NovelToon NovelToon
My Psychopath Husband

My Psychopath Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Atika.NA

Descnya dibaca dulu ya sayang❤️
novel ini dalam masa penulisan ulang untuk mengganti keseluruhan nama tokoh, para pembaca harap maklum atas ketidaknyamanan ini.

Thank you ♥️

***
~Hilangkan perasaanmu, balas dendam akan berhasil ketika kamu tak berperasaan~
.
.
.
Ini karya pertama Author semoga kaka-kaka semua suka.. kalau gak suka skip aja nee🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atika.NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter~4 Di Culik

"lepaskan? Bukankah seharusnya kau senang karena bisa berdekatan denganku?" Kata Seidon.

"Sayang.. ada apa? Kau bilang kau menyukaiku kenapa kau mau aku melepaskan mu heum? Kita bisa menikmati hari ini bersama kan? Kenapa kau mencoba untuk menolak ku?"

"A-aku bukannya menolak, t-tapi aku harus pulang. Ayahku sendirian"

"Kau bisa bersama ayahmu nanti lagi, untuk sekarang bersamaku saja. Orang yang kau sukai ini" Seidon tersenyum sambil menyisipkan anak rambut kebelakang telinga Lisa.

"Tolong.. s-semua itu memang benar tapi aku tak bermaksud untuk lebih, aku hanya ingin melihatmu setiap hari. Itu saja.."

"Kalau begitu menikah denganku saja.. bagaimana? Kau bukan hanya bisa melihatku setiap hari, tapi kau juga bisa melihat semua yang tersembunyi dariku"

"A-apa maksudmu" Lisa semakin gugup mendengar ucapan Seidon.

"Kau bukan hanya bisa melihat wajahku setiap hari tapi.. tubuhku juga bisa, kita bisa melakukan semua hal bersama-sama dengan begitu kau tak perlu diam-diam memperhatikanku sayang.."

"Tidak.. a-aku tidak mau. Meskipun aku menyukaimu tapi aku tidak mau menikah denganmu.. tidak.."

"Kenapa tidak? Aku kaya, aku tampan, aku sempurna, aku punya segalanya yang kau inginkan. Sebutkan satu keinginanmu yang paling mustahil, itu juga bisa aku kabulkan " bisiknya.

"Lepaskan aku! Tolong j-jangan macam-macam denganku" Lisa semakin gugup, wajahnya sangat dekat dengan Seidon.

"Owhh sayang, permintaanmu sangat kurang ajar. hal itu jelas tidak bisa ku lakukan. Kenapa siih? Kenapa tidak boleh macam-macam? Aku hanya akan melakukan satu macam saja.. kenapa jual mahal begitu eum?"

"Ja-jangan mendekatiku, lepaskan aku atau aku akan teriak" ucap Lisa.

"Teriak saja, kau pikir siapa yang bersedia membantumu?"

Seidon menarik pinggang Lisa dan mencengkram nya kuat.

Tubuh mungilnya lagi-lagi menabrak dada bidang milik Seidon. Membuat dada empuk Lisa menempel pada dadanya. Seidon sengaja melakukannya agar mendapatkan keuntungan didalam kesempitan.

"Toloongg!! Pria jahat, lepaskan aku. Toloongg.."

Lisa berteriak kencang, beberapa orang melihatnya namun mereka tidak mempedulikannya.

"Ahahaha.. ternyata benar-benar berteriak meminta tolong"

Seidon terlihat tersenyum menang saat Lisa tak bisa melakukan apapun selain berteriak.

"Aku bisa menendang kepr1aanmu jika kau tidak melepaskan aku" ancam Lisa mulai berani menatap Seidon dengan tajam.

"Ah ya ampun aku takut sekali, coba saja jika kau bisa, aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan kakimu jika kau berani melakukannya" bisik Seidon semakin mempererat cengkeramannya pada Lisa.

Matanya tajam, rahangnya tegas terlihat ganas membuat jantung Lisa berdegup kencang. Lisa tak bisa bergerak meskipun Seidon mencengkeram nya dengan satu tangan.

*Dia tidak mungkin sekuat ini, Dia memegangku hanya dengan satu tangan.. tapi kenapa.. aku tidak bisa melepaskan dua tanganku yang digenggam nya sekaligus..* batin Lisa.

"Kenapa? Tidak bisa terlepas?"

"Aku tau apa yang kau pikirkan.." Ucap Seidon memperkuat cengkraman nya.

"Sedang memikirkan cara untuk bisa menendang ku kan? Tapi sayang, kau tak akan mendapatkan kesempatan seperti itu"

Lisa membulatkan matanya, jantungnya seperti pompa dan hampir meledak. Ia membatu seakan tidak ada kekuatan untuk melepaskan tangannya dari pria ini.

Ia melihat sekitar, ternyata ada beberapa pengawalan disekitar Seidon yang jaraknya cukup jauh.

*Siapa dia sebenarnya.. kenapa aku mengingat anak itu saat melihat wajahnya, nama mereka sama apa jangan-jangan dia ini..* batin Seidon sambil menatap Lisa.

"Tu-tuan le-lepaskan aku" ucap Lisa ketakutan.

"Owhh.. baru ingat untuk menyebutku siapa?"

"Aku bisa mendengar detak jantungmu yang berdetak sangat cepat dan kenapa aku harus melepaskan mu? Kau masih berhutang padaku!!" Ucap Seidon menarik tangan Lisa untuk ikut dengannya

"A-aku tidak memiliki hutang apapun to-tolong lepaskan aku"

"tidak memiliki hutang? Baju dan sepatuku kotor terkena noda minuman dan tidak bisa hilang karena ulahmu. Kau tau berapa harga baju dan sepatu itu? Bahkan nyawamu tidak bisa menyentuh setengah harga sepatu itu"

Lisa tercengang, ia masih memberontak sambil berteriak meminta tolong. Tapi anehnya beberapa orang yang melihat justru bergumam dan merasa beruntung menjadi Lisa yang bisa di bawa oleh Seidon.

"Lepaskan aku, lepaskan! Toloongg.. toloongg"

Lisa tidak menyadari bahwa ponselnya bergetar sedari tadi ayahnya menelfon.

"Heum, aku rasa ponselmu bergetar, ayo lihat siapa yang menelfon, mengganggu saja" kata Seidon.

"Ah? T-telfon?"

saat melihat ponsel siapa yang menghubunginya, ternyata nama sang ayah tertera disana.

"Ayah" ucap Lisa

In call

Lisa📱:"Ha-hallo..ayah"

Ayah Lisa📱:"Lisa kapan kau pulang? Ayah memasak untukmu. Jika masih lama ayah akan masukkan ke kulkas dulu"

Lisa📱:"Aku sebentar lagi akan pulang.. a-ayah jangan khawatir ya.. a-aku akan pulang"

Ayah Lisa📱:"kenapa kau gugup.. ada apa? Apa ada masalah di sana?"

Lisa📱:"ti-tidak ada apa apa ayah.. a-aku akan segera pulang aku a-akan menutup telfonnya.."

Lisa mematikan telfonnya dan ingin memasukkan ponselnya kedalam tas tapi dengan cepat ponsel itu dirampas oleh Seidon.

"Kembalikan! Kembalikan ponselku"

Lisa berusaha merebutnya dari Seidon tapi lagi-lagi tatapan mereka bertemu dan hal itu membuat Seidon terlihat sangat senang.

"Mencari kesempatan untuk memelukku ya?"

"Pria gil4, lepaskan aku"

"Kenapa harus berbohong akan cepat pulang hm?" Ucap Seidon tersenyum.

"A-apa maksudmu"

"Kau.. ikut denganku! kita pergi bermain sebentar" Ucap Seidon berubah ekspresi dan menyeret Lisa masuk kedalam mobilnya.

*Tidak...*

*Lain kali jika bertemu dengannya kau harus menghindar, dia sangat berbahaya jika kau sampai ditangkap olehnya aku juga tidak akan bisa menolong, kau tau kan?*

*Lisa, kalau bisa setelah aku pergi kau menghindar lah dari Seidon Hayden, cari tempat ramai. Dia, sepertinya punya rencana jahat. Taksimu segera datang cepatlah pulang setelah itu*

Lisa mengingat ucapan Glen,

"tidak.. Glen tolong aku, aku tertangkap" gumamnya ketakutan.

Lisa terus melakukan pemberontakan dan berusaha melepaskan tangannya tapi tenaga Seidon lebih kuat dari tenaga miliknya. Seidon mendorong Lisa masuk kedalam mobil dan menyuruh sopirnya mengantarkan mereka ke mansion Seidon yang berada dipinggir kota

Butuh waktu 2 jam untuk sampai ke mansion mewah itu. Lisa memberontak, dan sesekali memukul Seidon untuk memberhentikan mobilnya.

"Lepaskan aku, Seidon Hayden lepaskan aku!"

"Diam!"

"Tidak mau, lepaskan aku brengs3k! Lepaskan!!"

Dengan kesabaran Seidon yang sangat tipis ia melayangkan satu tamparan yang cukup keras dan berhasil membuat Lisa terdiam membisu.

"owh sayang ku, aku tidak sengaja menamparmu. kau memukuliku jadi tanganku bergerak sendiri, aku tak akan mungkin kasar padamu jika kau menurut"

Lisa menoleh kearah Seidon, dengan tatapan marah ia menatap tajam Seidon.

"kau, beraninya menamparku! Ayahku tidak pernah menamparku sekalipun" kata Lisa menatap Seidon.

"Tapi aku bukan ayahmu, kau sangat berani memukuliku apa tidak takut aku mematahkan tangan kecilmu itu?"

"Jika kau bisa, patahkan saja tanganku, apa kau pikir aku takut denganmu?!"

Seidon mengernyitkan dahinya, Lisa adalah satu-satunya wanita yang tidak peduli siapa dia, dan satu-satunya nya orang yang berani melawannya.

"Bastian, menurutmu apa yang harus aku lakukan pada wanita yang sangat lancang padaku seperti ini?"

"Tuan, anda bisa melakukan apapun padanya" jawab Bastian.

Seidon menoleh ke arah Lisa "kau dengar apa yang Bastian katakan?"

"Aku tidak akan membiarkanmu menindas ku seenaknya!" Kata Lisa.

Seidon hanya tersenyum menatap Lisa yang memasang wajah marah padanya.

"Kita akan lihat, apakah setelah ini kau masih berani padaku atau tidak" kata Seidon.

Lisa menatap Seidon dengan sedih, "Apa kau benar-benar melupakan aku? Apa kau sama sekali tidak mengingatku? Seidon, ini aku.." kata Lisa. Ia mencari tatapan Seidon yang dulu, yang hangat dan lembut tapi dilihat dari sisi manapun wajahnya hanya di penuhi ketegasan yang kejam.

Seidon terdiam sejenak, ia menoleh kearah Lisa yang terisak pelan.

"Apa kita pernah saling kenal sebelumnya? Siapa kau?" Kata Seidon menarik rahang Lisa agar menatapnya.

"Ini aku, aku Lisa mu.." dengan mata berkaca-kaca ia menatap mata elang milik Seidon.

"Lisa ku? Kau sudah berani mengklaim bahwa dirimu itu milikku ya? Baik, mulai sekarang kau adalah milikku!!" Seidon smrik senang dan menjambak rambut Lisa dengan kasar.

"Tidak bukan yang seperti itu, bukan milikmu yang seperti itu Seidon. Kau salah paham!"

"Lepas! Lepaskan aku, Kau menyakitiku Seidon! Lepaskan!"

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sesampainya di mansion mewah itu Seidon menarik Lisa masuk dan membawanya kesebuah kamar.

"Ayo ikut,"

"Tidak mau! Lepaskan aku, lepaskan!"

Ia mendorong Lisa hingga tersungkur disamping tempat tidur dan mengunci pintu kamarnya. Ia melepas jasnya dan melemparnya di sofa pojok kamar.

"Awhh.. sss, sakit sekali.. dasar pria s1nt1ng!!" gumam Lisa.

"Diam sampai aku selesai memeriksa ponselmu, jangan berisik! Lisaku? Kau menyebut dirimu seperti itu pasti ada petunjuk di ponsel jelekmu ini" katanya.

"Dasar gil4, benar-benar orang gil4!" Kata Lisa mengelus tangannya yang nyeri karena ditarik Seidon tadi.

Seidon langsung duduk disebuah sofa dan membuka isi ponsel Lisa.

Seidon POV,

mungkin cukup kasar karena aku menamparnya sangat keras, sedikit memar dan langsung pecah sisi bibirnya. Padahal itu tenagaku yang paling ringan. Siapa yang tau kalau akan membuatnya terluka, Lisa ini sepertinya memang tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar. aku tak akan melakukan itu jika dia menurut tadi.

Ponselnya sangat buruk, sudah saatnya untuk diganti. Ini jelek sekali, ku buka isi ponselnya dan ingin mencari tau siapa dia sebenarnya, dalam pandanganku aku dan dia pasti memiliki sedikit hubungan dimasa lalu.

Aplikasi pertama yang ku buka adalah galeri, ada beberapa foto cantiknya disana. Banyak sekali foto di galeri itu dan aku menemukan beberapa foto yang menunjukkan bahwa aku dan Lisa memang pernah ada hubungan.

"Anak ini.. "

,

Flashback

*Gadis kecil kenapa kau menangis? Kau sendirian disini?*

*Gadis kecil? Kau menyebutku begitu? Bukankah kau juga pria kecil?*

*Aku 6 tahun lebih tua darimu! Beri aku hormat!*

*Ahahahaha.. tidak mau! Wleeekk*

*Berjanjilah padaku kau akan menikahi ku setelah kita dewasa nanti*

*Gadis kecil, aku berjanji akan menikahimu Jangan khawatir ayo kaitkan jari kelingking sebagai janji kita berdua*

*Kau milikku dan aku milikmu selamanya*

*Lisa aku harus pergi*

*Seidon Hayden, jangan tinggalkan aku... Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak saling meninggalkan?*

*Maaf Lisa..*

Flashback end

,

"Jadi kau.. anak kecil ini adalah kau?"

"Seidon? Kau ingat? Akhirnya kau mengingatku" kata Lisa senang, ia berdiri dan akan mendekatiku.

"Berhenti disana!"

Ku geser foto itu dan menemukan kejutan besar yang mampu membalaskan dendam atas kematian kedua orang tuaku. Aku sangat kaget saat melihat foto keluarga yang ada di galeri ponsel milik Lisa.

Aku sudah cukup terkejut saat tau bahwa Lisa adalah gadis kecil yang pernah membuat janji denganku tapi yang membuatku lebih terkejut lagi adalah, ternyata dia adalah anak dari pasangan yang telah membunuh kedua orang tuaku. bagaimana bisa Tuhan merencanakan ini semua. Jadi dialah satu-satunya putri mereka yang merebut segalanya tanpa belas kasihan.

Sungguh tertutup mereka menutupi anak mereka hingga aku tidak tau kalau ternyata gadis kecil yang ku sayangi selama ini, gadis kecil yang terpaksa ku jauhi demi melindunginya agar dia tidak terluka karenaku, justru dia adalah pion utama yang bisa membantuku membalaskan dendam orang tuaku.

Setelah mengetahui bahwa dia adalah gadis kecilku, aku menyesal karena telah menyakiti nya dan membuatnya terluka. tapi, aku sadar bahwa tak perlu ada rasa kasihan ataupun simpati padanya setelah aku tau keturunan siapa dia. Sekarang, anggap saja gadis kecilku itu sudah mati. Keturunan dari Xavier harus ku habisi untuk menebus kesalahan mereka!

Seidon POV end,

"Owhh sayang.. ternyata kau adalah dia? Gadis kecil yang menangis itu? Siapa sangka kau anak dari pasangan ini"

"Tertutup sekali.. ternyata kau anak dari pasangan terkutuk ini" gumam Seidon.

"Pantas saja kau berkata seperti itu tadi, ternyata memang benar.. kau adalah, Lisa ku gadis kecilku" Seidon terlihat senang dan tertawa renyah menatap foto masa kecil Lisa di ponselnya itu.

"Dan ternyata pria tua ini adalah ayahmu?" Ucap Seidon dingin menatap Lisa.

Lisa terdiam dan mengangkat wajahnya saat Seidon mengatakan itu. Wajahnya memasang ekspresi tidak mengerti maksud dari ucapan Seidon barusan.

"kenapa bertanya? Kau, apa kau baru mengenal ayahku?"

"Dia?" Sambil menunjuk foto ayah Lisa di ponselnya, "tentu saja aku mengenalnya bahkan aku sudah mengenalnya dari lama! Tapi siapa sangka bahwa pembunuh ini adalah ayahmu"

"Seidon Hayden! Beraninya kau menyebut ayahku sebagai pembunuh!" Bentak Lisa pada Seidon dan,

Suara yang begitu nyaring antara telapak tangan Lisa dan pipi Seidon seakan beradu, cap merah di pipi kirinya terlihat jelas saat setelah tamparan keras itu mengenai wajahnya.

Matanya membola setelah Lisa menamparnya cukup keras. Sejauh ini tak ada seorangpun yang berani melakukannya bahkan, berbicara dengan nada tinggi pun tak ada yang berani melakukannya.

Keberanian Lisa membuat Seidon sedikit bertepuk tangan karena dia adalah satu-satunya orang yang melakukan hal itu untuk pertama kalinya.

"Kau, bicara apa soal ayahku? Dia bukan pembunuh!" Bentak Lisa marah.

"Seidon Hayden, aku tidak tau ternyata kau adalah orang yang sangat keji. Kau berubah sampai kau menyebut ayahku seperti itu!"

Lisa tak tidak bisa membiarkan seseorang menghina ayahnya.

"Kau tidak bisa menindasku seperti ini seidon! Aku tidak takut denganmu sekalipun kau bisa menghancurkan negara ini"

Seidon menatap Lisa sangat tajam meletakkan ponselnya kasar diatas meja dan berjalan mendekati Lisa.

"Berani sekali.."

Suara nyaring itu kembali terdengar tapi, kali ini adalah Seidon pelakunya. tamparan keras mendarat di wajah kiri Lisa dan kali ini ia terdiam, memegangi kepalanya yang terbentur tempat tidur.

"Sss... sakit"

"Sejauh ini tidak ada yang selancang dirimu ini! berbicara dengan nada tinggi padaku tidak ada yang berani melakukannya tapi kau bahkan berani berteriak padaku?!" Ucap Seidon menarik rambut Lisa.

"Kau juga berani menamparku"

"Itu pantas untuk pria jahat sepertimu! Aku tidak akan membiarkanmu menindasku!"

Lisa menahan tangan seidon yang menarik kuat rambut panjangnya, ia masih bisa melawan Seidon dengan berani sambil menahan sakit di kepalanya.

"Kau tau siapa ayahmu hm? Kau tau siapa dia?" Ucap Seidon membentak Lisa dengan suara yang menggema di seluruh ruangan.

"Dia ayahku!! Dia bukan pembunuh! Jika dibandingkan dengan ayahku, kau adalah pembunuh yang sebenarnya. Tidak, kau adalah iblis!!" Ucap Lisa tak kalah membentak, Seidon semakin menarik erat rambut Lisa membuatnya semakin meringis kesakitan.

"Ah! L-lepas!"

"Dengan wajahmu yang lugu ini ku pikir kau wanita polos tapi ternyata tidak"

"Kau terus memakiku dan mengucapkan kata-kata yang buruk padaku, kau sudah sangat sangat lancang dan berani padaku, jangan membuatku m3lud4h1mu karena aku punya segala hal yang mampu untuk menghancurkan mu dan ayahmu itu!"

"Aku tidak takut! Kau iblis berwujud manusia apa kau pikir kau sehebat itu? Seidon Hayden, kau hanya mengandalkan kekuasaan untuk menindas orang lemah sepertiku!" Teriak Lisa.

"Kau akan menjadi rendah sepertiku saat kau kehilangan kekuasaanmu!" Tambahnya dengan nada setinggi yang dia punya.

"Kau tidak pantas bicara seperti itu padaku karena jauh sebelum ini terjadi padamu, aku sudah lebih dulu menelan habis pahitnya kehidupanku yang tidak memiliki apapun!" Kata Seidon.

Lagi dan lagi, satu persatu tamparan nyaring terdengar jelas di seluruh sudut kamar mewah itu. Berkali-kali Seidon melayangkan telapak tangannya pada pipi mulus gadis cantik yang tengah terisak itu. Seidon kembali menarik Lisa dengan sangat-sangat kasar dan menjamb4k rambutnya hingga ia mendongakkan kepalanya.

"Teruslah berkata buruk sampai aku menghabisimu aku tidak peduli sekalipun kau adalah gadis kecil yang ku sayangi itu"

"Dan sepertinya kau belum tau siapa ayahmu yang sebenarnya ya? Pantas saja kau berkata begitu dan membelanya mati-matian"

"Kalau begitu, biar ku beritahu!"

Seidon menghempas Lisa di kasur dengan kasar. Beberapa helai rambut panjangnya berada di genggaman Seidon. Lisa merasakan pusing dan pandangannya berputar-putar menatap langit-langit kamar. Tapi dengan kasar Seidon mencengkeram rahangnya dengan kuat.

"Ku rasa memang sudah waktunya kau tau kebenaran setelah sekian lama ayahmu menyembunyikan mu darimu!" Tekan Seidon semakin menggila dengan menekan kuat pipi Lisa.

__________________

1
Juna Dong
menarik
Irra Ajahh
Ternyata Bener kora
vyo
aku suka karya mu yg ini Thor seru banget Daebak lah pokoknya ceritanya membuat aku berinspirasi
PROMISE🌺: Terimakasih telah berpartisipasi dan berkomentar positif dalam karya kami😊🙏🏻
total 1 replies
Rhenii RA
Prett, bisanya ngancem terooosss😮‍💨
Dewi Tri
seru
R_3DHE 💪('ω'💪)
thor kenapa kover novelnya hitam semua? 🤭🙏🙏
PROMISE🌺: warna favorit hehe
total 1 replies
Irra Ajahh
takut saidon pura2 doang
Gndarexxx😎
Baru sempet komen😍Tapi gapapa bagus banget❤
Rohmatul Bandiyah
suka semuuaaa visualnya...mkasih author...ceritanya jg Seru bangeettsss...sayangnya qw telat mampirnya...gpp deh yg penting masih kebagian baca walaupun terlambat👍👍
Rohmatul Bandiyah
haah akhirnya misi untuk menjadi kuat sudah tersusun...tunggu saja kau seidon..pasti menyesalnya gk tanggung2🤭
Rohmatul Bandiyah
akan qw tunggu bab yang menjadikan Lisa wanita yg tidak lemah...
Rohmatul Bandiyah
semoga lancar
Rohmatul Bandiyah
nyesek kali....kejem banget kau hayden
Rohmatul Bandiyah
apakah ni namjooon
fn A
jadilah orang yg sibuk memikirkan kebahagiaan, hingga kau melupakan apa arti kesedihan:)
✨•§͜¢• 𝑱𝒆𝒏𝒏𝒊⁴ᵐ✌︎℘ℯ𝓃𝓪
biasa nya gw baca kek gini tuh jungkook ama tae atau ama suga tapi ini j-hope ama jimin 🐱👍
Quinsa Fan
semangat kak
Hendra Yenni
Thor buat Aster depresi,, Biar nyesel tuh seiden
Hendra Yenni
Good Thor.. visual Nya.. cocok sm jodul cerita Nya..
Erika Rahmawati
kok aku meloh yah,baca cerita ini jadi sering nangis 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!