Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia
Aku dan Fang resmi menikah di catatan sipil, tanpa acara yang meriah, hanya makan malam keluarga yang sederhana di kediaman kami.
Kakakku ikut senang, semua proyek berjalan lancar.
Menikah kilat dengan Pria yang di jodohkan keluarga alasan bisnis dan merawat Fang, selain itu mereka tidak tau alasanku menikah dengan Fang karena aku pernah kembali ke masa lalu.
"Pernikahan kita di rahasiakan sampai aku selesai kuliah kan?" tanyaku di kamar.
"Tenang saja, tidak ada yang tau. tidak ada yang mengenalku dengan baik" kata Fang.
Aku mengangguk.
"Kamarku mungkin lebih kecil dari kamar tidur di rumahmu, aku akan tidur di sofa" kataku menunjuk sofa berwarna merah jambu di dekat meja rias kamarku.
"Silahkan" katanya, masih berkonsentrasi dengan laptopnya entah apa yang di kerjakan di malam pernikahan.
Aku menatapnya lama, Fang sibuk sendiri.
Aku mengambil selimut dan tertidur.
Pagi hari, fang masih tidur.
Aku mengambil selimut dan menyelimutinya.
Aku menutup mata sejenak lalu menatapnya lama.
"Mau sampai kapan memandangiku terus?" tanya Fang yang masih menutup mata bicara.
"Kau sudah bangun, mau kusiapkan sarapan apa?" tanyaku.
"Jangan berlebihan, kita juga menikah tidak akan lama tidak ada perasaan apapun" katanya.
Aku harus bilang apa kecewa atau tidak, sebenarnya aku juga menyukai orang lain yang hidup ribuan tahun lalu,
**
Barang-barangku sudah berpindah tempat, Aku dan Fang memiliki rumah sendiri hadiah pernikahan tidak jauh dari mansion orang tua Fang.
Aku sibuk kuliah, menyelesaikan ujian akhir.
Kami tidur di kamar terpisah, bertemu saat sarapan, makan siang dan makan malam.
Aku sering melewatkan makan siangku, untuk makan di kampus.
Ujianku sudah selesai minggu depan aku di wisuda, aku mengetuk pelan kamar Fang.
Pintunya tidak di kunci.
Aku melangkah masuk ke dalam kamar, kamarnya kosong.
Kupikir di sedang mandi, air pancuran di kamar mandi terdengar berbunyi.
Kuletakan undangan wisuda di atas kasur.
Kamarnya bersih dan rapi, kulihat di mejanya ada fotonya bersama seorang wanita.
Aku baru sadar, aku tidak pernah bertanya apa dia punya hubungan dengan orang lain sebelum menikah denganku.
**
"Minggu depan kau wisuda" kata Fang.
"Ya, kalau kau bersedia hadir" kataku.
"Aku sudah membaca undanganmu, sepertinya aku tidak bisa hari itu, aku sudah punya janji dengan klien" kata Fang.
"Oya, tidak masalah" kataku.
"Kau tidak ke kampus?" tanyanya.
"Aku hanya menunggu wisuda" kataku.
"Mau berkerja dimana nanti?" tanyanya.
"Mungkin di kampus atau museum" kataku.
"Kudengar ayahku mengenalmu lebih dahulu" katanya.
"Ya, aku dan ayahmu bertemu di museum, mereka menemukan barangku yang hilang di area penelitian" jawabku santai, setidaknya Fang ingin tau lebih banyak.
"Kalau kau mau keluar hari ini, aku dirumah saja" kataku.
"Aku tidak keluar" katanya.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman" kataku
"Untuk apa?" tanya Fang.
"Kupikir sedikit bersantai" kataku.
"Tidak perlu" katanya.
Aku merapikan piring dan memanggil pelayan untuk merapikan meja.
**
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Bibi Sara
"Baik" jawabku.
"Syukurlah, mama dan papa sedang di luar negeri menemani Lio" Kata Bibi Sara meneleponku dari luar negeri.
"Selamat berlibur" kataku.
"Kau benar baik-baik saja kan? Fang tidak mengacuhkanmu dengan perkerjaannya bukan?" tanya Bibi Sara.
"Tidak sama sekali, oya ma...ada satu hal yang ingin kutanyakan, kenapa dengan kaki Fang?" tanyaku.
"Fang belum bilang, dasar anak itu... kakinya cidera waktu pendakian ke ke gunung bersama teman-temannya, Fang terjatuh dan kakinya patah karena menyelamatkan seorang gadis, mama dengar gadis itu selamat namun tidak pernah datang ke rumah sakit, mama juga tidak kenal siapa orangnya, lio bilang sudah menikah, begitulah..kuharap kau bersabar ya..." kata Bibi Sara
"Oh, iya ma.." kataku
"Baiklah, mama tutup dulu" kata Bibi Sara.
Aku menutup sambungan telepon.
"Kenpa kau bertanya pada mama, bukan padaku" aku terkejut Fang berdiri di belakangku.
Aku lupa kalau pintu kamarku terbuka lebar.
"Ma..maaf.." kataku.
"Apa yang ingin kau ketahui tentangku?" kata Fang.
"Kakimu kenapa? karena kulihat kau nampak normal" kataku.
Fang berbalik meninggalkanku di kamar.
"Fang...aku benci kamu" kataku berteriak.
**Bersambung...