NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:449.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

THARA POV

Aku menutup pintu kamarku rapat-rapat. Ya Robb... sakit sekali rasanya. Aku terduduk lemas, kenapa seluruh dunia seakan ikut runtuh menimpa kepalaku? Bukankah ini juga yang aku inginkan? kok sekarang susah banget ikhlasnya. Padahal sebelumnya aku udah nyiapin mental.

Ah sial! air mataku kenapa mudah sekali luruh sekarang. Apa aku sudah begitu lemah? nggak! aku harus kuat. Ini demi Mas Ayaz. Aku nggak boleh egois. Biarin mereka nikah, semoga Allah selalu memberiku kekuatan menahan rasa cemburu ini.

Yah, aku gak munafik. Apalagi naif. Aku akui hanya mulutku saja yang pandai bicara ikhlas. Padahal hati aku sebenarnya nggak sepenuhnya kayak gitu. Tapi aku bisa apa? mencegah sekalipun percuma. Yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan mencoba menerima semuanya.

Aku tersentak saat tiba-tiba seseorang mendorong pintu yang kini ku sandarkan. Dan orang itu rupanya Ayaz. Aku segera menghapus air mataku. Ayaz nggak boleh sampe tahu.

"Mas mau mandi? biar Thara siapin air hangatnya." aku memalingkan wajahku. Aku yakin saat ini Ayaz sedang mencari-cari raut wajahku yang menyedihkan. Sebaiknya aku lansung kekamar mandi.

Sialnya, saat kakiku baru saja melangkah, Mas Ayaz sudah menahan tanganku. Dan perlahan menariknya hingga punggungku menyentuh tubuhnya. Tangannya memeluk tubuhku dengan erat dari belakang. Aku hanya bisa diam sembari berusaha sekuat tenaga menahan tangisku agar tidak pecah.

"Maaf... " bisiknya ditelingaku. Aku yakin saat ini Mas Ayaz juga begitu terpukul. Aku bisa merasakan cintanya. Sayangnya cinta kami harus dibagi dengan satu pihak lagi.

Aku membalik tubuhku. Menangkup pipinya dan memaksakan senyuman di wajahku.

"Semuanya akan baik-baik aja, Mas. Jangan pikirkan perasaanku. Kamu syurgaku, aku akan selalu bersamamu."

"Mas ngecewain kamu, Thara... "

"Enggak ada yang dikecewakan disini. Bukankah Thara juga ingin ini terjadi. Sudahlah... kita jalanin aja dulu."

"Percayalah Mas hanya mencintai kamu." aku terhenyak. Mas Ayaz menghirup dalam kedua telapak tanganku.

Dan sebentar lagi cintamu harus kau bagi, Mas...

"Thara percaya."

Mas Ayaz memelukku. Ya Tuhan... rasanya sesak sekali. Aku hanya bisa menyembunyikan kesedihanku didalam dekapan suamiku.

****

"Apa aku bilang! perempuan itu cuma jadi duri dalam rumah tangganya Thara dan Ayaz. Nggak nyangka sama Bu Gina. Tega banget dia gituin mantunya." suara heboh dari Mbak Mirna membuatku tiba-tiba mendekatinya. Dan bukan hanya ada Mbak Mirna. Disana sudah ada para jamaah yang lainnya. Astaga, ada apa ini?

"Mbak Mirna? ibu, ibu? ada apa ya, kok pada ngumpul disini? sebentar lagi pengajiannya dimulai loh!"

"Nah, ini dia orangnya. Jeng Thara. Dari berita yang kita denger. Emang bener, suami kamu mau nikah lagi. Sama si Fatma pula! aku dengernya aja panas langsung kupingku."

Astaga, dari mana mereka tau?

"Em, benar."

"Emang beneran kampret itu si Fatma! gak tau terimakasih. Pelakor jahanam berwujud perempuan alim. Ngeri bener jaman sekarang, ya."

"Emangnya Mbak Mirna tau dari mana?"

"Si Fatma sendiri yang barusan aja gak sengaja lewat. Terus tiba-tiba ngundang saya. Katanya sih acaranya sengaja dibuat sederhana. Gak ada pesta segala. Yang penting sah," ucap salah seorang jamaah yang seumuran Fatma.

Aku hanya bisa diam. Rupanya berita ini Fatma sendiri yang menyebarluaskannya. Sepertinya dia begitu bahagia bisa berhasil menikah dengan suamiku.

"Kamu kok mau, mau aja sih! udah dibilangin ati-ati ama itu perempuan. Pengen aku bakar rasanya itu sih pelakor!"

"Astaga... Mirna. Yang sabar kau. Orang yang mau di madu aja kayaknya gak sewot. Kenapa jadi kau yang kebakaran jenggot!"

"Sory ya Mak! aku itu paling anti sama yang namanya pelakor jahanam. Tiap kali aku denger ada pelakor, mau aku basmi langsung biar gak meresahkan. Dan sekarang liat? jeng Thara jadi korbannya. Pokoknya aku nggak mau dateng ke pernikahannya. Gak sudi aku!"

"Kau pikir dengan ketidakhadiran kau, pernikahan mereka bisa batal?! ya nggak lah. Acara akan tetap berlangsung, malah semakin lancar tanpa adanya kau dan bacotmu itu."

"Mak Muna ini sebenarnya mihak siapa sih! si pelakor? kalo gitu aku juga ndak sudi deket sama Mak Muna lagi."

"Bukannya gitu, Mirna. Inikan masalah rumah tangga mereka. Ya biarin aja, kenapa pula kau yang sewot."

"Bener Mbak. Kami punya alasan sendiri yang mengharuskan Mas Ayaz menikah dengan Fatma. Thara sendiri setuju kok." Aku kembali memaksakan senyum diwajahku. Dan perdebatan pun selesai saat ustazah khalifah sudah datang.

Kami Melangsungkan rutinitas kami seperti biasanya.

****

"Thara... bagusan hena warna putih apa maron?" suara Fatma membuatku menatapnya. Lalu beralih pada sebuah hena yang akan dipasangkan ditangannya.

Sejenak, aku kembali merasakan ketidakrelaan itu. Tapi secepatnya aku sadar bahwa aku akan segera terbiasa. Pernikahan Fatma juga sengaja dipercepat. Entahlah apa tujuan di balik semua ini. Mereka bahkan tidak menyia-nyiakan waktu barang sedikitpun. Mama sendiri kini sedang sibuk menyiapkan busana yang akan dikenakan oleh Fatma.

"Warna putih cocok buat kamu."

"Kalo gitu Fatma pilih yang Maron aja."

"Apa?" aku menatapnya bingung. Dia yang menyuruhku memilih. Dia juga yang menentukan pilihan sendiri. Kalau begitu untuk apa bertanya padaku?

"Soalnya Fatma gak mau satu selera dengan kamu. Biar Mas Ayaz bisa bedain antara Fatma dan Thara itu sangat jauh berbeda."

Dia tersenyum senang. Dan aku hanya menatapnya datar. Entah apa arti dari senyuman itu. Jujur, aku nggak suka. Kesannya terlalu mengejek.

"Fatma, ini kebaya Mama dulu pas nikah sama Almarhum Papanya Ayaz. Sekarang Mama warisin ke kamu. Coba kamu pakek."

Ya Allah...

Apa lagi ini. Aku iri dengan kasih sayang Mama pada Fatma. Apa nggak bisa sedikit aja Mama membaginya denganku. Aku juga menantunya...

Terlalu banyak kesedihan membuat tubuhku terasa lemas. Entah karena lelahnya batinku, atau memang kurangnya semangat hidupku. Rasanya terlalu lemah sekali untuk beranjak sedikit saja. Padahal mata ini sudah nggak sanggup lagi melihat pemandangan yang cukup menamparku.

Kayaknya pas hari H pernikahan Mas Ayaz. Aku nggak usah hadir aja. Demi kebaikan fisik dan mentalku. Tapi aku harus kemana?

"Makasih ya Ma. Ini bagus banget. Cuman agak longgar aja sama Fatma. Tapi nggak papa kok, Fatma suka!" Fatma langsung mencobanya. Lalu memamerkannya padaku. "Thara, beneran bagus kan? Fatma pasti cantik nanti pas akad."

Aku menipiskan bibirku. Lalu mengangguk seolah setuju dengan ucapannya. Huh, terserahlah dia mau bilang apa! Lama-lama aku muak liat sikap Fatma yang kayak gini. Seolah sengaja manas-manasin aku.

"Kamu mau kemana?"

"Thara mau istirahat, Ma. Capek."

Aku nggak bohong sama Mama. Aku beneran capek. Badanku rasanya udah lemes banget. Entahlah, aku sendiri gak tau. Mungkin karena batinku terlalu lelah ngadepin kejadian setiap harinya yang cukup mengguncang mentalku. Yang aku inginkan sekarang hanyalah tidur.

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
kalea rizuky
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!