NovelToon NovelToon
BAGAI MUSAFIR

BAGAI MUSAFIR

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.8k
Nilai: 3
Nama Author: Gubahan Z

tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...

teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai sekolah

Dibawah luasnya langit bewarna biru serta berhiaskan awan seputih salju, percikan air hujan masih menetes disalah satu ranting pohon tua, bahkan jalanan yang masih berlubang pun dipenuhi oleh genangan air seperti habis diguyur hujan, yang mana tempat berjalannya ketiga bocah penuh keceriaan dan canda tawa, karena hari ini hari pertama mereka masuk sekolah. tidak lain dan tidak bukan, ketiga bocah itu adalah zimi, Rinto dan Bono.

Mereka bertiga selalu terlihat kompak meskipun terkadang selalu meributkan hal-hal yang terlihat sepele, dan itu selalu membuat para santriawan lainnya resah akan perlakuan mereka yang berada diluar batas kemampuan manusia normal.

Berbagai hukuman kecil hingga yang terberat telah disiapkan oleh para senior ketika mereka ketahuan melakukan kesalahan yang melanggar semua aturan. Diantaranya dilarang merokok sebelum umur 18+, dilarang membuang sampah sembarangan didalam kamar apalagi di kamar mandi, tidak boleh berpacaran ataupun saling mengirimkan surat asmara secara diam-diam apalagi secara terang-terangan, setelah sholat shubuh tidak diperbolehkan untuk tidur kembali kedalam kamar. Karena jika tidak dipatuhi, maka hukumannya ialah membersihkan kloset toilet, membersihkan kandang ayam, memotong rumput menggunakan silet, bahkan di botak secara paksa.

.

.

.

Terlihat gerbang sekolah mulai ditutup santai dan perlahan oleh satpam, sementara ketiga bocah itu masih berjalan tinggal 50 kaki lagi untuk sampai ke sana. Bahkan bunyi bel sekolah terdengar beberapa kali, sebagai peringatan bagi siswa/i untuk segera memasuki kelas sesuai peraturan, namun tidak untuk ketiga bocah itu. Mereka tak sedikitpun mempedulikan peringatan dan malah berbicara seolah-olah sekolah ini milik nenek moyang mereka sendiri. "Dahlah gue kan anak baru disekolah, biasanya kan semua guru juga suka ngemaklum murid baru datangnya telat saat hari pertama!" kata Zim sambil menyombongkan diri.

Beberapa menit kemudian.

Bocah itu terlihat kompak mengendap-endap berusaha masuk kedalam kelas melalui celah-celah jalan sempit yang berada dibelakang sekolah, yakni warung kantin mang Mamat, tempat para siswa/i saat jam istirahat. Meski suasananya aman-aman saja tak ada satu pun guru ataupun murid yg melihat, namun tidak dengan alam. Karenanya awan hitam semakin menjadi-jadi, bahkan hujan deras pun turun setelahnya dengan sangat lebat, sontak hal itu mengagetkan Zim yang terlanjur basah kuyup membasahi seluruh pakaian ketiga bocah itu yang berubah bernasib malang.

"Argh, sial kita kena azab."

"Lebih baik kita buru-buru saja masuk ke kelas!" usul Rinto ada benarnya.

•Di sekolah masuk ruangan kelas

"Assalamualaikum," sapa mereka bertiga kompak dari luar kelas sambil mengetuk pintu secara bersamaan, sehingga terdengar kebisingan akibat ulah mereka.

"Wa'alaikumsalam" Bu guru menjawab dari dalam seraya membukakan pintu cepat. "Eh anak-anak kamu abis kehujanan?"

Udah tau nanya lagi..." keluh Zim.

"Silahkan masuk!" ajak ibu guru.

"duh kayanya gak dulu aja deh bu,

soalnya saya lagi gak mood nih buat masuk kelas, coba aja liat sekarang pakaian saya basah, kotor lagi. Kaya bukan murid baik dan teladan disekolah ini aja, kan kalo diliat orang jadi gengsi, kaya bukan gue banget gitu."

"Jadi kamu mau ngapain duduk diluar?" tanya Bu guru heran disusul oleh kening luasnya seperti lapangan voly yang terlihat kusut ikut berkerut.

"Shopping dong Bu, beli baju, piks deh Bu, jangan sampe sekolah kita dipermalukan sama sekolah lain," jelas Zim masih mencoba berdalih dalam kebohongan.

"Oh, gitu ya.

Ya udah deh, ibu kasih waktu kamu shopping selama 30 menit, jika tidak kembali dalam waktu 30 menit, terpaksa ibu harus menghukum kalian bertiga dengan suka rela!" pungkas Bu guru memberikan izin meski dalam kurun waktu 30 menit. Mungkin terdengar konyol, tapi memang seperti itu lah peraturan sekolah selalu terdengar aneh, padahal guru dan kepala sekolahnya yang paling sering melanggar banyak sekali aturan, bahkan guru sendiri yang membuat peraturan itu sesuka hati.

1
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Moh Rusno
lanjuuuuut
Qirana
Lanjut Lagi
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Qirana
Keren Thor 💕💕💕💕💕💕
Qirana
7in1
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dania
Hahaha, ngakak deh bang Ke
Dania
Author ga di gc lagi ya
Dirimu tak pernah nongol saat itu
Dania
Nyusul dukungan
dirimu kemana Thor
syafakhaira
ayolah lanjut, masa udah tamat sih 🤔 blm kan , maaf blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
syafakhaira
udah tamat ya, aku blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
Off dulu 3 hari
like harian datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung
my angels🤟
ceritanya kayak anjing
my angels🤟
aq kangen bgt ma km bee
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
aku mampir kk.... ceritanya bagus
pemimpi
Namanya kok gitu banget othor ...

Bank ke 🤣🤣🤣
Babyba
semangat kakkk
Andremardi
sangat mnyntuh..
nickname
like🔥✌️✌️✌️
αιиυи мαя∂ιαн
ceritanya bagus ba. tapi kenapa gak dilanjutkan seperti planning yang sempat aba bilang sebelumnya🤣🚴🚴
syafakhaira
jaharaaaa masa cwek itu beban 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!