Di cintai dengan tulus oleh pasangan merupakan impian bagi seseorang yang menjalin hubungan.
Mengisahkan perjuangan cinta anak sekolah antara Nasya dan Aditya. Aditya beberapa kali menyatakan perasaannya, namun di buat menunggu oleh keputusan Nasya untuk tidak menjalin hubungan dekat sampai mereka lulus SMA. Walau begitu, Aditya setia menunggu jawaban Nasya setelah nantinya lulus SMA.
Mereka berdua menjalin persahabatan sejak pertama kali mereka bertemu. Selama bersekolah mereka sangat bahagia dan nyaman satu sama lain sebelum datang wanita yang mengaku kekasih Aditya yang selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
Bagaimana kisahnya? Apakah hubungan mereka berjalan dengan mulus atau tidak?
Selamat Membaca 💫
Dukung karya ini dengan ➡️ Like, Subscribe, vote, dan komentar terbaikmu. Terima kasih.
Salam hangat dari Author💫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vincar:), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 31 Saling Cuek
Keesokan pagi.
Matahari mulai menampakkan cahaya, sinar dari matahari mulai memasuki ruang kamar Nasya. Saatnya Nasya melakukan aktivitas sekolahnya seperti biasa. Dia bersiap-siap dan sarapan bersama keluarganya.
"Sayang, bisakah kau antar adikmu ke sekolah. Ayahmu ada urusan mendadak di kantor pagi ini," ucap Ibunya Nasya.
"Iya Bu."
Setelah selesai sarapan, Nasya dan langsung pamit kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke sekolah. Adiknya Michael sudah menunggu Nasya di halaman rumah.
"Kok cemberut gitu Kak?" tanya Michael pada Kakaknya yang terlihat tidak bersemangat.
"Hari ini Kakak banyak tugas sekolah," sahut Nasya.
"Hari pertama sekolah kok banyak tugas?"
"Udah ... udah, kita nanti terlambat," jawab Nasya.
Nasya tidak ingin mengingat tentang kejadian-kejadian yang telah berlalu. Setibanya di sekolah Michael, adiknya pamit pada Nasya dan langsung menunju ruangan kelas.
Saat Nasya hendak pergi, seketika di depannya dia melihat Aditya yang juga mengantar adiknya ke sekolah. Tak seperti biasanya, Aditya hanya melihat ke arah samping dan tidak melihat Nasya sedikit pun.
Sebenarnya Nasya merasa sakit melihat perlakuan Aditya seperti itu. Tapi itu merupakan kemauan Nasya juga yang ingin menjauh dari Aditya.
"Maafkan aku Adi atas keputusan yang ku ambil," ucap Nasya dalam hati.
****
Sekolah.
Nasya pun sampai di sekolah dan langsung memarkirkan motornya di tempat biasa. Tiba-tiba dari belakang, Aditya juga sampai di sekolah. Tidak seperti biasa Aditya memarkirkan motornya di tempat lain.
Saat Nasya pertama kali membawa motor, Aditya selalu memarkirkan motornya di sebelah motor Nasya.
Saat dia turun dari motornya, Aditya tetap terlihat mengacuhkan Nasya.
Sebenarnya Nasya sangat sedih dengan semua yang ia lakukan. Tapi Nasya merasa ini adalah konsekuensi yang harus ia terima.
"Mungkin hati Aditya lebih sakit dari aku. Tapi dia mencoba agar tetap terlihat tegar," gumam Nasya dalam hati.
Aditya pun berjalan membelakangi Nasya. Saat menuju ruangan kelas, tiba-tiba Nasya melihat di depannya ada Intan. Lalu dengan manja Intan menghampiri Aditya dengan wajah bahagia. Nasya pun berjalan mendahului mereka.
"Eh ... kamu kok gak bersemangat gini sih?" tanya Intan dengan suara manja.
"Lagi gak mood," jawab singkat Aditya.
Dari tadi Intan memperhatikan gerak-gerik Aditya dan Nasya. Intan terlihat bahagia melihat Nasya dan Aditya tidak bertegur sapa.
"Tet ... tet ... tet"
Terdengar bel sekolah berbunyi sebagai pertanda seluruh siswa berbaris di lapangan. Setelah selesai, para siswa kembali ke kelas masing-masing.
Tanpa mendahului Aditya, Nasya berjalan agak jauh dari Aditya. Nasya tidak mau lagi berurusan dengan kecemburuan Intan jika ia dekat dengan Aditya.
Tanpa pikir panjang, Nasya langsung duduk di tempat duduknya.
"Cya, kamu gak apa-apa kan?" tanya Agnes yang khawatir.
"Iya Nes. Aku gak apa-apa kok."
"Hubungan pertemanan kamu dengan Aditya tetap terjalin kan?" Aku takut jika kejadian saat itu, membuat pertemanan kalian jadi hancur," ujar Agnes.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu. Hubungan kami biasa aja kok," jawab Nasya seraya tersenyum lalu mengambil buku dalam tasnya.
"Tet ... tet ... tet"
Bel istirahat berbunyi, Mira dan Priskila menghampiri Nasya yang dari tadi membisu di tempat duduknya.
Sebelum Nasya meminta tolong pada teman-temannya untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Teman-temannya tidak membahas soal kejadian kemarin.
Mereka saling mengerti dan menghargai perasaan satu sama lain.
"Cya, ke kantin yuk," ajak Agnes.
"Iya Cya, kita ke kantin aja," sahut Priska seraya sesekali matanya mencari Rafael.
"Rafael gak ada Pris," ledek Mira.
"Ih ... Mira mulai deh," ucap Priskila sambil mencongkel pinggang Mira.
Lalu mereka berempat bergegas menuju kantin. Di perjalanan, sahabatnya sesekali menghibur Nasya dengan beberapa tebakan lucu.
Sebenarnya Nasya tidak tetap bahagia, namun ia menghargai usaha dari teman-temannya. Nasya terpaksa mengukir senyuman di wajahnya.
Saat menuruni anak tangga, tiba-tiba mereka berpapasan dengan Aditya dan Rafael.
Nasya hanya menundukkan kepala dan berjalan cepat. Sedangkan Priskila mencoba mengajak Rafael untuk ke kantin bersama mereka. Namun Rafael ada urusan di kelas.
Seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka, yang berbeda hanya keacuhan antara Nasya dan Aditya.
****
Kantin.
Setibanya di kantin, mereka langsung memilih tempat mereka.
"Cya, kamu masih temanan kan sama Aditya?" tanya Mira yang memecah keheningan di antara mereka.
"Masih kok," sahut Nasya.
"Oh, syukurlah. Tapi Aditya aneh deh, biasanya dia bertegur sapa saat bertemu dengan kita. Tapi kok dia kek cuek gitu," ungkap Mira.
Lalu Agnes dan Priskila membulatkan matanya pada Mira sebagai tanda untuk tidak membicarakan mengenai hal tersebut.
"Mira, gak usah di bahas lagi ya. Sekarang kita fokus aja makannya, 10 menit lagi bel akan berbunyi," tegur Agnes.
"Oke, oke deh."
Selang beberapa Waktu, tiba-tiba datang Intan bersama Sitta menghampiri Nasya dan teman-temannya.
"Nah gitu dong, makanya SD (Sadar Diri)," sindir Intan pada Nasya.
"Hei, apa maksudmu Intan!" bentak Agnes.
"Biasa Agnes, nenek sihir memang gitu. Menyindir orang lain tapi tidak introspeksi diri," sahut Mira.
"Hei, kalian jangan ikut campur ya," ujar Sitta.
"Kami gak suka ya kalian sindir-sindir Nasya kayak gitu." Emosi Agnes yang ingin menjambak rambutnya Intan.
"Dengar ya buat teman-temannya Nasya. Jagain teman kalian itu, agar jangan suka tebar pesona sama cowok-cowok."
"Satu lagi gak usah pakai pelet untuk membuat para cowok tergila-gila," sindir Intan seraya pergi untuk menghindari amarah Agnes yang ingin menjambak rambutnya.
"Ish ... Intan kenapa sih, makin jadi-jadi aja tuh anak," emosi Agnes.
Priskila yang sedari tadi di samping Nasya, terus mencoba menenangkan Nasya.
"Udah teman-teman, gak usah di ladenin. Saya sudah mengakhiri semuanya," ungkap Nasya.
"Mengakhiri? Maksud kamu apa Cya," ucap Agnes dan Mira bersamaan.
"Saat Aditya pulang dari Bali, dia ke rumahku dan mengajakku untuk berbicara. Kami berbicara di taman waktu itu," tutur Nasya.
"Kalian bicarakan apa Cya, sehingga Aditya terlihat cuek padamu?" tanya Agnes.
"Aku sudah putuskan untuk fokus dalam belajar, jadi aku mengakhiri semuanya," ungkap Nasya.
"Cya, apakah kamu gak tahu perasaan Aditya saat ini?" tanya Agnes.
"Aku tahu bahwa keputusan yang ku ambil menyakiti hatinya, tapi aku terpaksa untuk mengakhirinya. Aku tidak ingin terus di ganggu oleh Intan," ujar Nasya yang memberikan alasan.
"Kalian tahu kan apa yang di lakukan Intan padaku. Dia menghalalkan segalanya untuk memisahkan ku dengan Aditya," ucap Nasya seraya berdiri lalu meninggalkan teman-temannya di kantin.
"Nasya ...." Panggil Agnes.
"Nes, biarkan Nasya menenangkan dirinya," ucap Priskila.
"Tapi aku gak tega Pris melihat sahabatku seperti itu," ungkap Agnes.
"Iya, tapi kita bertiga gak bisa masuk ke dalam masalah mereka, kecuali Nasya yang meminta pertolongan kita," jelas Priskila yang meyakinkan mereka.
"Sebenarnya aku juga gak tega melihat Nasya di perlakukan seperti kemarin. Tetapi Nasya tidak berbicara dengan kita saat dia kembali ke Jakarta," ucap Mira.
"Iya Mira. Beberapa kali saya membujuk Nasya untuk tidak peduli dengan omongan Intan waktu kami di bandara. Tetapi Nasya tetap tidak mau dengar," jelas Agnes pada Mira dan Priskila.
"Tet ... tet ... tet ...." Di tengah pembicaraan mereka terdengar bel masuk berbunyi.
Bersambung.
Semoga harimu menyenangkan 💫
Aku masih pegang Adit Nasya nih. Tapi kalau Arman lebih gentle keknya bisa kali 😏😏😏
Coba Rafa jadi alim dikit
Berasa nyewa di sini