Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Zaman Es
Boqin Changing justru tertawa kecil mendengar perkataan Mo Shi.
"Kalianlah yang kelewatan."
Senyumnya menghilang. Tatapannya menjadi dingin ketika melihat seluruh anggota Sekte Darah Bulan Hitam.
"Selama bertahun-tahun, kalian melakukan berbagai kejahatan di Kekaisaran Houran. Merampok, membunuh, merampas harta para pendekar, memeras kelompok-kelompok kecil, bahkan menggunakan kekuatan sekte untuk menindas orang-orang yang tidak mampu melawan."
Beberapa tetua mengerutkan kening. Mo Shi tidak mengatakan apa-apa.
Boqin Changing melanjutkan,
"Kalian juga menjalin hubungan dengan berbagai kekuatan untuk memperluas pengaruh. Selama pihak lain bersedia membayar, kalian akan memberikan perlindungan kepada mereka tanpa peduli apakah mereka melakukan kejahatan atau tidak."
Tatapannya semakin tajam.
"Namun semua itu masih belum menjadi alasan utama mengapa aku datang ke sini."
Suasana perlahan menjadi berat.
Boqin Changing kemudian menatap langsung ke arah Mo Shi.
"Alasan utamaku adalah anak-anak."
Mata Mo Shi sedikit menyipit.
"Kalian menculik anak-anak yang tidak memiliki kemampuan untuk melawan. Kalian mengambil mereka dari keluarga mereka dan menjadikan mereka tumbal dalam ritual sekte."
Ekspresi beberapa tetua berubah.
Boqin Changing tidak berhenti.
"Anak-anak itu memiliki energi kehidupan yang masih murni. Kalian menggunakannya sebagai persembahan untuk ritual peningkatan kekuatan Patriak kalian."
Suasana mendadak membeku.
Tatapan Mo Shi berubah walau hanya sesaat. Namun perubahan kecil itu tidak luput dari perhatian Boqin Changing.
Jelas sekali Mo Shi terkejut. Bukan karena pemuda di depannya mengetahui bahwa sekte mereka menculik anak-anak. Melainkan karena orang luar mengetahui salah satu cara rahasia yang selama ini digunakan untuk meningkatkan kekuatannya.
Mo Shi menatap Boqin Changing lebih dalam. Bagaimana pemuda ini mengetahui hal tersebut? Apakah ada seseorang yang memberitahunya?
Pikiran Mo Shi bergerak cepat. Ia kemudian teringat alasan dirinya keluar dari tempat pelatihannya.
Sebenarnya, Mo Shi sedang menjalani pelatihan tertutup. Ia tidak seharusnya keluar sebelum pelatihan tersebut selesai. Namun ketika sedang berkultivasi, ia tiba-tiba merasakan sebuah aura aneh mendekati sektenya.
Aura tersebut begitu tenang dan asing. Mo Shi merasa ada seseorang yang sangat berbahaya telah memasuki wilayah Sekte Darah Bulan Hitam. Karena itulah ia menghentikan pelatihannya dan segera keluar.
Namun setelah melihat keadaan sektenya sekarang, ia semakin yakin bahwa aura aneh yang dirasakannya tadi berasal dari pemuda di depannya. Mo Shi menatap Boqin Changing dengan penuh kewaspadaan.
"Siapa sebenarnya kau?"
Suaranya jauh lebih serius dibandingkan sebelumnya.
"Kau berasal dari kelompok mana?"
Boqin Changing tidak menjawab.
Mo Shi melanjutkan, "Dan apa tujuanmu datang kemari?"
Untuk beberapa saat, hanya angin yang berhembus melewati kawasan sekte. Ribuan anggota Sekte Darah Bulan Hitam menunggu jawaban.
Sementara itu, Boqin Changing hanya berdiri dengan tenang. Ia memandang Mo Shi. Kemudian sudut bibirnya perlahan terangkat.
"Kelompok?"
Ia tertawa kecil.
"Kau terlalu banyak bertanya."
Tatapan Boqin Changing berubah semakin dingin.
"Yang perlu kau ketahui hanya satu."
"Aku datang ke sini untuk memastikan Sekte Darah Bulan Hitam tidak pernah lagi melakukan kejahatan seperti sebelumnya."
Mo Shi tiba-tiba tertawa.
"Hahaha!"
Tawanya menggema di seluruh kawasan Sekte Darah Bulan Hitam.
Ia kemudian melirik ke sekeliling. Hampir seluruh penghuni sekte telah berkumpul di tempat itu. Ribuan murid berdiri di berbagai penjuru, sementara para tetua juga telah mengambil posisi di sekitar area tersebut.
Melihat pemandangan itu, kepercayaan diri Mo Shi kembali meningkat. Ia menatap Boqin Changing.
"Kau hanya sendirian."
Mo Shi menunjuk ke arah para murid dan tetua yang berada di belakangnya.
"Dan kau pikir kau bisa menghadapi kami semua?"
Boqin Changing tersenyum.
"Kalian para pendekar aliran hitam selalu berpikir bahwa jumlah adalah segalanya..."
Mo Shi kembali tertawa.
"Tentu saja."
Tatapannya dipenuhi keyakinan.
"Mustahil seorang pemuda sepertimu bisa mengalahkan kami semua."
Ia kemudian mengangkat tangannya.
"Beberapa tetua, maju!"
"Serang pemuda itu!"
Beberapa tetua langsung bergerak.
Sret!
Pedang-pedang mereka segera terhunus. Aura mereka meledak dan tubuh mereka melesat menuju Boqin Changing dari beberapa arah.
Para murid yang melihat pemandangan itu kembali menunjukkan kegembiraan.
"Habisi dia!"
"Jangan beri dia kesempatan!"
"Patriak ada di sini. Pemuda itu pasti akan mati!"
Namun Boqin Changing justru tertawa kecil ketika melihat beberapa tetua yang datang menyerangnya.
Ia sama sekali tidak mengambil posisi bertarung. Sebaliknya Boqin Changing justru berjongkok. Salah satu tangannya menyentuh tanah.
Para tetua yang sedang menyerang sempat menunjukkan kebingungan.
"Apa yang dia lakukan?"
Boqin Changing tidak menjawab. Energi yang sangat aneh mulai menyebar dari telapak tangan kanannya. Udara di sekitarnya mendadak berubah, sangat dingin.
Dalam sekejap, suhu seluruh kawasan Sekte Darah Bulan Hitam turun drastis. Kemudian Boqin Changing berkata dengan suara tenang,
"Zaman Es Pertama."
Boom!
Energi es yang mengerikan langsung menyebar dari tanah. Dalam sekejap, lapisan es putih mulai menjalar ke segala arah dengan kecepatan yang sulit dipercaya.
Krak!
Tanah membeku. Pepohonan membeku. Bangunan-bangunan membeku. Para murid yang berdiri di seluruh kawasan sekte juga mulai diselimuti lapisan es.
"Apa?!"
"Ini..."
"Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?!"
Kepanikan langsung menyebar. Namun semuanya sudah terlambat. Lapisan es terus menjalar.
Krak! Krak! Krak!
Satu demi satu murid membeku di tempat mereka berdiri. Bahkan para tetua yang sedang bergerak menuju Boqin Changing juga tidak mampu melarikan diri dari kekuatan tersebut. Tubuh mereka membeku dalam sekejap.
Seluruh Sekte Darah Bulan Hitam seolah berubah menjadi dunia es. Bangunan-bangunan besar tertutup lapisan kristal es. Jalan-jalan, halaman, pepohonan, dan seluruh wilayah sekte membeku dalam waktu yang sangat singkat.
Ribuan orang semuanya berhenti bergerak. Semuanya membeku. Hanya satu orang yang masih berdiri, Mo Shi. Boqin Changing memang sengaja membiarkannya tetap bebas.
Mo Shi menatap sekeliling dengan mata membelalak. Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.
Baru beberapa saat yang lalu, seluruh anggota sektenya masih berdiri di tempat tersebut. Kini tidak ada satu pun dari mereka yang bisa bergerak.
Mo Shi bahkan bisa melihat para tetua yang tadi hendak menyerang Boqin Changing telah berubah menjadi patung-patung es. Tidak ada perlawanan dan tidak ada kesempatan untuk menghindar. Semuanya terjadi terlalu cepat.
Boqin Changing perlahan berdiri. Ia membersihkan sedikit serpihan es yang menempel pada pakaiannya, kemudian menatap Mo Shi.
"Tadi kau bilang aku tidak akan bisa menghadapi jumlah kalian yang sangat banyak."
Boqin Changing tersenyum.
"Bagaimana jika kita buat jumlah kita seimbang?"
Mata Mo Shi bergerak perlahan ke seluruh penjuru. Ia melihat ribuan murid dan para tetuanya membeku dalam sekejap.
Untuk pertama kalinya sejak menjadi Patriak Sekte Darah Bulan Hitam, Mo Shi merasakan sesuatu yang sangat jarang ia rasakan, ketakutan.
Pemuda di hadapannya bukan sekadar kuat. Kekuatan pemuda itu sudah berada pada tingkat yang sangat mengerikan.