NovelToon NovelToon
AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Dosen / Anak Genius
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: Sara Zefa

Anaxa Daemyn Elrad, seorang mahasiswa psikologi, mulai menerima amplop cokelat berisi laporan penelitian yang menggambarkan kehidupan, kebiasaan, bahkan perilaku pribadinya secara terperinci.

Awalnya dia menganggapnya sebagai kebetulan. Namun, semakin banyak laporan yang muncul, semakin sulit baginya menyangkal satu kenyataan: seseorang sedang mengamati dirinya.

Di balik kehidupan kampus yang tampak biasa, tersembunyi sebuah proyek penelitian bernama EVA-213.

Siapa yang mengawasinya? Apa tujuan penelitian tersebut? Dan sejak kapan hidup Anaxa bukan lagi sepenuhnya miliknya?

Bagaimana jika seluruh hidupmu ternyata hanyalah data bagi seseorang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sara Zefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TO-DO LIST MISTERIUS

Dia memang benar-benar diawasi. Bahkan sampai ke rutinitasnya.

Setor pakaian kotor ke laundry tiap minggu

"... " Anaxa berdiam diri. Kengerian yang tadi seakan surut setelah dia memikirkan sesuatu yang lain. 'Ini ancaman yang neror setiap hari atau semacam to do lits yang belum ku selesai kan?" Tawa canggung keluar dari mulut Anaxa.

Alih-alih menaruh laporan itu di meja, Anaxa malah menempel selembar laporan itu di permukaan lemari es. Anaxa menggaruk belakang kepalanya dengan canggung, kemudian menoleh ke tumpukan baju kotor yang belum sempat dia masukkan ke tas baju kotor. Sambil bergumam, Anaxa mencoba merapihkan pakaian kotornya. "Sebenarnya apa maksud dari laporan misterius tadi? Atau sengaja dibuat sebagai to do list sehari-hari?

Anaxa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia bingung total!

Setelah beres menyortir pakaian kotor ke tas laundry, Anaxa pergi ke laundry langganan nya. Tapi di kepala Anaxa masih bermunculan banyak spekulasi aneh.

Anaxa melangkah ke lantai dasar. Untungnya kos Anaxa punya fasilitas laundry meskipun terhitung unit kos tua. Pikirnya, "Tak apalah menginap di tempat seperti ini. Lebih hemat. Hantu cuma takhayul."

Dan tak lama kemudian Anaxa sampai di unit laundry nya. Menimbang pakaian kotor. Memilih paket ekspres. Hendak mengeluarkan dompet untuk membayar, namun pergerakan nya terhenti akibat pertanyaan dari owner laundry nya. "Mas, minggu lalu hampir lupa ambil juga ya."

Anaxa langsung berpikir. "Dia tahu jadwal ku?"

Jantungnya kembali berdebar cepat. Tatapan Anaxa langsung beralih ke mas mas penjaga laundry tersebut. Seolah-olah mencari sesuatu barangkali emosi yang mencurigakan.

Tidak ada

Pemilik laundry tersebut malah sibuk melipat pakaian pelanggan lain

"Mas?"

Suara itu membuyarkan lamunan. "Ya? Oh... Bapak ingat saya gak?"

Pemilik laundry itu tertawa kecil. "Lho, ya ingat lah. Wong tiap minggu ke sini."

".... "

"Biasanya hari Sabtu sore setor. Terus seminggu kemudian diambil. Minggu kemarin telat sehari. Saya sampai nyimpenin bajunya takut ketuker."

Anaxa hanya mengangguk pelan.

"Oh..."

Rupanya...

Masuk akal..

Masuk akal sekali.

Terlalu masuk akal.

Anaxa mengeluarkan dompetnya untuk membayar. "Berapaan pak?"

"Seperti biasa kok nak" ucap bapak itu sembari menberikan nota laundry. "Besok udah bisa diambil." Bapak itu menambahkan

Anaxa menerima nota laundry, mengucapkan terimakasih pelan, lalu berjalan keluar.

Namun baru beberapa langkah...

Matanya kembali tertuju pada secarik kertas nota di tangannya.

Nama pelanggan : Anaxa Daemyn Elrad.

Frekuensi : Member Mingguan.

"..."

"Berarti..."

"Semua rutinitasku memang tercatat."

Hembusan angin sore menerpa wajahnya.

Untuk pertama kalinya...

Anaxa sadar sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada kamera.

Manusia tidak perlu menguntitmu jika kehidupanmu sudah meninggalkan jejaknya sendiri.

Anaxa segera melipat nota laundry lalu memasukkannya ke dompet. Langkah nya semakin lelah dan gontai akibat beban pikiran di kepala "Aku diawasi. Selalu diawasi. Semua rutinitas ku diketahui"

Tidak hanya Laundry

Jam masuk kerja

Jam membeli kopi

Jam tidur

Jam bangun

Semua rutinitas itu sebenarnya meninggal jejak yang dia tidak pernah sadari sejak kapan!

Sesampainya di kamar, dia langsung membuka laptop. Kantong laundry nya tergeletak lemas di atas lantai.

Bukan untuk membenarkan data kantor

Bukan untuk esai penelitian

Jemari-jemari kurus Anaxa mengetik lincah di laptop: Cara menemukan kamera tersembunyi di kamar

Enter

Puluhan artikel langsung bermunculan

Lalu...

Cara mendeteksi alat penyadap

Enter.

Kemudian..

Apakah kamera CCTV bisa mengenali wajah? 

Enter

Semakin banyak dia membaca. Semakin banyak kemungkinan yang muncul di kepala nya. Sampai akhirnya layar laptop dipenuhi belasan tapi yang  bertumpuk.

Anaxa menyandarkan tubuhnya ke kursi. Memejamkan sejenak matanya. Dia kelelahan.

"Oke... "

Anaxa menghela nafas panjang

"Aku akan  pindah"

"Bukan untuk sekarang"

"Kalau memang ada seseorang yang mengawasi ku... "

Tatapannya kemudian beralih ke dua amplop coklat di atas meja "Aku ingin tahu siapa. "

Untuk pertama kalinya, rasa takutnya berubah menjadi rasa ingin tahu.

Dan itu... Jauh lebih berbahaya.

Karena setelah hari itu, setiap kali Anaxa kembali mendapatkan amplop coklat tadi, dia malah menyambutnya dan tersenyum. Dia benar-benar memposisikan amplop coklat tersebut sebagai bahan to do list atau bahan refleksi hariannya. Misal:

HARI 105

Subjek bangun lebih awal daripada biasa

Menghabiskan beberapa waktu untuk mengobrol dengan barista kedai kopi

Subjek mengambil laundry tepat waktu

Subjek ketiduran pukul 3:57 dini hari

Anaxa hanya terkekeh saja melihat nya. Laporan penelitian yang semula membawa terror ke dirinya, malah beralih fungsi menjadi panjangan kulkas.

Sedikit gengsi, Anaxa merasa lumayan terbantu karena orang misterius tersebut. Dia jadi tak perlu melakukan sesi refleksi malam dan semua kesalahannya langsung tertera di laporan tersebut. Menyeramkan namun juga praktis! Anaxa hanya tersenyum lemah menghadapi kenyataan yang dia tak kira bisa seperti ini.

"Oke, amplop ajaib. Apalagi yang kau tulis di dalam sana? " Ucap Anaxa setelah selesai mandi di pagi hari itu dan ingin ngopi sejenak.

Amplop coklat itu dibawa masuk kedalam. Membuka lem perekat amplop nya, mengeluarkan selembar kertas, dan membacanya

HARI 108

Subjek membeli kopi seperti biasa

Subjek kembali menyetor baju kotor

Subjek melakukan part time dengan lebih fokus

Tinggal beberapa minggu saat subjek berkenalan dengan dosen baru

Alis Anaxa sedikit mengernyit bingung? "Dosen baru? Hah? Apakah semuanya ada sangkut pautnya di permainan licik ini?

Mau tak mau, berkat rasa penasaran nya, Anaxa membuka laptopnya dan mencari-cari informasi tentang dosen baru yang akan mengajarnya.

Tak perlu waktu lama, kemudian Anaxa menemukannya. "Ketemu! "

Anaxa menekan profile dari dosen tersebut. Namanya AGLAEA ELTHERIS. Dosen Psikologi Klinis dan Teori Kognitif Lanjutan

Anaxa sempat terpukau oleh gelar dosennya. Namun Anaxa juga mengakui bahwa dia terpukau oleh wajah cantik dosennya. Sama sekali tidak terlihat tua meskipun sudah berusia 33 tahun. Tampak elegan.

Waktu berlalu. Dan kemudian Anaxa baru tersadar setelah menatap profile dosennya seperti itu. Anaxa langsung menggeleng-nggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya kuat. "Dasar idiot! Bisa-bisanya suka sama dosen sendiri? Payah payah payah!"

Seperti itulah erangan Anaxa.

21 tahun hidup jomblo, membuat jantungnya langsung berdebar panas dan wajah memerah ketika dihadapkan oleh perempuan secantik tadi. Anaxa masih wajar walaupun banyak sekali wanita yang tak bisa membuatnya berbunga-bunga seperti tadi.

Namun, euforia tersebut seakan surut. Anaxa kembali mengingat sebuah tulisan di laporan tentang dirinya.

Bahkan pertemuan pertamanya dengan dosen itu seakan akan sudah direncanakan?

Anaxa menjadi kalut. Dia benar-benar bingung. Apakah dia harus bertindak biasa menghadapi perkara ini atau bertindak sebaliknya?

Dan apakah... Aglaea Eltheris tadi... Juga termasuk ke seseorang yang turut memperhatikan nya juga selama beberapa hari ini? Anaxa meneguk ludah. Dia sama sekali tidak tahu jawabannya. Dan mungkin... Anaxa juga harus mencari tahu semua hal yang berkaitan dengan amplop coklat itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!