NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Mafia

Mengandung Benih Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Action
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah Lifah

Bagi Amanda Millen, patah hati terburuknya bukanlah saat melihat tunangannya berselingkuh di depan mata. Patah hati itu hanyalah awal mula dari sebuah bencana yang jauh lebih gelap. Dalam pelariannya mencari pelampiasan di kelab malam paling terlarang di kota, Amanda melakukan satu kesalahan fatal: ia menampar pria yang salah.
​Pria itu bukan mantan kekasihnya yang brengsek. Pria itu adalah Aldebaran Hendrick.
​Pemimpin The Iron Crown, klan mafia paling kejam, berdarah dingin, dan tak tersentuh oleh hukum mana pun. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol dan keputusasaan, Amanda menyerahkan dirinya pada sang iblis. Pagi harinya, ia terbangun sendirian dalam kehampaan, hanya ditemani memori kabur, sebuah kartu platinum tanpa limit, dan cincin berkepala tengkorak yang dingin di atas bantal.
​Lima tahun berlalu. Amanda mengubur malam gila itu dalam-dalam, menganggapnya sebagai musibah yang tak akan pernah terulang. Ia membangun hidup baru, menyembunyikan Lily—buah dari benih sang penguasa ke

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah Lifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Waktu bergulir tanpa ampun, menyeret Amanda kembali ke dalam rutinitas monoton yang menyesakkan dada. Setelah insiden memuakkan di sekolah Lily tempo hari, kantor seolah menjadi satu-satunya tempat pelarian yang rasional untuk menyibukkan pikiran. Namun, di tengah tumpukan dokumen dan sekat kubikel abu-abu yang membosankan, sebuah anomali muncul minggu ini.

Alan.

Pria itu adalah karyawan baru di departemen pemasaran, tapi pesonanya dalam sekejap telah membius seisi lantai. Dengan rambut cokelat gelap yang disisir rapi, kemeja oxford yang melekat sempurna di tubuh proporsionalnya, serta senyum yang selalu menghiasi wajah, Alan adalah perwujudan dari rekan kerja idaman. Dia ramah, sangat sopan, dan luar biasa royal. Hampir setiap pagi ia membawakan sekotak piza atau donat mahal untuk divisi, atau menawarkan bantuan saat orang lain kewalahan.

Dan entah bagaimana, pusat dari segala kebaikan hati pria itu selalu bermuara pada Amanda.

"Kulihat kau bahkan belum menyentuh makan siangmu, Amanda."

Suara bariton yang lembut itu menyentak Amanda dari ketikan cepatnya di layar monitor. Ia mendongak, mendapati Alan bersandar santai di sisi kubikelnya. Pria itu menyodorkan segelas Caramel Macchiato hangat dan sebuah kotak sandwich berlogo kafe eksklusif dari seberang jalan. Aroma kopi pekat bercampur karamel manis seketika mengusir bau apak kertas dari udara di sekitar mereka.

"Ya Tuhan, Alan," Amanda menghela napas, sebuah senyum lelah namun tulus terbit di bibirnya. Ia menerima gelas kertas itu, membiarkan kehangatannya meresap ke telapak tangannya yang sedingin es. "Kau tidak perlu repot-repot membelikan ini. Aku akan mengganti uangmu, sungguh."

"Simpan saja uangmu, Amanda. Aku tidak menerima penolakan," kekeh Alan pelan, menarik kursi kosong di dekat sana dan duduk berhadapan dengannya. "Anggap saja ini sogokan agar kau mau mengajariku cara menyusun laporan akhir bulan nanti. Kau tahu kan, aku masih anak baru yang butuh banyak bimbingan."

Amanda tertawa pelan, beban yang sedari tadi bersarang di pundaknya terasa sedikit terangkat. "Tentu saja. Kau terlalu baik, Alan."

"Tidak, Amanda. Aku hanya... tahu persis bagaimana cara menjaga sesuatu yang sangat berharga," balas Alan pelan. Suaranya merendah, nyaris selembut beludru, namun entah mengapa angin dingin seolah berembus menyapu tengkuk Amanda saat mendengarnya.

Amanda menatap mata pria itu sejenak, mencari sesuatu di sana, tapi ia hanya menemukan pantulan senyum hangat dan kacamata baca berbingkai tipis yang tampak sangat tidak berbahaya.

Namun, di balik lensa kacamata itu, Alan—sang penguasa The Dragon Black—tengah menatap mangsanya dengan insting predator yang tajam. Ia mengamati lekuk leher Amanda yang pucat, memperhitungkan betapa mudahnya ia bisa mematahkan tulang rapuh itu hanya dengan satu putaran tangan. Senyum di bibir Alan sama sekali tidak mencapai matanya yang sehitam jelaga.

Bagi Amanda, Alan adalah pria kantoran baik hati yang menyelamatkan hari buruknya. Namun bagi Alan, wanita di hadapannya ini hanyalah sebuah kunci. Pion cantik yang akan ia patahkan sayapnya untuk menghancurkan kewarasan Aldebaran Hendrick hingga ke akar.

Kelemahan sang Raja Iblis ternyata sangat rapuh, batin Alan, senyumnya semakin lebar melihat Amanda menyesap kopinya tanpa sedikit pun rasa curiga.

Perangkap telah terpasang dengan sempurna. Benang laba-laba perlahan melilit korban yang tidak menyadari bahwa kehangatan yang ia rasakan saat ini, hanyalah awal dari kegelapan yang siap menelannya hidup-hidup. Tinggal menunggu satu momen yang tepat untuk mencabut wanita ini dari kehidupannya yang damai.

1
Ita Putri
ah elah Thor ....masak sad ending kebangetan deh si author 😭
kholifah Montes: izin🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ita Putri
ya ampun gk kebayang berapa sadis siksaan Aldebaran buat Anastasya
Ita Putri
ya ampun Thor
kejam banget
kenapa Lily yg harus pergi😭
kholifah Montes: kak sebenarnya aku juga nggak tega tapi gimana ya🤭
total 1 replies
Ita Putri
karyamu selalu seru thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!