NovelToon NovelToon
5 DUDA SOMPLAK

5 DUDA SOMPLAK

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Cintamanis / Fantasi Urban-Mafia / Tamat
Popularitas:265.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Reyhan, Hasby Nugraha, Dera, Nanda dan Baron. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama, menikah dan berstatus duda bersamaan.

Siapa sangka, di balik keceriaan dan kekonyolan mereka. Tersimpan misteri masa lalu yang rumit.

Siapa menduga, salah satu diantara mereka putra salah satu jutawan. Siapa yang mengira, salah satu diantara mereka putra seorang mafia yang di takuti dan telah membunuh salah satu ibu sahabat kelima duda tersebut.

Akankah persahabatan mereka tetap abadi hingga maut memisahkan? atau misteri masa lalu akan terkuak dan memecah belah persahabatan mereka?

Kunci dari jawaban itu semua terletak pada orang tua masing masing.

Bagaimana kisah selanjutnya yang akan mewarnai perjalanan mereka? asmara, wanita, dan pertengkaran diantara mereka akan menjadi batu sandungan persahabat kelima duda tersebut.

Semua tokoh terinspirasi dari member grup chat. Yuk ikuti kisahnya, jangan lupa vote, like dan komen ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Stupid

Tepat pukul 7:58

Reyhan lebih dulu sampai di halaman kantor. Satu menit kemudian di susul Dera berbarengan dengan Hasby dan kawan kawannya. Reyhan melepas helm lalu di berikan kepada Nur tanpa menoleh sedikitpun lalu berlari mendekati kawan kawannya.

"Ari si Aa mah kitu, suka lupa kalau sudah nggak butuh." Sungut Nur. "Awas, nggak bakalan Nur jemput lagi." Lalu Nur naik ke atas motor dan meninggalkan halaman kantor tanpa berpamitan kepada Reyhan.

"Eh itu Nur bukan?" tunjuk Dera saat motor milik Nur melintas di depan mereka.

"Iya, tadi habis nganterin gue." Sahut Reyhan.

"Ayo, ayo cepat masuk! dua menit lagi kita terlambat di ruang meeting!" seru Hasby lalu berjalan mendahului di susul yang lain menuju ruang meeting.

Tepat di depan pintu ruangan Hasby langsung membuka pintu lebar lebar lalu masuk ke dalam bersama yang lain. Langkah mereka terhenti saat melihat sosok pria tengah duduk di kursi menatap tajam ke arah mereka.

"Kau siapa?" tanya Hasby menatap penuh selidik.

"Pak Hasby, kenalkan. Pak William, pemilik teebesar perusahaan Granatama Group." Kata Resti, yang selama ini menjadi wakil William Anderson selama perusahaan itu berdiri.

"Pak William?" ucap Hasby terkejut, untuk pertama kalinya ia bertemu langsung dengan pemilik perusahaan tersebut. "Maaf pak, aku tidak mengenali Bapak." Hasby membungkukkan badan sesaat.

"Karena Pak William langsung yang akan memimpin perusahaan ini, saya mengundurkan diri. Selamat bekerja Pak!" timpal Resti lalu ia pergi meninggalkan ruangan setelah William memintanya untuk meninggalkan tempat.

"Mampus, gue pikir pemilik perusahaan ini kakek kakek," bisik Nanda di telingan Dera.

William bangkit dari kursinya, berjalan memutar dengan wajah marah. Tangannya mencengkeram berkas data perusahaan, jelas terlihat rasa tidak puas akan hasil kerja team Hasby.

"Begini cara kerja kalian, tidak becus! Nol besar."

"Maaf, Pak. Kami semua sudah berusaha sebaik mungkin. Dan menurut kami perusahaan ini sama sekali tidak ada kendala apa-apa." Jawab Hasby.

Nanda tidak terima jika usahanya dan juga tim nya di nilai kurang becus dan nol besar.. Dalam hati Nanda berucap "Enak saja tidak becus. Kamu nya saja yang bego." Sambil melirik tajam ke arah William.

Baron yang berdiri di antara Dera dan Rey, langsung spontan menyenggol Dera dan Rey saat melihat ketegangan yang terjadi di ruang kerja. "Ruangan ini suhunya kok semakin dingin." ucap Baron pelan.

Dera yang mendengar ucapan Baron, hanya bisa menarik ujung bibir nya, dan berucap. "Ssttt, jangan banyak omong, kita cukup menyimak saja dulu"

"Baron. Ini bukan waktunya bercanda." Bisik Hasby pada Baron.

"Kamu!" tunjuk Wiliam pada Hasby. "Saya sudah kasih kesempatan buat kamu, jangan sampai saya berubah pikiran!"

Wiliam melangkah mendekati Hasby, berdiri tegap dengan mata menyorot tajam.  "Kumpulkan semua informasi data warga komplek Permai Indah, semuanya!" bisiknya dengan suara mendesis tajam.

"Dalam 24 jam mulai dari sekarang, semua informasi harus ada di meja saya. Saya tidak peduli, ada banyak orang lain di luar sana yang siap menggantikan posisi kalian di sini!"

Hasby melebarkan matanya, menoleh ke arah Nanda lalu tertawa terbahak bahak di ikuti Reyhan dan yang lain ikut tertawa, mereka berpikir pimpinan mereka tengah bercanda.

"DIAM!" Seru William lantang matanya menyipit memperhatikan Hasby dan Nanda cukup lama.

"Tidak bisa!!" Protes Nanda."Tidak ada hubungan perusahaan dengan komplek, dan kami bukan mata matamu."

"Dingin, semakin dingin." Sela Baron badan nya bergetar seperti seorang yang sedang masuk angin.

"Maaf pak, apa perusahaan ini sudah beralih fungsi?" timpal Reyhan tertawa kecil menyikut lengan Baron namun kali ini, Reyhan menyikut lengan Baron yang terdapat luka kena patukan ayam jago milik Jarwo. Hingga tanpa ia bisa kendalikan lagi berteriak kesakitan.

"Wadaaaawww!!"

Spontan William terkejut, matanya melebar menatap ke arah Baron.

"Sory, sory banget." Kata Reyhan spontan menekan luka di tangan Baron.

Baron kembali berteriak memutar tubuhnya hendak memukul Reyhan.

"Sakit tau!!" sungut Baron tangannya terangkat. Namun Reyhan berjengkit kaget dan mendorong tubuh Dera hingga terhuyung dan menubruk tubuh William hingga terjungkal, tubuh Dera menimpa tubuh William. Keningnya terantuk membuat mata William menatap horor Dera.

"Deraaa!!!" pekik William.

Dera buru buru bangun dan berdiri tegap sejajar dengan teman temannya yang lain.

"Reyhan, awas kau ya." Ucap Dera mengancam.

"Sory gue kaga sengaja." Bisik Reyhan pelan.

Nanda dan Hasby mengulum senyum menundukkan kepala, matanya melirik ke arah Wiliam yang merapikan jasnya.

"Baru kali ini aku berhadapan dengan manusia stupid macam kalian." Gerutu William setengah malu.

"Maaf pak!" sahut mereka serempak.

"Ingat, saya tidak mau tahu. Kumpulkan data data warga komplek Permai Indah atau kalian saya pecat!" ancam William menunjuk ke arah Hasby dan Nanda bergantian, setelah itu ia beranjak pergi dari hadapan mereka.

1
jeonlaila141💐🥀
Mak keknya aku pengen ketawa tapi jangan marahin ya makkkk😭😭😭
jeonlaila141💐🥀
wah wah wah kenapa harus Momy aku yang bayar Reyhan sini kauuu lawan aku duluuu
jeonlaila141💐🥀
ide yang bagus reyyy 😑
jeonlaila141💐🥀
ikuttttt Tanteee, aku bosen nih di rumahh 😭😭
jeonlaila141💐🥀
aduh Mak gak jadiiii aku takut di semprot kalau Gituuu gak jadi 😭😭
jeonlaila141💐🥀
kenapa Mak patmaa,makkk kamu mau gak aku jadi menantu muu👻
Intan Ellis
Luar biasa
@yra
la suee
baru baja udah srek Ama bahasenye
top markotop dah
🐊вαⷦнͣαᷟиͧ gαͨвͧυᷟтͣ
Luar biasa
Mbah dun3
beneran somplak thoorrr ..aouto ngakak
Mbah dun3
emaknye muannteep thoor
Rahmad Fauzi
RT kelakuanya kayak begitu
jeonlaila141💐🥀: terserah author nya lah 🤭
total 2 replies
Rahmad Fauzi
kok emaknya reyhan kasar banget sama si hasby, kan dia bos nya reyhan?
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
abdan syakura
🤣🤣🤣🤣✌️💪
abdan syakura
Poor,Hasby.....
abdan syakura
wahhh....
B...
Msh muda bgt dah men'Duda'??
abdan syakura
Hayuk Thor..
Ikutan nimbrung ma Mas mas Duda
🙏🤺🏃🥰
Ika Nur
aq mau kok jadi bininya si reyhan
Ika Nur
ank perawan lagi dipingit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!