Warning
Lima tahun menikah, sikap Elang pada Rindu tetap sama. pria itu jarang menyentuh istrinya, padahal Rindu memiliki hasrat yang tinggi.
Rindu yang merupakan anak yatim piatu dengan perangai santun dan lembut, memberikan pesona pada wanita paruh baya yang tak lain adalah Bella, Ibu kandung Elang. Lalu, mereka pun dijodohkan.
Siapa sangka, ternyata sikap dingin Elang menutupi sebuah rahasia yang tidak diketahui Rindu. Dan saat rahasia itu terungkap, Rindu pun memiliki rahasia yang sama.
Rahasia apa yang tersimpan dalam rumah tangga yang selalu Rindu pertahankan mati - matian hingga akhirnya ia memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Molly Marco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Miskha
Lang, istrimu cantik,” ujarnya yang langsung disahuti Bella.
“Iya, dong. Kalau ngga cantik, Elang mana mau langsung setuju dijodohkan. Iya kan, Lang?” Bella menyenggol siku putranya.
Sedangkan, Elang hanya tersenyum. Sejak awal dijodohkan dan dipertemukan dengan Rindu, Elang mengakui bahwa wanita itu cantik. Gadis yang saat itu baru lulus kuliah dan berusia dua puluh dua tahun, menikah dengan Elang yang saat itu berusia dua puluh enam tahun dan baru mulai memimpin perusahaan keluarga.
Di luar, Rindu tidak menelepon teman kerjanya. Ia justru berjalan menuju taman yang kebetulan tak jauh dari rumah Bella.
Rindu duduk di kursi taman sambil memainkan ponsel, melihat postingan orang-orang yang menjadi teman di sosial media itu. Rindu menatap foto kebersamaannya dengan Elang. Di sana, Rindu tampak ceria, karena kala itu Elang mau diajak untuk liburan berdua ke Bali. Dan di foto itu adalah satu-satunya foto yang menunjukkan gigi Elang karena pria itu sedang tersenyum lebar.
Rindu ingat momen itu. Momen saat pertama kali bertemu Elang. Momen saat mereka dijodohkan, lalu menikah. Juga momen saat Elang pernah dingin sedingin-dinginnya, lalu mencair ketika ia merasa akan menyerah. Justru, Elang bersimpuh dan mengatakan akan berubah. Ya, pria itu berubah, tapi tak bertahan lama. Elang kembali seperti ini. Justru, ini lebih parah. Karena, jika dahulu Rindu hanya akan diduakan oleh pekerjaan, kini juga diduakan oleh wanita.
Rindu menengadahkan kepalanya ke langit. Dadanya rasanya begitu sesak. Ia mengambil udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskan kasar. Bulir airmata tanpa sadar menetes begitu saja. Sejak kecil, ia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan yang berarti. Selalu saja seperti ini. Kini, ia pun merasakan kepedihan yang sama. Ia pikir Elang berbeda. Sikapnya yang kaku dan dingin pada wanita, mengartikan bahwa Elang setia. Namun, nyatanya tidak.
Tik
Pipi Rindu basah, bukan karena airmata saja, melainkan air dari tetesan hujan yang mulai turun rintik-rintik.
Rindu pun membiarkan pipi mulusnya terkena rintikan hujan. Namun, rintikan itu semakin banyak dan Rindu tetap memejamkan mata menikmati air dari langit membasahi wajahnya. Hingga sedetik kemudian, ia tak lagi merasakan air dari langit mengenai pipinya.
Rindu pun membuka mata. Sebuah payung menghalau wajahnya dari tetesan air yang jatuh. Bibirnya mengulum senyum, karena ia pikir orang yang sedang memayunginya adalah Elang. Namun, perkiraannya salah. Ternyata, yang memayunginya adalah gadis belia yang sepertinya masih duduk di bangku SMA.
“Apa Tante suka hujan?” tanya gadis yang cantik dengan pakaian yang terbilang sexy.
Rindu mengangguk.
“Sama, aku juga suka hujan. Tapi, sekarang tidak lagi,” ucapnya riang.
Kamu tinggal di komplek ini?” tanya Rindu yang baru pertama kali melihat gadis ini, padahal ia cukup sering bertandang ke kediaman ibu mertuanya ini.
Kepala gadis itu menggeleng. “Tidak. Aku tidak tinggal di komplek ini, aku hanya menunggu Mamaku selesai di acara rumah temannya.”
“Di mana?”
“Di sana.” gadis itu menunjuk rumah Bella.
Rindu baru tahu jika Tante Miskha sudah memiliki anak berusia hampir delapan belas tahun, karnea tahun ini adalah tahun terakhir gadis itu mengenakan putih abu-abu.
Rindu bercengkerama bersama gadis itu hingga memasuki rumah mertuanya.
“Miskha,” seru Bella kepada gadis yang berjalan disampingnya.
Deg.
Miskha yang disebut suaminya saat mereka tengah bercinta.