Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Pelanggan Nakal
...Malam Minggu di Dark Moon Maid Cafe selalu menjadi yang terpopuler di Jakarta....
... Denting sendok perak yang beradu dengan cangkir porselen, tawa renyah para pelanggan yang terpesona, serta aroma manis sirup mapel dan esens stroberi berbaur memenuhi udara. ...
...Namun, bagi Milky, suasana malam ini terasa jauh lebih berat dari biasanya....
... Sisa rasa tegang dari insiden jepit rambut di kantor tadi pagi masih menyisakan debaran halus yang tidak nyaman di dadanya....
...Pukul delapan malam....
... Arkananta belum juga menampakkan batang hidungnya di meja VVIP nomor satu....
... Biasanya, sang CEO yang posesif itu akan menjadi orang pertama yang menuntut kehadirannya begitu gerbang kafe dibuka. ...
...Ketiadaan Arkan malam ini entah mengapa memberikan secuil ruang lega bagi Rania, namun di sisi lain, hal itu juga membuka celah bagi takdir untuk mempermainkannya dengan cara yang berbeda....
..."Milky! Meja nomor empat, pesanan Omurice dengan mantra cinta ekstra," panggil Kak Hanny dari balik konter dapur, menyerahkan sebuah piring oval panas....
..."Siap, Kak! Kelinci kecil meluncur~ ✨" Milky menyambar piring tersebut, memaksakan senyum imut yang melebar sempurna, lalu melangkah anggun menuju area umum di tengah kafe....
...Meja nomor empat malam ini diisi oleh seorang pria bertubuh gempal dengan setelan jas abu-abu yang tampak mahal namun berantakan. ...
...Kancing kemeja atasnya terbuka, dasinya sudah ditarik longgar, dan wajahnya tampak merah padam, bukan karena pesona para maid, melainkan karena pengaruh alkohol dari botol-botol minuman luar yang sengaja ia selundupkan di bawah meja. ...
...Pria itu, namanya tertulis "Tuan Danu" di lembar reservasi, dikenal sebagai salah satu kontraktor kaya yang baru pertama kali berkunjung ke Dark Moon....
..."Tuan Besar yang agung, ini Omurice penuh sihir kebahagiaan pesanan Tuan~" Milky membungkuk anggun, meletakkan piring itu dengan gerakan manis yang terlatih....
... "Mari kita ucapkan mantranya bersama-sama agar makanannya menjadi semakin lezat! Moe Moe... Kyun!"...
...Milky membentuk simbol hati dengan kedua tangannya, mengedipkan mata abu-abunya dengan polos. ...
...Namun, alih-alih membalas dengan tawa terhibur seperti pelanggan normal, Tuan Danu justru menyeringai lebar, menampilkan deretan gigi yang tidak rapi dan tatapan mata yang penuh akan nafsu yang menjijikkan....
...Sret!...
...Sebelum Milky sempat menarik kembali tangannya, jemari gempal dan kasar Tuan Danu melesat maju, mencengkeram pergelangan tangan kecil Milky dengan sangat kuat....
..."Ah...!" Milky terpekik pelan. ...
...Ia mencoba menarik tangannya, namun cengkeraman pria yang sedang mabuk itu terasa seperti jepitan besi....
..."Hahaha! Manis sekali kamu, Milky," suara Tuan Danu terdengar berat, serak, dan berbau alkohol yang menyengat, membuat perut Milky mendadak mual....
... "Mantra-mantra begitu tidak bikin kenyang. Bagaimana kalau kamu temani saya minum di luar malam ini? Hah?"...
..."M-maaf, Tuan Besar..." Milky berusaha sekuat tenaga mempertahankan nada suara imutnya, meskipun detak jantungnya mulai berpacu liar karena rasa takut dan terhina yang mendadak merayap naik....
... Mata abu-abunya melirik ke sekeliling, mencari bantuan, namun area kafe sedang sangat ramai dan pelayan lain sedang sibuk melayani meja yang jauh....
... "Aturan di kastel Dark Moon sangat ketat, Tuan. Kelinci kecil seperti Milky tidak diizinkan untuk meninggalkan kastel bersama Tuan Besar. Tugas Milky hanya menyebarkan kebahagiaan di dalam ruangan ini~ Tolong lepaskan tangan Milky, Tuan, nanti sihirnya bisa hilang..."...
..."Halah! Jangan sok suci!" Tuan Danu mendengus kasar, bukannya melepaskan, ia justru menarik tangan Milky semakin mendekat ke arah tubuhnya yang gempal. ...
...Sentuhan kulit kasar pria itu pada pergelangan tangannya membuat Rania merasa harga dirinya sedang diinjak-injak dengan kejam....
...Pria itu merosotkan tangan kirinya ke dalam saku jas, lalu melemparkan seikat tebal uang pecahan seratus ribu rupiah ke atas meja marmer dengan ketukan yang keras....
...Plak!...
..."Lihat ini? Ini cukup untuk membayar gajimu di kafe sialan ini selama tiga bulan," bisik Tuan Danu dengan tatapan yang kian arogan, merasa bahwa tumpukan uang itu bisa membeli segala hal, termasuk kehormatan gadis di depannya....
... "Ikut saya ke hotel di seberang jalan setelah ini. Kamu cuma perlu memakai baju pelayan ini di depan saya, tidak usah repot-repot mengucapkan mantra bodoh itu lagi. Berapa tarifmu, hah? Kurang? Saya bisa tambah dua kali lipat!"...
...Rasa takut yang teramat sangat kini bercampur dengan rasa hina yang amat sangat di dalam dada Rania. ...
...Di siang hari, ia harus menahan hinaan Arkan karena kemiskinannya, dan kini di malam hari, di bawah identitas Milky yang ia bangun dengan air mata demi mengobati ibunya, ia harus menghadapi pria asing yang menganggap dirinya tidak lebih dari sekadar barang yang bisa dibeli dengan seikat uang tunai....
...Airmata frustrasi nyaris saja lolos dari sudut lensa kontak abu-abunya....
... Tubuh Milky gemetar hebat, ia berada di posisi yang sangat terdesak. ...
...Jika ia berteriak histeris atau menampar pria ini, reputasi Dark Moon sebagai kafe yang aman akan rusak, dan ia bisa dipecat oleh Manajer Tedi karena dianggap memicu keributan dengan pelanggan kaya. ...
...Namun, jika ia diam saja, cengkeraman pria mabuk ini akan membawanya ke dalam mimpi buruk yang paling mengerikan....
..."T-tolong lepaskan, Tuan..."...
... suara Milky mulai kehilangan nada imutnya, berganti menjadi bisikan gemetar yang sarat akan permohonan yang putus asa....
... "Saya... saya mohon..."...
..."Jangan menolak rezeki, Cantik. Ayo ikut—"...
...Brak!...
..."Lepaskan tangan kotor Anda dari pelayan saya. Detik. Ini. Juga."...
...Sebuah suara bariton yang luar biasa rendah, dingin, dan sarat akan ancaman mematikan mendadak menggelegar dari arah belakang meja nomor empat, memotong kalimat Tuan Danu seperti tebasan pedang eksekutor....
...Suasana di sekitar meja nomor empat mendadak drop hingga ke titik membeku. ...
...Milky tersentak, buru-buru menoleh dengan tatapan liar....
... Di sana, berdiri tegak sosok Arkananta Narendra dengan aura kegelapan yang begitu pekat, siap menghancurkan siapa saja yang berani mengusik kelinci kecilnya....