NovelToon NovelToon
Dewa Alkemis Sembilan Benua

Dewa Alkemis Sembilan Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.

Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.

500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.

Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.

Mereka salah besar.

Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.

Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.

Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:

Menagih darah dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Tubuh Sebagai Kuali

Begitu pintu Halaman Bambu Hijau tertutup, punggung Lin Xuan yang tegak di aula tadi langsung ambruk.

Uhuk!

Darah segar menetes dari sudut bibirnya.

"Tuan Muda!" Xiao Ya langsung panik memapahnya ke ranjang. Wajahnya masih pucat karena kejadian di aula. "Tuan Muda, apakah yang dilakukan tadi itu benar ilmu iblis? Saya pernah dengar di pasar, ada yang melakukan hal seperti itu. dan keesokan nya dia langsung mati!"

Lin Xuan pengen ketawa mendengar ocehan pelayanan nya ini, tapi dadanya masih sakit.

"Xiao Ya, imajinasimu kebanyakan mendengarkan tukang cerita di pasar," katanya sambil duduk bersila. "Itu bukan ilmu iblis. Cuma trik kecil. Tapi kau benar, tubuh ini sudah di ambang batasnya."

Kekuatan Jiwa yang ia gunakan buat ngerjain Zhao Tian tadi memang menguras habis tenaganya. Sisa racun di meridiannya mulai berontak lagi. Kalau dibiarkan terus, meridiannya akan membusuk secara permanen.

Ia merogoh saku jubahnya, mengambil isinya ke telapak tangannya

Sepuluh keping Koin Tembaga Spiritual. Itu seluruh harta Lin Xuan yang dimiliki saat ini.

"Xiao Ya, dengerin baik-baik."

"Ya, Tuan Muda!"

"Bawa ini ke pasar pinggiran. Jangan ke paviliun keluarga kita, Paman Ketiga pasti akan mengusirmu. Belikan tiga batang Rumput Darah Ayam, dua kelopak Bunga Api Liar, sepotong Akar Tembaga Berkarat. Sisanya belikan arang kayu keras yang paling panas."

Xiao Ya melongo.

"Hah? Tuan Muda, Rumput Darah Ayam dan Bunga Api Liar, itu kan bahan makanan kuda tanduk kita. Sementara Akar Tembaga Berkarat malah beracun! Tuan Muda mau ngapain membeli bahan sampah seperti itu?"

"Buat ku jadikan obat."

"Obat? Apa tidak salah, Tuan Muda!"

"Belikan saja Xiao Ya, jangan banyak tanya. Terus nanti siapin aku bak mandi kayu terbesar, isi air sampai penuh dan panasin sampai mendidih."

Nada suaranya Tuannya tidak bisa dibantah. Xiao Ya yang masih bingung akhirnya mengangguk dan berlari keluar dengan keranjang bambu.

Begitu sendirian, Lin Xuan memejamkan matanya. Kesadarannya masuk ke Lautan Jiwa.

Di tengah kegelapan, Kuali Naga Hitam melayang diam. Karatnya tebal dan tidak bergerak sama sekali.

Seperti dugaanku, batinnya. Mau membangunkannya membutuhkan Qi murni. Tapi untuk saat ini ia tidak memiliki Qi sama sekali, karena meridiannya putus di 80 titik. Sementara untuk memperbaiki meridian itu membutuhkan pil, dan membuat pil membutuhkan kuali dan Qi.

Semua alkemis lain kalau di posisi ini pasti putus asa, dan menjadi cacat seumur hidup.

Tapi Lin Xuan bukan alkemis biasa.

"Kalau tidak punya kuali... tubuhku saja yang menjadi kualinya."

Ada satu catatan terlarang dari Era Primordial yang pernah ia baca: Teknik Tungku Daging Sembilan Kesengsaraan. Manusia tidak dipakai sebagai wadah kultivasi, tapi sebagai kuali hidup.

Tidak ada yang berani mencobanya, karena teknik ini bisa membuat jiwa hancur menjadi debu.

Tapi bagi Lin Xuan yang pernah merasakan sakit di jantung nya. Rasa sakit fisik hanya seperti digigit semut.

Satu jam kemudian, Xiao Ya kembali dengan napas ngos-ngosan. Keranjang yang berisi bahan sampah itu dan sekantong arang hitam ada di punggungnya. Ia langsung menyalakan api di ruang pemandian, mengisi bak kayu besar sampai penuh.

Airnya mulai menggelembung dan uap panas mulai memenuhi ruangan.

"Kau bsia keluar, Xiao Ya." kata Lin Xuan.

"Tapi Tuan Muda, airnya sangat mendidih! Nanti kulit Tuan Muda bisa melepuh!"

"Tidak apa apa. Apapun yang kau dengar nanti dari dalam, jangan mencoba masuk sebelum aku panggil."

Satu kata itu bikin Xiao Ya mundur dengan gemetar dan menutup pintu.

Lin Xuan melepaskan jubahnya. Tubuhnya kurus dan pucat, bahkan penuh urat hitam yang merambat di meridian yang mulai membusuk.

Tanpa ragu, ia melompat masuk ke dalam bak yang airnya mendidih.

Ssssst!

Kulitnya langsung memerah. Rasa terbakar menyapu seluruh tubuhnya. Tapi Lin Xuan cuma menggertakkan gigi dan duduk bersila di dalamnya.

Ia kemudian memasukan semua Rumput Darah Ayam dan Bunga Api Liar ke dalam bak. Air langsung berubah merah darah dan kental. Bau karat langsung menyengat. Terakhir, ia mematahkan Akar Tembaga Berkarat dan menelan getahnya.

Duar!

Tubuhnya meledak seperti gunung berapi meletus dari dalam.

Energi liar dari rumput dan bunga itu menerobos pori-porinya, mengamuk di pembuluh darah. Getah Akar Tembaga meledak di perutnya, mengeras dan mencoba merobek organnya.

Tungku Daging, Putaran Pertama, Kupas tulang dan rebus meridian.

Ia pakai teknik kuno itu. Ia kunci semua energi buas itu di dalam tubuh, tidak boleh keluar. Ia paksa energi itu untuk menabrak sisa racun Bubuk Peluruh Tulang yang mengendap di 80 titik meridian yang putus.

Ini bukan penyembuhan. Ini adalah perang di dalam tubuhnya sendiri.

Energi Yang melawan Energi Yin, tempat perangnya adalah meridian Lin Xuan. Rasanya seperti jutaan jarum panas ditusukkan ke saraf lalu ditarik paksa. Darah menetes dari hidung, telinga, dan matanya, dan bercampur dengan air bak yang mendidih.

Kalau konsentrasinya terputus sedetik saja, tubuhnya akan meledak.

Tapi Lin Xuan adalah Kaisar Pil. Ia atur Kekuatan Jiwanya. Ia paksa energi liar itu tidak cuma membakar racun, tapi melelehkannya jadi sesuatu untuk menyambung kembali meridiannya.

Krak... krak...

Suara retakan halus terdengar dari dalam tubuhnya. Meridian yang busuk itu terbakar habis, lalu tumbuh lagi. Yang baru ini berbeda. Lebih lebar, dan lebih keras, luarnya mengkilap seperti dilapisi tembaga.

Di luar, Xiao Ya berlutut sambil menangis, mendengar rintihan tertahan tuannya dari celah pintu.

Di dalam, air merah darah itu perlahan berubah hitam pekat, bau busuk menyengat, itu semua kotoran dan racun yang dipaksa keluar dari pori-pori Lin Xuan.

Saat meridian ke-80 tersambung, angin di atas Halaman Bambu Hijau berputar.

Energi Spiritual dari seluruh Kota Awan Merah tertarik, menembus atap dan masuk ke ubun-ubun Lin Xuan dengan kecepatan mengerikan.

BOOM!

Gelombang udara meledak. Bak kayu raksasa itu hancur jadi kepingan. Air hitam berbau busuk muncrat ke seluruh dinding.

Akhirnya Kondensasi Qi Tingkat 1.

Belum berhenti. Meridian barunya jauh lebih besar dari orang normal. Ia menyedot Qi terus menerus.

BOOM!

Kondensasi Qi Tingkat 2.

Lin Xuan langsung menghentikannya. Ia tahu, naik tingkat terlalu cepat akan membuat pondasinya rapuh. Tingkat 2 sudah lebih dari cukup untuk saat ini.

Ia membuka matanya. Mata hitamnya berkilat seperti bintang.

Ia berdiri di tengah puing bak mandi. Tubuh kurus yang tadi pucat kini berubah. Otot dan kulitnya tidak pucat lagi tapi berkilau sehat seperti giok.

Ia mengepalkan tangannya dan udara di sekitarnya berderak pelan.

"Tidak buruk," gumamnya dengan senyum miring. "Meridiannya bukan cuma sembuh, tapi ditempa jadi Tembaga. Ketahanan tubuhku sekarang di atas kultivator Tingkat 2."

Ia meraih handuk, menutupi tubuhnya, dan menatap pintu.

"Paman Ketiga, Keluarga Zhao... kalian pikir jenius sudah jatuh? Sayang sekali. Kalian baru saja membangunkan monster."

1
Arinto Ario Triharyanto
mantap Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor lanjut terus 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
ini baru mantab Lin Xuan lanjutkan aksimu terus bikin dunia berguncang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Arinto Ario Triharyanto
mantap nih👍
Rinaldi Sigar
lnjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
babat semuanya Lin Xuan biar keluarga Zhao lenyap semua
Aman Wijaya
mantab Lin Xuan habisi aja tuh Lin Hao biar ayahnya stres
Aman Wijaya
api teratai bumi udah ada di tangan Lin Xuan
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantull Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Saifuloh Oting
Thor,,yg membuat cerita ini begitu epic,.... mantap Thor...
Celestial Quill: Terimakasih, gas terus💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Lin Xuan
Green Boy
Jos ceritanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga ouyang sampai ke akar akarnya panjang tubuh mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!