NovelToon NovelToon
Mahar 5000

Mahar 5000

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Romantis / Pengantin Pengganti / Duda
Popularitas:133.5k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

"Maharnya cuma lima ribu? Ya ampun, buat beli gorengan aja kurang!"

Karena penghianatan dari Rava, calon suaminya, Citra memaksa Rama, ayah Rava untuk menikahinya. Tak perduli dengan mahar 5000, asalkan dia bisa membalas perbuatan Rava.

"Aku sudah naik pangkat jadi ibumu! jangan macam-macam denganku!"

baca, tekan suka, tinggalin komentar ya.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

"A-apa, Ma?"

"Coba telpon itu si Rava. bilang sama dia untuk kasih mahar mobil!"

"Astaga, Ma..."

"Enggak udah telpon! Kita langsung ke rumahnya saja!" Yani langsung menarik tangan anaknya.

"Eh, ma! Bentar dong!"

Cantika mengerutkan dahi. "Kenapa sih, ma. Begitu aja terprovokasi? Bisa aja kan itu semua cuma ngutang?"

"kamu kan dengar sendiri kalau lunas! Cash! Mana itu dibawain mobil lagi," potong Yani tajam. “Kalau dia bisa dapet mobil, kamu juga harus bisa. Fortuner minimal! Jangan kalah pamor.”

Cantika menunduk, pasrah. “Terserah Mama deh…”

Yani langsung menarik tas tangan dan kunci motornya. “Ayo. Sekarang. Kita ke apartemen Rava!”

Sore itu, di salah satu apartemen milik keluarga Rava.

"Mama? Cantika? ada apa ya?” tanyanya hati-hati, saat Yani dan Cantika berdiri di depan pintu.

Yani langsung duduk di sofa tanpa basa-basi. “Rava, Mama cuma mau ngomong sebentar. Ini penting.”

Mamanya Rava, Meilani, yang baru keluar dari dapur membawa piring buah, ikut duduk. “Ada apa, Bu Yani?”

Yani tersenyum, tapi matanya tajam. “Begini, Bu Lani… Kami mau bahas soal seserahan dan mahar. Soalnya keluarga kami nggak mau yang tanggung-tanggung. Biar enggak malu di depan tetangga.”

Rava saling pandang dengan ibunya. “Maksudnya?”

"Kalau masalah seserahan kami udah siapkan semua. tas, baju, perhiasan, bahkan rumah untuk mereka tinggal juga sudah disiapkan sama papanya Rava. Bahkan papa sambungnya Rava juga sudah siapkah tuket bulan madu," tambah Lani.

“Seserahan biasa nggak cukup. Kami minta perabot lengkap aja. Kulkas dua pintu, mesin cuci, TV besar, sama AC minimal dua unit. Untuk isi isi rumah barulah. Terus… maharnya mobil Fortuner.”

Rava hampir tersedak. “Apa? Fortuner?”

“Iya dong. Masa cuma cincin emas aja? Nanti tambahkan pas resepsi."

"Kenapa tiba-tiba begini sih, bu? Kita kan udah sepakat waktu itu."

"Citra aja dikasih mobil sama suaminya. Masa kamu kalah?”

"Apa?" Rava sampai berdiri terlonjak. "Bukannya dia dapat mahar 5000?"

Yani tersenyum kesal, "iya. Kemarin memang dia cuma dapat mahar 5000. Tapi, tadi mereka bawakan alat elektronik dan sebuah mobil baru."

Suasana hening. Hanya jam dinding yang terdengar berdetak. Bu Lani akhirnya bicara dengan suara tenang tapi tegas. Ia bahkan baru tau jika ada yang menggantikan anaknya waktu itu. Tapi, saat ini bukan itu masslahnya. Dia harus selesaikan besan yang matre ini.

“Bu Yani, Rava itu baru lulus sekolah. Dia aja masih cari kampus dan kerja sambilan. Kami belum ada rencana beli mobil dalam waktu dekat.”

“Tapi Bu…” Yani mencoba menyela. “Kalian kan kaya, suami bu Lani saja kerja di luar negri. Kalau hanya mobil dan seserahan tidak akan membuat kalian jatuh miskin.”

Lani tertawa miris. “Kenapa jadi ibu besan yang mengatur? Kalian yang datang tiba-tiba, menuntut dinikahi Rava sudah bertanggung jawab, kenapa sekarang malah menuntut lebih? punya muka dikit dong! Lagian, seserahan dan mahar adalah urusan Rava, bukan kami! Kami mungkin memang kaya, tapi yang kalian lakukan ini adalah pemerasan! Kalau kalian enggak terima, kita batalkan saja pernikahan ini.”

Yani langsung mendengus, wajahnya merah padam. “Jadi Bu Lani mengancam, begitu?”

“Terserah bagaimana Bu Yani menanggapinya,” jawab Bu Lani sabar. “Kami jadi malas melanjutkan. Sama Citra keluar banyak. sama kalian pun masih mau diperas.”

"ya sudah, kalau begitu, minta balik saja yang di Citra! Kan kalian enggak jadi, lagian dia juga nikah sama lelaki yang kayaknya kaya juga, udah dapat macam-macam. Entah dari mana."

Rava yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. “Ma! Kalau saya muncul di sana, apa menurut Mama aman? Saya dengar dari salah satu teman saya, mereka berniat menuntut kami karena ingkar. Jika saya muncul, mungkin mereka akan menjebloskan saya ke penjara. Saya tak masalah masuk penjara, tapi saya bisa berbuat lebih pada Cantika dan anak di dalam kandungan.”

“Maksud kamu apa?” bentak Yani. “Kamu mengancam kami juga?”

“Ini karena kalian sudah kelewat batas,” jawab Rava pelan. “Saya tak mungkin punya uang sebanyak itu. Saya baru lulus saya tak punya uang sebanyak yang mama sebutkan.”

Hening sejenak. Cantika menggigit bibir, menatap lantai. Ia tak bisa membayangkan jika Rava benar-benar melakukan apa yang dikatakannya.

"Ma, sudahlah," bujuknya menyentuh lengan Yani. "Mama enggak kasihan sama anak ini?"

Yani menatap sengit pada Rava. "Makanya, kalau sudah tau nggak punya uang ya, jangan bertingkah, pake menghamili anak orang segala!"

"Saya tidak akan lakukan kalau Cantika tidak menggoda saya. Nyatanya selama ini saya baik-baik saja sama Citra. Justru hancur karena bujuk rayu anak mama."

Yani mengepalkan tangan. Pada akhirnya dia berdiri, mengambil tasnya dengan gerakan keras. “Cantika! Ayo pulang! Tak ada gunanya kita di sini.”

“Yani…” panggil Bu Lani, tapi Yani sudah berbalik.

“Maaf Ma, Rava... Aku harap pernikahan kita tetap berjalan sesuai rencana.”

Cantika menatap Rava sejenak, matanya berkaca-kaca, lalu menunduk dan mengikuti ibunya keluar.

Begitu pintu tertutup, Rava terduduk lemas di sofa.

"Suami Citra ternyata orang kaya? Siapa? Aku harus bertemu dengannya."

*****

"Pak Bram, Bu Lilis, ini sungguh terlalu banyak."

“Enggak, enggak. Ini enggak banyak kok. Anak gadis yang cantik dan bagus sifatnya seperti Citra, ini... Tidak seberapa... ,” kata Bu Lilis dengan sopan dan lembut. “Kami malah sangat malu karena Rama hanya kasih mahar 5000.” Bu Lilis melirik anak lelakinya sebal. "Benar-benar bikin malu!"

"Ma, kita kan udah bahas ini di rumah, enggak perlu bahas lagi lah di sini." Rama memprotes.

"Ya harus dong! Siapa suruh bikin malu!"

pak Haris merasa sangat beruntung, Keluarga besannya yang ini justru sangat hangat.

"Kami minta maaf sebelumnya, pak Bram dan Bu Lilis. Sebenarnya, keadaan waktu itu sangat kacau... Kami..."

"kami paham, Pak Haris, bu Maya. Sungguh, kami yang harusnya minta maaf karena kelakuan cucu kami. Entah bagaimana Lani mendidik anaknya itu. Kenapa bisa sangat tidak bertanggung jawab begini," potong Bu Lilis.

"Tapi, berkat kejadian ini, anak kami jadi punya istri lagi, mana masih muda dan cantik begini, sopan lagi." pak Bram terkekeh.

"Oiya, Yah, saya berniat untuk melegalkan pernikahan ini. Jika tidak keberatan, saya dan Citra akan menginap di sini sampai beberapa hari ke depan. Untuk mengurus sidang ke KUA."

"Alhamdulillah. Walau awal pernikahan kalian pake drama, kami senang karena Pak Rama..."

"Ya ampun, yah. Jangan panggil Pak Rama. Saya menantu loh, di sini."

"Oh, iya. Hahaha."

Suasana jadi sedikit mencair. Keinginan Rama pun disambut baik oleh dua keluarga. Menjelang sore, setelah keluarga Bram pulang, Rama masih tetap tinggal. Ia masuk ke kamar dan mendapati istrinya sedang melepas kalung pemberiannya tempo hari.

"Kok dilepas?"

"Citra enggak biasa pakai beginian, Pak."

"Mulai sekarang dibiasakan dong."

Hening.

Rama hanya menatap, menikmati keindahan istrinya.

"Pak."

"heemm?"

"Tentang Rava? Pak Rama udah ketemu?"

Rama menatap Citra lama. "Kamu.... Masih mengharapkan Rava, Cit?"

1
EkaYulianti
sebelum resepsi
partini
ku kira suaminya lani tegas ehh melohoyyy,dah tau lihat pula istri nya kaya gitu
Rahmawati
selamat ya citra dan Rama, akhirnya Rama akan punya darah daging sendiri
Rahmawati
kayaknya fadli nih yg bunuh daud
Rahmawati
penasaran siapa yg ngomong sama Daud tadi itu,
Rahmawati
lani ketakutan gitu, berarti bener rava buka anak biologis rama
Rahmawati
nah nah, apa rava bukan anak Rama ya
Rahmawati
opo meneh to, nenek peyot😂
Rahmawati
setres bu lani ini, gagal move on padahal udah punya suami
Rahmawati
makanya belajar sopan santun km cantika
Rahmawati
ke PD an km lani😂
Rahmawati
enaknya punya mertua kayak bu lilis
Dhita💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
anak ku lahir Oktober 2011
meninggal Juni 2012
Dhita💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
ya allah cerita ini sama seperti aku yang kehilangan anakku di usia 7 bulan sedih
😭😭
tenny
suaminya lani namanya rubah2 kadang Fahri kadang Fadli entah mana yg bener 😄
tenny: semangat Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
Rahmawati
cantika gk tau diri bgt
Rahmawati
syukurin km rava, siapa suruh tinggal dirumah rama
Ma Em
Innalillahi wainnailaihi rojiun Cinta anak yg blm punya dosa pasti akan masuk sorga , semoga Cantika dan Rava diberikan kesabaran menghadapi cobaan ini manusia hanya berusaha tapi nasib Allah yg menentukan .
Rahmawati
gk boleh dong, nanti rava gangguin citra lagi
Rahmawati
beruntung bgt pak Rama dapet gadis ting ting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!