NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PISANG OH PISANG

...----------------...

Pagi seperti biasa.

Bersih bersih lalu sarapan.

Rutinitas olah raga tidak ku skip sama sekali.

Setelah menemukan 2 box bantuan di pesisir dan perairan, aku lanjut bergerak ke dalam hutan.

Eksplorasi selama 2 jam.

Di dalam inventory, aku memuat barang temuan  dari dalam hutan :

* 3 box bantuan.

* Tanaman mutan cahaya biru (rencananya mau kutanam di kebunku setelah kugandakan untuk mas ben, sudah kupastikan tidak beracun).

* Bibit tanaman mutan baru yang mirip dengan pisang, hanya saja warna daunnya kuning, entah apa warna buahnya, karena memang masih bocil, jadi kuangkut aja sekalian.

* 2 box tanah gembur.

* 3 jenis tumbuhan yang sama dengan di bumi, yang bakal kutanam di kebun ku selain jadi bahan masakan. Bahkan salah satunya jamur yang bisa dimakan! Asik. Akhirnya dapet kan jamurnya. Sekalian saja kubawa dengan tanahnya, sebagai media tanam. Karena saat ini aku belum punya media tanam dari jerami.

Selain itu, aku menemukan spesies hewan lainnya, mirip belalang, tapi lebih besar, dan warna tubuhnya hitam.

Aku menceramahi serangga itu juga, seperti kemarin berceramah ke kelelawar.

Menurut system ku, di bumi tidak ditemukan jenis yang sama, maka aku memberinya nama belalang ireng. Dan diterima oleh system sebagai nama hewan tersebut. Ternyata memang belalang mutan.

Aku juga menemukan koloni semut, dan berceramah pada mereka, bahkan aku bisa memanggil ratunya keluar dari sarang, meminta mereka untuk tidak mendekat ke area rumah dan kebunku. Kecuali jika kuijinkan.

Sesampai di depan rumah, kukeluarkan semua items itu dari inventory dan meminta celia untuk menggandakannya.

Kali ini box tidak kubongkar, akan kupakai untuk keperluan tanam menanam.

Dari 10 box bantuan, aku mendapat kan :

* 10 tali rami.

* 2 kain kanvas.

* 4 bungkus santan instan.

* 2 kantong beras ukuran 1kg.

* 2 headlamp.

* 4 box tampon isi 10pcs.

* 6 botol nutrisi tanaman.

Makin naik level, makin mantap isi boxnya.

...----------------...

Aku membuka market, menawarkan 4 box tampon, bisa nego barang pertukaran.

Barang lainnya kumasukkan ke inventory.

Aku iseng melihat isi chat regional.

(X : duh aku kena getah tanaman, gatel gatel, ga da obatnya. Huhuuu..)

(Y : eh ada yang jual tampon. Nego apa nih. Aku belum bisa chat personal.)

(Aku : kamu punya apa?)

(Y : aku punya daun pisang, jantung pisang, pohon pisang pun boleh nih kalo mau. Ada beberapa. Ada bambu juga.)

(Aku : sip. Aku mau semua jenis tanaman yang kamu punya.)

Aku buka penawaranku di market 4 box tampon tukar 2 pohon pisang dan 4 bambu.

Proses selesai.

Kuminta system ku menggandakan nya.

Kembali ke chat regional.

(X : aku butuh dapur, tapi gak nemu gulungannya.)

(Aku : gw punya dapur udah jadi, lengkap sama alat masaknya.)

(X : hah? Emang bisa dikirim?)

(Aku : bisa aja asal inventory lo bisa nampung.)

(X : emang butuh berapa kapasitasnya?)

(Aku : 130/200)

(X : waduh. Inventory gw penuh.

Aku : kosongin lah. Atau upgrade levelmu. Biar naik kapasitasnya.)

(X : kamu mau apa tukeran nya.)

(Aku : kamu di pulau apa?)

(X : aku di pulau rawa.)

(Aku : kamu punya apa?)

(X : benih padi, kayu keras, tanah liat, tanaman obat.)

(Aku : ok. Buka market pake items itu, masing-masing separuh jumlah yang kamu punya, tar aku kasi dapur sama perkakasnya.)

Aku buka panel market, penawaran langsung kuproses.

Aku meminta system ku menggandakannya.

Hampir sejam aku sibuk nego nego items di chat regional. Dan berhasil mendapatkan beberapa items yang bakal terpakai, sisanya masih belum tau buat apa. Nanti juga kepake.

Tapi item langka tidak kukeluarkan meski ada yang mencari.

...----------------...

Notif chat mas ben

(Ben : met pagi menjelang siang cintaku.)

(Aku : iih.. Cocweeet)

(Ben : hahaha.. Kayak tadi sibuk nego barang ya?)

(Aku : iya, nyari aja apa yang bisa dituker.)

(Ben : gak rugi sayang?)

(Aku : gak kok. Soalnya ada banyak.)

(Ben : hari ini mau upgrade apa?)

(Aku : hhmm.. Skill tanah kayaknya. Udah tinggal dikit bisa naik lagi. Oia, hampir lupa mas.)

(Naya mengirimkan 1 tanaman mutan cahaya biru)

(Aku : udah kumasukin ke polibag itu ya, dah dikasi tanah subur makmur. Dan tak beracun. Tolong dijaga.)

(Ben : iya pasti sayang. Btw emang dark banget ya kesannya ini tanaman. Tapi kena sinar matahari, jadi cantik, ada kemilau birunya gitu.)

(Aku : iya, makanya kunamain cahaya biru. Oia tadi aku nemu satu lagi tanaman mutan, mirip pisang, tapi daunnya warna kuning. Bukan kuning karena tua, justru masih bocil.)

(Ben : jadi penasaran.)

(Aku : kudu gede media tanamnya mas, emang di pulau mas ada tanah subur makmur?)

(Ben : gak ada sih. Mungkin bisa kalo pake pot ya?)

(Aku : kalo pake kotak bekas bantuan bisa gak ya? Takutnya gak kuat.)

(Ben : jangan dulu deh. Ditanem aja dulu sama kamu yang.)

(Aku : ok. Mas, aku mau berkebun dulu ya. Biar skillku naik.)

(Ben : iya sayang. Eh btw ini mas kirim balik panci semalem ya.)

(Ben mengirim panci tembikar)

Di dalam panci, mas ben memasukkan tanaman bunga khas pulau batu. Tanaman mirip batu tapi berbunga cantik.

(Aku : ya ampun mas. Cantik banget bunganya.)

(Ben : kayak kamu sayang. Tampak keras diluar, cantik didalam.)

(Aku : ihiks.. Jadi terhura.)

(Ben : hahaha... Kamu cewe paling random yang mas kenal, tapi paling ngena di hati mas.)

(Aku : aah.. Jadi malu.)

(Ben : ya udah. Met sibuk sayangku. Mas juga mau naikin skill dulu. Mumpung masa perlindungan, kudu digenjot persiapan tempurnya.)

(Aku : oh ok masku. Take care ya. Nanti siang aku masak lagi. Ditunggu aja.)

(Ben : mas lama lama gak bisa makan yang lain kalo udah keenakan makan masakanmu.)

(Aku : gak papa. Latihan. Hehehe)

(Ben : sayang banget sama kamu nay.)

(Aku : iya masku. Dah ah. Bye.)

...----------------...

Aku memindahkan tanaman hadiah mas ben ke wadah batok kelapa dan kutaruh di rumahku, dekat jendela. Aku memberinya energi supaya tak mudah mati.

Aku bergegas ke lahan kebunku dan mulai sibuk membuat kompos, menggemburkan tanah, menanam, membibit, memanen, memberi kapsul pupuk, memberi nutrisi, memberi energi pada tanaman dengan skill tanah, tumbuhan dan air yang kumiliki.

Dua jam aku sibuk di lahan kebun. Inventory ku terisi hasil panen yang sudah kugandakan.

* 100 tomat.

* 200 cabai.

* 30 melon.

Sudah hampir siang. Waktunya memasak. Aku akhiri kegiatanku di kebun.

Siang ini aku memasak nasi liwet untukku dan mas ben. Kutambahi dengan lauk ikan bakar dan udang galah bakar, ditambah cumi bakar. Plus sambal. Mantep gak tuh.

Nanti aku mau nangkap calon seafood lagi. Terutama udang, cumi, dan entah apa nanti yang bisa kutemukan di laut.

(Naya mengirimkan panci tembikar)

(Aku : mas, selamat makan.)

(Ben : wah.. Nasi liwet? Sayang.. Gemesin deh kamu.)

(Aku : hahaha..)

(Ben : astaga, ada sambelnya. Kok bisa sayang?)

(Aku : bisa dong. Oia satu lagi nih. Kelupaan.)

(Naya mengirimkan 4 buah melon)

(Ben : sayaaangku... Kamu manjain mas banget.)

(Aku : gak papa. Aku seneng kok.)

(Ben : tunggu ya. Mas mau ngerampok isi laut trus mas kirim semua ke kamu. Mau kamu jual juga gak papa.)

(Aku : ih.. Gak boleh.. Kecuali kepepet. Hahaha..)

(Ben : sumpah sayang. Mas gak sabar ketemu kamu.)

(Aku : iya. Aku juga. Ayo mas makan dulu. Aku juga mau makan.)

(Ben : siap sayangku.)

...----------------...

Di bumi.

Rumah keluarga ben.

Celia "Aaah.. Gak kuaaat. Sweet banget sih mereka. Nay emang pinter masak, tapi kan mas ben belum pernah ya icip masakan dia. Coba dari dulu, pasti langsung dinikahin soulmate gw."

Dami "Emang segitu enaknya?"

Celia meliriknya judes, "Liat aja tuh si mas, lahap banget makannya. Kemarenan makan bawaan dari sini, biasa aja mukanya, malah kayak kepaksa gitu. Kalau dah ngerasain masakan nay, beeuuh.. Nagih."

"Dari kakeknya ilmu bercocok tanam, dari neneknya ilmu masakan. Dia mampu menumbuhkan bahan masakannya sendiri. Bahkan nyari ke laut pun dia berani." Komentar mama Gia. Geleng-geleng kepala.

"Tau kan ma, buah mangga sama jeruk yang suka aku bawa kalo abis main ke rumah nay? Itu hasil kerjaan dia. Liat aja kan bonsai mama gimana jadinya di tangan dia." Sahut celia.

"Tangan dia dingin ke tanaman, dan panas ke masakan. Kombinasi mematikan. Bisa hidup di mana aja." Ujar lista.

Yang lain mengiyakan.

Rumah keluarga naya.

"Udah gak ngotak emang ilmunya mba nay. Pantes aja skill dia cepet banget naiknya. Kayaknya semua dia pegang. Liat aja tar lagi pasti punya skill masakan." Ujar amelia.

Yangkung dan yangti hanya terdiam melihat cucu mereka berkembang dengan sangat cepat. Rasa bangga tak ada habisnya. Meski rasa khawatir selalu bercokol.

Chat regional negara pusaka

(X : gila!! Pasangan terbadass abad ini. Mukbangnya aja samaan. Bikin ngiler.)

(Y : dah lah nyerah para wanita kalo mau sama lakinya. Liat noh cewenya, apa coba yang dia gak bisa. Berprestasi, body goals, mukanya cantik manis gak bosenin, apalagi ada lesung pipinya, bisa brantem, bisa nanem, bisa berburu, bisa masak.)

(Z : jadi pengen liat mereka pas balik 5 tahun lagi.)

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!