NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kala yang manja

Dua hari terakhir, rumah keluarga Arsen terasa lebih ramai dari biasanya.

Kalandra terpaksa menginap di rumah sang paman karena Ages harus pergi ke luar kota untuk mengecek salah satu kantor cabangnya.Awalnya, Kalandra tidak keberatan.

"Kalau cuma dua hari, aku bisa lah," ucapnya dengan percaya diri.

Namun, ucapan itu ternyata hanya bertahan sampai malam pertama.Kalandra duduk di ruang keluarga sambil memandangi layar ponselnya.

Tidak ada pesan ataupun telepon.Bahkan satu kabar pun tidak ada.Ia membuka ruang percakapan dengan nama

Papa Donatur

Pesan terakhir yang dikirimnya beberapa jam lalu masih belum dibalas.

Pap lagi apa?

Papa ?

Sibuk banget?

Kalandra mengembuskan napas panjang.Ia mencoba menghubungi Ages.

Tidak diangkat bahkan hingga tiga kali,tetap tidak ada jawaban.

"Nyebelin."

Kalandra meletakkan ponselnya di atas meja.Namun, beberapa detik kemudian, ia mengambilnya kembali.

Mungkin papa sedang rapat atau memeriksa kantor,atau...mungkin ponselnya tertinggal di mobil,atau mungkin...

"Ah, terserah!"

Kalandra menggerutu sambil melempar tubuhnya ke sofa.

Sean yang sejak tadi duduk di sofa lain sambil bermain ponsel langsung melirik. "Kenapa dek?"

"Enggak."

"Kalau nggak kenapa-kenapa, kenapa muka lo kayak orang baru ditinggal nikah?"

Kalandra langsung menoleh tajam. "Diam deh bang."

Sean tersenyum lebar. "Jangan-jangan lo lagi nunggu chat dari seseorang?"

"Enggak."

"Cewek ya dek?"

"Enggak!"

"Pacar lo,dek?"

"Enggak!"

Sean mengangguk-angguk pura-pura mengerti. "Oh..."

Kalandra menatapnya curiga. "Oh apaan?"

"Berarti dari Ages Sabiru."

Kalandra langsung mengambil bantal sofa dan melemparkannya. "Berisik abang!"

Sean tertawa puas.

Sean Sabiru,anak dari Arsen sabiru dan Tamara itu kini menjadi abang satu-satunya bagi Kalandra.Sean yang hanya berbeda dua tahun dengan Kalandra,ia kini menjadi seorang siswa kelas dua SMA Tarnus.

Sean memang sangat senang ketika Kalandra sedang berada dalam mode manja.

Sebab, di balik sikap tengil dan sok dewasanya, Kalandra sebenarnya adalah adik kecil yang sangat mudah merajuk jika menyangkut Ages.

Begitupun dengan Sean,di balik sikapnya yang cuek dan jutek namun sebenarnya Sean sangat menyayangi Kalandra.Sean akan berubah menjadi Abang yang kejam jika menyangkut sang adik.

"Baru dua hari nggak ketemu udah kangen?"

Kalandra tidak menjawab.Ia kembali mengambil ponselnya namun tetap tidak ada kabar.

Entah kenapa, semakin lama tidak ada pesan dari Ages, perasaannya semakin tidak enak.Bukan karena takut sesuatu terjadi,ia tahu ayahnya baik-baik saja.

Namun, Kalandra hanya merasa kesal.Karena biasanya, sesibuk apa pun Ages, pria itu selalu menyempatkan diri mengirim pesan.Bahkan hanya sekadar bertanya perkara makan atau tidur.

Tapi hari ini tidak ada sama sekali.Mata Kalandra mulai memanas.Sean yang semula hanya ingin menggodanya tiba-tiba berhenti tertawa.

"Eh..."

Kalandra buru-buru mengusap matanya. "Apaan sih bang?"

"Lu nangis?"

"Enggak."

"Kala."

"Enggak!"

"Adek."

"Enggak abang."

Suara Kalandra terdengar bergetar.Sean menatapnya beberapa detik.Lalu senyumnya kembali muncul.

"Ya ampun adek gue..."

"Jangan ketawa,abang."

"Adik gue nangis gara-gara nggak di-chat bokapnya."

"Sean!" Kalandra kembali mengambil bantal.Namun kali ini Sean lebih cepat menghindar.

"Abang jangan ganggu adek!"

"Aduh, manja banget sih adek abang."

"Abang!"

"Kala kecil..."

"Sean Berhenti!"

Sean tertawa semakin keras.Kalandra akhirnya menunduk,air matanya benar-benar jatuh.

Sean yang melihat itu langsung terdiam."Eh dek.. serius nangis?"

Kalandra mengusap wajahnya dengan kasar. "Papa lupa sama aku."

Kalimat sederhana itu membuat Sean tidak bisa lagi tertawa.Ia mendekat dan duduk di samping Kalandra. "Gak mungkin lah."

"Tapi dia nggak ngabarin adek."

"Ya mungkin karena sibuk,dek."

"Sesibuk apa sampai nggak bisa ngirim satu pesan?"

Sean menghela napas. "Lu tahu sendiri kan, Om Ages kalau udah urusan kantor,kadang lupa waktu."

Kalandra terdiam,ia tahu itu.Tapi, tetap saja hatinya merasa kesal. "Harusnya dia bilang dulu sama aku,bang."

"Iya."

"Harusnya dia bilang kalau bakal sibuk."

"Iya."

"Harusnya dia..."

"Lu kangen, kan?"

Kalandra langsung diam.

Sean tersenyum kecil. "Nggak apa-apa kalau kangen."

Kalandra menunduk semakin dalam. "Jangan bilang ke siapa-siapa."

"Kenapa?"

"Malu."

Sean tertawa kecil. "Lu tuh udah gede, tapi kalau sama Om Ages masih kayak anak kecil."

Kalandra mengerutkan hidung. "Memangnya kenapa?"

"Enggak kenapa-kenapa."

Sean menepuk kepala Kalandra."Bagus malah."

Kalandra menatapnya."Bagus?"

"Berarti lu masih punya orang yang bisa bikin lu manja."

Kalandra terdiam.Untuk sesaat, wajahnya kembali murung. "Aku cuma punya papa."

Sean tidak langsung menjawab.Ia tahu, kalimat itu bukan sekadar ucapan biasa.Kalandra memang hanya memiliki Ages.Dan Ages pun hanya memiliki Kalandra.

"Yaudah," ucap Sean akhirnya. "Kalau kangen, telepon lagi."

"Udah."

"Telepon lagi."

"Kalau nggak diangkat?"

"Telepon terus."

"Kalau tetap nggak diangkat?"

"Besok kita datangi kantor cabangnya."

Kalandra langsung menoleh."Serius bang?"

Sean tersenyum."Serius."

"Jauh loh bang."

"Ya,gak apa-apa."

"Naik mobil?"

"Ya."

"Abang yang nyetir?"

Sean langsung menggeleng. "Ya enggak lah."

"Lah terus?"

"Minta sopir lah,ngapain punya sopir banyak kalau harus repot-repot nyetir."

Kalandra mengangguk puas. "Yaudah. Besok kita susul papa."

Sean menatapnya tak percaya padahal dirinya hanya bercanda. "Lu beneran mau?"

Kalandra mengambil ponselnya. "Tentu."

Kemudian, ia kembali mengirim pesan kepada Ages.

Papa.Aku kangen...Jangan lupa balas.

Kalandra menatap layar ponselnya dengan penuh harap.Namun, beberapa menit berlalu tetap tidak ada balasan.

Wajahnya kembali cemberut.Sean yang melihatnya langsung tertawa. "Mode merajuknya kambuh."

"Sean!" Teriak Kala membuat Sean semakin tertawa keras.

Di tengah tawa Sean dan omelan Kalandra, tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari bahwa Ages sebenarnya baru saja keluar dari ruang rapat.

Pria itu mengambil ponselnya yang sejak tadi berada dalam mode senyap.Dan begitu melihat belasan panggilan tak terjawab serta pesan dari putranya, wajah Ages langsung berubah.

Pesan terakhir dari Kalandra membuat langkahnya terhenti.

Aku kangen.

Ages menatap layar ponselnya cukup lama.Kemudian, tanpa ragu, ia langsung menekan tombol panggil.

Di rumah sang abang, ponsel Kalandra berdering.Kalandra yang masih duduk dengan wajah cemberut langsung menoleh.Matanya membesar.Nama yang muncul di layar membuat wajahnya seketika berubah.

Kalandra langsung meraih ponselnya.

"PAPA!"

Suara Kalandra yang terlalu keras membuat Sean hampir terjatuh dari sofa. "Kala bangke!"

Sementara di ujung telepon, Ages hanya bisa tersenyum.

"Kenapa teriak?"

"Papa ke mana aja?"

"Maaf ya dek."

"Kenapa nggak ngabarin?"

"Iya maaf"

"Kala nungguin!"

"Iya. papa tahu."

Kalandra terdiam.Ages bisa mendengar suara putranya yang mulai bergetar.

"Jangan lupa lagi sama adek."

Ages tersenyum lembut."Iya dek."

"Serius?"

"Serius."

"Promise?"

"Promise Son."

Kalandra mengusap matanya."Papa besok pulang?"

"Iya,besok pagi."

"Jangan lama-lama ya pap."

"Iya."

"Kala kangen."

Untuk beberapa detik, Ages hanya diam.Lalu suaranya terdengar lebih lembut. "Papa juga kangen adek."

Di samping Kalandra, Sean langsung memegang dadanya pura-pura tersentuh namun tak lama ia tertawa kecil.

Kalandra menatapnya tajam sambil menunjuk. "Abang diem!"

Sean langsung menahan tawa.

Dan malam itu , Kalandra akhirnya tidur dengan tenang karena ia tahu Ayahnya tidak pernah benar-benar melupakannya dan selalu mengingatnya.

.......

.......

.......

...♡ Sabiru ♡...

1
Puji Hastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puji Hastuti
kala sabar yaa
Puji Hastuti
ayo kala, bangun.
Nurgusnawati Nunung
seruuuu... ramai... saling menghargai yaaa
Nurgusnawati Nunung
Kalandra.. jadi sedih yaaa
Nurgusnawati Nunung
Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha
Nurgusnawati Nunung
Mamanya Kalandra bakal hadir..
Nurgusnawati Nunung
hadir.. kompak ya papa sama anak..
Puji Hastuti
kala kamu harus kuat
Puji Hastuti
gue kecewa ama lu ages
Puji Hastuti
Nadia, kampret lu
Puji Hastuti
keluarga yang solid
Danny Muliawati
bagus cerita nya
Puji Hastuti
tapi up nya jangan lama lama
Puji Hastuti
sukaaaa AQ ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!