NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

•••

Dalam perjalanan pulang menuju apartemennya, Giselle terbayang akan kejadian kemarin malam saat seorang pria menolongnya dari tindakan tak senonoh yang Jevan lakukan.

Sekelebat bayangan saat dia menabrak bahu seorang pria tadi siang pun ikut muncul dipikirannya.

Giselle menggelengkan kepala, "Apa yang aku pikirkan?"

"Tapi melihat dari postur tubuh... Mereka mirip, atau hanya kebetulan saja? Sayang sekali aku tak bisa melihat wajahnya, tunggu, jika dia si pria penolong itu kenapa dia ada di kampusku? Aghh..." Monolog Giselle bertanya-tanya.

Sesampainya di gedung apartemen, Giselle masuk ke unit miliknya. Melangkah gontai sambil menendang lepas sepatu hak-nya. Kemudian melempar surat panggilan orang tua untuk sidang komite kampus yang tadi diberikan oleh Bu Jennie bersama tumpukan surat panggilan lainnya di atas laci kamarnya.

Berjalan menuju dapur Giselle membuka pintu kulkas, dilihatnya tidak ada makanan apapun selain air mineral. Dia lupa untuk membeli persediaan makanan. Mau tidak mau Giselle harus pergi ke minimarket untuk belanja barang yang dia butuhkan.

"Aku lapar... Kenapa tidak ada makanan sama sekali?"

Bergegas turun menuju basement apartemen, mengeluarkan mobil sport mewahnya dan langsung tancap gas menuju minimarket terdekat.

•••

Tiba di minimarket Giselle langsung memilih berbagai macam makanan cepat saji dari berbagai jenis roti, mie instan, camilan, apapun yang dapat dimakan ia masukan ke dalam troli belanjaannya.

Setelah membayar belanjaannya di kasir Giselle bergegas pergi.

Namun, di luar minimarket seorang pria yang terlihat buru-buru sambil menggendong tas ransel di bahunya tak sengaja menabrak Giselle sehingga membuat Giselle dan barang belanjaannya terjatuh.

Merasa bersalah, pria tadi berbalik mengulurkan tangannya spontan membantu gadis yang tak sengaja ia tabrak untuk berdiri dan mengambil barang belanjaannya.

"Maaf aku tak sengaja." Ucap pria itu seraya memberikan barang belanjaan Giselle yang tadi ikut terjatuh, setelah itu pergi meninggalkan Giselle yang masih mematung di tempatnya.

"Hei... Mau kemana kau?!" Teriak Giselle setelah sadar dari lamunannya, namun pria itu sudah lebih dulu pergi mengendarai motornya.

Tak ingin kehilangan jejak Giselle bergegas menuju mobil lalu mengendarainya dengan kecepatan tinggi.

"Kali ini aku tak akan kehilanganmu."

Giselle yakin kali ini.

Pria tadi, dia adalah pria yang menolongnya waktu itu. Giselle mulai mengingat wajah serta postur tubuhnya meskipun sedikit samar kala itu.

Firasatnya tak mungkin keliru.

Giselle terus membuntuti pria tadi hingga tiba di suatu tempat, tepatnya di sebuah gedung kosong tak berpenghuni dengan pencahayaan yang temaram.

"Apa yang dilakukannya di tempat seperti ini?"

Giselle masuk mengikuti pria itu dari jarak yang terbilang cukup aman menurutnya. Memasuki ruangan lebih dalam terdengar suara sorak-sorai banyak orang.

Ia tercengang dengan pemandangan di depannya sampai-sampai dia kehilangan jejak si pria.

Dan baru menyadari bahwa tempat yang dipijaknya kini adalah tempat pertandingan boxing illegal bawah tanah.

Tapi untuk tujuan apa pria itu datang kemari pikirnya.

"Apa dia datang untuk menonton pertandingan di sini?”

“Atau untuk taruhan?”

“Tck... kemana perginya pria itu?" Gumamnya.

Di depan sana terlihat seorang petarung yang sudah mengalahkan lawannya.

“3, 2, 1... K, O..." Seru sang wasit menyilangkan tangannya.

"Hito Hendrawan memenangkan babak semifinal pertama.”

“Selanjutnya babak semifinal kedua Sean Wirawan vs Jio Pratama."

Pengumuman dari sang wasit tadi membuat orang-orang di sana semakin ramai berseru. Giselle berusaha menyela untuk melihat para petarung yang disebutkan tadi.

Terlihat dua orang pria yang didampingi oleh pelatih masing-masing dari arah berlawanan tengah memasuki arena boxing.

Pertandingan dimulai.

Giselle memperhatikan jalannya pertandingan tersebut seolah tak terpengaruh oleh ramainya teriakan orang di sekitarnya. Dirinya fokus memperhatikan pria yang sempat hilang dari pengawasannya beberapa saat lalu sampai ia kehilangan jejak, itu pria yang diikutinya sedari tadi.

"Ohh... rupanya dia seorang petarung?"

Tak menyia-nyiakan kesempatan Giselle mengambil ponsel di saku jaket yang dikenakannya kemudian memotret pemandangan di depan sana, siapa tahu ia bisa mendapat keuntungan dari gambar yang diambilnya bukan.

Pertandingan selesai saat salah satu dari pria tadi tumbang.

"3, 2, 1... K, O... Jio Pratama memenangkan pertandingan."

Apapun yang terjadi di sana tak luput dari perhatian Giselle. Sekarang dia tau siapa nama pria itu dan apa alasannya datang ke tempat ini.

Giselle seraya tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya.

“Jio Pratama…”

•••Vienbluu annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!