NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:290.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.

"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.

Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.

Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.

Dapatkah Angga menemukan Viviane?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 30

Setelah makan siang, mereka berempat memutuskan untuk pulang. Angga pulang bersama Laura, sedangkan Viviane bersama Edwin. Kini Viviane sedang berada di dalam mobil bersama Edwin. Sejak tadi Edwin hanya diam saja. Viviane bingung harus bagaimana karena Viviane mengajak bicarapun jawabannya sangat singkat.

Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi Edwin dan Viviane sudah berhenti di basement apartemen. Namun Edwin tak juga membuka pintu mobilnya.

“mas kenapa sih daritadi diam terus?” Tanya Viviane kesal karena Edwin mengacuhkannya.

Tanpa menjawab pertanyaan Viviane, Edwin membukakan pintu untuk Viviane. Kemudian Viviane keluar dari mobil. Setelah itu dia melihat Edwin yang berjalan memutar dan masuk kembali ke dalam mobilnya. Tanpa mengucapkan sesuatu Edwin segera pergi meninggalkan Viviane yang berdiri terdiam. Viviane tidak menyangka dengan perubahan sikap Edwin. Biasanya Edwin akan mengantarnya sampai masuk ke unit apartemen. Atau kalau memang sangat sibuk dia hanya mengantar sampai basement dan berpamitan padanya. Tapi ini tidak. Edwin pergi begitu saja tanpa mengucapkan sesuatu.

“kenapa mas Edwin seperti itu?” gumam Viviane sambil menatap mobil Edwin yang semakin menjauh.

Viviane masuk ke unit apartemennya setelah itu dia menyiapkan air hangat dalam bathup untuk berendam. Setelah menuang sedikit aroma therapy Viviane melepas pakaiannya kemudian berendam.

Sedangkan Edwin pikirannya Nampak kacau. Dia tadi dapat melihat tatapan Angga pada Viviane. Tatapan yang masih menyimpan perasaan cinta. Edwin sangat takut jika Viviane akan meninggalkannya. Mengingat hubungan Viviane dengan Angga dulu yang sangat intim dan dekat sekali membuat Edwin semakin takut. Akankah Viviane tega menghianatinya.

Hari pernikahan mereka juga semakin dekat. Edwin tidak ingin hal buruk terjadi pada pernikahannya nanti. Tanpa terasa mobil yang dikendarai Edwin sudah sampai rumahnya. Pikirannya masih kacau karena memikirkan Angga dan Viviane.

“Sudah pulang Ed?” Tanya mama Edwin yang sedang duduk santai di ruang keluarga.

“Sudah Ma” jawab Edwin singkat.

“Lho Viviane mana? Kan Mama sudah berpesan padanya kalau setelah fitting baju pengantin dan foto prewedding langsung kesini. Mama akan mengajaknya membuat kue.”

Seketika Edwin teringat dengan percakapan antara Mamanya dan Viviane kemarin. Mamanya akan mengajak Viviane membuat kue dari resep baru yang Mamanya dapat dari temannya. Dan sekarang Edwin justru pulang sendiri. Namun bukan itu saja, bahkan sejak tadi menacuhkan Viviane setelah selesai makan siang bersama Laura dan Angga.

“Ed? Ditanya ko’ malah bengong sih?” Tanya Mamanya sekali lagi.

“Oh itu Ma, Viviane kecapekan. Jadi Edwin antar pulang saja. Edwin kasihan padanya.”

“Oh ya sudah kalau gitu. Lain kali saja.”

Setelah itu Edwin segera masuk ke dalam kamrnya. Dia merasa sangat bersalah telah mengacuhkan Viviane. Bahkan dia juga meninggalkan Viviane di basement tanpa mengucapkan apa pun.

Edwin mengambil ponselnya. Dia ingin segera menghubungi Viviane untuk meminta maaf. Namun hingga panggilan ke lima, tidak ada tanda-tanda Viviane mengangkat teleponnya. Edwin mencoba sekali lagi. Tapi justri ponsel Viviane tidak aktif. Edwin semakin kacau dan pikirannya tidak tenang. Kemana Viviane? Apakah dia pergi setelah ditinggalkan sendiri di basement apartemen tadi? Seketika Edwin teringat bahwa unit apartemen Viviane berada dalam satu lantai yang sama dengan Angga. Apa jangan-jangan Angga membawa kekasihnya pergi. Dengan cepat Edwin menyambar kunci mobil yang baru saja ia letakkan di atas meja. Dia segera pergi ke apartemen Viviane.

Sesampainya di basement apartemen, Edwin segera berlari menuju unit apartemen Viviane. Edwin menekan passcode dengan tergesa-gesa.

Klik

Pintu sudah terbuka. Edwin segera mencari keberadaan Viviane. Di dapur tidak ada, di ruang tengah tidak ada. Terakhir Edwin masuk kamar Viviane. Namun lagi-lagi dia tidak menemukan keberadaan Viviane. Di kamar mandi pun tidak terdengar suara gemericik orang sedang mandi. namun Edwin tetap melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk memastikan.

Ceklek

“Aaaaaaaarghhh tolong!!!” teriak Viviane terkejut.

Dia baru saja selesai berendam dan berdiri untuk membilas tubuhnya di bawah shower, namun tiba-tiba pintu kamar mandinya terbuka dan menampakkan kaki seorang pria masuk ke dalam kamar mandi.

“tolong!!!!”

“Sayang ini aku Edwin. Maaf maaf, aku akan keluar” ucap Edwin gugup yang tadi sempat melihat tubuh Viviane dalam keadaan telanjang. Namun Edwin segera membalikkan badannya. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi.

Edwin menunggu Viviane di ruang tengah. Beberapa saat kemudian Viviane sudah keluar dari kamarnya dengan wajah yang Nampak begitu segar dan harum.

“Sayang, maafin aku tadi.” Ucap Edwin memeluk tubuh Viviane.

“Apa yang sebenarnya mas pikirkan?”

“maafin aku. pikiranku tadi sangat kacau setelah makan siang tadi. Aku takut sekali.”

“takut kenapa mas?”

“aku takut Angga akan mengambil kebahagiaan kita. Aku takut Angga berhasil membuat kamu pergi meninggalkan aku.”

“apa mas tidak percaya padaku? Aku suah tidak mencintainya lagi. Kenapa mas bisa berpikiran seperti itu?”

“iya aku percaya bahwa kamu sudah tidak mencintainya. Tapi mata Angga masih menatap kamu dengan perasaan cintanya.”

Deg

Viviane tidak menyangka kalau tadi Edwin memperhatikan Angga yang terus menatapnya. Dan Edwin juga tahu kalau Angga masih mencintainya.

“mas tenang saja. Aku tidak akan pergi meninggalkan kamu.”

Akhirnya Edwin sudah kembali merasa lega setelah Viviane mampu meyakinkannya.

***

Beberapa hari berlalu. Kini waktu pernikahan Viviane dan Edwin semakin dekat. Tinggal dua hari lagi mereka melangsungkan pernikahannya. Sejak seminggu yang lalu Viviane sudah cuti dari pekerjaannya guna untuk melakukan beberapa perawatan wajah dan tubuhnya. Dan seminggu yang lalu juga kedua orang tua Viviane sudah berada di kota J. mereka tinggal sementara di apartemen Viviane.

“Anak ayah dan ibu sebentar lagi akan menikah. Pasti Ibu akan dilupakan setelah ini.” Ucap Ibu Viviane yang sedang mengelus rambut Viviane. Kini Viviane sedang tidur di pangkuan ibunya.

“Ibu jangan bilang gitu. Sampai kapanpun Vivi tidak akan melupakan Ayah dan Ibu.”

“Ayah hanya berpesan. Jadilah istri yang berbakti pada suami, patuhilah semua perintah suami kamu, dan juga jaga nama baik suami kamu. Karena itu adalah kunci dari rumah tangga bahagia.”

“Iya Ayah. Vivi akan melakukan itu semua.”

Setelah perbincangan antara Viviane dan orang tuanya, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk istirahat ke kamar masing-masing karena hari sudah malam.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. kini Viviane sedang Nampak bahagia menyambut hari pernikahannya yang dalam hitungan jam akan berlangsung. Baik Viviane maupun Edwin yang masih dalam tempat terpisah, mereka sama-sama merasakan gugup. Memang mereka sangaat bahagia, tapi rasa gugupnya tidak bisa hilang sejak tadi.

Sementara itu Angga sedang terdiam mematung di dalam kamarnya. Dia menatap undangan pernikahan Viviane dan Edwin yang kemarin diberikan oleh Laura. Sebenarnya Angga enggan sekali datang ke acara itu, namun Laura yang memaksanya untuk datang. Jadi mau tak mau Angga harus menghadiri pernikahan Viviane dan Edwin.

Ting tong

Terdengar suara bel pintu apartemennya. Angga membukakan pintu dan ternyata Laura yang datang. Laura tampil dengan sangat cantik. Namun meskipun begitu Angga sama sekali tidak tertaarik dengannya.

“sudah siap mas?”

“hmm…”

Setelah itu mereka berdua segera pergi menuju hotel dimana acara pernikahan Viviane dan Edwin berlangsung.

.

.

.

*TBC

1
ione
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thuor
Dewi Kesumawati
you have no idea what they've been through
Dewi Kesumawati
mantap👍👍
Dewi Kesumawati
angga terlalu ngasih hati sama laura😏
Sri Fauziahanwar
otw thorr
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗😍
total 1 replies
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
otewe 🏃🏃🏃🏃🏃
Bayong Jantoli
lanjut
Mping 🌸
kalo ganteng namanya cowo bu 😭🙏🏻
Mping 🌸
sabar woy, kalo lu nyari pasti dapet pasangan yang sempurna. Banyakin doa aja dulu babang, cemungut😂
Mping 🌸
haii mba, aku mampir. Semangat terus buat update novelnya, semangat! 💕
~°•●Dee_K●•°~: mksih dedek
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
yuhuu
Wong Ngapak
jejak dulu, bacanya nanti 😊
~°•●Dee_K●•°~: ok mksih👍👍
total 1 replies
Momy Haikal
masih misteri
Wien wie alkhana
,🥰🥰🥰
Yolanda Tahalea
laaah pake kasian sama ajh ngasih angin itu hadeeeeh
Emak Femes
Hu hu huh hu
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟
~°•●Dee_K●•°~: mksih💕💕
total 1 replies
👑Meylani Putri Putti
hadir thor
Destilia oki
kyagnya ada yg jodoh sama nathan.. 😁
~°•●Dee_K●•°~: benar sekali👍👍👍 benar2 ngawur😂😂😂😂
total 1 replies
Emak Femes
Semangat selalu kak Dee-K
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!