NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Perperangan / Akademi Sihir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Author Raf

Di dunia di mana ibu tiri selalu dicurigai sebagai penyihir jahat, Clara harus menerima nasibnya.

Mantan Penyembuh Agung yang telah kehilangan seluruh kekuatan sihirnya ini terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Kapten Alden, komandan militer yang dingin, kejam, dan ditakuti di seluruh Samudra Langit.

Tugas Clara sederhana namun nyaris mustahil:, menjadi "pengasuh" bagi tiga anak blasteran mistis sang Kapten di atas kapal layar terbang raksasa, The Sky Leviathan.

Anak sulung setengah Phoenix yang siap membakar siapa saja, anak kedua setengah Sirene dengan kutukan suara mematikan, dan si bungsu yang bisa melihat roh pelahap jiwa.

Mereka semua membenci Clara. Namun, berbekal ketulusan hati, keberanian bertaruh nyawa, dan sisa pengetahuan magisnya, Clara bertekad menjinakkan kekuatan liar anak-anak tersebut sekaligus mengusut misteri kutukan masa lalu yang menghantui mereka.

Mampukah seorang wanita tanpa sihir mencairkan hati beku sang Kapten Langit dan mengubah kapal penuh b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Raf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Kepungan di Jalur Keluar

   ​Gema langkah kaki dari barisan ekspedisi kecil itu bergerak dua kali lebih cepat saat mereka menyusuri kembali lorong-lorong batu Gua Air Mata Phoenix Ice.

   Di dalam dekapan erat Clara, kristal es berisi cairan biru keemasan murni itu memancarkan kehangatan yang konstan, seolah menjadi lentera harapan yang mengusir sisa-sisa hawa dingin yang sempat membekukan jiwanya.

Rasa kaku dan nyeri mengerikan di lengan kanan Clara akibat tolak balik (recoil) energi sarung tangan perak di pertempuran sebelumnya masih terasa sangat nyata, namun senyuman lebar di wajah Leo yang berjalan di sampingnya membuat rasa sakit itu sepenuhnya terabaikan.

   ​Namun, kedamaian di dalam perut bumi Pulau Melayang Frostfire itu tidak berlangsung lama. Begitu barisan mereka mulai mendekati area mulut gua yang menjadi pembatas dengan dunia luar, insting militer dari lima prajurit elite kapal di bawah komando Wakil Komandan dek langsung menegang.

   Aroma belerang purba yang hangat dari dalam gua mendadak terkikis habis, digantikan oleh bau anyir sihir hitam yang sangat pekat dan menusuk hidung, aroma yang sangat mereka kenali sebagai tanda kehadiran armada Sekte The Obsidian Dawn.

   ​"Berhenti! Bentuk formasi pertahanan!" seru Wakil Komandan dengan suara rendah namun penuh penekanan taktis.

   ​Para prajurit dengan cekatan langsung menghunus pedang sihir perak mereka dan mengangkat pelontar energi, membentuk barisan melingkar yang mengunci Clara dan Leo di titik paling aman di tengah.

   ​Clara mencengkeram tongkat komando elang peraknya lebih erat. Matanya menyipit, menembus kabut salju tebal yang bergulung-gulung di luar mulut gua. Siluet The Sky Leviathan yang seharusnya tersembunyi di balik perisai kamuflase tingkat ketiga kini terlihat samar di kejauhan, namun kondisi kapal induk mereka tidak lagi tenang. Semburat merah dari tembakan meriam sihir hitam terlihat menghantam dinding pelindung kapal secara bertubi-tubi dari arah langit atas.

   ​"Mereka berhasil melacak kita," desis Leo, sepasang mata jingganya berkilat marah. Tangan kecilnya mengepal kuat, memicu percikan api Phoenix yang mulai berdesir tidak sabar di sekitar jemarinya. "Bagaimana bisa? Ibu sudah mengaktifkan perisai pelapis ketiga semalam!"

   ​"Gerhana Abadi sudah terlalu dekat, Leo. Energi kutukan di dalam tubuh Rin dan Toby di atas kapal pasti mengalami lonjakan besar saat kapal ini berhenti bergerak, bertindak seperti suar navigasi bagi alat pelacak musuh," jawab Clara dengan analisis medisnya yang tenang namun dingin. Ia menoleh ke arah Bernet yang baru saja menyelesaikan pemindaian komunikasi sihir.

   ​"Nyonya Clara," lapor Bernet dengan wajah pucat namun tetap mempertahankan kedisiplinan formalnya. "Dua kapal penjelajah ringan milik sekte hitam berhasil menerobos badai es melalui jalur luar. Mereka tidak menggunakan celah The Dragon's Breath, melainkan mengorbankan lambung kapal mereka sendiri demi melakukan serangan kejutan. Saat ini, Wakil Komandan di atas kapal sedang menahan gempuran udara, namun ada satu tim penyerang darat yang telah diturunkan untuk mencegat kita di pelataran mulut gua."

   ​Clara melangkah maju satu langkah, menyejajarkan posisinya dengan Wakil Komandan ekspedisi darat. Di hadapan mereka, begitu mereka keluar dari bibir gua, belasan jubah hitam bertopeng perak khas pembunuh bayaran The Obsidian Dawn sudah berdiri berjejer di atas tanah es yang membeku.

Di tangan mereka, tergenggam rantai sihir hitam yang berdenyut menakutkan, siap merenggut kristal penawar yang dibawa oleh Clara.

   ​Di tengah barisan musuh, berdiri seorang pria bertopeng paruh gagak besi yang memancarkan aura magis tingkat tinggi. Pria itu terkekeh rendah, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam yang berkarat.

   ​"Sungguh pemandangan yang mengharukan," ujar pemimpin pembunuh bayaran itu dengan nada mengejek. "Seorang wanita tanpa sihir murni dan seorang bocah monster, berhasil menembus tempat terlarang demi sebuah penawar yang tidak akan pernah sampai ke tujuan. Serahkan cairan Air Mata Phoenix Ice itu sekarang, Nyonya Clara. Jika Anda patuh, kami mungkin akan menyisakan kepala Anda untuk dikirimkan kembali kepada Kapten Alden di ibu kota."

   ​Mendengar nama suaminya disebut dengan nada menghina, sepasang mata jernih Clara berkilat tajam dengan ketegasan yang luar biasa. Aura keanggunan mantan Penyembuh Agung di dalam dirinya runtuh, digantikan oleh otoritas mutlak seorang "Kapten Wanita" yang siap bertaruh nyawa demi mempertahankan masa depan keluarganya.

   ​"Kalian meremehkan kekuatan seorang ibu yang sedang melindungi anak-anaknya, pembunuh," jawab Clara, suaranya jernih, lantang, dan bergema membelah badai salju utara dengan kekuatan batin yang mengintimidasi. "Dan kalian melakukan kesalahan terbesar dengan berpikir bahwa The Sky Leviathan akan goyah hanya karena Kapten Alden tidak berada di atas deknya!"

   ​Clara mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara. Di balik rasa sakit yang membakar, ia memaksakan kehendak emosionalnya untuk bersinergi dengan sarung tangan Sutra Laba-laba Salju. Pendaran cahaya perak murni meledak terang benderang, memantul di atas permukaan tongkat komando elang perak miliknya.

   ​"Para prajurit! Jangan mundur satu langkah pun! Tembak dengan formasi silang tingkat dua! Hancurkan kutukan mereka!" perintah Clara tegas.

   ​"Sikat!" seru Wakil Komandan.

   ​BUM! BUM! BUM!

   ​Pertempuran darat di ambang gua meletus dengan hebat. Lima prajurit elite kapal melepaskan tembakan beruntun dari pelontar sihir perak mereka, menciptakan dinding cahaya murni yang langsung berbenturan dengan rantai sihir hitam yang dilemparkan oleh para pembunuh sekte. Serpihan es batu dan debu magis berterbangan ke udara, mengaburkan pandangan dalam radius belasan meter.

   ​Pemimpin bertopeng gagak besi itu mendengus dingin. Dengan satu gerakan cepat, tubuhnya melesat maju membelah kabut salju, mengincar langsung ke arah posisi Clara. Kecepatannya luar biasa tinggi, didorong oleh sihir manipulasi bayangan hitam yang berbahaya.

   ​"Ibu, awas!" teriak Leo.

   ​Anak sulung berusia dua belas tahun itu tidak lagi menunggu perintah. Rasa hutang budi dan rasa cinta yang mendalam kepada ibu tirinya membuat ketakutannya menguap sepenuhnya. Leo melompat ke depan Clara, mengepakkan sayap api Phoenix-nya yang kini membumbung setinggi tiga meter dengan warna jingga keemasan yang luar biasa murni dan panas murni.

   ​Leo mengayunkan tinju kecilnya ke depan, melepaskan gelombang ombak api murni yang bergolak lurus ke arah sang pemimpin musuh.

   ​"Bocah sialan!" umpat pria bertopeng gagak itu sembari menyilangkan kedua tangannya untuk membentuk perisai bayangan hitam.

   ​Benturan antara api murni Phoenix milik Leo dan sihir hitam sekte menciptakan ledakan termal yang luar biasa dahsyat. Hawa panas yang ekstrem meretakkan lantai es di sekeliling mereka, sementara tekanan energinya membuat beberapa pembunuh bayaran di belakang terlempar mundur.

   ​Meskipun kendali emosi Leo sudah jauh lebih matang berkat bimbingan Clara, perbedaan usia dan akumulasi energi sihir hitam milik pemimpin musuh tetap memberikan tekanan yang berat. Leo terdorong mundur dua langkah, napasnya mulai memburu dengan keringat yang menetes di pelipisnya.

   ​"Kekuatanmu luar biasa untuk anak seumurmu, warisan darah Alden memang merepotkan," desis pemimpin gagak besi itu sembari mengibaskan jubahnya yang sedikit terbakar. "Namun, tanpa inti sihir yang matang, kau akan segera kehabisan tenaga di dalam badai es ini!" Pria itu kembali mengangkat tangannya, mengumpulkan energi hitam yang lebih pekat untuk serangan mematikan berikutnya.

   ​Clara tidak tinggal diam melihat putranya mulai kelelahan. Ia melangkah maju, meletakkan tangan kirinya di atas pundak kecil Leo, menyalurkan seluruh ketenangan batin yang ia miliki sebagai jangkar psikologis bagi anak itu.

   Di saat yang sama, tangan kanannya yang terluka ia arahkan lurus ke depan, membiarkan sarung tangan peraknya memancarkan dinding pelindung es murni yang kokoh untuk menopang perisai api Leo.

   ​"Kita tidak bertarung sendirian di sini, Leo. Dengar itu?" bisik Clara lembut tepat di telinga putranya di tengah deru badai.

   ​Dari arah langit atas, sebuah raungan sirene mekanis yang sangat akrab terdengar membelah awan. Lambung raksasa The Sky Leviathan mendadak menukik tajam, menerobos kepungan dua kapal musuh di atas dan memposisikan moncong meriam utama sektor kanan tepat mengarah ke pelataran mulut gua.

   Wakil Komandan di atas kapal rupanya berhasil mengeksekusi taktik pengalihan arah yang luar biasa atas instruksi kode navigasi yang ditinggalkan Alden melalui Bernet.

   ​"Meriam utama... tembak!" seru Bernet melalui alat sihir komunikasinya.

   ​BLAAAM!

   ​Kilatan laser energi sihir kristal api raksasa melesat jatuh dari langit, menghantam tepat di tengah-tengah formasi sisa-sisa pasukan pembunuh bayaran The Obsidian Dawn di depan mulut gua.

   Ledakan dahsyat itu menghancurkan pertahanan mereka secara total, menciptakan kawah besar di atas daratan es dan melempar pemimpin bertopeng gagak besi itu hingga menabrak dinding tebing batu hingga pingsan dengan topeng yang retak.

   ​Asap tebal dari ledakan meriam kapal berangsur-angsur menipis, menyisakan keheningan baru yang melegakan di atas pelataran es. Jalur menuju sekoci peluncuran kapal kini telah sepenuhnya bersih dari ancaman musuh.

   ​Clara menurunkan tangannya yang gemetar, menghembuskan napas panjang yang sarat rasa syukur yang teramat sangat. Ia menatap ke arah Leo, lalu tersenyum tulus paling indah yang membuat hati putranya terasa utuh kembali.

   ​"Mari kita kembali ke kapal, Kapten Muda. Adik-adikmu sudah menunggu penawar ini," ujar Clara dengan nada suara yang kembali lembut namun penuh kemenangan.

   ​Leo mengangguk kuat-kuat, menghapus sisa air mata di sudut matanya dengan lengan bajunya, lalu menggandeng erat tangan ibunya untuk melangkah bersama menuju tali seluncur sihir yang diturunkan dari lambung The Sky Leviathan.

   ​Pelayaran darurat menuju jalur selatan demi menyembuhkan Rin dan Toby sebelum Gerhana Abadi tiba kini telah resmi memasuki fase kritis berikutnya, dan Clara telah membuktikan sekali lagi bahwa di bawah komandonya, keluarga sang Kapten Langit tidak akan pernah bisa dihancurkan oleh kegelapan mana pun.

1
Al Ranai
semangat kakkk
HaRas_DeHas: Makasih banyak Kak. Jangan lupa follow ya.
total 1 replies
Al Ranai
semangatt kakk, di tunggu kelanjutannya yaaa💪💪😁
HaRas_DeHas: Siap...
total 1 replies
Al Ranai
bagus kakkk ceritanya, semangatt kakkk😊
HaRas_DeHas: Wahhh... makasih banyak Kak sudah mampir. Alhamdulillah, saat sepi pembaca ternyata ada yang mampir dan beri komen. Jangan lupa follow akun saya ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!