NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.perang kota baja

Sorakan puluhan ribu penonton bergemuruh, menggetarkan dinding-dinding logam **Colosseum Besi** Odelia. Uap panas mengepul dari pipa-pipa mekanis di sekitar tribun, berbaur dengan ketegangan yang kian memuncak. Hari pertama Turnamen Lima Juru Pedang Global akhirnya resmi dibuka.

Di tengah arena yang dilapisi lempengan baja tebal, layar proyeksi sihir raksasa berputar cepat, mengacak bagan pertandingan untuk menyaring lima belas pendekar pedang muda terbaik dari seluruh benua.

*TING!*

Sebuah bunyi berdenting nyaring menghentikan putaran layar. Dua nama terpampang besar di baris pertama pertandingan pembuka tingkat satu:

**[ REN (Kekaisaran) VS GIDEON (Veridonia) ]**

"Hahaha! Pertandingan pembuka yang luar biasa!" teriak komentator melalui pengeras suara magis. "Perwakilan baru Kekaisaran dari kalangan bawah akan langsung diuji oleh sang monster tuan rumah, *The Iron Cleaver* Gideon!"

### Bentrokan di Atas Lempengan Baja

Gideon melangkah ke tengah arena dengan langkah berat yang disengaja. Setiap hentakan kaki bajanya menimbulkan dentang nyaring di atas lantai logam. Di pundaknya, bertumpu sebilah pedang raksasa berwujud *Executioner Sword* tanpa ujung runcing—sebuah senjata murni pembantai yang mengandalkan bobot mutlak.

"Bocah perbatasan!" Gideon berteriak, menurunkan pedang raksasanya hingga menghantam lantai baja dengan dentuman keras. *BOOM!* "Kemarin malam di perjamuan, kau hanya beruntung bisa menggertakku dengan trik mental. Di atas arena ini, tidak ada tempat untuk bersembunyi!"

*WUUUSH!*

Mana elemen tanah berwarna abu-abu pekat meledak dari tubuh Gideon, melapisi otot-otot lengannya hingga mengeras seperti batu. Tekanan energinya murni, berat, dan masif.

Ren melangkah maju dari lorong gelap dengan santai. Jubah hitamnya berkibar ringan, sangat kontras dengan zirah besi berat milik lawannya. Tangan kanannya bertumpu pada gagang pedang besi standar akademi. Wajah tampannya tertekuk dalam sebuah *smug* dingin yang acuh tak acuh.

**"Ren, bajingan batu ini tipe yang sangat membosankan untuk dipotong,"** Crimson mendengus malas di alam bawah sadar Ren. **"Tapi zirah dan ototnya padat. Gunakan teknik getaran frekuensi darah untuk menghancurkan pertahanan internalnya."**

*'Aku tahu,'* batin Ren, otaknya yang cerdas menganalisis dengan cepat. *'Dia mengandalkan kekuatan brute-force murni untuk meremukkan lawan. Menghadapinya dengan adu kekuatan adalah kebodohan. Aku akan menghancurkan tumpuan kaki kirinya yang cacat.'*

"Mulai!"

*BRRAAAK!*

Gideon langsung melesat maju, mengangkat pedang raksasanya dengan kedua tangan. Sesuai namanya, ia melepaskan teknik *Iron Cleave*—sebuah tebasan vertikal berkekuatan penuh yang dilapisi Mana tanah seberat beberapa ton. Angin tebasannya begitu kuat hingga membuat lempengan baja di bawah kakinya melesak ke dalam.

Ren tetap berdiri diam di tempatnya, menatap lurus ke arah bilah pedang raksasa yang meluncur turun ke arah kepalanya. Para penonton menahan napas, mengira Ren telah membeku karena ketakutan.

Namun, tepat satu milimeter sebelum bilah besi itu membelah rambut perak abu-abu miliknya, jantung Ren berdenyut sekali dengan keras melalui *Blood Circulation*.

*Dug!*

Menggunakan akselerasi instan *Blood-Stride*, tubuh Ren bergeser secara horizontal ke arah kiri—area buta dari lutut kiri Gideon yang cedera. Pedang raksasa Gideon menghantam lantai baja dengan telak.

*BOOOOOM!!!*

Lempengan baja arena retak dan mencuat ke atas akibat hantaman dahsyat tersebut, menciptakan debu logam yang pekat.

"Hanya bisa menghindar, hah?!" Gideon menggeram, mencoba menarik kembali pedang besarnya yang tertancap di lantai baja.

Namun, tumpuan berat badannya yang condong ke depan membuat lutut kirinya sedikit goyah untuk menjaga keseimbangan. Celah kecil itu tidak luput dari pandangan Ren.

Ren muncul tepat di samping Gideon. Tanpa menarik pedangnya dari sarung, Ren menghantamkan ujung sarung pedang besi standarnya tepat ke titik saraf di belakang lutut kiri Gideon, sembari menyuntikkan sedikit energi kompresi murni yang bergetar.

*TAK!*

"Ugh?!" Gideon meringis kesakitan saat kaki kirinya mendadak mati rasa dan kehilangan daya tumpu. Tubuh raksasanya refleks oleng ke samping.

Sebelum Gideon sempat memutar tubuh untuk bertahan, Ren sudah menarik pedang besinya setengah lingkaran. Menggunakan bagian datar dari bilah pedangnya yang dilapisi getaran frekuensi tinggi, Ren melepaskan satu pukulan melintang yang presisi tepat ke arah rahang bawah Gideon.

*BAGG!*

Hantaman itu begitu telak hingga pelindung leher besi hitam milik Gideon retak. Tubuh raksasa sang *Iron Cleaver* terangkat dari lantai, berputar di udara, sebelum akhirnya jatuh terhempas dengan keras di atas lempengan baja. Pedang raksasanya terlepas, berdentang jauh dari jangkauannya.

Gideon terkapar dengan mata mendelik ke atas, langsung tidak sadarkan diri akibat guncangan otak dari getaran serangan Ren.

Seluruh Colosseum Besi mendadak sunyi senyap selama tiga detik penuh, sebelum akhirnya gemuruh sorakan tidak percaya meledak dari tribun delegasi faksi bawah Kekaisaran.

Ren menyarungkan kembali pedangnya dengan satu gerakan halus yang elegan. Di bawah pencahayaan lampu mekanis arena, ia menoleh ke arah tribun kehormatan para petinggi Veridonia.

Sesungging *dangerous smirk* yang dingin terukir di wajah tampannya. Satu mata crimson-nya berkilat intens di balik poni rambutnya, memancarkan guratan energi streaks merah yang seolah memperingatkan siapa pun yang berani meremehkannya.

Wasit melangkah maju dengan wajah pucat, mengangkat tangannya ke arah Ren. "P-Pemenang... Ren dari Kekaisaran! Waktu pertandingan: Tujuh detik!"

baru saja mengirimkan pesan berdarah pertamanya kepada seluruh benua di Kota Baja.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!