"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32.
Di dalam hatinya, Jenny merasa bingung dan canggung. Namun, ia tak bisa menyangkal bahwa ada rasa yang tak bisa ia jelaskan, sebuah perasaan hangat yang membuatnya penasaran untuk mencari tahu lebih dalam tentang hubungan mereka yang tidak biasa ini.
Jenny sendiri merasa bingung, kenapa hatinya itu berdebar sekarang ini. Apalagi kebingungannya itu bertambah kala dirinya tadi malah membalas lumatan yang di berikan oleh tuannya itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa aneh?" Jenny nampak bertanya tanya dalam benaknya, perihal keanehan yang saat ini menimpa dirinya. Kala dirinya merasakan sebuah perasaan yang sangat aneh, akal mencium bibir tuannya.
Akhirnya Jenny pun memilih untuk segera mencium tuannya, ia benar benar tidak mau berada dalam masalah.
***
**
*
Sementara itu beberapa jam sebelumnya di area sekolah, tepatnya di gudang kosong.
Dikelilingi oleh 14 siswa laki-laki yang mengenakan seragam sekolah, dua orang perempuan berusaha melepaskan diri dari mereka.
Kamila, yang penuh keberanian, berteriak, "Jangan sentuh gue! Kalau tidak, gue akan menyebarkan fakta tentang Galen! Dia adalah anak yang lahir dari seorang wanita bayaran dan Nyonya Yulia Kamajaya bukanlah ibu kandungnya!" Ucapan ini sangat mengejutkan hingga membuat Tiara, sahabatnya yang berada di sampingnya, terbelalak.
Tiara memandang Kamila dengan ekspresi bingung, mencoba mencerna perkataan sahabatnya. "Tidak mungkin... Kenapa Kamila mengungkapkan hal seperti itu?" batin Tiara dengan syok dan bingung. Dia merasa tegangan mulai menguat dan menjalar di dadanya.
Karena Tiara tahu, sahabatnya itu memang pandai memainkan kata kata alias manipulatif. Tapi kalau untuk membuat suatu kebohongan, ia hafal betul kalau itu bukan watak dari Kamila.
"Jika memang betul Galen bukan keturunan Yulia, berati dia itu anak haram dong! Karena ayah Galen tuan Kamajaya tidak terdengar beritanya jika menikah lagi. Tapi, jika Kamila tahu perihal fakta ini, kenapa dia masih saja gencar mengejar Galen," gumam Tiara dalam hatinya, bahkan sebuah rasa bingung agaknya sekarang ini memenuhi benaknya.
Sementara itu, Richard yang mendengar ucapan Kamila juga terkejut dan tak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang kaget.
"Apa?" gumamnya dengan syok, tatapannya bergeser ke arah Kamila, ingin mencari tahu apakah benar apa yang diungkapkan gadis di hadapannya tersebut. Perasaan bingung dan tak percaya merayap ke dalam pikiran Richard, bukan hanya Ricard seorang, tapi teman temannya yang ada di dalam gedung kosong itu juga nampak syok, sehingga membuat situasi tersebut semakin mencekam.
Saat ini, Kamila dan Tiara menjadi tawanan oleh Ricard dan teman-temannya, mereka merasa kesal karena keduanya telah menyakiti gebetan bos mereka.
Sebenarnya, Ricard berniat memberikan hukuman untuk mereka, namun Galen – bos mereka – datang ke gedung kosong itu sebelum tindakan tersebut dilakukan.
Tanpa berbasa basi, Ricard langsung berjalan untuk menghampiri bossnya.
"Katanya Kamila, dia itu punya bukti, bos, bahwa ibu kandung bos selama ini bukan Yulia Kamajaya, melainkan seorang kupu-kupu malam." Ricard benar benar di landa rasa penasaran yang mendalam.
Mendengar itu, Galen menggertakkan giginya, rahangnya pun terlihat mengeras karena emosi yang menggebu-gebu. Dalam hatinya, ia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya memang terlahir dengan darah Atmaja, meski sebagai anak haram.
"Bagaimana bisa? Dua gadis ini mengetahui perihal fakta itu? Bahkan sampai sekarang pun aku tidak tahu siapa ibu kandungku?" gumam Galen dalam hati. Ia merasa begitu tertekan oleh beratnya perasaan yang menyelimuti hatinya, antara marah dan kecewa pada kenyataan yang pahit ini.
"Galen, aku tahu, hukuman apa yang akan kau berikan padaku dan Tiara. Kau akan memakai tubuh kami bergantian dengan teman-temanmu itu, kan? Tapi sebelum itu terjadi, aku mau memberikan penawaran buatmu, karena kau tak bisa mengelak dari kenyataan yang ada!" ujar Kamila dengan gigih, berusaha menguatkan dirinya yang sedang dalam posisi terdesak. Tentu saja, dia tidak ingin dihukum dengan cara digilir oleh teman-teman Galen.
Di dalam hatinya, Kamila menyadari betapa bodohnya dirinya karena mencintai lelaki payah bertopeng seperti Galen. Namun, di saat yang sama, pikiran dan perasaannya mencoba memberontak.
Akankah Galen setuju dengan penawaran itu? Apakah ia akan kala dengan Kamila.
kalo berkenan mampir juga ya😉