NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: BAKAT EMAS

​Cahaya emas kuno yang membubung ke langit bertahan selama beberapa tarikan napas, mengubah warna langit Kota Azure Wood menjadi seolah-olah dilapisi oleh fajar emas. Di bawah panggung, keheningan yang mencekam menyelimuti Alun-Alun Pusat. Tiga puluh ribu lebih pasang mata membeku, menatap pilar batu nomor tiga yang kini tidak hanya retak, melainkan telah hancur menjadi tumpukan abu hitam di bawah telapak tangan Lin Tian.

​Bakat Emas!

​Di Benua Azure, warna emas bukanlah sekadar penanda bahwa seseorang adalah seorang "jenius". Warna itu melambangkan keberadaan sebuah anomali—sosok yang memiliki tulang kultivasi tingkat dewa atau garis keturunan kuno yang mampu menantang hukum alam. Seseorang dengan Bakat Emas ditakdirkan untuk melangkah keluar dari sub-domain miskin energi ini dan mendominasi Domain Atas!

​"Ba... Bakat Emas?! Ini tidak mungkin!" Diaken penguji sampai menjatuhkan papan pencatatnya ke lantai giok. Suaranya bergetar hebat, matanya melebar hingga hampir keluar dari kelopaknya.

​WUSH! WUSH! WUSH!

​Sebelum kerumunan sempat mencerna apa yang terjadi, tiga siluet manusia melesat dari panggung utama dan mendarat di depan Lin Tian dengan kecepatan gila. Mereka adalah para Tetua Inti dari Sekte Pedang Azure. Aura mereka yang berada di Ranah Fondasi Jiwa (Ranah 4) meledak tanpa ditahan, menciptakan tekanan angin yang membuat para kandidat di barisan depan terdorong mundur beberapa meter.

​"Anak muda! Siapa namamu?! Dari klan mana kamu berasal?!" Tetua utama yang berambut putih mencengkeram pundak Lin Tian dengan tangan bergetar, matanya memancarkan kegilaan dan rasa haus yang luar biasa akan bakat legendaris ini.

​"Lin Tian. Hanya seorang kultivator pengembara," jawab Lin Tian dengan tenang. Dia segera menarik kembali sisa-sisa energi Fisik Suci Yang Terbalik ke dalam Dantiannya, membuat auranya kembali tampak seperti remaja biasa di Level 3 Pengumpulan Qi. Ketenangan Lin Tian di bawah tekanan tiga Tetua Fondasi Jiwa membuat para Tetua tersebut semakin terkagum-kagum.

​Sementara itu, di bawah panggung, wajah Gu Wei sudah tidak lagi pucat, melainkan seputih kain kafan. Kakinya lemas hingga dia harus berpegangan pada pundak salah satu pengawalnya agar tidak ambruk ke tanah.

​‘Bakat Emas... Bagaimana mungkin si cacat dari desa terpencil itu memiliki Bakat Emas?!’ jerit Gu Wei dalam hati. Rasa superioritas yang dia banggakan beberapa menit lalu kini hancur berkeping-keping, berubah menjadi rasa takut yang teramat sangat mendalam. Menantang seorang pemilik Bakat Emas sama saja dengan mengantarkan seluruh Klannya menuju kepunahan!

​Di kursi undangan, Tetua dari Sekte Api Langit juga berdiri dengan wajah muram. Matanya menatap Lin Tian dengan kilatan dingin. Seorang jenius dengan Bakat Emas lahir di wilayah selatan, tetapi bukan di sektenya. Jika anak ini tumbuh besar di Sekte Pedang Azure, maka dalam beberapa puluh tahun ke depan, Sekte Api Langit akan selamanya ditekan dan berada di bawah bayang-bayang mereka.

​"Bakat Emas, umur 15 tahun, Ranah Pengumpulan Qi Level 3..." Tetua rambut putih Sekte Pedang Azure membaca data Lin Tian dengan dahi sedikit mengernyit. Bakatnya legendaris, namun tingkat kultivasinya agak rendah untuk standar usia tersebut. Meski begitu, bagi mereka, hal itu sama sekali bukan masalah. Dengan sumber daya sekte yang masif, meningkatkan beberapa level Pengumpulan Qi bagi pemilik Bakat Emas sekeren ini hanyalah perkara membalikkan telapak tangan.

​"Lin Tian! Dengan ini, aku, Tetua Agung Mo Feng, menyatakan kamu lolos ujian pertama dengan nilai mutlak!" seru Tetua rambut putih itu dengan suara lantang yang mengguncang seluruh alun-alun. "Kamu tidak perlu mengikuti ujian berikutnya! Kamu berhak langsung menjadi Murid Inti dan memilih salah satu dari kami sebagai guru pribadimu!"

​Mendengar keputusan tersebut, seluruh alun-alun riuh rendah oleh rasa iri yang membara. Langsung menjadi Murid Inti tanpa melewati ujian pertarungan hidup dan mati adalah hak istimewa yang belum pernah terjadi dalam sejarah ratusan tahun Sekte Pedang Azure.

​Ye Chuan yang berdiri di kejauhan tersenyum lebar, matanya berbinar penuh kebanggaan. Pilihan dan taruhannya di Hutan Kabut Hitam terbukti seratus persen benar. Remaja yang diselamatkannya—atau lebih tepatnya, yang menyelamatkannya—adalah seekor naga sejati yang menyamar sebagai cacing.

​Namun, di luar dugaan semua orang, Lin Tian justru menggelengkan kepalanya perlahan. Dia mundur satu langkah, lalu membungkuk hormat dengan sikap yang sopan namun tegas.

​"Terima kasih atas kemurahan hati Tetua Mo Feng dan para Tetua sekalian," ucap Lin Tian, suaranya jernih dan terdengar jelas oleh semua orang di panggung. "Namun, anak ini ingin menolak hak istimewa tersebut. Saya lebih memilih untuk tetap mengikuti ujian kedua dan ketiga seperti kandidat lainnya."

​"Apa?!" Tetua Mo Feng tertegun. Dua Tetua lainnya juga saling berpandangan dengan wajah bingung.

​"Lin Tian, apakah kamu tahu apa yang kamu katakan? Ujian kedua adalah labirin ilusi yang menguji mental, dan ujian ketiga adalah pertarungan bebas di atas panggung maut. Mengapa kamu ingin mengambil risiko yang tidak perlu?" tanya Tetua Mo Feng dengan nada khawatir. Dia takut aset berharga sektenya ini terluka atau cacat sebelum sempat diasah.

​Lin Tian mendongak, matanya yang sedalam lautan menatap lurus ke arah para Tetua, lalu beralih perlahan menuju ke arah Gu Wei yang sedang gemetar di bawah panggung.

​"Kultivasi adalah jalan mendaki yang penuh dengan rintangan dan darah," jawab Lin Tian dengan nada dingin namun sarat akan tekad baja. "Jika hanya karena memiliki bakat saya memilih jalan pintas dan menghindari pertarungan, maka fondasi mental saya akan rapuh. Saya ingin menggunakan ujian ini untuk menguji pedang saya sendiri, dan... menyelesaikan beberapa urusan yang belum tuntas."

​Mendengar kalimat terakhir Lin Tian, Gu Wei merasa jantungnya seakan berhenti berdetak. Dia tahu betul siapa yang dimaksud dengan "urusan yang belum tuntas" oleh pemilik Bakat Emas tersebut.

​Tetua Mo Feng menatap Lin Tian dalam-dalam selama beberapa saat. Alih-alih marah karena penolakan tersebut, matanya justru memancarkan rasa hormat yang semakin besar. Bakat bisa membawa seseorang menjadi kuat, namun mentalitas pantang menyerah seperti inilah yang membedakan antara seorang ahli biasa dengan seorang penguasa tertinggi.

​"Hahaha! Bagus! Benar-benar watak seorang kultivator sejati!" Tetua Mo Feng tertawa terbahak-bahak, menepuk pundak Lin Tian dengan keras. "Baiklah! Jika itu keinginanmu, kami tidak akan menghalanginya. Pergilah bersiap untuk ujian kedua. Namun ingat, Lin Tian, Sekte Pedang Azure akan selalu berdiri di belakangmu!"

​Lin Tian menjura sekali lagi, lalu berjalan turun dari panggung giok dengan langkah tenang. Kerumunan kandidat secara otomatis membelah diri, memberi jalan lebar untuknya seolah-olah mereka sedang menyambut seorang raja yang sedang berjalan melewati pasukannya. Tidak ada satu pun yang berani menatap matanya secara langsung.

​Saat berjalan melewati Gu Wei, Lin Tian menghentikan langkah kakinya sejenak tanpa menoleh.

​"Tuan Muda Gu," bisik Lin Tian dengan suara yang teramat sangat tenang, namun terasa seperti tusukan es di telinga Gu Wei. "Kuharap kamu bisa bertahan melewati ujian kedua. Aku menunggumu di atas panggung maut ujian ketiga. Jangan membuatku kecewa."

​Setelah mengucapkan kalimat itu, Lin Tian kembali melangkah maju, meninggalkan Gu Wei yang ambruk berlutut di atas lantai batu dengan tubuh yang basah kuyup oleh keringat dingin. Ujian pertama telah berakhir dengan guncangan besar, dan bayang-bayang badai yang lebih dahsyat kini mulai berputar di atas langit Kota Azure Wood.

1
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Herman: mimin ucapkan terimakasih kak atas komentar nya. jangan lupa ikuti terus cerita nya. semoga gak bosen bosen ya. 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!