NovelToon NovelToon
Belenggu Masa Lalu: Menjemput Hatimu Kembali

Belenggu Masa Lalu: Menjemput Hatimu Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Romance, Psychological Thriller, Suspense, Drama

Tag: CEO, Mantan Istri, Posesif, Psikopat, Penyesalan, Second Chance Romance

Sinopsis Resmi:
Dua tahun setelah menceraikan Kirana karena keangkuhannya, CEO Adrian Dirgantara didera penyesalan mendalam. Saat ia berniat merebut kembali hati mantan istrinya, Adrian mendapati Kirana telah menikah lagi dengan Rendy Baskoro.

Di mata publik, Rendy adalah suami sempurna. Namun di balik pintu rumah, Rendy adalah seorang psikopat manipulatif yang menyiksa dan menyekap Kirana dalam teror obsesi yang gila.

Menyadari Kirana dalam bahaya maut, Adrian mempertaruhkan nyawa dan seluruh kekuasaannya untuk menghancurkan Rendy. Akankah Kirana yang penuh trauma bisa kembali luluh dan selamat di pelukan Adrian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkap yang Terkunci

Suara tawa dari pengeras suara interkom itu menggantung di udara ruang tamu bak vonis mati. Kirana seketika melepaskan pelukannya dari Adrian dengan tubuh yang gemetar hebat, matanya melebar penuh kepanikan yang murni. Pikirannya langsung membayangkan siksaan apa yang akan ia terima setelah ini.

"M-Mas Rendy..." bisik Kirana, suaranya tercekat di tenggorokan.

Adrian segera memasang tubuhnya di depan Kirana, menyembunyikan mantan istrinya itu di balik punggung tegapnya. Matanya yang tajam menyapu sekeliling ruangan, mencari letak kamera tersembunyi yang digunakan Rendy untuk mengawasi mereka. Ia menemukannya di sudut atas lemari pajangan—sebuah lensa kecil yang menyala merah, berkedip dingin.

"Rendy Baskoro," sahut Adrian dengan suara baritonnya yang tenang namun sarat akan intimidasi. Ia menatap lurus ke arah lensa kamera itu. "Keluar dari persembunyianmu. Tidak usah berakting seperti pengecut lewat pengeras suara."

Kembali terdengar suara kekehan dari interkom, disusul suara helaan napas yang terdengar sangat kecewa. "Ah, Pak Adrian Dirgantara... Anda benar-benar tidak tahu sopan santun, ya? Bertamu ke rumah pria lain saat suaminya sedang bekerja, lalu memeluk istrinya? Sungguh kelakuan yang tidak mencerminkan nama besar Dirgantara Group."

"Kamu yang tidak mencerminkan seorang manusia, Rendy!" bentak Adrian, amarahnya yang ditahan sejak tadi mulai tersulut. "Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu apa yang kamu lakukan pada Lisa Amelia, dan aku tahu memar yang ada di tubuh Kirana saat ini adalah perbuatanmu. Kamu adalah monster psikopat yang sakit jiwa!"

Hening sejenak di seberang sana. Sifat manipulatif Rendy tampaknya terusik ketika kedoknya dibongkar begitu saja. Namun, beberapa detik kemudian, nada suara Rendy berubah drastis—menjadi sangat dingin, berat, dan tanpa emosi.

"Kamu pikir kamu siapa, Adrian? Kamu hanyalah masa lalu yang sudah dibuang oleh Kirana," desis Rendy tajam. "Kirana adalah istriku yang sah. Apa yang terjadi di dalam rumah ini adalah urusan rumah tanggaku. Dan untukmu, Kirana..."

Kirana tersentak, air matanya kembali meluncur deras mendengar namanya dipanggil dengan nada sebeku itu.

"Aku sudah memperingatkanmu semalam, bukan? Tapi sepertinya kamu memang wanita jalang yang butuh diberi pelajaran lebih keras agar bisa patuh," lanjut Rendy, kata-katanya penuh dengan racun psikologis yang menghancurkan mental Kirana. "Jangan harap kalian bisa keluar dari rumah itu dengan mudah. Periksa pintu utama kalian, Pak Adrian."

*KLIK.*

Suara sistem pengunci elektronik otomatis terdengar berbunyi dari arah pintu utama, disusul oleh suara besi tebal yang menutup jendela-jendela besar dari bagian luar rumah (*rolling shutter* otomatis). Dalam hitungan detik, rumah mewah itu berubah menjadi sebuah benteng tertutup yang kedap suara dan tanpa celah untuk melarikan diri. Cahaya matahari pagi yang tadi masuk kini terhalang sepenuhnya, menyisakan ruangan yang mendadak remang-remang.

"Sistem keamanan rumah ini terhubung langsung dengan ponselku," ujar Rendy dengan nada puas, kembali ke mode ramahnya yang mengerikan. "Aku sudah meminta pengawalku untuk kembali ke rumah. Dalam waktu lima belas menit, mereka akan sampai. Dan Anda, Pak Adrian... akan dituduh atas tindakan penyusupan, percobaan pemerkosaan, dan kekerasan di dalam properti pribadi saya. Mari kita lihat bagaimana reputasi Dirgantara Group setelah skandal ini naik ke media."

"Mas Adrian, pergi... tolong cari jalan keluar," tangis Kirana histeris, ia menarik-narik kemeja Adrian. "Dia tidak main-main. Dia akan menghancurkanmu!"

Adrian tidak panik. Sebagai seorang CEO yang terbiasa menghadapi situasi krisis di dunia bisnis, mentalnya sudah terlatih untuk tetap tenang di bawah tekanan tertinggi. Ia berbalik, memegang kedua bahu Kirana dengan lembut namun kokoh untuk menenangkan wanita itu.

"Kirana, tatap aku," perintah Adrian lembut. Kirana mendongak dengan mata yang basah. "Aku tidak akan membiarkan dia menang. Aku ke sini tidak sendirian. Rendra ada di luar."

Adrian merogoh saku jasnya, mengambil ponselnya dan segera menghubungi Rendra. Namun, saat ia melihat layar ponselnya, dahi Adrian mengernyit. *Sinyal nol.*

"Rendy memasang *signal jammer* (pembelok/perusak sinyal) di rumah ini begitu sistem penguncian aktif," bisik Adrian, menyadari situasi yang mendadak menjadi lebih rumit. Pria itu benar-benar telah mempersiapkan rumah ini sebagai sangkar jebakan yang matang.

Di seberang interkom, Rendy seolah bisa menebak apa yang terjadi. "Mencari sinyal, Pak Adrian? Sayang sekali. Di rumahku, aku adalah tuhan yang mengatur segala aturan. Nikmati sisa waktu sepuluh menit kalian sebelum pertunjukan yang sesungguhnya dimulai." Hubungan interkom itu mendadak terputus dengan suara dengungan panjang.

Suasana rumah kembali menjadi sepi yang mencekam. Kirana terduduk lemas di sofa, menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya, menangis sejadi-jadinya. Ketakutan mendalam bahwa Adrian akan celaka karena dirinya membuat dadanya terasa sangat sesak.

Adrian berjalan cepat menuju pintu utama, mencoba mendobraknya dengan bahunya, namun pintu kayu jati berlapis baja itu sama sekali tidak bergemerik. Ia memeriksa jendela, namun *rolling shutter* besi di luar terlalu kokoh untuk dihancurkan dengan tangan kosong.

Adrian mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah. Ia harus berpikir cepat. Otaknya berputar mencari titik lemah dari arsitektur rumah bergaya Eropa ini. Biasanya, rumah dengan sistem pintar (*smart home*) seperti ini memiliki panel kendali pusat atau ruang generator cadangan.

Ia kembali menghampiri Kirana, berlutut di depan wanita itu dan menggenggam tangannya yang dingin. "Kirana, dengarkan aku. Di mana Rendy menyimpan panel kendali utama untuk sistem keamanan dan listrik rumah ini? Pasti ada satu ruangan khusus."

Kirana mencoba berpikir di antara kabut kepanikannya. Ia mengingat-ingat setiap sudut rumah yang pernah ia bersihkan. "Di... di ruang kerja Rendy di lantai dua. Ada sebuah pintu kecil di balik lemari buku setinggi langit-langit. Dia melarangku keras untuk menyentuh daerah itu."

"Bagus," Adrian bangkit berdiri, matanya berkilat penuh tekad. "Tetap di sini, Kirana. Aku akan mematikan sistem ini dari atas."

"Jangan, Mas! Ruangan itu pasti dikunci!" tahan Kirana.

"Aku akan mendobraknya jika harus," sahut Adrian tegas. Sebelum melangkah ke tangga, ia menatap Kirana dalam-dalam. "Aku berjanji, setelah hari ini, kamu bebas, Kirana. Percayalah padaku."

Adrian melangkah lebar menaiki anak tangga menuju lantai dua, meninggalkan Kirana yang hanya bisa berdoa dengan tubuh gemetar di ruang tamu yang remang-remang. Sementara itu, di luar pagar rumah, Rendra yang menyadari mobil Adrian tidak kunjung keluar dan sinyal GPS atasannya mendadak hilang, mulai bergerak dengan cemas. Waktu terus berjalan, dan mobil para pengawal Rendy sudah mulai terlihat berbelok memasuki kawasan kompleks elite tersebut.

---

Bersambung ke Episode 5

1
Aera_yong
terimakasih ya teman-teman udah support novel aku😍😍
Afri
deg deg an baca nya ..👍👍
Afri
sama sama adu kekuatan 💪💪👍
Afri
seruu
Aera_yong
jangan lupa juga beri dukungan dan support novel ini yah🤭
Aera_yong
jangan lupa baca novel terbaru aku yah tentang The Four Elite
Batriani
gaya mafia......
Batriani
dendam membara
Batriani
seru juga baca nya ditengah derunya drachin dan drakor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!