NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bekerja

kedatangan Olivia di cafe senja menjadi warna baru, suaranya yang merdu, menyanyikan lagu melankolis membuat pengunjung semakin merasa terhibur.

beberapa orang meminta Olivia menyanyikan lagu yang mereka inginkan, dan tak sedikit juga yang memberi uang tips untuk Olivia.

Olivia kembali melantunkan lagu request salah satu pengunjung. sebelum menyanyikan lagu, pengunjung cafe itu meminta untuk membacakan kata-kata untuk melamar kekasihnya.

"lagu ini di khususkan untuk mbak nurmala dan mas agung, lagu dari Pasya ungu

..."berakhir sudah pencarian cinta ku"...

...*******...

aku akan menjagamu ku kan setia kepadamu

...Ku kan slalu disisimu seumur hidupku...

"malam ini... maukah kau nurmala menjadi pendamping hidupku?" Olivia membacakan secarik kertas pemberian agung untuk melamar kekasihnya itu

Seketika suara riuh tepuk tangan dan teriakan Teriama terima terima

Dari para pengunjung yang lain. cafe senja semakin riuh

Olivia kembali menyanyikan lagu demi lagu sampai cafe senja tutup.

"kamu membawa suasa baru di sini vi" ujar kakok

"semoga seperti ini terus ya mas" ucap Olivia sambil menghitung uang tips yang dia dapat dari pengunjung

"mas ini... mas kakok aja yang bagi ya" Olivia menyerahkan uang itu kepada kakok

Olivia bersiap untuk pulang

"via... ndak salah pilih aku menerimamu disini" dimas menghampiri Olivia yang sendang berkemas

"terimakasih mas"

"bagaimana? cocok dengan teman home band?"

"cocok mas" jawab salah satu anggota home band

"aku tanya Olivia, ndan nanya kamu" canda dimas

"vi... ini untuk kamu" kakok memberi beberapa lembar uang kepadanya

"banyak sekali mas. terimakasih ya"

"semakin rame semakin banyak tipsnya vi" ujar kakok

"via. kamu pulang sama siapa?" tanya dimas

"aku naik ojek online mas"

"malam-malam gini? emangnya ada?"

"mungkin ada. tapi mungkin juga agak lama"

"bareng aku aja vi.. rumahmu di mana to?" tanya kakok

"njagir mas"

"kalau jagir satu arah sama aku vi" ucap dimas

"jangan mas, masak aku bareng sama bos"

"ndak pa-pa.. santai aja. satu arah juga kan"

Mely melihat Olivia dengan tatapan sinis, menurutnya kini dia memiliki saingan baru.

malam itu Olivia pulang di antar dimas

"turun di depan saja mas"

"masuknya jauh apa ndak?"

"ndak mas... terimakasih ya mas dimas" ucap Olivia turun dari mobil dimas

"Sama-sama vi.. sampai ketemu besok ya"

pukul 02.30 Olivia menyusuri gang masuk ke tempat kosnya. surabaya kota Metropolitan, tengah malam seperti itu jalan nasib ramai dengan kegiatan warga sekitar baik yang sibuk beronda, bermain catur sampai hanya nongkrong sambil bermain musik

Didalam hati Olivia dia takut untuk pulang seorang diri di tengah malam seperti itu

"baru pulang kerja apa dari pulang main dek?" sapa bapak-bapak yang tengah duduk di depan rumahnya

"pulang kerja pak" jawab Olivia singkat

"walaupun pulang malam ya ndak takut, lha wong di tunggu buyut e"

Samar Olivia mendengar ucapan bapak tua itu, ketika Olivia hendak bertanya lagi. pak tua itu sudah masuk ke dalam rumahnya

"buyut?" bulu kuduk Olivia berdiri

*****

Keesokan harinya

besok sudah malam jumat kliwon

"mas dimas, besok saya ambil libur ya mas"

"kamu baru satu hari lho vi... kok sudah mau libur?"

"tapi saya harus libur mas"

"ndak bisa vi... minggu depan baru bisa ambil libur"

Olivia berfikir besok Malam jum'at kliwon, dia harus melaksanakan ritual seperti yang di sampaikan nek marni.

malam itu Olivia menyanyi sangat bagus, seperti hari kemarin.

"vi... makan" ujang menyodorkan semangkuk bakso

"wah enak ni mas, malam-malam makan bakso panas"

"ini bakso paling enak disini"

"bumbunya mana? sambel, kecap... " Olivia mengaduk bakso pemberian ujang.

"bumbunya bumbu cinta... " rayu ujang

"apaan sih mas ujang ini" Olivia menikmati makanannya di sela istirahat

"vi... "

"hmmm.. apa?"

"kamu sudah punya pacar?"

"huk... huk... " Olivia tersedak

"pelan-pelan vi.. minum.. " ujang menyodorkan segelas air

"kamu sih mas... ada orang makan di ajak bicara"

"maaf vi... "

Olivia meneguk habis air putih itu.

"sudah ndak kesedak lagi?"

"tadi nanya apa? pacar?"

"iya.. kamu sudah punya pacar?"

"waduhhh yang lagi mojok... " suara dimas tiba-tiba mengagetkan Olivia dan ujang

"bakso mas... hehe.. tapi sudah habis"

"kamu itu vi... tinggal mangkoknya aja kamu kasihkan ke aku"

"mas dimas sih datangnya telat"

"eh.. jang. kalau pas Mely nyanyi kok ndak serame waktu via yang nyanyi ya" ucap dimas sambil mengamati Mely dari jauh

"iya mas... Mely agak jutek. trus kurang humble ke pengunjung"

"dulu padahal bagus lho. semakin kesini kok lain ya"

"mas ujang makasih lho ya.. waktunya perfom lagi" Olivia pergi meninggalkan ujang dan dimas

"via sudah punya pacar apa belum ya mas?" tanya ujang

"lha kok tanya aku, kenapa ndak tanya langsung ke orangnya"

"tadi aku sudah nanya, pas mau di jawab eh mas dimas datang"

"owww... ya maap"

"mas dimas" sapa Mely genit

"capek? haus?" ucap dimas

"iya mas.. gerah... "

"jang, ambilkan air minum untuk Mely" perintah dimas

"bagus ya suaranya Olivia Mel"

mely hanya berdehem menanggapi pertanyaan dimas. Mely melihat cemburu ke arah Olivia

"ini Mel... " ujang menyodorkan sebotol air mineral "Mel... hallo.... " ujang melambaikan tangannya kewajah Mely

"makasih" ujar Mely datar menatap Olivia di atas panggung kecil cafe itu

"mbak, bisa ketemu dengan pemilik cafe ini" seorang perempuan mendatangi meja kasir cafe senja

"bisa mbak. tunggu di sini sebentar ya" ucap dewi

"mas dimas"

"iya wi... ada apa?"

"ada yang mau ketemu dengan mas dimas. itu di kasir" ucap dewi sambil melihat perempuan yang berdiri di depan meja kasir

"selamat malam" sapa dimas

"selamat malam, perkenalkan nama saya widuri" ucap widuri mengulurkan tangannya dan di sambut oleh dimas

"saya dimas. salam kenal. maaf sebelumnya mbak cari saya?"

"saya mencari pemilik cafe ini"

"iya saya. maaf mbak widuri ada kepentingan apa?"

"apa tamu tidak di persilahkan duduk?"

"oh... maaf maaf... disilahkan duduk" dimas mengajak tamunya itu untuk duduk

"mas dimas, saya tertarik dengan pengisi suara di cafe ini"

"oh ya? siapa? Mely? atau Olivia?"

"yang lagi perfom itu siapa namanya?"

"Olivia... namanya Olivia"

"namanya sebagus dengan suaranya"

"jika saya boleh tau, mbak widuri tertarik dengan Olivia ini bagaimana ya maksudnya?"

"saya ingin mengajak Olivia bekerja sama di EO saya"

"EO?"

"ya EO saya... kebetulan saya membutuhkan satu penyanyi untuk acara seperti di pernikahan, atau mengisi di acara besar lainnya"

"kalau untuk itu nanti bisa langsung di tanyakan ke Olivia ya mbk, kita tunggu sampai perfom dia selesai"

widuri mengangguk

"Olivia mempunyai kontrak di cafe ini, kalau dia keluar harus membayar sesuai yang di sepakati di perjanjian kontrak kerja"

"oh... begitu? Kira-kira berapa pinalti yang harus di bayar?" ucap widuri antusias

"wey wey... tunggu dulu mbk. kita tunggu Olivia dulu ya. setelah itu kita bisa membuat kesepakatan"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!