Apa jadinya jika yang berada di sisimu ternyata bukan suamimu tetapi wajah mereka sangat mirip bagai pinang dibelah dua tidak ada bedanya?
Yasmin (27 tahun) yang tengah berbadan dua sungguh bahagia dan kembali ceria saat suaminya, Aldavi Wiyono (30 tahun), kembali pulang setelah mendadak hilang tanpa kabar selama dua pekan lamanya. Akan tetapi bagaimana kelanjutan pernikahan Yasmin dan juga nasib buah hatinya ketika dia mengetahui fakta mencengangkan bahwa suami yang berada di sisinya ternyata bukan suaminya namun kembaran suaminya yang bernama Aldava.
Apa yang terjadi dengan suaminya hingga kembarannya menggantikan posisinya?
Simak kisah mereka yang penuh liku dan tabir💋
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Kejutan
📚SELAMAT MEMBACA📚
Yuk VOTE, GIFT, RATE BINTANG 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita ini. Cinta kalian banyak-banyak💋
3S ( Salam Sayang Safira )
NOTE :
Karyaku yang ini sedikit info bahwa aku sebagai penulis tidak memasukkan agama atau pun adat tertentu. Jadi mohon maaf jika karyaku yang saat ini adalah full imajinasiku saja atau kehaluan othor tidak solehot semata. Yang suka bisa lanjut baca dan bila tidak suka cukup skip saja.
Jika berkenan mampir pada karyaku yang mengandung unsur sedikit ada religinya bisa meluncur ke judul " BAYI RAHASIA CEO "
Hatur Nuhun Sadayana💋💋
********
Yasmin yang mendengar suara sang suami pun perlahan menggeliat seperti kepompong yang akan berubah menjadi kupu-kupu.
"Hoam,"
Deg...
"Aa Davi?" panggil Yasmin lirih sebab nyawanya belum kembali seratus persen pada tubuhnya.
Saat mata teduhnya membuka sedikit, ia melihat suaminya yang tengah memeluknya begitu posesif dari belakang. Bahkan kini Aldava ingin mencuri start pertandingan lomba menjenguk si utun dengan mengendus-endus di ceruk leher Yasmin.
"Aa kangen sama Bunda dan utun. Jadi enggak nih acara jenguk si utunnya, Bun?" tanya Aldava dengan suara parau yang sudah tidak sabar menahan sesuatu.
Entah tidak sabar menahan apa dan kenapa juga. Mungkin para pembaca ada yang bisa jawab? Bisa tulis saja di kolom komentar. Siapa tahu nanti si utun baca komentar kalian.
Yasmin pun langsung sadar seratus persen bahwa di hadapannya ini suaminya bukan tengah bermimpi. Sebab selain suara suaminya yang tengah berat menahan nafsu serta penglihatannya yang telah jelas memandang wajah suaminya yang tampannya satu RT di kampungnya itu, Yasmin saat ini tengah merasakan gesekan antena Aldava yang seakan tengah bangun dari tidur panjangnya pada bongkahan bulat belakang miliknya.
Ia tidak tahu bahwa suaminya pulang lebih cepat. Dirinya sungguh bahagia atas perhatian sang suami padanya yang berniat memberinya kejutan yang memang membuat dia terkejut saat ini seperti terkena serangan daya listrik antena satu juta voltase.
"Aa Davi kok gak bilang kalau mau pulang hari ini sih? Katanya lusa baru pulang?" tanya Yasmin sedikit merajuk.
"Sengaja mau kasih surprise buat Bunda. Apa enggak boleh?" tanya Aldava mendadak datar.
"Eh...ehmm...bukannya begitu atuh Aa. Tetapi kan Yasmin bisa siapin makanan kesukaan Aa buat menyambut kepulangan Aa," tutur Yasmin dengan nada lesu.
"Bidadariku tak perlu repot-repot memasak atau menyiapkan makanan karena Aa tak mau makan lainnya. Aa maunya makan kamu sampai habis pokoknya," bisik Aldava mesra seraya tangannya mulai berpetualang membuka kancing tempat bertenggernya pohon buah melon kembar yang ranum. Tengah menggelantung dengan pucuk berwarna merah jambu yang mendadak sudah mengeras.
Yasmin yang gelagapan mendapat serangan militer dari sang suami. Alhasil tidak bisa banyak berkutik sebab kini dirinya tengah dibuat tak karuan oleh suaminya itu. Mulut Yasmin sudah menganga mengeluarkan suara d3sahan merdu yang indah.
Membuat Aldava makin giat bergerilya ke tempat-tempat krusial sesaat lagi. Meneguk dahaga cinta yang selama ini masih tertahan. Akhirnya ia akan kerahkan dengan segala kekuatan dirinya yang maksimal ala pejantan tangguh yang tulen. Semoga tidak membuat ibu hamil satu ini pingsan atau justru meminta tambah karena kecanduan.
Entah rasa apa yang menyelimuti Yasmin saat ini. Rasa coklat, vanila, stroberi atau anggur hanya Yasmin yang tahu. Sungguh dirinya merasakan bahwa kini suaminya banyak perubahan yang signifikan. Dahulu suaminya cukup pasif dalam memulai hubungan suami istri di atas peraduan walaupun Aldavi selalu menuruti apa kata sang istri jika ingin merubah gaya bermain mereka.
Siang yang mendung di luar sana kini berubah menjadi rintik-rintik hujan membasahi tanah Parahiyangan di daerah tempat tinggal Aldava dan Yasmin. Hawa dingin semakin menyeruak.
Tentu saja sangat cocok bila mengadakan acara mengusak selimut dan main bola sodok. Langit seakan mendukung kegiatan keduanya yang ingin melebur bersama dengan dalih menjenguk si utun. Padahal Yasmin dan Aldava saja yang sudah tidak tahan main antena-antena an.
Atau mungkin para pembaca othor tidak solehot ini yang sudah tidak tahan menyaksikan siaran langsung antena bertemu lapis legit yang menggigit?
"Ah...Aa."
🍁🍁🍁