NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 1

"Silahkan nyonya sebelah sini. Saya akan mengantar anda ketempat tujuan," Pak Yang membukakan pintu mobil. Pak Yang adalah sopir pribadi kepercayaan Tuan Zhao Lee, dia sudah mengabdi di keluarga Zhao lebih dari 20 tahun lamanya.

‎"Anda mau bawa saya kemana pak?," Layla merasa cemas, ia hanya disuruh duduk tenang di dalam mobil

Melihat Layla yang terlihat cemas, supir Yang mencoba untuk menenangkan Layla, "Tenang nyonya, semua akan baik-baik saja. Apa nyonya gugup? Silahkan nyonya minum dulu supaya lebih tenang," sopir Yang menawarkan air mineral kepada Layla.

‎"Terimakasih Pak," jawab Layla, ia menghabiskan semua minuman itu tanpa tersisa dan membuat supir Yang terkekeh. Dengan sopan Pak Yang menawarkan kembali air mineral kepada Layla, ‎"Nyonya apa anda benar-benar haus nyonya? Ingin tambah lagi?,"

‎"Tidak pak, hanya saja cuaca hari ini terasa sangat panas bahkan sampai matahari tenggelam pun masih terasa panas. Itu membuat tenggorokan ku terasa kering," jawab Layla.

‎"Ohhh ternyata begitu, iya ini sudah memasuki musim panas. Ini bahkan belum puncaknya. Sepertinya musim panas kali ini akan lebih panas dari pada sebelumnya jadi saya harap anda bersiap-siap untuk itu nyonya" Pak Yang mewanti-wanti,

‎"Pak Yang, aku merasa kurang nyaman di panggil nyonya bisakah anda memanggil saya seperti biasa?," pinta Layla.

Kemudian ‎Pak Yang menolak permintaan Layla dengan sopan. ''Maaf nyonya Layla yang terhormat, saya tidak bisa, Tuan Zhao Lee pasti marah jika tahu tentang ini,"

‎"Tidak akan. Dia tidak akan marah karena baginya aku hanya mainan baru, mungkin tidak lama lagi akan di buang," kata Layla sedikit kesal. ‎Supir Yang menghela nafas dan melanjutkan percakapanya, "Nyonya sepertinya anda tidak betul-betul mengenal Tuan Zhao,"

Layla sepertinya tak ingin mendengar apa yang di katakan supir Yang kepadanya, ia hanya memandang ke luar jendela dengan raut wajah yang tampak kesal.

Beberapa menit berlalu. Tiba-tiba tenggorokannya kembali kering, disusul rasa panas yang perlahan menjalar dari dada hingga ke seluruh tubuh. Ia mengeryit dan tangannya mencengkram dada yang terasa sakit.

‎"Apa yang coba bapak lakukkan kepada saya?!" ekspresi Layla yang semula tenang berubah menjadi gelisah tak menentu seperti ikan yang baru keluar dari aquarium, jantungya berdegub semakin kencang. Perasaan yang tidak normal membuncah muncul secara tiba-tiba, tubuhnya mulai lemas pandangannya mulai kabur. Namun respon dari Pak Yang yang santai membuat Layla semakin gelisah dia bingung harus bagaimana, dia hanya bisa menahan gejolak rasa itu.

‎"Maaf Nyonya, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Zhao Lee," Pak Yang merasa menyesal namun sikapnya tak menunjukan penyesalan yang berarti. Lalu ia kembali fokus menyetir tanpa menoleh sedikit pun.

Semakin lama, Layla semakin merasa gelisah, rasa menggelitik di bawah sana semakin terasa. Tubuhnya berkeringat, nafasnya mulai terengah-engah, erangan kecil mulai terdengar. Namun Pak Yang hanya menyuruhnya untuk istirahat, ‎"Istirahat lah nyonya kita akan segera sampai sebentar lagi," ucap pak Yang.

Terbesit di pikiran Layla untuk meminta air mineral lagi, untuk menetralisir efek dari obat itu, ‎"Tolong Pak, beri saya air minum murni, saya mohon" Layla memohon dengan sangat. Pak Yang hanya diam dan memacu mobilnya lebih cepat. ‎Beberapa saat kemudian mereka sampai di hotel yang mewah.

‎"Silahkan nyonya. Mari saya bantu ke kamar nyonya. Tunggu lah di sana, Tuan Zhao Lee sebentar lagi akan tiba. Oh ya kami sudah menyiapkan kejutan untuk nyonya, anda pasti akan senang melihatnya" kata Pak Yang sambil tersenyum.

Layla hanya diam dan menahan semua rasa yang ia rasakan saat ini. Beberapa saat kemudian mereka sampai ke tempat yang di maksud. Sebuah kamar hotel mewah yang di hiasi aroma parfum mewah. Aroma itu menyelimuti seluruh ruangan dan memberikan sensasi atmosfer yang membara. Lilin-lilin dan dekorasi yang mendukung membuat kesan lebih dalam untuk mengikat jiwa dan cinta yang liar. ‎Layla di dudukan di tepi kasur yang empuk dan Pak Yang meninggalkannya sendirian di sana. Setelah Pak Yang menyelesaikan tugas dan melapor pada majikannya. Dia meminta izin untuk segera pulang dengan alasan ia butuh istirahat. Padahal dia tiba-tiba merindukan istrinya untuk di peraduan setelah melihat kondisi Layla saat itu.

‎"Nyonya Layla benar-benar cantik, tidak heran jika Tuan Zhao Lee sangat mendambakannya" kata supir Yang, ia seolah-olah menemukan kembali semangat masa mudanya setelah sekian lama hilang.

"Hampir aku lupa diri dan melakukan tindakan tidak terpuji kepada Nyonya, jika Tuan Zhao Lee tau aku pasti akan hilang tanpa jejak," kata supir Yang, tubuhnya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin saat membayangkan nasib yang akan dialaminya jika dia tak pandai menjaga sikap. Buru-buru Pak Yang meninggalkan lokasi yang dianggapnya berbahaya itu sebelum harimau birahi itu muncul di lokasi. Yahh itu lah gambaran Tuan Zhao di mata Pak Yang saat ini. ‎

Sementara itu, Layla sedang mencoba mengatur nafas sambil menahan gejolak hasrat yang kuat akibat dari ketidaksengajaanya meminum obat yang membuatnya memiliki perasaan nafsu tidak bermoral itu. Ia berusaha mengatur nafas namun dadanya terasa sesak.

Tubuhnya terasa panas, samar-samar ia melihat dekorasi kamar itu seperti kamar pengantin adat cina. Dekorasi warna merah dan emas mendominasi ruangan itu, ada beberapa mahar yang tergelak di atas tempat tidur serta satu set baju pengantin wanita dan jepit rambut miliknya pemberian dari Tuan Zhao Lee. Sekali lagi Layla mencoba mengatur nafas dan mengerang kesakitan, ia tidak sadar telah mengeluarkan suara yang membuat orang gelisah jika mendengarnya. Layla meminta tolong namun tidak ada seorangpun di kamar itu, hanya dia seorang.

Namun tiba-tiba terdengar suara pintu kamar di buka dari arah luar.

Samar-samar Layla melihat seorang pria masuk dengan tenang memakai baju cheongsam modern. Tampak seperti harimau di matanya. Pria itu membawa dokumen dan meraih jari jemari Layla, memberinya tinta warna merah dan menempelkannya ke dokumen itu yang entah apa itu isinya, yang jelas Layla saat ini sedang dalam keadaan tidak berdaya untuk melawan, untuk mempertahankan kesadaranya saja sudah cukup sulit untuknya. Pria itu kemudian meletakkan dokumen itu lalu melakukan tindakan tidak terpuji di hadapan Layla yang sedang sekarat. Postur tubuhnya yang gagah dan wajahnya yang tampan rupawan terpancar dari cahaya lilin-lilin yang ada di sana.

‎"Layla..hei Layla, ini aku suamimu," bisik Zhao Lee ke salah satu telinga Layla. Layla yang masih bingung dengan situasi saat ini kembali bertanya kepada siapa sosok yang ada di hadapannya itu, "Hah, siapa itu?," Layla mengerang sambil mencengkram erat selimut yang terbentang di atas kasur itu. Tubuhnya akhirnya tumbang dengan sendirinya ke atas kasur. ‎"Suamimu, Zhao Lee," bisiknya dengan irama yang meresahkan.

‎"Menjauhlah dariku!," kata Layla. Kata itu terdengar berat saat di ucapkan saat kondisi Layla seperti ini, biasanya ia bisa mengatakannya dengan jauh lebih tegas dan keras dari pada ini. Namun di balik sikapnya yang tegas, dia menyembunyikan ketakutan yang besar pula di hatinya. Dia bingung harus bagaimana menyikapi situasi yang sedang terjadi saat ini. Mendengar penolakan dari istri kontraknya itu, Zhao Lee tidak terima lalu menakut-nakuti Layla.

‎"Pak Yang memberikan dosis yang kuat, jika tidak di tangani dengan benar kau benar-benar akan menderita sampai mati. Diam dan ikuti saja aku, ok," kata Zhao Lee tegas dan mengintimidasi.

Layla menatap Zhao Lee dengan mata yang dipenuhi ketakutan dan kemarahan. "Apa ini caramu memperlakukan wanita?!" tanya Layla.

"Aku terpaksa melakukan ini, Layla. Kau selamanya akan terperangkap bersamaku," ucap Zhao Lee lalu mencium paksa bibir Layla.

Layla terpaksa menerima keadaan ini karena tekanan besar yang mendorong Layla untuk melakukan ini semua. Sepanjang malam itu Layla hanya bisa pasrah terkungkung di bawah Zhao Lee. Bagi Zhao Lee ini adalah candu yang memabukan dan sulit untuk di abaikan, tapi bagi Layla itu menyakiti harga dirinya, dia merasa di hina dan di rendahkan oleh karena dia wanita miskin. Malangnya Layla harus terlibat dengan orang yang menurutnya tak berperasaan seperti Zhao Lee yang menganggap Layla hanya sebagai barang pelampiasan.

Dalam keadaanya yang lemah, Layla sempat memohon dan menangis agar Zhao Lee menghentikan aksinya, namun sepertinya Zhao Lee tak perduli dengan perasaan Layla. Zhao Lee tersenyum puas saat ia berhasil menguasai Layla, hormon kebahagiaan memenuhi setiap rongga tubuh Zhao Lee.

Air mata Layla jatuh tanpa suara. Ia benar-benar merasa terperangkap dan terbelenggu untuk kedua kalinya, tapi kali ini perangkap itu terasa kasar dan menyakitkan. Berbeda dengan yang dulu, belenggu yang dulu terasa hangat dan nyaman. Namun sekarang malah menjadi terasa sesak dan semakin sesak karena kedua belenggu itu melekat erat di tangan dan kakinya.

Bayang-bayang masa lalu berputar di di kepalanya, bagaimana dia bisa berakhir di situasi seperti ini.

...****************...

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!