NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Ice membalas jabat tangannya dengan sopan.

“Aku Ice Meng.”

Howard mengangguk pelan. Saat hendak pergi, ia tiba-tiba mengangkat sebuah bingkisan yang sedari tadi berada di tangannya.

“Ah, benar. Aku tadi keluar untuk membeli sarapan, tapi sepertinya terlalu banyak. Kalau Nona tidak keberatan, terimalah ini.”

Ice menunduk dan melihat sebuah bingkisan berisi roti, bubur hangat, serta beberapa minuman.

“Tidak perlu, Tuan Howard. Kita baru bertemu, aku tidak bisa menerimanya,” tolak Ice dengan cepat.

Howard tersenyum tipis.

“Kalau begitu, anggap saja hadiah perkenalan dari tetangga baru. Lagi pula, aku tinggal sendirian dan tidak akan sanggup menghabiskannya.”

“Tapi…”

“Tidak baik menolak ketulusan orang lain, bukan?” ucap Howard sambil menyerahkan bingkisan itu ke tangan Ice.

Melihat pria itu begitu tulus, Ice akhirnya menerimanya.

“Terima kasih, Tuan Howard.”

“Sama-sama.” Howard memasang kembali alat musik di telinganya. “Kalau ada yang dibutuhkan, jangan sungkan mengetuk pintuku.”

“Baik.”

Howard pun melangkah menuju unit apartemennya.

Sementara Ice menutup pintu dan meletakkan bingkisan itu di atas meja.

“Orangnya sangat baik… tapi kenapa sarapan sebanyak ini hanya untuk satu orang?” gumamnya pelan.

Howard masih berdiri di depan unit apartemennya. Sebelum masuk, ia menoleh ke arah pintu apartemen yang kini ditempati Ice.

“Ice Meng, mulai detik ini, semua yang berhubungan denganmu… akan menjadi urusanku,” gumam Howard pelan.

***

Di sisi lain, seorang pria paruh baya ditahan oleh dua pria bersetelan hitam.

“Kalian siapa? Aku bahkan tidak mengenal kalian!” teriak pria itu ketakutan.

Pria itu tak lain adalah Lowie Meng.

“Lowie Meng, kau penjudi, bukan? Berutang ke sana kemari tanpa mampu melunasinya. Hari ini, seseorang ingin memberimu pelajaran,” ujar salah satu pria dengan dingin.

Tak jauh dari sana, Mark berdiri sambil menyaksikan semuanya.

“Tidak! Tidak! Aku tidak punya urusan dengan kalian! Aku juga tidak berutang pada kalian!” teriak Lowie dengan wajah pucat.

"Alasannya adalah kau suka berjudi dan tidak mau bekerja. utangmu sudah banyak tapi tidak mampu melunasinya," ucap Mark.

Lowie tertegun.

“Tuan, tenang saja. Semua utangku akan dibayar oleh putriku. Dia bekerja dan punya penghasilan. Semua biaya rumah tangga kami ditanggung olehnya,” jawab Lowie tanpa rasa malu.

Mendengar itu, wajah Mark langsung menggelap.

“Tidak tahu malu!” bentaknya. “Kau seorang kepala keluarga, tapi semua beban kau lemparkan pada putrimu. Apa kau pantas disebut ayah?”

Lowie langsung gemetar.

Mark memandangnya dengan dingin.

"Patahkan jempolnya!" perintah Mark.

Salah satu anak buahnya yang memegang alat penjepit, tanpa ragu ia mematahkan jempol kanan Lowie Meng.

"Aahhh!" teriakan Lowie mengema ruangan itu.

Selanjutnya pria itu mematahkan jempol kiri milik Lowie.

"Aahh!"

Lowie langsung terkapar di tanah sambil menjerit kesakitan. Tubuhnya gemetar hebat, wajahnya pucat, dan air matanya mengalir tanpa henti.

“Tolong… ampun… aku salah! Aku tidak akan melakukannya lagi!” teriaknya sambil memohon.

Mark menatap pria paruh baya itu dengan dingin.

“Ini hanya peringatan. Kalau kau masih berjudi dan terus hidup tanpa tanggung jawab, jangan salahkan kami kalau lain kali yang kami patahkan bukan hanya jarimu."

“Aku tidak berani lagi! Aku janji! Aku tidak berani lagi!” tangis Lowie sambil terus mengangguk.

Mark mendengus dingin.

“Seorang kepala keluarga seharusnya melindungi keluarganya, bukan menjadi beban bagi mereka. Mulai hari ini, cari pekerjaan yang layak dan hiduplah seperti seorang manusia.”

Setelah mengatakan itu, Mark berbalik.

Kedua pria bersetelan hitam itu segera mengikuti langkahnya, meninggalkan Lowie yang masih terbaring di tanah sambil menangis dan memohon. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, pria itu benar-benar merasakan ketakutan.

***

Toko Keramik Yun Hua

Di tengah kesibukan jam makan siang, Ice masih sibuk melayani pelanggan. Keringat membasahi dahinya, tetapi ia tetap memasang senyum profesional.

Tiba-tiba, beberapa pria bertubuh besar masuk ke dalam restoran bersama seorang wanita paruh baya.

“Mana dia? Panggil dia keluar!” teriak wanita itu dengan marah.

Semua pelanggan menoleh ke arah mereka. Ice yang mendengar suara itu langsung membeku.

“Ma?” gumamnya pelan.

Wanita itu tak lain adalah Lulu, ibunya.“Ice! Cepat keluar!” bentaknya.

Ice segera menghampiri dengan wajah panik.

“Ma, kenapa datang ke sini?” tanyanya.

Salah satu pria bertato melangkah maju. “Kau putri Lowie Meng, kan? Ayahmu berutang pada bos kami. Sekarang dia menghilang. Kalau tidak bisa menemukannya, kau yang harus bayar!”

Wajah Ice langsung memucat.

“Utang? Bukankah sudah—”

“Jangan banyak alasan!” bentak pria itu. “Pokoknya, tiga ratus ribu Yuan harus dibayar hari ini!”

Para pelanggan mulai berbisik-bisik. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel untuk merekam.

Lulu langsung menarik tangan Ice.

“Cepat bayar mereka! Apa kau mau mamamu dipukuli?” teriaknya.

“Ma, dari mana aku punya uang sebanyak itu?” jawab Ice dengan mata memerah.

“Kalau tidak punya, pinjam! Jual rumah! Jual ginjalmu kalau perlu!” bentak Lulu tanpa peduli dengan tatapan orang-orang di sekitar.

Mata Ice langsung memerah.

“Ma, aku sudah membayar biaya hidup keluarga setiap bulan. Aku juga yang membiayai adik dan kakak. Kenapa semua kesalahan Papa harus aku yang tanggung?” tanyanya dengan suara bergetar.

“Karena kau anak keluarga Meng!” bentak Lulu. “Kalau kau tidak mau membayar, mulai hari ini jangan panggil aku mama!"

“Tuan, kalau dia tidak mau bayar, begini saja. Bawa saja dia pergi. Biarkan dia bekerja untuk kalian. Terserah apa yang ingin kalian lakukan,” ucap Lulu tanpa ragu.

“Ma, bagaimana bisa kau bicara seperti itu?” teriak Ice dengan mata memerah.

“Kenapa tidak? Kau adalah anak yang aku besarkan. Sudah seharusnya kau menanggung semua biaya keluarga!” bentak Lulu.

“Tidak masuk akal! Aku tidak punya uang!” jawab Ice dengan kesal sambil berbalik hendak masuk ke dalam.

Namun, lengannya tiba-tiba ditahan erat oleh pria bertato itu.

“Aahh… sakit!” jerit Ice.

Di saat yang sama, tatapan pria itu tertuju pada kalung yang dikenakan Ice.

“HW?” gumamnya.

Mata pria bertato itu langsung membelalak. Anak buah di belakangnya pun ikut terkejut.

“Ba-bagaimana kau bisa memiliki benda itu?” tanyanya dengan suara bergetar.

Pria itu segera melepaskan tangan Ice dan mundur beberapa langkah. Anak buahnya pun ikut mundur dengan wajah pucat.

“Tuan, jangan ragu! Bawa saja dia pergi!” teriak Lulu.

Namun, pria bertato itu justru menoleh ke arah wanita paruh baya itu dengan tatapan dingin.

“Kau ingin kami membawa Nona ini pergi?” tanyanya dengan suara rendah.

“Iya! Dia tidak mau membayar utang ayahnya. Bawa saja dia, terserah kalian mau diapakan!” ujar Lulu tanpa rasa bersalah.

Mendengar itu, wajah pria bertato tersebut langsung menggelap.

“Wanita tua, apa kau sudah bosan hidup?” bentaknya.

Plak!"

Tamparan keras dilakukan oleh pria itu sehingga sudut bibir Lulu mengeluarkan darah.

Lulu terkejut.

“Tu-Tuan…”

“Dia putrimu sendiri, tapi kau ingin menjualnya demi membayar utang?” ujar pria itu dengan marah." kalau kau ingin mati jangan ajak kami."

Pria bertato itu dan anak buahnya langsung membungkukkan badan ke arah Ice.

“Nona, maafkan kami. Kami tidak tahu.”

Ice hanya berdiri terpaku, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Sedangkan Lulu membelalakkan matanya lebar.

Bukankah mereka datang untuk menagih utang?

Kenapa sekarang mereka justru meminta maaf kepada putrinya?

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!