Lusiana mengakhiri hidupnya karena sangat kecewa dengan Sang Mama yang tidak pernah mengerti akan perasaannya.
Lusiana mengira setelah kematiannya adalah akhir dari rasa sakitnya, tetapi, justru arwah yang penuh luka dalam dendam itu membawanya harus terjebak di dalam boneka.
Lusiana yang berada di dalam boneka memuaskan dendam dan mencari siapapun yang pantas mendapatkan hukumannya.
Lusiana, dialah boneka yang akan menghasut siapa pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
Cerita ini hanya fiktif, bagi yang menyukainya, jangan lupa untuk like dan komen setelah membacanya, ya.
Dukung karya author, ya. 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Terkurung
Karin mengajak Cila untuk segera keluar dan Cila menggeleng.
Apa yang Cila lakukan? Cila tengah termakan hasutan Lusiana yang mengatakan kalau Karin bukan calon Ibu yang baik.
Dan Cila memutuskan untuk diam.
Lalu, Karin merasakan sesuatu menjerat lehernya dan itu adalah Lusiana yang sedang mencekik Karin.
"Aaagghh!" Karin mulai kehabisan nafas sehingga Karin menantang Lusiana untuk menampakkan wujud aslinya dan Lusiana yang berupa bayangan hitam itu mulai terlihat dan Karin menatap mata merah Lusiana yang menyala.
Lalu, Lusiana menatap ke arah pintu di mana Hendru datang tidak sendiri, Hendru membawa orang pintar dan Lusiana segera melepaskan Karin. Lusiana hilang dan Karin mengucap syukur.
Karin mengusap lehernya yang terlihat memerah.
"Dia terlalu pendendam, sedikit saja melukai hatinya, dia akan menggangu," kata orang pintar yang berdiri di samping Hendru.
Lalu, Lusiana dengan amarah yang membara itu menerobos kendaraan yang berlalu lalang di siang hari.
Membuat pengemudinya merasakan ada sesuatu yang menembus dirinya dan Lusiana berhenti di salah satu mobil hitam dan mobil itu adalah milik Arion.
Lusiana menatap Oki yang duduk di samping Arion dan Lusiana berpikir kalau dirinya akan dapat menyingkirkan dua orang sekaligus.
Lalu, Lusiana merasuki Oki yang terlihat sedang melamun. Benar saja, Lusiana berhasil masuk dan sekarang, Oki menatap Arion dengan mata yang membulat.
"Ada apa? Apa kamu ingin buang air kecil?" tanya Arion dengan tetap fokus mengemudi.
Oki menjawab dengan tersenyum, lalu, Oki merebut stir kemudi dan itu membuat mobil Arion keluar dari jalur.
"Oki, ini sangat berbahaya, apa yang kamu lakukan!" teriak Arion yang berusaha tetap menjaga keseimbangan.
Tetapi, Oki menyikut wajah Arion sehingga darah mengalir dari hidungnya.
Arion yang sedikit pusing itu mendorong Oki, ia membuka kunci mobil dan berniat mendorong Oki yang kerasukan supaya keluar, tetapi, tak mudah karena Oki kembali menyerang dan kekuatan hantu yang penuh dendam tidaklah dapat di remehkan.
Oki melilitkan sabuk pengaman di leher Arion dan Arion berteriak saat dirinya harus menabrak sebuah tangki yang membawa minyak sayur.
Kecelakaan tak dapat dihindari dan sudah pasti mobil Arion lah yang hancur.
Arion memejamkan matanya dan sekilas melihat bayangan hitam yang pergi meninggalkan area kecelakaan.
Lusiana kembali tempat persembunyiannya dan di sana Lusiana sangat yakin kalau dua manusia itu sudah tewas.
Bagaimana tidak, mobil Arion hancur dan beruntungnya Arion, ia sempat melompat keluar dari mobil sebelum truk itu menabraknya.
Arion terguling di aspal dan hampir terlindas oleh kendaraan lain.
Dan Arion yang terluka itu menatap mobilnya yang hancur.
"Oki!" seru Arion dan Oki tak terselamatkan.
Arion yang berniat untuk melindungi justru harus melihat kematiannya.
Lalu, Arion mendapatkan panggilan dari Karin.
Arion terkejut dan Arion menjadi dilema antara mengurus Oki atau Cila yang kerasukan arwah jahat itu.
Ya, Lusiana tidak dapat bermain-main lagi, ia ingin menghabisi semua nyawa targetnya.
Di TKP, Arion menghubungi temannya untuk datang dan setelah sudah ada yang menangani, Arion segera mencari ojek.
Dengan darah yang mengalir dari pelipisnya, Arion meminta pada seorang ojol yang sedang menonton di TKP.
Ojol itu mengira kalau Arion akan meminta untuk ke rumah sakit dan ternyata bukan, Arion menyuruh ojol itu untuk cepat dan sesampainya di rumah Karin, Arion melihat Cila yang sedang terikat dan Arion juga melihat ada dukun di sana.
Sementara Melodi yang mendengar kecelakaan itu menjadi khawatir, terlebih lagi Arion tak dapat dihubungi.
Melodi berpikir kalau Cila ada bersama dengan Arion dan Melodi yang mencari keduanya di rumah sakit itu tak menemukan dan tak tau harus mencari kemana.
Setelah itu, Cila yang sedang duduk di kursi memejamkan mata, Lusiana yang ada di dalamnya meronta, berusaha keluar dan menyerang Karin.
Dan sekarang, arwah Lusiana mencoba merasuki Hendru yang sedang berpegangan tangan bersama Karin.
Lalu, dukun yang dibawa Hendru melihat bayangan tersebut dan segera menaburkan sedikit garam ke arah Hendru tentunya dengan mulut yang komat-kamit.
Lusiana sedikit terluka karena garam itu dan Lusiana mencoba menyerang dukun tersebut dan Lusiana yang berwajah seram dengan mata merah menyala itu harus bertatapan dengan dukun yang sama sekali tidak takut dengannya.
Dan entah apa yang dukun itu baca sehingga membuat Lusiana ingin pergi dari rumah Karin, tetapi, Lusiana tidak dapat pergi karena rumah Karin sudah dipagar oleh dukun.
Lusiana yang berwujud arwah penasaran itu mengamuk, ia membuat seisi rumah Karin berantakan dengan mengangkat semua benda kecil itu melayang ke arah Karin, Hendru dan Arion.
Ketiganya mencoba menghindari dengan cara menunduk dan benda-benda itu yang berupa lampu hias, gelas dan piring dari lemari hias menjadi pecah.
Dan dukun yang sudah bermandikan keringat itu tak berhenti komat-kamit sehingga membuat Lusiana semakin tak terkendali dan Lusiana yang sadar lawannya adalah dukun tersebut pun kembali menyerang, Lusiana ingin mencekiknya, tetapi justru Lusiana yang tertangkap.
Dukun itu mengeluarkan benda kecil dari kantung celananya dan Lusiana yang menyerang harus tersedot kedalam benda kecil itu yang berupa cermin.
Dukun itu segera membaca mantra supaya Lusiana tidak dapat keluar dari cermin itu dan dukun meminta pada Karin untuk menyimpannya baik-baik, kaca itu tidak boleh pecah, tidak boleh retak karena itu dapat membuka segelnya.
Karin mengerti dan menerima cermin itu. Lalu, Karin melihat cerminnya dan bukan bayangan dirinya yang terlihat melainkan Lusiana yang sedang membuka mulutnya lebar, matanya merah dan tangannya berusaha mendobrak kaca itu dari dalam.
Karin menelan salivanya, ia tidak tau harus menyimpan cermin itu di mana dan Hendru yang memiliki kotak itu pun menyarankan Karin untuk menyimpan cermin tersebut di dalamnya dan Hendru meminta pada dukun untuk membuat segel ganda demi berjaga-jaga.
Dan dukun pun mengiyakan.
Setelah itu, Karin menyimpan kotak itu di lemarinya dan baru saja Karin meletakkan kotaknya, kotak itu sudah bergerak karena Lusiana yang ada di dalamnya sedang mengamuk.
"Kariiiiin!" teriak Lusiana yang sama sekali tak terdengar oleh Karin.
Setelah itu, Karin keluar untuk menemui Arion yang masih terluka parah dan Karin segera meminta pada Hendru untuk membawa Arion ke rumah sakit.
Sementara Hendru dan dukun membantu Arion, Karin harus menggendong Cila yang masih terlihat lemas.
Sesampainya di rumah sakit, Melodi yang kebetulan ada di sana itu melihat dan Melodi meminta Cila dari gendongan Karin.
"Apa yang terjadi, kenapa kamu baru sampai di sini, aku mencari-carimu dan apa yang terjadi dengan putriku?" tanya Melodi dan Karin yang menatapnya itu menggelengkan kepala, sementara Arion sudah di jemput oleh perawat yang membawa brangkar.
Lalu, Karin menahan tangan Melodi yang terlihat panik, "Cila baik-baik saja."
Setelah itu, Melodi melepaskan tangan Karin, lalu mengikuti perawat yang membawa mantan suaminya.
Karin menatap keluarga kecil itu.
Bersambung.
Like dan komen, ya, all. Jangan lupa dukung dengan vote/giftnya, ya. Terima kasih yang sudah dukung 💙
Thanks 🙏
kunti pula,lain perangai kok suka anak manusia...tpi untung bisa di atur juga...menurut orgtua2...kunti klo di paku cantik amat.....gimana klo kunti laki2 pasti ensome ya thor...🤣🤣
gimana menghapus kn lusi itu....gercep amat...brandal loh
jgn kmu coba2 lepas kn kalung cincin itu cilla...klo nggk mau kluarga mu mampus oleh lusi...dgn kau sekali mampus lohhh...
ada aja kelakuan.ny..
buruan cariin..