Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Singapore
"Sayang, jangan khawatir. aku akan selalu menjadi milikmu walaupun kita berjauhan, mas juga akan selalu berusaha untuk selalu menghubungi mu." bisik Farrel yang dianggugkan Natasya.
"Kapan mas berangkat?"
"Pagi ini sayang, dengan pesawat penerbangan pertama. asisten papa sudah mengurus semuanya." terang Farrel meregangkan pelukannya.
"Mendadak begini waktunya mas?"
"Iya, lagian permasalahan nya juga tadi malam diketahui tim audit, sehingga sesampainya mas di Singapura. maka rapat besar akan langsung dilakukan." terang Farrel berjalan Menuju lemari pakaian nya, dan mengeluarkan beberapa pakaian kerja dan santai. untuk dikenakan nya selama disana.
Natasya ikut bangkit membantu suaminya berkemas, meskipun Farrel tidak ingin istrinya kecapean. meskipun hanya sekedar ikut membantunya berkemas pakaian.
"Sayang, nanti kerumah Mama diantar sopir saja ya?"
"Iya, ngak papa kok mas."
Setelah selesai berkemas, Natasya membantu merapikan pakaian dan dasi yang dikenakan Farrel, yang langsung merengkuh pinggang Natasya dan kembali memeluknya.
"Sayang, aku pasti bakal merindukan mu beberapa hari ini." mencium kedua pipi Natasya, yang dibalas dengan hal yang sama oleh Natasya. bahkan dia mengulangi memeluk Farrel yang tersenyum senang melihat istrinya yang tidak malu-malu lagi mengungkapkan perasaan sayang dan cintanya.
"Mas berangkat dulu ya."
Natasya mengandeng tangan Farrel menuju mobil, dan mengantarkan suaminya itu sampai teras rumah. rasanya begitu berat untuk berpisah dan jauh dari Farrel. Natasya ingin berterus-terang jika dia ingin sekali ikut dengan Farrel, agar mereka tidak berpisah, namun dia juga malu mengatakannya. mengingat Farrel juga kesana dalam rangka tugas kerja yang mendadak.
Farrel menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya sehingga posisi mereka saling berhadapan. tangan Farrel menelusuri setiap lekuk wajah cantik istrinya begitu mereka sampai diteras utama.
"Sayang kamu sabar ya, semoga saja urusan ku cepat selesai dan segera pulang." bujuk Farrel yang bisa menangkap raut wajah Natasya yang terlihat ingin meneteskan air matanya.
Farrel merapatkan tubuhnya, ciuman hangat mendarat di kening Natasya yang terpejam. menikmati saat kebersamaan mereka yang terasa begitu indah. Natasya tiba-tiba memeluk erat tubuh Farrel dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu, sambil terus berusaha menahan air matanya yang seakan ingin tumpah.
"Mas, aku mencintaimu."
"Ya, aku tahu sayang, aku juga mencintaimu." balas Farrel.
Farrel mengusap pelan punggung Natasya, setelah itu dia mencoba melepaskan pelukan mereka. namun Natasya semakin erat memeluknya kembali.
"Sayang udah ya, mas bisa telat dan ketinggalan pesawat nantinya, karena rapat besar sedang menunggu kedatangan mas." bujuk Farrel.
"Baiklah mas, hati-hati ya." jawab Natasya, meskipun saat ini hanya ingin bermanja dan menikmati aroma wangi farfum dari tubuh Farrel, dan kehangatan pelukannya, yang membuat nya selalu merasa nyaman dan tenang.
Farrel masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan nya kebandara. Natasya melambaikan tangannya.
"Nanti kabarin ya mas, jika sudah sampai di sana."
"Iya sayang" balas Farrel.
"Dah .... suami ku sayang." ulang Natasya melambaikan tangannya, namun mesin mobil itu belum juga dinyatakan oleh sopir, sementara Farrel masih tersenyum menatap wajah cantik Natasya dari dalam mobilnya. dengan kaca mobil sudah tertutup.
Melihat hal itu Natasya kembali mengulangi kata-katanya, sambil melambaikan tangannya. sopir Farrel pun seakan terbawa suasana dan belum menyalakan mesin mobilnya.
"Lumayan Pagi begini melihat adengan romantis, gratis lagi." pikir pak sopir sambil mengulum senyum.
"Da...da...mas Farrel, hati-hati ya." ulang Natasya dengan tingkah imutnya, kali ini dia tidak melambaikan tangannya, melainkan menghilangkan jemarinya, membentuk tanda cinta ala anak zaman sekarang.