NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.4 -Pembalasan pertama Lilian

Setelah mengantarkan sarapan untuk Damian, Lilian kembali ke dalam kamarnya yang sempit. Badannya terasa pegal-pegal karena sejak subuh sudah harus bekerja mengurus mansion seluas lapangan bola ini.

"Rebahan dulu lah, capek banget..." gumam Lilian sambil merebahkan tubuhnya ke kasur.

Di dunia nyata dulu, jam segini biasanya Lilian sibuk kerja paruh waktu di kafe, disambung pekerjaan lain, lalu baru menyentuh laptopnya saat malam hari buat mengetik novel. Sekarang di dunia novel pun ia masih harus memeras keringat.

TRING!

Layar transparan Sistem 303 mendadak muncul tepat di atas wajah Lilian, mengejutkannya.

"Hei, Host! Kenapa malah malas-malasan? Cepat ikuti Damian! Ini baju penyamaran mu," omel suara Sistem. Sebuah kotak hadiah berkilau mendadak jatuh di atas kasur, berisi satu set pakaian kasual serba hitam yang simpel tapi terlihat sangat elegan.

"Astaga... capek tahu!" keluh Lilian sambil memeluk bantal.

"Ya sudah, kalau malas, bonus tiga puluh jutanya aku tarik lagi ya?" balas Sistem santai.

"Eh! Jangan dong! Iya, iya, ini gue bangun!" seru Lilian panik. Uang tiga puluh juta di rekeningnya tidak boleh melayang begitu saja.

Sistem kemudian memberi tahu Lilian bahwa Damian pergi ke kampus dengan jalan kaki karena Gavin melarang pelayan mansion mengantarnya memakai mobil. Namun, Sistem membocorkan bahwa ada sepeda motor matic di garasi belakang yang biasa digunakan untuk operasional pelayan.

"Astaga, sengsara banget hidup kamu, Damian... Beruntung gue jago naik motor," gumam Lilian sambil bergegas mengganti pakaiannya dengan setelan hitam dari Toko Sistem.

"Ya salah kamu sendiri, nulis novel kok bikin sengsara pemeran utamanya?" cemooh suara Sistem di dalam kepalanya, membuat Lilian mendengus kesal.

Setelah siap dan rapi, Lilian berjalan keluar kamar dengan santai.

"Kamu mau ke mana, Li?" tanya Maya yang kebetulan lewat membawa tumpukan pakaian kotor.

"Mau keluar sebentar beli keperluan, May. Mau ikut?" tawar Lilian.

"Enggak deh, makasih. Tapi kalau sempat, aku nitip jajanan ya!" balas Maya sambil tersenyum.

"Oke sip!"

Lilian segera menuju garasi belakang dan menghidupkan mesin motor matic milik kediaman Laurent. "Oke! Mari kita bantu Tuan Muda!" serunya penuh semangat sambil menarik gas.

Beberapa ratus meter dari area kompleks mansion Laurent yang megah, Lilian melihat sosok jangkung Damian yang berjalan sendirian di pinggir jalan. Kemeja pudarnya tampak basah oleh keringat yang mengucur deras di bawah terik matahari pagi.

Lilian menepi dan memelankan laju motornya. "Tuan Muda! Ayo naik, aku antar!" pekik Lilian menyapa.

Damian menghentikan langkahnya, menatap Lilian dengan kening berkerut. "Kamu? Nggak usah, Lilian. Nanti kalau Bibi Nola atau Gavin tahu, kamu bisa dimarahi."

"Halah, cuek aja! Ayo naik, nanti kamu terlambat masuk kelas!" paksa Lilian sambil menepuk jok belakang motornya.

Damian ragu sejenak, namun melihat jam di tangannya yang sudah mepet, ia akhirnya mengangguk. Damian naik ke jok belakang dengan canggung, hanya berani memegang besi pembatas di belakang motor agar tidak terlalu dekat dengan Lilian.

"Pegangan yang kuat, Tuan Muda! Kita ngebut!" seru Lilian.

Motor matic itu melaju membelah jalanan Kota Lunaria hingga akhirnya tiba di gerbang megah Universitas Lunaria. Bangunan kampus berarsitektur Eropa klasik itu dipenuhi oleh mobil-mobil mewah milik para mahasiswa dari kalangan elit.

Lilian menghentikan motornya di area parkir yang agak tersembunyi. Damian turun sambil merapikan kemejanya.

"Terima kasih, Lilian," ucap Damian pelan. Ada rasa hangat yang tak biasa di dadanya saat menatap pelayan mudanya itu.

"Sama-sama! Aku bakal pantau kamu dari jauh, jadi kalau ada apa-apa, tenang aja ya," balas Lilian sambil mengacungkan jempolnya.

Damian baru saja melangkah menuju gedung fakultas ekonomi ketika tiga orang mahasiswa berpakaian mahal mendadak menghadang jalannya. Di depan mereka, berdiri Gavin Laurent dengan senyum culasnya, didampingi dua temannya, Leo, Kai dan Nathan.

"Wah, wah... liat siapa yang datang. Si gembel mansion akhirnya sampai juga," cibir Leo sambil menyilangkan dada.

Gavin melangkah mendekat, menatap Damian dengan pandangan merendahkan. "Damian, tugas kelompok yang aku suruh kerjakan semalam mana? Jangan bilang kamu belum bikin?"

Damian mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Kamu nggak pernah nyuruh aku bikin tugas kelompok, Gavin."

"Oh, berani membantah ya?" sela Nathan sambil tersenyum licik. Ia sengaja memegang segelas es kopi berukuran besar di tangannya. "Biar otak kamu agak dingin dan ingat tugas kamu, nih!"

Nathan bersiap menyiramkan es kopi pekat itu tepat ke wajah dan baju Damian di depan puluhan mahasiswa lain yang mulai berkumpul menonton.

Damian memejamkan matanya, pasrah akan dipermalukan lagi seperti biasa.

Namun...

SET!

Sebelum cairan hitam itu menyiram Damian, sebuah tangan berbalut jaket hitam dengan cepat menepis tangan Nathan, membuat gelas es kopi itu berbalik dan...

CYURRR!

Kopi dingin penuh es batu itu menyiram habis wajah dan baju putih milik Gavin!

"AAAKHH! PANAS—EH, DINGIN! BAJU GUE!" jerit Gavin histeris saat cairan cokelat pekat mengotori baju mewahnya.

Suasana koridor kampus seketika heboh. Semua mahasiswa melongo kaget.

Lilian berdiri tegak di depan Damian sambil menyilangkan tangan di dada dan tersenyum puas.

"Ups, maaf ya! Tanganku mendadak tergelincir!" ucap Lilian dengan nada polos yang dibuat-buat.

TRING!

[Misi Berhasil! Anda berhasil menggagalkan perundungan Gavin di kampus!]

[Hadiah Misi: Rp 15.000.000 telah ditambahkan ke rekening Anda!]

Damian membelalakkan matanya menatap Lilian dari belakang. Untuk kedua kalinya, pelayan muda ini pasang badan di depannya!

"Berani kalian ganggu dia lagi, gue hajar lo semua!" seru Lilian tegas, lalu tanpa ragu menarik tangan Damian untuk menerobos kerumunan dan masuk ke dalam gedung fakultas.

"Lo... kurang ajar!" pekik Gavin dengan wajah merah padam sambil mengepalkan tangannya rapat-rapat, mengacuhkan tatapan dan bisik-bisik mahasiswa lain di koridor.

Dari lantai atas koridor, Clara Vance dan gengnya memperhatikan keributan itu dari kejauhan.

"Clara, lo nggak nolongin tunangan lo?" tanya Chloe sambil melipat tangan di dada.

Clara menatap Gavin yang sibuk mengelap baju kotornya dengan pandangan malas dan jijik. "Ngapain? Bikin kotor tangan aja. Udah, yuk pergi," ajak Clara dingin, lalu berbalik arah.

Padahal sebenarnya, Clara berniat ikut mem-bully Damian pagi ini. Jujur di dalam hatinya, Clara sebenarnya lebih menyukai Damian secara personal. Namun, bagi Clara yang berambisi tinggi, masa depan dan harta jauh lebih penting. Gavin jauh lebih menjanjikan karena merupakan anak kesayangan keluarga Laurent walau hanya status anak angkat, sangat berbanding terbalik dengan Damian yang disia-siakan.

'Lihat saja nanti, Damian... kalau kamu tetap gembel kayak gini, jangan harap aku mau lirik kamu lagi,' batin Clara sinis sebelum melangkah pergi bersama Chloe dan Sienna.

Bersambung ...

1
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kang bakso'y yang ganteng ya Kak., buat vitamin mata

🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!