NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Bertemu Pria Asing

“Lelahnya.” Key menghempaskan tubuh ke kursi. Menaikan kakinya lalu meluruskan punggung, sambil memijatnya perlahan. Hembusan nafasnya terdengar sangat lembut dan teratur.  Basma menoleh dan tersenyum sebelum berjalan  menuju dapur membawa belanjaan.

Selepas makan di saung desa tadi, mereka mampir ke pasar untuk membeli bahan-bahan siomay. Ikan giling, udang giling, dan ayam giling. Rumput laut, daun bawang, telur puyuh, beef, terigu, dan sagu. Lengkap semua.

“Mbak istirahat sebentar aja, lumayan kan setengah jam. Biar aku yang bereskan semua belanjaan.”

“Benar tidak apa-apa?” Key masih memejamkan mata.

“Ia mbak. Atau Mbak tidak usah kerja aja, biar aku yang gantikan.” Sambil memilah kantong plastik, dan memisahkan satu persatu sebelum masuk ke dalam kulkas.

“Hus mana bisa begitu. Pak Samuel bisa marah kalau aku seenaknya bekerja. Tidak apa-apa, dia sudah sangat baik selama ini.  Ya sudah, aku tidur sebentar. Bangunkan ya.”

“ Oke.”  Basma dengan cekatan melakukan apa yang harus ia lakukan dengan semua bahan-bahan siomay itu.

Basma menghentikan langkahnya saat kembali dari kamar untuk berganti pakaian. Mendapati wajah Key yang pulas. Dia membungkukkan badan, lalu duduk tepat di samping sofa. Mengamati dengan seksama setiap garis wajah itu. Tangannya terangkat, perlahan, nyaris menyentuh pipi saat Key menggeliat dan bergumam. Basma tersentak kaget dan mendekap mulutnya.  Melihat tangannya dengan gemas. Bagaimana kau bisa sebodoh itu makinya dengan mulut terbuka namun tidak ada suara. Ia memandang wajah Key lagi. Ia hanya duduk dan memandang wajah itu, lama.

Keysha Andini, gadis ini berusia 23 tahun. Pekerja keras.  Hidupnya ia dedikasikan untuk bekerja mengumpulkan uang. Cita-citanya sederhana. Adiknya kuliah di universitas ternama, bekerja di perusahaan besar. Gaji dan penghasilan yang bisa menjamin kehidupan. Dia mengesampingkan  dirinya. Kuliah. Pekerjaan yang nyaman dan berkelas. Dia lupa semua hal tentang dirinya.

Mimpinya adalah Basma. Hidupnya adalah Basma.  Lekat Basma memandang wajah itu. Satu-satunya yang berharga dalam hidupnya, yang tidak akan ia tawar dengan apa pun. Tiba-tiba mata itu terbuka. Dia terlonjak. Tubuhnya terduduk. Wajahnya merah padam.

“Bas?”

“Ah, aku baru saja mau membangunkan mu mbak. Sudah mau jam empat,” katanya cepat. Ia buru-buru balik badan dan tidak menoleh lagi. Berjalan cepat ke arah dapur.

Sementara Key bergumam sendiri.“ Kenapa lagi anak itu.” Sambil mengibaskan kepala,  mengucek mata dan mengumpulkan energi. “Semangat Key, semangat, semangat!”  berteriak mengusir lelah, dia melompat dari kursi dan bergegas ke kamar mandi.

“Mbak berangkat ya. Kalau kamu capek, istirahat dulu baru buat Siomaynya. Jangan memaksakan diri.”

“Ia Mbak,“ menjawab tanpa menoleh.

“Makan malam juga ya. Mbak, makan di minimarket nanti. Tidak usah jemput, Mbak naik angkot  nanti.” Key sudah memasukan kotak bekal ke dalam tasnya.

“Ia Mbak.” Sibuk dengan pekerjaannya.

“Ya udah, pergi dulu ya.”

“Ia Mbak.” Masih tidak menoleh.

Key keluar pintu sambil bergumam lagi. “Kenapa Basma itu. Bahkan menoleh pun tidak, cuma ia Mbak, ia Mbak aja. Ah, sudahlah.” Ringan ia melangkahkan kaki. Lelahnya seperti telah menguap pergi. Dia menyapa tetangga yang kebetulan ditemuinya. Ya, ia dan Basma kembali ke rumah mendiang orangtua mereka. Semua perkakas pengolahan roti memang dijual, namun tidak dengan rumah. Inilah satu-satunya warisan dan peninggalan orang tuanya. Hasil penjualan semuanya ditambah tabungan orangtua mereka ia bisa pakai menjadi modal jualan siomay dan membeli foodtruck.

...***...

Malam semakin berputar. Setiap detakan jam yang tak pernah berpihak itu menunjuk pukul delapan.  Beberapa orang masih datang berbelanja. Lokasi minimarket ini  strategis. Walaupun ada  minimarket waralaba di sebrang jalan, namun masuk area perumahan elit Grand Land Residen, membuat orang dari luar tidak dengan mudah bisa masuk ke gerbang utama perumahan.  Pelanggan mereka kebanyakan penghuni perumahan. Dua orang gadis masuk. Kalau dilihat seumuran dengan dirinya. Sambil tertawa membicarakan tentang nama seorang laki-laki. Dosen mereka yang ganteng dan baik.  Begitu yang dipahami Key. Key menggigit bibirnya, mahasiswa ya. Enak sekali hidup kalian batin Key.

“Ini aja Mbak?” tanyanya.

“Ia. Berapa Dek?” Key tersenyum. Mungkin karena dia terlihat masih muda.

“159 ribu Mbak.”

Dia mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu. Key menyerahkan struk dan kembalian. Mereka berdua berlalu. Masih terus mengobrol. Key hanya memandang mereka sampai mereka hilang berbelok. Malam semakin larut. Diluar masih ramai. Motor dan juga mobil tidak berhenti lalu lalang. Semua orang punya cara sendiri menghabiskan waktu mereka. Mang Pandi, penjual pecel lele dan ayam goreng di depan minimarket terlihat masih ramai. Masih ada beberapa motor yang berhenti. Key, cukup senang, karena keberadaan pecel lele di depan minimarket membuatnya merasa lebih aman.

Key duduk. Melamun, terkadang dia merasa pekerjaan ini cukup melelahkan. Namun gaji yang diperolehnya cukup besar. Membuatnya tetap bertahan. Wajah Basma melintas. Dialah alasan untuknya sekuat karang.

Sebuah mobil berhenti di tempat parkir. Key bisa melihat seorang pria keluar dari mobil. Dia berjalan menuju pintu, dan Key melihatnya masuk.

“Selamat datang,” sapanya ramah.

Laki-laki itu malah terdiam sebentar. Dia memandang Key lekat. Key jadi merasa bingung.

“Selamat malam Kak, bisa dibantu?”

“Key Imoet,  pedagang siomay di Central Park.” Kenapa banyak sekali orang yang memangilnya Key imoet.

Dengan ejaan o dan juga e, bukan u. Dia hanya tersenyum. “ Benarkan,  Key  pedagang siomay Cental Park,” ulangnya, karena tidak mendapat jawaban tadi.

“Haha, ia Kak. Kakak pelanggan siomay baru ya. Maaf,  Key, belum terlalu hafal wajah Kakak. Maaf ya.”

Laki-laki yang baru datang itu berjalan mendekati kasir. “Haha, aku belum pernah makan siomaynya Key kok. Jadi kita memang baru bertemu pertama kalinya sekarang.”

“Benarkah? Hari ini memang agak aneh, dari tadi siang banyak sekali pelanggan baru yang datang ke gerai kuliner. Mereka manggil-manggil Key imoet segala, bahkan ada yang nembak Key juga.” Tersipu malu. Laki-laki itu tertawa.

“Viral lho di media sosial. Gambar Key ada di mana-mana?”

“Maksudnya Kak. Aduh Key kurang update sama media sosial. Key bahkan tidak ada sosmed. Ah, Key kok jadi melantur. Silahkan Kak, kalau mau diteruskan belanjanya.”

Lali-laki itu hanya bergumam.  Merasa agak bingung saat bilang bahwa Key bahkan tidak punya sosial media. Zaman sekarang, mana ada manusia yang tidak punya sosial media.

Sepertinya ada, ya dia yang dengan polosnya tertawa di hadapanku. Batin laki-laki itu.  Ia mengambil beberapa botol minuman lalu kembali ke kasir.  Melihat Key lebih dekat. Key mundur, beberapa langkah karena tiba-tiba merasa takut.

Ada apa ini, siapa dia, kok sok akrab. Key berusaha tetap tenang. walaupun jujur ia dihantui cemas.

BERSAMBUNG...

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!