Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Delia yang tahu Roy sudah sangat emosi langsung menghalangi Roy.
"Jangan Roy!!!" Mohon Delia.
"Minggir Del!!! Kalau dengan cara baik-baik iblis tua ini tidak mau memberitahu nomor Kriss, maka aku akan menggunakan cara iblis juga!!!" Ucap Roy yang sudah sangat emosi.
"Roy udah, please jangan nambah masalah." Mohon Delia.
"Hei Iblis!!! Cepat beritahu nomor Kriss, Kriss harus mempertanggung jawabkan perbuatannya!!!" Bentak Roy.
Geram karena Roy menghinanya dengan panggilan Iblis tua, Mama Lastri pun berteriak memanggil supir dan penjaga rumahnya
"Sarto. Hadi." Teriak Mama Lastri.
Mendengar teriakan Mama Lastri, sontak Pak Sarto dan Pak Hadi yang sedang bermain catur di garasi rumah pun berlari masuk ke dalam rumah.
"Dasar Iblis tua, cepat berikan nomor Kriss!!! Jangan membuat anak mu terlihat seperti laki-laki pengecut!!!" Teriak Roy lagi.
Saat Roy sedang berteriak, disitulah Pak Sarto dan Pak Hadi tiba di ruang tamu. Pak Sarto dan Pak Hadi pun langsung membantu Delia yang sedang berusaha menahan Roy agar tidak mendekati Mama Lastri.
"Cepat bawa dia keluar dari rumah saya!!!" Perintah Mama Lastri pada Pak Sarto dan Pak Hadi.
Pak Sarto dan Pak Hadi pun menarik tangan Roy.
"Minggir!!! Saya bisa sendiri!!" Roy langsung menyentak tangan Pak Sarto dan Pak Hadi yang berusaha menyeretnya keluar.
"Dasar Iblis tua!!! Kita lihat saja nanti, karma akan berbalik pada mu!!!" Geram Roy.
"Ayo Del." Roy langsung menarik tangan Delia dan mereka pun keluar dari dalam rumah Mama Lastri.
Roy membukakan pintu mobil untuk Delia. Setelah memastikan Delia duduk dengan seatbelt yang sudah terpasang, barulah Roy masuk ke dalam kursi kemudi. Ia menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan depan rumah Mama Lastri.
Tak ada dari Delia maupun Roy yang mengeluarkan sepatah kata. Delia sibuk dengan pemikirannya sendiri sedangkan Roy sibuk menata emosinya sambil mengendarai mobil.
Sedangkan di dalam rumah, Mama Lastri terduduk lemas di sofa ruang tamu.
Ucapan Roy terngiang-ngiang di telinganya. Ucapan tentang sebuah karma.
"Gak. Aku yakin karma tidak akan menimpa keluarga ku, karena apa yang aku lakukan ini sudah benar. Aku hanya ingin melindungi Kriss dari jerat perempuan murahan itu!! Bisa-bisanya dia mengaku-ngaku kalau sedang hamil anak Kriss!!!" Lirih Mama Lastri.
***
Setelah hampir satu jam berputar-putar, kini Roy dan Delia sudah berada di rumah kontrakan Delia.
"Makasih yah Roy udah bantuin aku tadi." Ucap Delia.
"Udah seharusnya Del. Kamu di kota ini gak punya siapa-siapa, jadi sebagai teman udah seharusnya aku bantuin kamu." Balas Roy.
Delia kembali menangis.
Melihat Delia menangis, Roy pun mendekati Delia yang duduk di depannya. Ia menarik tubuh Delia lalu memeluknya.
Tak ada kata-kata untuk menenangkan Delia yang keluar dari mulut Roy, karena Roy tahu yang di butuhkan Delia sekarang hanya lah pelukan.
Setelah puas menumpahkan air matanya dalam pelukan Roy, barulah Delia menjauhkan tubuhnya dari tubuh Roy.
"Roy, kamu mau gak bantuin aku?" Tanya Delia.
"Pasti lah. Memangnya kamu mau aku bantuin apa?"
"Tolong bantuin aku cari bidan atau dukun beranak yang bisa gugurin kandungan." Ucap Delia.
Mata Roy membulat mendengar kata-kata Delia.
"Kamu gi•la Del!!! Kamu mau membunuh anak kamu!!!" Bentak Roy.
"Udah gak ada cara lain Roy!!! Hubungan aku sama Kriss udah gak akan mungkin lagi. Kamu lihat sendiri kan Mamanya Kriss gimana!!!" Balas Delia dengan suara tak kalah meninggi.
"Belum lagi kalau Mama aku dikampung tau kalau aku hamil. Pasti hati Mama aku hancur banget." Lirih Delia.
Roy menghela nafasnya kasar.
"Tapi menggugurkan kandungan itu sama aja dengan membunuh Del, dosa!!! Dengan kamu bersetubuh di luar pernikahan aja sudah dosa, ditambah lagi kamu ingin menggugurkan kandungan kamu, kamu mau dosa kamu di kali beratus-ratus kali lipat!!! Lagian anak yang ada di kandungan kamu itu kan gak tau apa-apa. Dia hadir karena perbuatan kamu dan Kriss. Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab Del!!"
"Tapi gimana dengan omongan orang Roy kalau mereka tau aku hamil tanpa suami!!"
"Itu udah resiko Del!!"
Delia tertunduk lemas.
"Kalau kamu mau, aku bersedia menggantikan Kriss bertanggung jawab." Ucap Roy.
Bersambung...