Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 20
Merasa ada yang mendekatinya, membuat Rendra yang memejamkan matanya langsung menyergap tangan yang ingin menyentuhnya.
Alice terkejut saat tangannya di sergap Rendra. Keduanya sama-sama diam saling menatap satu sama lain.
"Tubuhmu masih lemah, kenapa memaksakan keluar ruangan?" tanya Rendra melihat wanita yang duduk di kursi roda saat ini, dengan tiang ingus yang menggantung.
"Aku memikirkan Neil." jawabnya takut.
Alice tertunduk lesu, tidak berani menatap ke arah Rendra saat ini. Apalagi melihat tatapan dingin laki-laki itu. Laki-laki yang dulunya terasa hangat, Jini terasa begitu dingin dan asing baginya, setelah 7 tahun lebih tidak bertemu.
"Maaf."
"Maaf!" ucap keduanya bersamaan, membuat mereka semakin canggung.
Baik Rendra, maupun Alice, mereka sudah memikirkan hal ini masing-masing. Dimana mereka sama-sama bersalah disini, dan Neil yang menjadi korbannya.
"Setelah Neil sadar, aku akan membawanya ke Amerika." ucap Rendra membuat Alice langsung menatap ke arahnya.
Benar yang dia takutkan, setelah laki-laki ini mengetahui kebenarannya, pasti dia akan membawa Neil pergi.
Air matanya jatuh begitu saja, setalah mendengar apa yang Rendra katakan. Dia ingin membawa Neil tinggal di Amerika?
Tangan Rendra terulur untuk mengusap air mata tersebut. Mata ini benar-benar menyimpan begitu banyak rasa sakit.
"Kenapa kau menangis?" tanya Rendra.
"Aku mohon jangan bawa Neil. Kamu boleh bertemu dengannya kapan saja. Tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengan Neil. Aku hanya memiliki Neil, saja." ucap Alice dengan air mata yang masih membanjiri wajah cantiknya.
Rendra menatap diam pada wanita ini. Dia memang berniat membawa Neil tinggal bersamanya di Amerika. Mereka bisa hidup lebih baik disana. Bahkan Neil bisa mendapatkan apapun yang dia butuhkan.
"Lalu bagaimana dengan ku? Apa kau pikir aku memiliki orang lain selain Neil sekarang?" tanya Rendra yang mendapatkan tatapan menuntut dari Alice.
"Aku sudah bercerai dengannya 4 bulan lalu, setelah ayahku meninggal dan aku mendapatkan seluruh hartanya!" jelas Rendra.
"Tapi jangan bawa Neil. Kamu boleh bertemu dengannya kapan saja. Jangan pisahkan aku dengan Neil. Aku tidak bisa hidup tanpa Neil, hanya Neil yang membuatku bertahan sejauh ini." ujarnya pada Rendra yang semakin menatap ke arahnya.
Tatapan itu membuat Alice tidak berani mengatakan apapun lagi.
"Lihat aku!" titah Rendra menarik dagu Alice, hingga membuat wanita itu menatapnya.
"Jika kau tidak ingin berpisah dengan Neil, maka hanya ada satu cara!" ucap Rendra membuat Alice langsung bertanya.
"Apa?"
"Ikut dengan ku pergi bersama Neil!"
"Maksudnya?" tanya Alice yang belum mengerti maksud dari apa yang Rendra katakan.
"Kau maminya Neil, dan tidak mungkin Neil mau pergi dengan ku tanpa kau. Jadi kau pun harus ikut pergi bersama kami!" ucap Rendra membuat Alice masih bimbang dengan apa yang Rendra katakan. Apa maksudnya ini semua?
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi? Jika dulu kau bisa pergi, maka kali ini tidak! Aku akan membuatmu tinggal bersama aku dan Nei. Kemana pun kami pergi, maka kau pun harus ikut!" lanjut Rendra membuat Alice hanya bisa diam mendengarkan-nya.
"Dengarkan ini baik-baik, Alice! kau hanya ku izinkan untuk pergi denganku dan Neil saja. Kau hanya milikku dan milik Neil saja. Jika ada orang yang berani mendekatimu, maka aku akan menyingkirkannya dengan caraku!" ucap Rendra penuh dengan ancaman.
"Kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Alice membuat Rendra terdiam.
"Apa hanya karena Neil saja?" lanjutnya lagi.
"Jika hanya karena Neil, maka-"
"Karena aku mencintaimu Alice! Aku mencintaimu! Aku melakukan semua ini demi kau! Aku menahan semua siksaan ini demi kau! Aku bertahan dengan hal yang ku benci ini agar kau bisa hidup dengan tenang!" seru Rendra dengan nafas yang memburu.
Dia tidak bisa menahannya lagi. Dia benar-benar tidak bisa lagi.
"Apa kau pikir hanya kau yang tersiksa selama 7 tahun ini? tidak Alice! Tidak. Aku bahkan pernah memohon pada ayah ku untuk tidak menyentuhmu, maka kau bisa hidup bebas selama ini. Apa yang ku pertaruhkan? Aku mempertaruhkan diriku, untuk kau! Agar kau bisa hidup tanpa gangguan dari orang-orangnya! Bahkan aku tidak yakin, jika mendiang ayahku tidak tau jika kau sedang mengandung saat itu!" ujarnya panjang lebar, membuat Alice semakin menangis.
Ternyata selama 7 tahun ini, mereka sama-sama merasakan sakit yang luar biasa. Karena setelah perpisahan itu, Rendra mengorbankan segalanya untuk Alice .
***