NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:100k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Takdir Mulai Bergeser

Vira mengenali wajah itu.

Arvin. Pemuda yang selalu bekerja serabutan di desanya.

Di kehidupan pertama, mereka nyaris tidak pernah berbicara lebih dari seperlunya.

Bahkan, hari ini mereka seharusnya tidak bertemu.

Dulu, Yanti yang menjaga toko, sedangkan Vira sibuk mengurus rumah. Keputusan kecil yang ia ubah hari ini ternyata membuat takdir mulai bergeser.

Arvin menunduk sambil menyerahkan uang receh yang sudah dilipat rapi.

"Aku mau beras yang paling murah aja."

Vira tanpa sengaja melihat tangannya yang penuh luka dan kapalan. Bukan karena berkelahi. Melainkan karena bekerja serabutan setiap hari.

Lalu Vira teringat Daril yang selalu mengeluh sulit mencari pekerjaan.

Sementara Arvin...

Pemuda itu tidak pernah memilih pekerjaan. Apa pun dikerjakan demi menghidupi ibunya.

Vira menerima uang yang disodorkan Arvin, lalu menghitungnya.

"Cukup, 'kan, buat beras setengah liter?" tanya Arvin dengan nada khawatir.

Vira mengangguk pelan. "Cukup."

Padahal ia tahu uang itu masih kurang sekitar dua ribu rupiah.

Tanpa mengatakan apa pun, Vira mengambil beras kualitas bagus yang harganya sedikit lebih mahal. Setelah itu, ia meraih beberapa bungkus mi instan yang masa kedaluwarsanya tinggal seminggu lagi.

"Ini, Vin." Vira menyerahkan sebungkus beras, lalu tampak ragu sebelum kembali membuka suara.

"Aku punya mi instan yang masa kedaluwarsanya sudah dekat." Ia buru-buru menambahkan, "Masih aman dimakan, kok. Aku cuma khawatir keburu lewat tanggalnya sebelum laku."

Vira menggigit bibirnya sesaat. "Kalau... kamu mau..."

Arvin tersenyum kecil. "Nggak apa-apa. Aku mau."

Vira mengembuskan napas lega. "Kalau begitu, ini buat kamu. Jangan lupa dimakan sebelum lewat tanggal kedaluwarsanya, ya."

"Terima kasih." Sorot mata Arvin berbinar menerima pemberian itu.

Entah mengapa, pemandangan sederhana itu justru membuat dada Vira terasa sesak.

Setelah Arvin berbalik pergi, Vira memandang punggung pemuda yang berjalan dengan sedikit pincang.

"Selama ini... kau hidup seberat itu," gumam Vira lirih.

Tak lama kemudian, dua orang ibu datang menghampiri toko.

"Arvin kelihatan senang, ya, Ra," ujar salah satunya yang berambut cepol.

"Dia beli apa?" tanya ibu yang mengenakan daster.

"Beras setengah liter sama mi instan, Bu," jawab Vira.

"Oh... berarti hari ini dia dapat upah lumayan," sahut ibu berambut cepol. "Biasanya buat beli beras aja susah."

Ia kemudian menyerahkan secarik kertas. "Ibu mau belanja yang ini, ya, Ra."

"Kalau ini punya Ibu," timpal ibu berdaster sambil memberikan daftar belanjaannya.

"Baik, Bu. Ditunggu sebentar, ya."

Vira menerima kedua daftar itu, lalu mulai mengambil barang-barang yang tertulis.

Sementara menunggu, kedua ibu itu duduk di bangku panjang yang tersedia di depan toko sambil mengambil makanan ringan dari rak.

"Kasihan Arvin itu," kata ibu berambut cepol pelan. "Kakinya pincang gara-gara dipukul ayahnya sendiri waktu masih kecil."

"Iya," sahut temannya. "Ayahnya pemabuk. Setelah itu malah menikah lagi. Rumah dijual, lalu pergi begitu saja sama istri mudanya tanpa peduli anak dan istrinya."

"Ibunya juga kasihan. Sejak kehilangan rumah, pikirannya terganggu."

"Untung ada tetangga yang iba. Mereka dikasih tinggal di bekas kandang kambing. Ya... walaupun bekas kandang, setidaknya masih ada tempat berteduh."

"Iya. Arvin juga hebat. Kerja serabutan buat menghidupi diri sendiri sekaligus merawat ibunya."

"Mengurus orang dengan gangguan jiwa sambil mencari nafkah itu bukan perkara mudah."

Vira tetap sibuk mengambil barang-barang pesanan, tetapi setiap kata yang mereka ucapkan masuk ke dalam benaknya.

Ia masih mengingatnya.

sebelum ia reinkarnasi, Arvin meninggal karena kecelakaan dua hari sebelum dirinya dibunuh Daril.

Sehari setelah kecelakaan itu, ibunya ditemukan meninggal tenggelam di sungai. Karena tak ada lagi yang menjaga wanita itu.

Beberapa menit kemudian, seluruh barang pesanan sudah tersusun rapi dalam kantong plastik di atas etalase.

"Bu, ini belanjaannya. Totalnya segini."

Kedua ibu itu bangkit, membayar belanjaan mereka, lalu tersenyum.

"Makasih, ya, Ra."

"Sama-sama, Bu."

Setelah keduanya pergi, suasana toko kembali lengang.

Vira memandang ke arah jalan yang tadi dilalui Arvin.

"Dulu..." gumamnya pelan. "Aku menghabiskan begitu banyak uang untuk orang yang akhirnya membunuhku."

Ia mengembuskan napas panjang. "Bukankah jauh lebih berarti jika kesempatan kedua ini kupakai untuk membantu orang yang benar-benar pantas dibantu?"

Bayangan Arvin yang bekerja tanpa pernah mengeluh, sambil merawat ibunya seorang diri, kembali terlintas di benaknya.

Berbeda dengan Daril. Sedikit-sedikit mengeluh. Sedikit-sedikit meminta bantuan.

Namun tak pernah benar-benar berusaha bertahan dengan kemampuannya sendiri.

Vira kembali menimbang gula, tetapi pikirannya terus memutar satu pertanyaan.

Bagaimana caranya membantu Arvin tanpa membuatnya merasa dikasihani?

Ia terdiam beberapa saat, lalu matanya berbinar.

"Ah... bagaimana kalau aku mengajaknya ikut belanja stok ke toko grosir? "

Meski hanya seminggu sekali, setidaknya pekerjaan itu bisa menambah penghasilannya.

Selain itu, Arvin tidak akan merasa sedang menerima belas kasihan karena ia dibayar atas pekerjaannya.

"Aku juga bisa sekalian mencari toko grosir yang harganya lebih murah," gumam Vira pelan. "Kalau modal belanjaku berkurang, aku bisa menjual barang sedikit lebih murah. Barang jadi lebih cepat habis, pelanggan bertambah, dan keuntungannya juga ikut naik."

Semakin dipikirkan, semakin yakin ia dengan idenya.

"Ya... ini jauh lebih baik."

Vira mengangguk pelan pada dirinya sendiri.

"Daripada aku harus menyewa kuli di toko grosir untuk mengangkat belanjaan ke mobil, lalu mencari orang lagi buat menurunkannya ke toko, lebih baik sekalian minta bantuan Arvin."

Ia tersenyum tipis.

"Dia juga memang sudah terbiasa mengangkat barang-barang berat."

Namun, senyum itu perlahan memudar.

Tatapannya kembali teringat pada langkah Arvin yang sedikit pincang.

"Padahal kakinya seperti itu..."

Dadanya terasa sesak.

"Tapi dia tetap memilih bekerja kasar demi menghidupi ibunya."

 

Sementara itu, Yanti mengusap peluh yang membasahi dahinya. Ia memijat pinggangnya yang mulai pegal setelah dari pagi membersihkan rumah.

"Huft... Kalau pulang ke kampung, Ayah dan Ibu pasti menyuruhku kerja di sawah lagi."

Yanti langsung menggeleng.

"Ogah."

Tatapannya beralih ke arah toko tempat Vira sedang melayani pembeli.

"Daripada jadi babu begini..."

Sorot matanya berubah licik.

"Gimana caranya, ya, supaya aku yang jaga toko, sedangkan Vira yang mengerjakan semua pekerjaan rumah?"

 

...✨...

..."Takdir berubah bukan karena keajaiban, tetapi karena satu keputusan yang berbeda."...

..."Orang yang paling keras mengeluh belum tentu paling menderita. Kadang, yang paling terluka justru tetap bekerja tanpa banyak bicara."✨...

.

To be continued

1
anonim
Arvin ini suami idaman. Bikin sarapan masak nasi goreng. Hari pertama setelah menikah coba.

Juga sudah terbiasa memasak dan meladeni Ibunya.

Vira melihat Arvin meladeni Ibunya, menuangkan air minum ke dalam gelas, mengambilkan sepiring nasi goreng untuk Ibunya. Berkata lembut pada Ibunya.

Lalu mengambilkan nasi goreng untuk Vira juga.

Apa yang dilakukan Arvin yang baru sehari menjadi suaminya, Vira jadi ingat Daril lagi dengan segala perlakuan buruknya.
anonim
Arvin anak yang berbakti kepada Ibunya. Ibunya sedang haid dia yang mengurusnya.

Jadi tak ada kata jijik terucap ketika tahu Vira haid, Arvin yang mau membereskan tempat tidur dengan mengganti sprei yang ada noda haid.

Vira keluar dari kamar mandi tersenyum melihat sprei sudah berganti baru.

Vira jadi ingat masa lalu ketika Daril yang menjadi suaminya. Mana mau mengganti sprei. Melihat noda jijik langsung pergi.
Kyky ANi
si Yanti,,, emang kucing garong,,kamu,,,
Kyky ANi
benar itu kata ibumu Daril,, kerja,, jangan jadi pemalas,,,
anonim
Daril kapan tertangkapnya. Masih berani berkeliaran di desanya.

Arvin dan Vira menikah kenapa Daril merasa mereka bahagia di atas penderitaannya

Daril sendiri yang berulah, malah menyalahkan Vira dan Arvin.
anonim
Arvin dan Vira melangsungkan akad nikah di rumahnya Vira.

Hartato datang bersama kedua orang tuanya.

Ijab kabul dimulai, penghulu sebagai wali nikah mengucapkan ikrar kabul sampai selesai.

Arvin mengucap kabul dengan mantap.

Kata "Sah" dari para saksi terdengar hampir bersamaan.

Ibunya Arvin kambuh trauma diusir dari rumahnya.
Kyky ANi
kamu memang baik Vira,mau bantuin Arvin,,
Kyky ANi
ada gosip lagi,,nih ibu ibu,,
Kyky ANi
beritahu aza Ra,, kamu bisa melihat masa depan,,
Kyky ANi
jangan harap Vira, mau membantu kamu Daril,,
Tijanud Darori Tiara
Masya Allah sehat selalu buat kk author nya,
cerita nya aku suka dan tidak berbelit belit,
sukses selalu ya ka,
aku mau baca cerita mu yg lain lagi
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Makasih, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Hartato pemuda yang lumayan baik. Dia memang punya segalanya yang menurutnya bisa membuat Vira memilihnya.

Dia merasa tampan dan mempunyai pekerjaan tetap. Dari keluarga terpandang pula.

Vira punya alasan lain kenapa memilih Arvin.

Hartato mendengar kalimat-kalimat yang ducapkan Vira, jadi mengerti dan tidak akan memaksa lagi.

Bahkan mendoakan Vira benar-benar bahagia, sambil mengulurkan tangannya.

Vira menyambut uluran tangan Hartato, dengan tersenyum hangat mengucapkan - terima kasih, Har.

Indah sekali.
Kyky ANi
rasain kamu Yanti,malah dikerjain,,balik sama Vira dan Emak,,
anonim
Daril dari kecil yang terlalu dimanjakan Ibunya, dewasanya ya seperti itu jadinya.

Sekarang Mirna baru sadar, telah salah mendidik anaknya. Ia dulu terlalu menyepelekan nasehat suaminya.

Dua orang polisi mendatangi rumah Mirna.

Mirna terkejut mendengar Daril telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kini Mirna semakin syok mendengar ucapan dari tamu yang baru datang setelah dua polisi meninggalkan rumahnya.

Sertifikat rumahnya digunakan Daril sebagai jaminan untuk meminjam uang sebesar tiga puluh juta.

Mirna sungguh malang nasibnya. Anak semata wayang yang dimanjakan, dan selalu dibela walaupun salah. Ternyata bikin susah hidupnya.
Kyky ANi
dasar Licik,ya kamu Yanti,,
Kyky ANi
pokoknya,,jangan tertipu 2× kamu Ra,,,
anonim
Pagi hari dua mobil polisi berhenti di depan rumah Vira.

Polisi memberitahu kepada Vira tentang perkembangan hasil penyelidikan.

Berkat ponsel yang ditemukan di kamar Vira yang tertinggal, polisi berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku.
Ponsel diperiksa, ditemukan riwayat percakapan, panggilan telepon, serta identitas pemiliknya.

Dua pelaku pelecehan terhadap Vira berhasil diamankan.

Dua orang tersebut mengaku dibayar Daril.

Yanti juga disebut terlibat merencanakan tindak pidana percobaan pelecehan terhadap Vira.

Yanti digiring ke mobil oleh dua polisi perempuan.

Daril ditetapkan sebagai DPO.

Salah Daril sendiri kenapa kabur, jadi statusnya ya buronan.
Kyky ANi
Ceritanya mirip dengan Belvina,ya thor,,,
Kyky ANi
kirain beneran tertusuk pisau,, teryata cuma mimpi,,
anonim
Tinggal menunggu tertangkapnya Daril si pecundang yang tidak jentel. Tidak berani menghadapi resiko akibat perbuatannya, main kabur.

Memangnya bisa lolos dari kejaran polisi. Tunggu saja Daril, bakal sama seperti Yanti, menghuni hotel prodeo.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!