NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 - Bur Yam

Tangis Azka masih ada meski hanya sisa-sisa tangisnya, anak itu memeluk erat leher Alea seolah takut mamanya benar-benar dimakan.

Wajah Alea merah padam menunduk malu kepergok anaknya sendiri bahkan di lihat Gavin juga, ditambah tatapan Gavin begitu tajam seolah menguliti dirinya.

"Hiks hiks, ndak mau, mau cama mama, nanti di makan olang cetles lagi." Azka menolak saat Gavin mengajaknya ke dalam.

Sedangkan pria yang sedang duduk meringis malu, ya walaupun sempat kaget kakinya di pukuli Azka meski tidak terasa.

"Orang setresnya mau om kasih pelajaran, sekarang Azka masuk dulu aja sama mama, ya. Alea, masuk!" titah Gavin tegas.

Alea mengangguk masuk tergesa ke dalam kamar. Ia tidak mampu menatap om nya, malu sangat malu ketahuan sedang .. ah gak bisa dibayangkan.

Dan kini tatapan Gavin beralih pada Fathan, dia masih berdiri menjulang tinggi seraya melipatkan kedua tangannya di dada, geleng kepala sama kelakuan duda di depannya.

"Saya tahu kalian pernah menikah, pernah saling berbagi ranjang yang sama, tapi tidak harus di luar dan di depan gerbang juga kali. Kamu pikir depan rumah saya hotel bintang lima seenaknya saja main cium anak orang." Omel Gavin gemas sama kelakuan janda dan duda itu.

"Maaf Om," lirih Fathan meringis malu.

"Saya kasih kamu kesempatan bukan berarti seenaknya saja bisa menyentuh keponakan saya. Saya tidak mau terjadi malam pertama kedua kalinya sebelum pernikahan dan saya mau kamu urus dulu urusan kamu sama tunangan kamu itu, baru setelahnya dekati keponakan saya."

"Maaf Om."

"Maaf, maaf, kamu paham tidak?"

"Paham Om." tapi dalam hati berkata, "paham sih iya tapi gue gak janji untuk tidak menyentuhnya lagi."

"Udah, sana pulang!" cuman gitu doang? Marahnya cuman segitu saja sebab Gavin cukup paham sama gejolak asmara keduanya.

Fathan mendongak. "Boleh pamitan dulu sama Alea gak Om?"

"Gak bisa, mendingan urus dulu tunangan kamu itu. Saya tidak mau Alea di cap sebagai orang ketiga dalam hubungan kalian. Saya tidak ingin keponakan saya terluka lagi, tolong pahami itu!"

Fathan menunduk lesu, ia paham dan akan secepatnya membereskan urusannya dulu. "Baik Om, sebelumnya makasih sudah mau memberi saya kesempatan lagi, saya akan berusaha meyakinkan Alea kalau saya serius sama dia."

******

Mata Fathan terbelalak melihat kekacauan di rumahnya, dia langsung berlari masuk ke dalam rumah mencari ibunya. Di pojok dekat pintu kamar sang ibu tengah berjongkok membersihkan sisa pecahan gelas.

"Bu, ini kenapa?" Fathan berjongkok membantu mengambil pecahan gelas.

Bu Rima menghela nafas berat. "Pak Andre datang kesini sama Silvi langsung marah-marah dan tidak terima pertunangan kalian di batalkan."

Pergerakan tangan Fathan berhenti, menoleh pada ibunya meminta penjelasan lebih lanjut. "Mereka kesini, terus?"

"Seperti yang kamu tahu, mereka menolak dan meminta biaya yang pernah dikeluarkan dan akan memenjarakan ibu," balas Bu Rima lesu.

Fathan terdiam, ternyata lepas dari Silvi tidak semudah itu. "Ibu jawab apa?"

"Ibu bilang kita akan mengembalikan semua uang yang pernah kita pakai dan ibu bersedia dipenjara asalkan kamu bebas dari mereka," balas Bu Rima kemudian berdiri membawa pecahan gelas ke tempat sampah tak jauh dari sampingnya.

"Gak bisa gitu Bu, masa ibu menua di sel tahanan? Aku gak akan biarkan hal itu terjadi." Fathan berdiri emosi sama mereka yang seenaknya bersikap sesuka hati.

"Biarlah ibu yang berkorban buat kamu, Azka, dan Alea. Ibu akan sangat merasa bersalah kalau sampai kalian menikah dan kamu tidak bersama Alea. Semua yang terjadi sama ibu memang kesalahan ibu jadi sudah seharusnya ibu bertanggungjawab atas meninggalnya istri pak Andre."

"Bu," jedanya melangkah menuju Bu Rima, memeluk tubuh paruh baya yang sudah melahirkannya. "Aku akan melakukan apapun untuk bisa membebaskan ibu, aku juga akan lebih banyak bekerja mengumpulkan uang agar bisa mengganti semuanya, maafkan aku Bu."

Bu Rima menepuk pundak Fathan, "udah jangan banyak pikiran. Gimana sama Alea? Dia mau memaafkanmu?"

Bu Rima tidak ambil pusing, ia percaya nasib baik akan menyertainya meski ada rasa takut mereka tidak mampu membayar dan takut berakhir di penjara.

Fathan melepaskan pelukannya. "Masih harus usaha Bu," jawabnya lirih.

"Iyalah harus, salah sendiri itu mah, bodoh dipelihara," cibir Bu Rima.

"Iya, iya, aku yang salah," balasnya sambil berjalan ke kamar.

"Malah nyelonong, bantuin ibu hei! Ini belum beres."

"Ibu aja, aku mau semedi dulu biar hidupku tenang," sahut Fathan seraya menutup pintu kamarnya.

"Sekalian aja ke gunung Kawi bawa sajen biar jadi kaya sekalian, gak lupa santet tuh orang-orang ngeselin kayak mereka," sahut Bu Rima ngasal.

Di dalam kamar, Fathan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang, terlentang menatap langit kamar memikirkan nasib hidupnya dan nasib asmaranya.

"Siapa yang akan bantu gue soal beginian?" lirihnya memikirkan sesuatu yang mungkin terjadi jika dia memutuskan hubungan sama Silvi.

*******

Keesokan harinya.

Suasa pagi di kediaman Gavin terasa ramai sama suara cempreng bocah menggemaskan, tubuh gempalnya bergerak seiring irama musik menyentak. Mulutnya tidak berhenti menyanyi lagu yang dia rasa enak di dengar meski mulut belepotan belum fasih berbahasa.

"Di geol geol munjael nang Ning nong pak dung pak bandung dil sel, hobaaa acikkk talik, Mang."

Kedua laki-laki beda usia itu semangat mengawali pagi hari dengan berolahraga mengikuti gerakan di depan layar televisi.

"Ayah gelakannya calah, halusnya gini." Azka protes saat melihat gerakan Gavin tidak sesuai instruksi pemandu gerakan.

"Ini namanya improvisasi."

"Bukan inplocicaci Ayah, tapi melucak keindahan gelakan," balas Azka tidak mau kalah menjawab.

"Terus yang benar gimana?" Gavin berhenti bergerak terkekeh melihat kelincahan Azka.

Anak itu semangat maju paling depan, "ikutin ya."

Namun ...

Treng ... Treng ... Treng ...

"BURRRR YAAMMM, BUBUR AYAM!"

Gerakan Azka terhenti.

"Lah malah berhenti, ayo lanjutkan, Ayah udah semangat nih mau lihat Azka olahraga."

"Ental dulu, ici pelut lebih utama," balasnya sudah berlari ke pintu keluar.

"Bul yam beli!" teriak Azka.

"Eh anak itu." Gavin geleng kepala.

"Kenapa Om?" tanya Alea ingin memanggil mereka sarapan bersama.

"Itu anak kamu, lari keluar setelah dengar bubur ayam."

"Oh kirain apa."

Di luar.

"Mang bubul ayam." Berhubung tukang buburnya berhenti depan rumah jadi memudahkan Azka memanggil.

"Mau Dek?"

"Mau catu, Bubul ayam kan?"

"Iya."

"Ote deh, tapi atu macuk dulu ambil uang."

"Sip, mamang tunggu," balas mang bubur sambil membuatkan satu mangkuk bubur.

Belum sampai Azka masuk Alea sudah keluar membawa mangkuk. "Mang mangkuknya pakai ini aja, kata Alea menyerahkan mangkuk pada mang bubur.

"Baik Neng."

"Mama bayal bubulnya ya."

"Idih kok jadi mama, kan kamu yang beli," goda Alea.

"Coalnya atu kele, belum punya uang, minta dulu aja cama mama," balas Azka cengengesan.

Alea tergelak mendengar jawaban Azka. Diapun mengusap kepalanya anaknya kemudian membayar satu mangkuk bubur ayam.

Satu porsi bubur ayam sudah jadi, Azka tidak sabar ingin mencicipi makanan yang baru dia dengar.

"Mama cepat, lapal nih pelut demo telus." Azka sudah duduk gak sabar.

"Iya, ini buburnya." Alea pun menyimpan mangkuknya di depan Azka lalu duduk di sampingnya.

Mata Azka yang tadinya semangat berubah bingung. "Ini bubul ayam?"

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!