NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:562.6k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Sekertaris atau Kekasih

Devi POV.

Sudah tiga hari berlalu sejak aku makan siang bersama dengan Arnold .

Setelah makan siang bersama Arnold saat itu , Aku menyadari kalau Tuhan itu memang adil , ternyata bukan hanya Aku seorang yang merasakan sakit hati .

Dari kisah Arnold dan Angel aku mengingat ungkapan bahwa apa yang kau tabur maka  itu yang akan kau tuai .

Sejak saat itu aku memilih untuk berhenti menghindari Arnold. Tapi bukan berarti Aku dengan mudahnya kembali memberikan hatiku padanya .

Arnold kembali pada sikapnya saat pertama kali kami bertemu, menjadi Pria menyenangkan dan penuh perhatian .

" Selamat Pagi semuanya ", sapaku pada suster eva dan perawat lainnya yang hari ini bertugas di poliklinik bedah .

" Pagi Dok .... " jawab mereka bersamaan .

" Dokter Devi ", panggil suster Eva .

" Hari ini anda ada dua jadwal operasi . Pagi Operasi Nyonya Grace dan Sore operasi Tuan Malik . Anda juga memiliki 5 janji temu dengan  Pasien rawat jalan pada siangnya  ", Suster Eva memberitahu jadwalku hari ini .

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku mendengar ucapan suster Eva .

Saat sampai didepan ruanganku suster Eva kembali menghentikan langkahku,

" dan juga Dok, seorang wanita bernama Dasha sedang menunggu Anda di ruangan sejak tadi ", lanjut suster Eva .

" Mau apa sekertaris Arnold menemuiku. Apa soal Nanny yah ? " batinku .

Arnold sudah menjelaskan padaku perihal hubungannya dengan Dasha yang hanya sebatas Bos dan Sekertaris .

Ku buka pintu ruanganku, Dasha terlihat menoleh ke arah pintu memastikan kehadiranku .

" Dasha ... maaf membuatmu menunggu. Aku tidak tahu kalau punya janji pagi ini, makanya aku datang lebih lama ", ucapku dengan nada menyesal . Kulihat tatapan permusuhan dari Dasha . Aura dingin terasa di ruanganku saat ini .

" Tak masalah , namun Aku harap ini pertama dan terakhir aku menemui untuk membahas masalah ini ", balasnya .

Aku duduk dikursi kebesaranku dan meminta Dasha duduk kembali pada kursi di hadapanku dengan isyarat tangan .

" Jadi ada apa  ? " tanyaku .

" Aku tahu kamu adalah salah satu mantan kekasih Arnold . Ku harap kamu tidak menyesal dengan keputusanmu beberapa tahun lalu untuk meninggalkannya. Dan jangan harap kini kamu bisa kembali padanya dengan mudah ", ucap Dasha tanpa basa basi .

" Maksudmu ? " tanyaku yang mulai bingung .

" Aku tahu kamu mengerti maksudku . Aku tidak akan membiarkanmu merebut Arnold dariku apalagi setelah yang kamu lakukan padanya . Aku mencintai Arnold, begitu juga Arnold Ia mencintaiku . Sampai kamu kembali hadir di kehidupan Arnold hubungan kami menjauh. Arnold merasa bertanggung jawab atas masa lalu kalian . ", ucap Dasha kini terlihat menahan amarah .

" Memangnya aku telah berbuat apa pada Arnold  ? Apakah kamu tahu apa yang terjadi antara Aku dan Arnold dahulu  ? " , Aku membalas ucapannya yang terkesan menyalahkanku .

" Terpuruk dan frustasinya Arnold setelah Ia ditinggalkan olehmu sudah menjelaskan apa yang kamu lakukan hanyalah membuatnya tersakiti ", jawab Dasha .

" Aku sudah menemani Arnold selama satu tahun terakhir. Aku yakin Ia juga mencintaiku. Jadi ku harap kamu jangan mendekatinya lagi ."

Aku merasa Dasha tidak tahu apa-apa dan malah memojokkanku. Membuatku menjadi orang yang berbuat kesalahan dan seolah-olah kini aku yang berniat menggoda Arnold kembali .

" Syukurlah kalau akhirnya Arnold bisa mencintai wanita lain lagi " , Aku mengatakannya dengan nada meremehkan. Aku tidak terima dengan tuduhan Dasha .

" Dan juga Nona Dasha, sebaiknya anda mencari tahu dulu dengan benar tentang masa lalu orang yang Anda cintai.   Dan juga jika anda percaya diri bahwa Arnold mencintai Anda, seharusnya anda tidak perlu hawatir seperti ini ",

" Pekerjaanku banyak . Aku tidak punya cukup waktu untuk mendekati pria duluan . Jadi kuharap kamu mebahas hal ini pada Arnold. Minta dia berhenti untuk mendekatiku . Minta dia berhenti untuk memohon agar bisa kembali padaku. Bisa ? "

Kulihat wajah Dasha memerah menahan amarahnya.

Dasha adalah wanita cantik dan dari penampilannya terlihat berkelas.

Namun sayang , Ia menjatuhkan wibawanya dengan bersikap seperti ini. Mendatangi dan meminta wanita lain menjauhi kekasihmu adalah hal yang menurutku tidak baik untuk dilakukan. Harusnya dia membicarakan saja dengan Arnold tentang hubungan mereka berdua  .

" Awas saja jika aku tahu kamu mendekati Arnold kembali. Kamu belum tahu aku siapa dan apa yang akan kulakukan ", ancamnya kini .

Aku berusaha tak terpancing emosi,

" Silahkan anda keluar dari ruanganku kalau anda hanya ingin berbicara omong kosong. Aku tidak pernah sama sekali mendekati Arnold terlebih dahulu. Namun melihatmu memohon bahkan sampai mengancam seperti ini aku akan memenuhi permintaanmu . Aku akan mrnjauhi Arnold lagi . ", ucapku dengan nada mengasihani Dasha.

Dasha lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan ruanganku .

" huuufffttt... kenapa selalu ada wanita lain diantara aku dan arnold. Sepertinya ada baiknya jika aku kembali menghindarinya saja ", batinku .

Saat ini aku dan beberapa tim dokter baru saja menyelesaikan operasi bypass jantung Nanny .

Akupun menjelaskan keberhasilan operasi yang kami langsungkan pada keluarga yang menunggui Nanny .

Disana Daddy, mommy, arnold , juga ada Dasha yang selalu saja menempeli Arnold .

Setelah itu Aku pamit keruanganku pada mereka , namun Arnold mengikuti dan mencegahku.

" Dev , mengapa sejak pagi kamu tidak balas pesanku? " tanyanya .

" Maaf aku sibuk ", jawabku singkat .

" Baiklah , kalau begitu siang nanti ikut Aku ke cafe Willi yah. Kita makan siang disana saja. Mereka pasti senang bertemu denganmu ", ajaknya kini .

" Maaf aku tak bisa ", Aku menolak ajakannya.

Kulihat dahi Arnold berkerut, mungkin Ia bingung dengan sikap dinginku yang tiba-tiba padanya.

" Arnold ", terdengar suara lembut Dasha memanggil .

Kami berdua menoleh ke arah sumber suara .

" Jika tidak ada lagi aku permisi. Sebaiknya kamu mengajak Dasha saja untuk makan siang denganmu. Bersikap baiklah pada sekertarismu. Eh.... maksudku pada kekasihmu ", ucapku lalu pergi meninggalkan Arnold yang terpaku .

" Mungkin Ia terkejut aku mengetahui hubungannya yang sebenarnya dengan Dasha ", batinku saat menoleh kembali dan melihat Arnold masih berdiri terpaku di tempatnya .

Aku sudah bertekad " Kali ini aku tidak akan mudah terbujuk dengan rayuannya . "

Sudah beberapa hari ini aku menghindari Arnold.

Aku memilih untuk memeriksa kondisi Nanny di saat kuperkirakan Arnold tak ada disana.

Pesan-pesan darinya lebih banyak kuabaikan.

Saat ia mencoba menemui di ruanganku dirumah sakit, Aku meminta Suster Eva mengatakan aku tidak ada  atau aku sedang sibuk memeriksa pasien .

Bersyukurlah Arnold sepertinya masih enggan untuk menemuiku di rumah.

Ku dengar dari Mama, dulu beberapa kali Arnold datang mencariku namun Ia selalu diminta pergi oleh Papa. Dan kalau sedang tidak beruntung saat Ia bertemu dengan abang Devan, pasti Ia akan pulang dengan membawa hadiah bogeman di wajah tampannya .

Saat aku sedang bersantai dibalkon kamarku membaca buku kedokteran yang baru saja ku beli , ponselku berdering. Kulihat dilayarnya nampak nomor telepon dari rumah sakit yang menghubungiku .

" Malam Dok.. maaf mengganggu. Pasien anda atas nama Nyonya Grace merasa tidak enak badan pasca operasi . Bisakah anda datang  memeriksanya Dok ? ", ucap si penelepon .

" Apa dokter jaga sudah memeriksanya ? Bagaimana hasilnya ? " tanyaku .

" Belum dok. Keluarga pasien meminta anda yang langsung memeriksa ", jawabnya  .

" Baiklah aku kesana sekarang ", Aku lalu memutus sambungan teleponnya.

Segera kuganti piyamaku. Aku memilih memakai dress turtleneck berlengan panjang. Lalu kukendarai mobilku menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan aku berdoa semoga Nanny baik-baik saja  , karena tiga hari semenjak nanny operasi tidak ada tanda-tanda adanya komplikasi .

Setelah beberapa menit berkendara, aku tiba di rumah sakit. Aku langsung saja menuju ruang rawat Nanny. Perawat yang berjaga disana segera mengikutiku.

" sus... boleh aku meminta tolong kamu mengambil stetoskop. Aku lupa membawanya ", perintahku dan perawat itupun segera berbalik kembali ke ruangan perawat .

Kubuka pintu ruang rawat Nanny. Kulihat lampu sebagian besar sudah dimatikan.

Aku melangkah dengan pelan  dan hati-hati. Aku tak ingin membangunkan Nanny.

Saat berada di samping bangkar Nanny , ku lihat Nanny sedang tertidur . Ia terlihat baik-baik saja. Tak ada tanda-tanda Ia sedang merasakan sakit atau apapun .

Aku dikejutkan dengan seseorang yang memelukku dari belakang.

Aku coba melepas tangan itu, namun tetap berusaha tenang agar Nanny tidak terbangun .

" hei... tenanglah.. ini Aku Arnold. Ku mohon biarkan seperti ini dulu aku sangat merindukanmu", bisiknya padaku .

Namun aku tetap saja memberontak.

Setelah pelukannya terlepas , aku mendorong Arnold menjauh dan akan bergegas pergi dari sana.

Namun aku kalah cepat dari arnold. Sebelum aku berhasil keluar Ia dengan sigap mengunci pintu dari dalam dan mengantongi kuncinya .

" kemarikan kuncinya. Jangan bercanda ini tidak lucu ", ucapku ketus.

" tidak akan ku biarkan kamu pergi sebelum memberitahu apa kesalahanku ."

" kesalahan apa ? Kamu tidak salah ", jawabku singkat.

Aku dan arnold  berbicara sepelan mungkin agar tak membangunkan Nanny .

" lalu mengapa kamu menghindariku ? " tanyanya kini .

" Aku tidak menghindarimu. Aku hanya bersikap yang sebagai mana mestinya seorang wanita bersikap pada kekasih orang ", jawabku.

" Kekasih lagi.... yang jadi kekasih orang itu siapa sebenarnya . Aku ? " tanyanya terlihat frustasi .

" Mau siapa lagi  ? Memangnya ada orang lain diruangan ini "

" Aku tidak memiliki kekasih. Aku tidak akan bohong lagi padamu. Satu-satunya yang kuinginkan hanya dirimu ", ucapnya terdengar putus asa .

" terserah apa katamu. Aku tak mau dibohongi lagi ", ucapku.

" aku tak membohongimu . Aku berani bersumpah ."

Tak ada tanda-tanda kebohongan dari tatapan mata Arnold .

" Aku akan membuktikan ucapanku. Tapi kumohon ikutlah bersamaku besok malam. Max memberikan pesta kejutan ulang tahun pernikahan pada Chelsea. Aku yakin mereka akan senang bertemu denganmu . Apalagi Chlesea, dia sangat merindukanmu . "

" Maaf aku tak bisa ", ucapku singkat menolak ajakan Arnold.

" Kumohon ikutlah bersamaku ", pintanya sekali lagi.

Aku tak begeming.

" Baiklah. Akan kubuktikan kalau aku tak membohongimu dan tak akan lagi ", ucapnya.

Ia mengeluarkan kunci yang tadi Ia simpan lalu membukanya.

" Ayo kuantar kamu pulang. Sudah larut malam ."

" Tak perlu. Jagalah Nanny. Aku membawa mobil. Aku akan pulang sendiri ", aku Pamit lalu pergi meninggalkan Arnold juga perawat yang memegang stetoskop dan terlihat bingung sedang  berdiri di depan ruang rawat Nanny .

Saat diperjalan pulang pikiranku dipenuhi dengan Arnold. Arnold terus saja membantah jika Ia mencintai wanita lain.

" Sepertinya akan sulit menghindarinya. Dilihat dari matanya, sepertinya Arnold tak tampak sedang berbohong ", batinku .

" Jadi Dasha itu sekertaris atau kekasih Arnold ? " aku  bertanya-tanya pada diriku sendiri .

.

.

.

.

.

. "Ketika semuanya tampak bertentangan dengan mu, ingatlah bahwa pesawat lepas landas melawan angin, bukan terbang dengan angin." - Henry Ford

.

.

.

.

.

To be continue.

Tinggalkan jejak like dan komentar yah readers ......

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!