NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:678
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUMBAL DI KOLAM DARAH

​Uap amis darah menguar pekat di dalam ruang bawah tanah Balai Kota Lembah Berdarah. Di atas kolam darah yang menggelegak, wujud raksasa Tengkorak Darah berkepala tiga melayang di udara, memancarkan racun darah dan tekanan jiwa setara praktisi ranah Core Formation Puncak.

​Tengkorak Darah ini adalah wujud penjaga otomatis yang ditempatkan oleh Sekte Iblis Langit Merah.

​Fasilitas rahasia bawah tanah ini memang sengaja tidak dijaga oleh ratusan tetua atau formasi penangkal tingkat tinggi yang mencolok. Bagi para petinggi Sekte Iblis, memasang penjagaan berlebihan di balai kota hanya akan memancing kecurigaan pihak luar dan merusak keseimbangan formasi penyerapan jiwa yang tersembunyi di bawah tanah. Bagi mereka, isolasi kedap suara yang tebal dan keberadaan Tengkorak Darah Penjaga ini sudah lebih dari cukup untuk melumat siapa pun penceroboh lokal biasa yang tidak sengaja menemukan tempat ini.

​Mereka sama sekali tidak pernah membayangkan, bahwa sosok yang melangkah masuk malam ini bukanlah penceroboh biasa—melainkan Sang Pembawa Kiamat yang telah memusnahkan Tiga Sekte Besar di Benua Lama dan membelah lautan!

​"Grrrraaaagh!"

​Tengkorak Darah berkepala tiga itu meraung keras tanpa suara melintasi udara! Tiga pasang matanya yang berwarna hijau menyala mengunci Ryu Jin dan Tuan Putri Yuan Xuefei.

​"Pendekar Jin... Awas!" jerit Yuan Xuefei dengan suara gemetar hebat. Tubuh sang putri kaku menempel di dinding batu, napasnya tersengal-sengal di bawah tekanan aura Core Formation Puncak yang menindas dadanya.

​Ryu Jin tidak bergerak dari posisinya. Wajahnya yang berbalut zirah pengawal kota tetap tenang tanpa emosi.

​Sambil tetap mengawasi pergerakan Tengkorak Darah yang meluncur turun dari udara, Ryu Jin melangkah mendekati barisan sangkar kristal di tepi kolam. Tujuannya sangat jelas: ia mengincar lima sangkar kristal yang berada di barisan paling luar—sangkar-sangkar yang terisi oleh anak-anak kecil yang baru saja dimasukkan dalam hitungan jam terakhir.

​Di dalam salah satu sangkar kristal tersebut, terbaring bocah laki-laki berusia delapan tahun bernama Xiao Ming—anak yang ditangisi oleh ibunya di alun-alun kota tadi malam. Saluran energi murni anak-anak ini masih murni dan belum terkikis permanen oleh jarum-jarum spiritual formasi.

​WUUUSH!

​Tengkorak Darah meluncur deras dengan rahang terbuka lebar, membawa kabut racun merah membara untuk melahap kepala Ryu Jin!

​Tepat saat rahang monster itu berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya, Ryu Jin merentangkan dua jari tangan kanannya secara acuh tak acuh.

​TAP.

​Ujung jari Ryu Jin menempel tepat di dahi bagian tengah Tengkorak Darah tersebut.

​Tidak ada benturan keras, tidak ada ledakan cahaya yang menggelegar, dan tidak ada gelombang angin yang merusak lantai batu.

​Namun, dari balik dada kiri Ryu Jin—tempat Pedang Tulang Hitam terlelap—seumpit kecil aura kematian murni merembes keluar menembus ujung jarinya. Aura hitam yang teramat dingin itu merayap masuk ke dalam struktur pembentuk Tengkorak Darah.

​GZZZZZZ!

​Mata hijau menyala milik Tengkorak Darah mendadak bergetar hebat dalam ketakutan yang tak terbayangkan! Sebelum monster itu sempat mengeluarkan raungan penderitaan, seluruh wujud raksasanya yang terbentuk dari cairan darah dan Inti Jiwa seketika membeku menjadi serpihan es kehitaman, lalu menguap menjadi abu halus yang hilang ditiup angin.

​Hanya dengan satu sentuhan ringan tanpa mencabut pedang di dadanya, entitas penjaga ranah Core Formation Puncak musnah secara mutlak tanpa suara!

​Yuan Xuefei yang menyaksikan adegan itu melotot lebar dengan mulut ternganga. Rasa terkejut yang teramat sangat melumpuhkan pikirannya. Seorang penjaga raksasa yang sanggup meremukkan seluruh pengawal kota dalam sekejap... hancur menjadi debu hanya oleh sentuhan jari pemuda ini?

​Ryu Jin tidak membuang waktu untuk menikmati kekaguman sang putri. Ia mengalihkan perhatiannya sepenuhnya pada lima sangkar kristal di hadapannya.

​Memotong atau merusak sangkar kristal secara kasar menggunakan tebasan pedang akan langsung memutus aliran energi formasi bawah tanah secara mendadak, yang mana akan memicu reaksi peledak otomatis di seluruh benua.

​Ryu Jin menempelkan telapak tangannya ke dinding sangkar kristal pertama.

​SSSTTT.

​Dengan kontrol energi yang teramat presisi dan halus, Ryu Jin menyuntikkan jarum aura tipis untuk memotong saluran penyerap di leher anak-anak tersebut satu per satu. Dalam hitungan detik, jarum-jarum spiritual yang menancap di leher Xiao Ming dan empat anak lainnya terputus rapat tanpa mengganggu alur transmisi energi utama formasi.

​KLIK!

​Tutup kelima sangkar kristal itu terbuka secara bersamaan.

​"Bawa anak-anak ini ke atas tangga," kata Ryu Jin datar, mengangkat tubuh Xiao Ming yang pingsan lalu menyerahkannya ke dalam dekapan Yuan Xuefei.

​Yuan Xuefei yang masih gemetar segera mendekap bocah kecil itu. Rasa duka, marah, dan kesadaran akan kekejaman ayahnya sendiri membakar dadanya. Dengan air mata yang terus mengalir, sang putri membantu memeluk dan mengumpulkan empat anak kecil lainnya, membimbing serta menggendong mereka satu per satu menuju sudut tangga yang lebih aman dari paparan hawa racun kolam darah.

​"Xiao Ming... kalian akan selamat..." rintih Yuan Xuefei dengan suara bergetar, mengusap dahi bocah kecil yang terkulai lemah di pelukannya.

​Tepat pada saat Ryu Jin selesai memisahkan saluran energi lima anak tersebut, suara tawa sinis dan kaku mendadak bergema dari lorong atas.

​TAP! TAP! TAP!

​Langkah kaki yang berat bergetar menyusuri tangga batu. Sesosok pria tua berjubah merah gelap dengan ukiran tengkorak emas melangkah turun dengan pandangan menyipit tajam.

​Dialah Tetua Pengelola Gong—seorang ahli ranah Nascent Soul Awal dari Sekte Iblis Langit Merah yang bertanggung jawab mengawasi operasional fasilitas bawah tanah Lembah Berdarah!

​Di belakang Tetua Gong, melangkah puluhan prajurit berzirah darah dengan senjata terhunus.

​Tetua Gong menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan yang mendadak sepi tanpa keberadaan Tengkorak Darah Penjaga, lalu tatapannya tertahan pada sosok Yuan Xuefei yang sedang memeluk anak-anak kecil di sudut tangga.

​"Oho... ternyata Tuan Putri Yuan Xuefei," kata Tetua Gong dengan tawa dingin yang menyeringai. "Aku curiga kenapa ada gejolak energi kecil di kolam darah... ternyata sang putri cantik balai kota sedang bermain-main di tempat rahasia ini."

​Yuan Xuefei berdiri dengan tubuh gemetar, menyembunyikan anak-anak di belakang punggungnya. "Tetua Gong! Beraninya kalian menyembunyikan monster dan menumbalkan anak-anak kota ini di bawah balai kota?!"

​"Menumbalkan?" Tetua Gong tertawa terbahak-bahak, suara tawanya memantul di dinding-dinding batu yang berbau amis. "Gadis kecil yang dungu... kau pikir dari mana kemakmuran, kedamaian, dan batu spiritual yang dinikmati ayahmu selama belasan tahun ini berasal?! Kota ini hanyalah wadah! Dan anak-anak ini adalah harga murah untuk kejayaan Sekte Iblis Langit Merah!"

​Pandangan Tetua Gong kemudian beralih ke arah Ryu Jin yang berdiri tenang di tepi kolam darah dengan zirah pengawal kota yang kusam.

​Di mata Tetua Gong, Ryu Jin tak lebih dari seorang pengawal kota baru yang direkrut melalui turnamen—seorang pemuda kelas bawah di ranah Qi Condensation yang kebetulan ikut terseret oleh kebodohan Tuan Putri.

​"Dan kau... pengawal kecil yang malang," kata Tetua Gong seraya melangkah makin mendekat, memancarkan aura tekanan ranah Nascent Soul yang membuat udara di sekitar ruangan bergetar hebat. "Kau pikir dengan sedikit keberuntungan di panggung turnamen, kau bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan putri dan anak-anak ini? Sungguh kebodohan yang menyedihkan."

​Tetua Gong mengibaskan tangannya, memberi isyarat kepada puluhan prajurit berzirah darah untuk mengepung Ryu Jin.

​"Gubernur Yuan sudah tidak berguna jika putrinya sendiri berkhianat seperti ini," kata Tetua Gong dengan wajah gila dan penuh kesombongan. "Malam ini, bukan cuma anak-anak ini... tapi kau, pengawal kecil ini, dan Tuan Putri Xuefei sendiri akan kulempar masuk ke dalam Kolam Darah sebagai tumbal tambahan!"

​Arogansi Tetua Gong bergema di seluruh ruangan bawah tanah. Bagi sang tetua sekte, ia adalah penguasa mutlak yang memegang kendali atas hidup dan mati orang-orang di balai kota ini.

​Ia sama sekali tidak menyadari... bahwa sosok yang sedang dihina dan diremehkannya itu adalah bencana sejati yang sedang berdiri di atas jantung fasilitas mereka.

​Ryu Jin tidak membalas ancaman Tetua Gong. Ia bahkan tidak memandang puluhan prajurit berzirah darah yang mengepungnya dengan senjata terhunus.

​Ryu Jin perlahan-lahan memutarkan tubuhnya, menghadap langsung ke arah Tetua Gong.

​Bibir Ryu Jin terangkat tipis, mengukir sebuah senyuman—senyuman yang teramat dingin, asing, dan memancarkan keputusasaan yang sanggup meremukkan jiwa siapa pun yang menatapnya.

​"Kau bicara terlalu banyak untuk seorang penjagal kandang," kata Ryu Jin datar. Suaranya tidak keras, namun anehnya sanggup menghentikan seluruh gejolak energi Nascent Soul milik Tetua Gong di udara secara seketika.

​GZZZZZZ!

​Di dalam rongga dada kiri Ryu Jin, tujuh ukiran mata merah pada sarung Pedang Tulang Hitam terbangun sepenuhnya dari lelapnya. Gelombang hawa kematian yang tak terukur besarnya berdenyut halus, siap merobek seluruh jaringan rahasia Sekte Iblis Langit Merah dari dalam!

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!