak Sri ke salon langgananku, Sean. Sri pasti akan semakin cantik," ucapnya kepada Sean ketika Sri tengah mencoba dress yang diserahkan olehnya barusan di dalam ruang ganti.

"Benarkah?" Sean mengerutkan alisnya heran.

"Ya, Sean. Mereka tahu apa yang terbaik untuk Sri, percayalah."

Sean mengangguk pelan dan ia pun berniat mengajak Sri ke tempat itu setelah selesai berbelanja di butik milik Tatiana.

***

1
Rahma Wati
ceritanya seru,tapi sayang kok tdk ada lanjutannya 😭😭
Rosnah Yusuf
bagus ceritanya ,terima kasih thor
Sri
koq bikin cerita baru yang lama ditinggal & yang parahnya kenapa dikasih tittle "end" padahal belum tamat
Suheni Unyu
kapan ini d lanjut kn lagi tor
Yulya
Luar biasa
keke global
othor terbit karya baru tp yg ini mbok selesaiin dulu
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat karya nya
teruslah berkarya dan sehat selalu😘😘
Yunerty Blessa
cerita nya sudah tamat ya..
Yunerty Blessa
𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁
Yunerty Blessa
𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝘂 𝗔𝗻𝘆𝗮..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝘀𝘆𝗼𝗸 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗹𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗸𝗲 𝘀𝗮𝗹𝗼𝗻..
Yunerty Blessa
𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶...𝗯𝗶𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹....
Yunerty Blessa
𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶...𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗸𝗲𝗷𝘂𝘁 𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗻𝘆𝗮...𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗽𝘂𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝘁𝗮𝗸 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗦𝗿𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗮𝗸𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗷𝘂𝗷𝘂𝗿 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶..
Yunerty Blessa
𝗸𝗮𝘂 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗮𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘂...
Yunerty Blessa
𝘀𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗯𝗮𝘆𝗶 𝘁𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗸 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶
Yunerty Blessa
𝗯𝗼𝗱𝗼𝗵 𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶....𝗔𝗻𝘆𝗮 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗮𝗸𝗶𝘁....𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗺𝘂 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝘁𝗮..
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗴𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗺𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗶𝘁𝘂....
Yunerty Blessa
𝘀𝗶𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻....𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗮𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶....𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!