Lin Fan merupakan seorang dewa yang hendak menerobos alam dunia keabadian berada. Namun dia tidak menyadari akan terjadi kecelakaan di lorong dimensi yang membuat tubuhnya terdampar di sebuah dunia yang asing.
Bagaimana Lin Fan menghadapi cobaan tersebut, dapatkah dirinya mengungkap misteri dari dunia asing tersebut?
Staytoon yah!!
Note : Ini adalah novel pertamaku yang kubuat sesuai imajinasiku sendiri, jika ada kesalahan kata, atau hal sebagainya mohon dimaafkan
Jangan lupa follow
ig : @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Untuk Pergi
Kabar mengenai kekuatan Lin Fan dan Wang Yun pun menyebar luas di seluruh kota, bahkan semua orang kini sangat menyegani keluarga Lin dan Wang karena melihat kekuatan dari Lin Fan dan istrinya.
Acara turnamen klan besar pun telah dilanjutkan tetapi banyak penonton yang pulang karena sudah tidak asik lagi terhadap turnamennya dan dipikiran mereka semua hanya Lin Fan yang bahkan berani menantang Sekte Pedang Cahaya.
Di dalam rapat keluarga Lin dan keluarga Wang, kini hadir Lin Hao, Wang Cong, Lin Fan dan Wang Yun serta beberapa tetua dari kedua sekte tersebut.
Mereka tampak membahas masalah hubungan dengan sekte Pedang Cahaya yang berkemungkinan akan menghancurkan seluruh klan Lin dan Wang.
"Nak bagaimana rencanamu selanjutnya, kami tahu bahwa kamu kuat, tetapi apakah kamu harus melawan sekte tersebut?" ucap Wang Cong kepada Lin Fan.
"Ayah mertua tenang saja, bahkan jika hanya istriku seorang yang melawan mereka, mereka semua hanya semut dimatanya, mereka bukan lawan yang dianggap serius" ucap Lin Fan santai kepada kedua patriak tersebut.
"Fan'er ini bukan waktunya bermain main nak, bahkan kami tidak bisa melihat tingkat kultivasimu yang sebenarnya berada di tingkat keberapa" ucap Lin Hao yang tidak bisa melihat kultivasi Lin Fan.
Swosh....
Aura yang sangat kuat keluar hanya beberapa detik dan menariknya kembali. Tampak yabg merasakan tekanan aura tersebut merasakan nafas mereka sangat berat selama beberapa detik.
Semua orang disana terkejut melihat aura yang dikeluarkan Lin Fan selama beberapa detik. "Nah jika kalian juga ingin tau tingkat kultivasi istriku, dia berada di sama tingkat denganku, di Tingkat pendekar dewa" ucap Lin Fan lantang kepada mereka semua.
"Apaaaa?!!!!..." semua tetua yang hadir di rapat tersebut kaget mendengar tingkat yang melegenda dan jarang orang yang berada di tingkat tersebut.
"Ayah, Ayah mertua dan semua orang pasti sudah merasakan tekanan aura yang aku keluarkan kan?, itu hanya beberapa detik saja, dan aku hanya mengeluarkan beberapa persen saja agar kalian semua dapat menahannya" ucap Lin Fan kepada semua orang tersebut.
"Nak jika kamu memang berada di tingkat itu, tetapi kenapa Yun"er juga setingkat denganmu?" tanya Wang Cong bingung. "Ayah mertua, Yun'er adalah istriku, dan aku tidak mau istriku menjadi orang yang lemah" ucap Lin Fan kepada Mertuanya.
"Fan'er aku tau, tapi.. bagaimana caranya kamu bisa sekuat ini?, dan melatih Yun'er dengan begitu singkat?" ucap Lin Hao kepada Lin Fan.
"Ayah, dari dulu aku sudah bisa berkultivasi, dan rahasiaku ini, hanya istriku yang tahu" ucap Lin Fan tersenyum hangat kepada istrinya.
"Huff anak mudaa... Kamu pasti memiliki sumber daya untuk meningkatkan kekuatanmu kan? kamu dapat darimana?" ucap Wang Cong kepada menantunya.
"Ayah!, kenapa ayah dan ayah mertua sangat ingin mengetahui rahasia suamiku, sudahlah aku mau pulang dari rapat yang tidak jelas ini" ucap Wang Yun kesal dan mengajak Lin Fan pulang. "Sayang ayo kita pulang". "Baiklah ayo kita pulang, kalau begitu aku pamit undur diri ayah, ayah mertua, dan semua orang yang hadir di rapat ini, dan kalian juga tidak perlu mengkhawatirkan masalah sekte Pedang Cahaya, jika mereka datang, aku akan membantainya" ucap Lin Fan mohon undur diri kepada mereka semua.
Semua orang hanya mengangguk dan terdiam seribu bahasa mendengar ucapan Lin Fan yang seakan akan begitu santainya terhadap situasi yang mengancam kehidupan klan Wang dan klan Lin.
Beberapa hari kemudian...
Di sebuah tempat, dimana tempat itu adalah aula utama Sekte Pedang Cahaya tampak seorang ketua sekte duduk bersama tetua lainnya. Tetapi disela sela perbincangan mereka, mereka semua dikejutkan karena melihat yang datang tanpa mengetuk pintu yang tak lain adalah Huang Lan yang kini terlihat babak belur.
Semua orang disana kaget dan bingung melihat baru kali ini tetua pertama mengalami hal yang begitu memalukan.
"Ketua sekte!, aku dari kota bintang besera para murid yang menemaniku kesana...." ucap Huang Lan menjelaskan semuanya secara rinci kepada ketua sektenya.
"Lebih baik kita hancurkan saja klan kecil itu!, aku tidak tahan dipermalukan seperti itu!, bahkan berani menolaku didepan umum kalau mereka berdua tidak tertarik memasuki sekte kita!" ucap Huang Lan yang kesal terhadap kejadian beberapa hari yang lalu.
"Benar yang dikatakan tetua pertama!, ketua sekte anda tidak boleh tinggal diam menghadapi masalah ini!" ucap salah satu tetua kemudian disetujui oleh tetua lainnya.
"Diam!, kita tidak boleh langsung mengambil keputusan!, bahkan dia tidak takut kepada sekte kita, jangan jangan ada orang yang lebih besar dibelakang mereka" ucap ketua sekte tersebut.
Mereka yang mendukung Huang Lan kemudian mendukung keputusan ketua sektenya yang tidak mengambil tindakan ceroboh.
"Ketua sekte, aku berani menjamin bahwa tidak ada orang lain di belakang mereka, bahkan aku sudah menyewa beberapa mata mata, tetapi tidak ada gerakan mencurigakan diantara keduanya" ucap Huang Lan yang tidak mau tinggal diam saja.
"Huf, cukup, keputusanku sudah bulat, aku tidak ingin melihat sekte yang sudah ribuan tahun ini dibangun hingga besar akan hancur begitu saja" ucap ketua sekte tersebut bijak dan berkepala dingin.
"Ma..mafkan hamba ketua sekte, kalau begitu hamba akan kembali ke kediamanku" ucap Huang Lan merasa putus asa tetapi masih merasa benci kepada Lin Fan dan Wang Yun.
"Baiklah, silahkan anda pergi dan obati luka luka anda, aku akan tetap memikirkan semuanya, tenang saja" ucap ketua sekte tersebut.
Di kediaman Lin Fan, kini istrinya sedang menuangkan secangkir teh kepada Lin Fan. Mereka tampak duduk bersama di dalam kamarnya.
"Sayang bagaimana rencanamu kedepannya, semua orang sudah tau bahwa kamu bukan lagi sampah, dan masalah baru pasti akan muncul" ucap Wang Yun khawatir kepada suaminya.
"Yun'er tidak perlu khawatir, mereka pasti tidak akan berani datang kesini karena mereka juga akan berpikir dua kali untuk menyerang klan Wang dan klan Lin" ucap Lin Fan kepada istrinya.
"Tapi kan, perwakilan sekte itu tampak sangat benci kepada kita, apa yang harus kita lakukan?" tanya Wang Yun.
"Sayang kenapa kamu selalu begitu cemas?, apakah malam ini kamu begitu ingin melakukan itu lagi?" ucap Lin Fan menggoda istrinya. Kini wajah istrinya memerah merona karena ucapan Lin Fan.
"Aa..aapa ti..dak," ucap Istrinya gugup memerah merona kemudian wajah Lin Fan mendekat ke arahnya dan menggendongnya pergi ke kasur.
"Hahaha kamu mengatakan tidak, tetapi didalam dirimu mengatakan iya" ucap Lin Fan mencium istrinya dan malam itu mereka pun berpadu kasih..
Keesokan harinya di kediaman keluarga Lin, tampak banyak keluarga bangsawan menengah, kecil, memberikan beberapa hadiah untuk menjalin hubungan baik kepada klan Lin, bukan hanya itu saja, klan Wang pun juga ikutan diberikan hadiah.
Lin Fan dan istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat begitu banyak hadiah yang dikirim oleh beberapa orang.
"Huff sayang, aku berencana untuk bepergian.." ucap Lin Fan kemudian di sela oleh Wang Yun. " Aku ikut!!" ucap Wang Yun cemberut.
"Haa... Siapa yang akan menjaga keluarga kita jika kita berdua meninggalkan tempat ini?" tanya Lin Fan kepada istrinya.
"Itu...", "Nah kan kamu juga takut kalau keluarga kita akan diserang oleh sekte itu kan?" ucap Lin Fan. "Dan aku juga sangat yakin dengan kemampuanmu, bahkan jika mereka bersatu, mereka tidak akan bisa mengalahkanmu" ucap Lin Fan kepada istrinya.
apakah setelah ketemu muridnya ling mey... lupa akan harta rampasannnya....?
hadech .
secara di kln besar taya si'yun mask gk tau xixiixixiix