NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Perawan Tua

Berbanding terbalik dengan keadaan Diyah, saat ini Cakra justru sedang menikmati masa-masa yang menurutnya paling membahagiakan, seperti seseorang yang sedang dimabuk cinta pada umumnya.

Dengan sepeda motor barunya, pria itu kerap membawa Rani untuk berkeliling desa. Karena ternyata Rani tak satu atau dua malam menginap di rumah Cakra—dia sempat kembali ke Jakarta dua minggu yang lalu, tetapi kini dia datang lagi karena alasan rindu dan tak bisa jauh.

Ibu Cakra pun tak mempermasalahkan, malah terlihat senang karena bisa dapat calon mantu orang kota. Apalagi dengan latar belakang Rani yang sudah menjanjikan, sebagai anak dari ibu kos-kosan.

"Mas, bawa motornya pelan-pelan, banyak lubang tuh," ucap Rani dengan manja sambil memeluk pinggang Cakra. Mereka baru saja pulang dari cafe baru—yang dibangun di Kecamatan.

"Justru bagus," jawab Cakra sambil terkekeh. Sementara tubuh Rani semakin merapat ketika ban motor melewati lubang-lubang itu.

"Kok bagus?" Rani mengernyitkan dahinya.

"Iya jadi makin nempel, haha."

"Mas ...." Rani langsung menggeram, mencubit perut Cakra, tapi tawa pria itu justru semakin membahana.

Tak sedikit warga desa yang melihat kemesraan dua sejoli itu, ada yang pro dan kontra. Karena merasa kasihan dengan Diyah.

"Kasihan Diyah," ucap salah satu dari mereka dengan tatapan miris. "Baru aja putus, yang laki sudah pamer pacar baru."

"Memang sejak dari Jakarta katanya sudah dekat sama anak ibu kos," timpal yang lain.

Bisik-bisik itu memang sudah menyebar luas. Namun, Cakra sama sekali tak peduli. Baginya, kisah dengan Diyah telah selesai, dan dia merasa telah mengambil keputusan yang tepat dengan memilih Rani.

"Rani jauh lebih cocok denganku," pikirnya tanpa sedikit pun merasa bersalah.

Masih dengan tawa yang sama, Cakra dan Rani lanjut bermain di dalam kamar. Awalnya hanya main ponsel masing-masing, sambil sesekali mengobrol. Namun, entah mulai dari mana, tiba-tiba obrolan mereka mengarah ke adegan yang lebih dewasa.

"Cak, Cakra!" panggil ibunya dari luar, tetapi Cakra sama sekali tak menyahut, sehingga ibunya memilih untuk masuk ke dalam rumah.

"Tidur kali ini anak," gumamnya seraya memutar kenop pintu.

Duar!

Mata ibunya langsung terbelalak lebar, sedangkan dua sejoli yang nyaris telanjaang itu langsung menjauhkan diri dari tubuh masing-masing. Beruntung wanita paruh baya itu tak sampai menjerit.

"Ya ampun, kalian ngapain?!" sentak ibu Cakra, tak habis pikir dengan kelakuan putranya.

Rani langsung menarik apa saja yang ada di dekatnya karena merasa malu. Sementara Cakra memasang jari di depan mulutnya, agar sang ibu tidak terlalu berisik.

"Bu, kami khilaf. Tapi percaya deh, kami nggak sejauh itu, lagi pula aku kan lagi ngurus berkas nikah dengan Rani, jadi tidak masalah," ujar Cakra berusaha tenang, meski wajahnya memucat.

"Iya, tapi kalian juga harus hati-hati jangan sampe kelepasan. Kalo ternyata ada tetangga yang lihat bagaimana? Mau kalian diarak keliling kampung, hah? Mau ditaruh di mana muka ibu?" omel ibu Cakra dengan emosi yang meluap-luap.

"Kalau ibu tidak teriak-teriak, mana mungkin tetangga akan tahu," balas Cakra.

"CAKRA!" tegur sang ibu.

"Kami minta maaf, Bu," sambar Rani dengan bibir bergetar. Wajahnya pun terus menunduk, tak berani untuk menatap.

"Iya, Bu, kami minta maaf, kami janji nggak akan mengulanginya sampai nikah nanti. Sudah ya, jangan marah-marah," bujuk Cakra sambil meraih kedua tangan ibunya.

Ibu Cakra menatap keduanya secara bergantian, kemudian menghela napas panjang. Semoga yang dikatakan Cakra benar, putra semata wayangnya itu tak sampai membuatnya malu tujuh turunan.

"Kalau begitu jangan pernah lagi berduaan di dalam kamar! Ibu tidak mengizinkan," pungkas ibu Cakra untuk menghindari hal yang tidak-tidak. Dan dengan terpaksa keduanya pun mengiyakan.

****

Sore harinya, Diyah yang baru saja pulang dari sawah dan kebun, melewati pematang juga jalan utama. Banyak unggas yang masih berkeliaran, bahkan kambing yang baru selesai digembala pun berjalan bebas seperti manusia.

Keranjang berisi cabai merah tergantung di lengan Diyah, sementara langkahnya terasa jauh lebih ringan dibanding beberapa hari lalu. Setidaknya melakukan kegiatan di kebun mampu mengalihkan pikirannya dari semua kegelisahan.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Saat Diyah melewati sebuah warung kecil dan beberapa rumah warga terdengar suara beberapa ibu yang tengah mengobrol.

"Itu, Diyah lewat," ucap salah satu dari mereka sambil melirik julid.

"Iya, baru keliatan lagi, pasti habis nangis terus gara-gara diputusin pacarnya," timpal yang lain, tanpa memikirkan perasaan orang yang sedang dibicarakan.

"Ya gimana nggak sedih, hubungan sudah lima tahun dan dia udah nggak muda lagi. Kalau nggak kawin-kawin nanti jadi perawan tua," lanjut ibu yang satunya. Mereka tertawa kecil. Yang lebih terdengar seperti ejekan.

"Kalau sudah tua kan susah hamil ya?"

Mendengar semua itu langkah Diyah terasa memelan dengan sendirinya. Dan ujug-ujug seorang ibu datang, bergabung di kerumunan seperti tak sabar untuk berbagi kabar.

"Heh, sudah tahu belum?" serunya, ekspresi wajahnya seolah ikut bicara.

"Ada apa?"

"Itu!" Dia menunjuk Diyah dengan dagunya. "Katanya mau dilamar anak Juragan Marta." lanjutnya dengan suara bisik-bisik, tapi entah kenapa masih terdengar di telinga Diyah.

"APA?" Semua yang mendengar langsung terlihat kaget dan mengalihkan tatapan ke objek utama mereka.

Sementara Diyah yang tersadar langsung buru-buru pergi dari sana. Dia berusaha berpura-pura tidak mendengar.

Namun, setiap kalimat itu seperti mengikuti langkahnya. Membelenggu, hingga membuatnya merasa sesak.

Perawan tua.

Satu kalimat sederhana, tetapi cukup meluluhlantakkan kepercayaan dirinya. Dia sadar di desa kecil seperti tempat tinggalnya, usia perempuan sering kali menjadi bahan penilaian.

Belum menikah dianggap terlalu memilih.

Diputuskan pacar menjadi bahan kasihan.

Dan ketika akhirnya dilamar, orang-orang tetap saja memiliki komentar.

Diyah tersenyum pahit.

"Ternyata sekeras apa pun kita berusaha, selalu ada saja yang akan membicarakan hidup kita. Hah, tapi Diyah, tugasmu adalah tidak mendengarkan ocehan mereka. Kamu tidak bisa menutup mulut mereka satu-persatu, tapi kamu bisa mengendalikan hatimu," ujar Diyah, pada akhirnya dia hanya bisa menasehati dirinya sendiri.

1
Dgemoy
kok Yo Januar bisa kemakan omongan bude nya sihh
Nora Afilla
gak dimana² orang numpang merasa berkuasa dan mau nya ngatur kek dia pemilik sah. gak sadar diri.
emang Boneng...
Dien Elvina
s Januar bener² cari perkara ..lambat laun Biyakta akan tau kebusukan mu Januar
Dien Elvina
knp ya kejahatan Laksmi blm terbongkar 🤔
padahal Biyakta udah tau dia memberikan pil KB k dia
juwita
kapan ini nenek. lampir di usir dr situ. makin jadi aj ini hati. busuknya makin bonyok🤣🤣🤣
juwita
jaga istrimu by tkutnya si nenek lampir menecelakai Dyah biar keguguran biasa org yg julid akn menghalalkan segala cara
Margaretha Indrayani
ingin laksmi diusir dari rumah juragan marta karena dia seperti keong racun😡😡😡😡😡😡
Radya Arynda
waaaaah januar sudah jadi antek nya sengkuni.....semogah dapat karma sebelum jatuh sampai dalam januar,,,,,dan untuk sengkuni semogah cepat ter bongkar busuk nya hati mu.....di buang ke luar angkasan ben modar....
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
teruslah berbuat curang januar..cepat atau lambat, biyakta pasti tahu niat bucukmu. kamu khianati kk kandung mu , karena otakmu sudah di racuni laksmi.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
mrongossss 😂 belum tahu saja kalau niat bucukmu sudah tercium dari jauh2 hari laksmi. kamu fikir diyah bodoh apa? kamu lupa, kalau diyah kader pkk 😂 jelas diyah tahu, vitamin apa yang kamu berikan pada nya.
Margaretha Indrayani
selamat ya diyah atas kehamilannya, semoga sehat sampai waktu melahirkan dan dijauhkan dari niat jahat mak lampir laksmi
juwita
berhasil berhasil🤭🤭
Radya Arynda
alhamdulillah akhir nya bkeding juga kamu diyah,,,semogah biyantah makin hati2 menjga diyah,,,karena ada demit dalam rumah keluarga biyanta..
Dien Elvina
Alhamdulillah udah tumbuh kecebong Biyakta jadi berudu selamat ya Dyah 🥰
Dien Elvina
dasar s Laksmi ratu drama 😏
semoga kebusukan nya cepet d ketahui juragan Marta sebaik apapun Dyah akan selalu salah d matanya
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
alhamdulillah akhirnya diyah 😁 pasti laksmi tantrumm , kalau tahu kamu hamill 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hilihhh Queen of drama 😏 kamu menyalahkan diyah atas ketidaksengajaan nya memberikan makanan yang membuat tama alergi. Coba kalau juragan marta tahu kelakuan kamu, yang diam2 mempengaruhi Januar smapai januar membenci biyakta , pasti kamu di usirr dari rumah juragan marta. apalagi kalau sampai diyah membongkar kelakuan kamu yang memberikan nya vitamin, tapi ternyata obat pencegah kehamilan. tamatlah riwayat kamu laksmi..
Zahraputri Putri
😁😁😁kyk dirumahkj aja tiap bulan kalau telay kyk bom😁bunyinya
Ineke Susanti
merongos giginya ya kak🤭🤣pantes Pinter cari muka aslinya jahat kek mak lampir🤣🤣
Ineke Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Margaretha Indrayani
itu laksmi kok tidak tahu malu ya numpang hidup tapi berasa yang punya rumah saja😜😜😜😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!