Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 (Memasak)
Sore itu kebetulan sekali Ira sudah sampai di Apartemen duluan, dengan badan yang lumayan capek Ira memutuskan untuk segera mandi sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya di sofa menunggu suaminya pulang, tak terasa Ira malah tertidur sambil memeluk bantal yang ada di sofa
Satria datang beberapa menit kemudian, senyuman Satria mengembang saat masuk melihat istrinya sudah tertidur di atas sofa dengan nyenyak, sebentar kemudian Satria mengambil selimut dan menutupi tubuh istrinya dan membelai wajah Ira dengan lembut, mencium kening kemudian meninggalkannya untuk membersihkan diri
Ira terbangun saat dirinya seperti mendengar seseorang berada di dalam kamarnya, dilihatnya sebentar kemudian tersenyum saat tau Satria sudah datang
"Yang, kamu mandi?" Tanya Ira
"Iya, sebentar lagi selesai" jawab Satria
Ira kemudian melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk memasak, dilihatnya isi kulkas dan di dapatkan bahan makanan di sana, Ira segera mengambil dan mulai memasak, Satria yang sudah selesai mandi segera keluar kamar dan mencari keberadaan istrinya, senyum lebar terlihat dari Satria saat melihat istrinya sedang memasak, dengan pelan Satria mendekat dan memeluknya dari belakang hingga membuat Ira tersentak kaget
"Astagfirullah, Yang, kaget aku" ucap Ira
"Kaget kenapa?"
"Ya kamu datang-datang main peluk gini"
"Kangen yang"
"Kan udah ketemu ini"
"Kangen ini, ini dan ini" ucap Satria mencium leher, meremas bukit kembar istrinya dan mengusap lembut sesuatu di bawah sana
PLAK
Ira langsung memukul tangan Satria yang sudah mulai menggerayang kemana-mana, Satria terkekeh dan kemudian menciumi leher istrinya gemas, sebelum melepasnya di gigit kuat leher istrinya hingga Ira memekik
"Yang, jangan ninggalin bekas di sana, aku malu!"
"Cuman satu aja, aku tambah ya"
"Jangan berani!" Ucap Ira langsung berbalik sambil melototkan matanya memberi peringatan ke Satria yang sudah kini sudah tertawa
Satria bukannya menjauh dari istrinya malah mendekat dan melu*mat lembut bibir Ira, kemudian mencium kening istrinya lagi, Satria tersenyum dan membalikkan tubuh Ira untuk memasak kembali
"Sudah, gak boleh marah, aku bantu masak yang" ucap Satria sambil membantu istrinya
"Menu malam ini tumis wortel ma jamur ini yang?" Tanya Satria
"Yap, aku campur udang ya yang?"
"Iya, tambah mantap tu" jawab Satria
Keduanya kini sudah asik memasak dan sesekali Satria menggoda istrinya, saat terdengar Adzan Magrib semua masakan selesai
"Yok sholat dulu yang" ucap Ira
"Iya, jamaah yang"
"Siap"
Setelah selesai menunaikan sholat Maghrib kini Satria dan Ira melanjutkan makan malam, Satria duduk di depan Ira sambil iseng menginjak kaki istrinya dengan lembut, Ira terkejut dan tersenyum sambil menggelengkan kepala
"Hemm, enak yang" ucap Satria
"Alhamdulillah, siapa dulu yang masak"
"Aku dong" ucap Satria sambil tertawa
"Ih, enak aja, aku juga dong"
"Iya kita deh, dah makan dulu" ucap Satria
Setelah acara makan malam keduanya kini berada di depan TV menikmati berita dan tontonan lucu di sana, Satria menarik tubuh istrinya untuk berada dalam pelukannya
"Yang, kamu sudah di telpon pak Agam?" Tanya Ira
"Iya, soal kamu yang akan diajaknya ke Kalimantan 3 hari itu kan?"
"Iya, terus?"
"Ya kamu pergi saja, toh kalian rombongan gitu perginya, aku sudah bilang oke kok Sama bos kamu"
"Iya yang"
"Sama Ronald juga?" Tanya Satria
"Iya, kita ber enam, bukannya pak Agam sudah jelaskan?" tanya Ira
"Hem, hati-hati di sana yang, ingat, Ronald dulu sempat menyukaimu, jaga jarak dalam bekerja sama"
"Siap yang, aku tau, kamu juga nih, selama aku tinggal hati-hati kerjanya, jangan terlalu dekat dengan Imelda, dia dulu mantan kamu Lo"
"Hehehe, kalau itu aku sudah tau juga, Rio sama Andre nanti ikutan bantu, udah aku omongin juga mereka kalau aku akan menghindari kontak langsung sebisa mungkin"
"Baguslah " ucap Ira
*
Imelda berada dalam kamarnya, dipandangi foto kenangan dirinya dengan Satria di masa lalu saya masih berpacaran, dalam hatinya dia sangat menyesal kenapa dulu tiba-tiba saja meninggalkan Satria
"Sat, aku masih sangat mencintaimu, kenapa hatimu sudah terikat dengan wanita lain, kau milikku, dan akan tetap seperti itu" ucap lirih Imelda
Kemudian Imelda segera menghubungi sekretaris nya untuk merencanakan kerja sama yang mengharuskan Satria ikut di dalamnya, tentu saja rencana ini sudah tersusun dengan Rapi oleh Imelda
*
Masih di depan ruang Tv, Satria memeluk istrinya, menciumi kepala Ira dan kemudian memasukkan wajahnya di lekukan leher istrinya, dihirupnya dalam-dalam bau tubuh istrinya hingga membuat tubuhnya mulai beraksi, tangan Satria menyusup masuk kedalam baju Ira dan bergerak aktif di dalam sana, senyumannya mengembang saat Ira terdiam dan mulai menikmati sentuhan tangannya
Ira merasakan tubuhnya memanas saat tangan suaminya meremas lembut bukit kembarnya, matanya terpejam merasakan sensasi hangat dan nikmat dari dalam tubuhnya, sentuhan lembut suaminya kini mulai ada yang menjalar ke area sen*sitifnya, jemari sang suami memberikan pijatan lembut berulang kali, Ira merasakan dirinya mulai basah dengan has*rat yang sudah memuncak
Perlahan Satria memasukkan jarinya dengan lembut, terdengar ******* lembut dari bibir istrinya, Satria yang masih memeluk istrinya dari belakang sambil duduk kini perlahan menarik jarinya dan membalikkan badan istrinya, kini Ira sudah berada dalam pangkuan Satria
"Enak yang, Hem?" Ucap Satria
Ira hanya menjawab dengan mengangguk dan tersenyum, kini tangan keduanya saling membuka baju satu sama lain, hingga tubuh bagian atas sama-sama polos dan ter ekspose, di remasnya kembali bukit kembar Ira oleh suaminya kemudian di hisap lembut puncaknya, Ira makin mende*sah berulangkali sambil memeluk kepala suaminya sesekali menciuminya
Tidak tinggal diam, Ira memanfaatkan kesempatan untuk menikmati tubuh suaminya dengan mencium leher, menggigitnya pelan dan tangannya bergerak lembut menyentuh dada punggung sang pusaka yang sudah mulai mengeras, Ira tersenyum kemudian beranjak dari pangkuan suaminya
"Kau ingin menikmati ini yang?" Tanya Satria yang sepertinya tau maksud dari istrinya
"Hem, aku coba ya"
Satria hanya tersenyum saat Ira mulai berjongkok dan kemudian melepaskan pakaian yang menempel di di bagian bawah tubuh Suaminya, kini sang pusaka benar-benar terpampang nyata tegak menantang, perlahan Ira meremasnya dan kemudian menciumi dan sesaat kemudian sudah berada dalam mulutnya
"Sshh, yang,Oohh" ucap Satria di dalam desa*hannya
Tak lama kegiatan itu berlangsung, Satria benar-benar sudah tidak tahan lagi, di raihnya tubuh istrinya dan membebaskan semua kain yang menempel di badannya hingga kini tubuh Ira polos tanpa apapun, Satria sedikit tidak sabar segera membalikkan tubuh istrinya berjongkok di atas sofa
"Aku masukan yang, kau siap?" Ucap Satria
"Hem, pelan yang, masih sakit" jawab Ira
Perlahan Satria memasukkan dan mendorong miliknya ke dalam milik istrinya dari belakang, sebelumnya Satria sempat melu*mat lembut milik istrinya untuk memastikan tempat milik istrinya sudah benar-benar siap di masuki olehnya
"Aah, yang!"
Teriak Ira saat merasakan ada yang keras dan besar kini sudah masuk dan memenuhi miliknya
Satria memacu gerakannya perlahan hingga kemudian cepat dan dalam, bunyi ciplakan penyatuan membuat suasana di ruang tengah itu semakin panas, desa*han dan jeritan dari keduanya mengalun bersahutan, Satria memegang pinggang istrinya untuk menahan tubuh Ira agar tertahan dari hentakan pusakanya yang makin cepat dan dalam, hingga akhirnya keduanya menjerit merasakan puncak kenikm*atan yang membuat keduanya melayang
"Yang, ini sangat nik*mat" ucap Satria sambil mengatur nafasnya dan masih menan"capkan miliknya tenang di dalam sana
"Apa kau ingin lagi yang?" Tanya Ira
"Boleh?"
Ira mengangguk dan sesaat kemudian Satria langsung mencabut miliknya yang masih tegang, sejenak Satria melihat benihnya meleleh keluar dari in*tim istrinya kemudian mengelapnya dengan tisue, kini posisinya sudah berganti Ira berada di bawah kungkungan suaminya, dan sesaat kemudian terjadilah hal yang diinginkan, sang pusaka melesak kembali dan mengguncang tubuh Ira, hingga peluh keringat bercucuran keluar dari Keduanya
Teriakan puncak gai*rah kini terdengar kembali dari keduanya, Satria segera ******* bukit kembar istrinya saat miliknya di cengkeram kuat di di dalam in*tim istrinya, setelah keduanya meledakan sesuatu bersama, Satria memeluk sambil menindih tubuh Ira, keduanya berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu agar lebih tenang
"Tiga kali yang, nambah dua kali lagi ya?" Goda Satria
"Apa!,Gak yang, istirahat dulu, capek aku"
"Hahaha" Satria tertawa melihat wajah Istrinya sedang ketakutan dalam pelukannya
(Yang baca jangan lupa ikut mengatur nafasnya ya, maafkan Author kalau ada yang merasa kepanasan, bisa di atasi dengan kipas angin, AC atau buka Kulkas dan nongkrong di depannya, hehe)
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️