NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi / Hari Kiamat / Tamat
Popularitas:714.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERLUKA

Sretttt

"Aaaakkkkh! Sakit! Hentikan!"

"Sakit? Ini belum seberapa dibandingkan yang kamu lakukan pada Rania," bisik Rania, matanya kini berkilat merah, sisi psikopat Letnan Elena mengambil alih sepenuhnya.

Rania memindahkan belatinya ke arah leher Diana.

"Dengar! Jika aku mendengar kamu mencoba menghubungi pria itu lagi, atau mencoba menyakiti Lina, aku tidak akan hanya menggores pipimu, tapi aku akan mengukir nama pengkhianat di seluruh tubuhmu agar semua orang tahu siapa sebenarnya wanita jalang yang dinikahi Duke Victor Belmont," ancam Rania, penuh penekanan.

"K-kmu... kamu benar-benar iblis!" isak Diana, air matanya mulai mengalir deras.

"Iblis? Tidak, aku hanya cermin dari perbuatanmu sendiri," jawab Rania santai.

Rania melepaskan cengkeramannya dan mendorong Diana hingga terduduk lemas di lantai.

Rania tidak berhenti sampai di situ, dia berjongkok di depan Diana yang bersimpuh, lalu dengan gerakan kilat, dia menjambak rambut wanita itu hingga kepalanya terdongak paksa.

SRETTT

"AAAAKKKKHHHHHH!"

Jerit Diana, merasa kulit kepala nya seperti akan lepas.

Tatapan mata dingin Rania menusuk tepat ke manik mata Diana yang bergetar kesakitan dan ketakutan.

"Apa anda tahu, apa yang paling menyakitkan dari sebuah luka?" tanya Rania dengan suara yang nyaris menyerupai bisikan maut.

Diana menggeleng lemah, air matanya membasahi pipi yang baru saja digores Rania.

"T-tolong... ampuni aku..."

"Bukan rasa perihnya, tapi ketidakpastian kapan luka itu akan mengering, sama seperti ketidakpastian yang Rania rasakan setiap hari saat kamu menyuruh pelayan membuang makanannya, atau saat kamu membiarkannya kedinginan tanpa selimut di musim dingin," ucap Rania, dengan mata memerah.

"Kamu dengan putri mu bahkan dengan kejinya, selalu menyiksa nya, tanpa ampun," lanjut Rania, dadanya terasa sesak, mungkin ini perasaan Rania asli.

Rania menggerakkan tangan yang memegang belati ke arah jemari tangan kanan Diana yang tergeletak di lantai, lalu dia menekan ujung belati itu tepat di bawah kuku jari manis Diana.

"Jangan! Rania, kumohon! Jangan lakukan itu!" teriak Diana tertahan, tubuhnya bergetar ketakutan.

"Tenanglah, aku tidak akan memotongnya. Belum waktunya," ucap Rania ketus.

"Aku hanya ingin memberikan sedikit peringatan agar otakmu yang penuh rencana busuk itu ingat siapa yang memegang kendali sekarang," lanjut Rania, dingin.

Jlep

"Aakkkhhh...ku mohon hentikan..." jerit Diana, kesakitan.

Rania menekan belati itu sedikit lebih dalam, hingga darah segar merembes dari sela kuku Diana.

Suara pekikan tertahan keluar dari mulut Diana.

"Setiap kali kamu memikirkan rencana untuk mencelakai ku, ingatlah rasa nyeri ini," bisik Rania dingin.

"Satu pikiran buruk, satu goresan, satu tindakan nyata, maka satu anggota tubuhmu akan hilang. Mengerti?" ancam Rania, penuh penakanan.

Diana mengangguk dengan sangat cepat, napasnya tersengal-sengal karena syok, dia benar-benar melihat sosok iblis di balik wajah cantik putrinya itu.

Rania kemudian melepaskan jambakannya dan berdiri dengan santai, lalu mengambil sapu tangan milik Diana yang tergeletak di meja rias, mengelap sisa darah di belatinya dengan gerakan yang sangat rapi dan tenang.

"Hadiah malam ini cukup sampai di sini, aku tidak ingin kamu mati terlalu cepat, karena itu akan sangat membosankan," ucap Rania sambil menyelipkan kembali belatinya ke balik jubah nya.

Rania berjalan menuju pintu, namun sebelum keluar, dia berhenti dan menoleh sedikit.

"Oh, satu lagi, jangan mencoba mengganti kunci pintu ini, tidak ada pintu di dunia ini yang bisa menghalangiku jika aku ingin masuk dan, menyapamu lagi," ucap Rania dengan senyum miring yang paling mengerikan yang pernah dilihat Diana seumur hidupnya.

Baru saja Rania melangkah, ingin keluar dari kamar Diana, tiba-tiba dirinya tersungkur jatuh karena dorongan kuat dari seseorang di belakang nya.

BHUK

Rania terjatuh, dahi nya membentur pinggiran meja, karena di dorong oleh Diana.

"Aku akan mengadukan pada Duke! Lihat saja besok pagi kamu akan di hukum!" ucap Diana, tersenyum miring, seolah lupa dengan ancaman Rania tadi.

"Bagus Diana, dengan begini aku tidak perlu repot-repot, menyiksa dirimu," gumam Rania, menyeka darah di dahi nya.

"Kita lihat saja besok," ucap Rania, tersenyum miring.

Rania berjalan menyusuri lorong dengan tenang, meski darah segar mulai mengalir dari dahi dan membasahi nya, luka itu berdenyut perih, namun di balik rasa sakit itu, Rania justru merasa sangat puas.

"Dia benar-benar menggali kuburannya sendiri," batin Rania sambil tersenyum sinis.

Rania melangkah menuju kamarnya dengan gerakan pelan.

"Nona! Dahi Anda berdarah!" pekik Lina tertahan.

Lina baru saja kembali dari dapur untuk mengambil air, tapi dia justru melihat Nona nya terluka.

"Sstt... pelan kan suaramu, Lina, ini hanya sedikit hiasan untuk pertunjukan besok pagi," ucap Rania santai, masuk kedalam kamar nya dan duduk di kursi riasnya.

"Hiasan apa maksud Anda? Ini pasti ulah Nyonya Diana, kan? Saya akan memanggil Duke sekarang juga!" Lina tampak sangat geram, air mata kemarahan mulai menggenang di matanya.

"Jangan sekarang, Lina," tahan Rania sambil mencengkeram lembut pergelangan tangan pelayannya.

Lina tertegun, menatap Rania dengan pandangan tak percaya.

"Anda sengaja membiarkan Nyonya Diana menyakiti Anda lagi? Nona, Anda benar-benar mempertaruhkan nyawa Anda sendiri," ucap Lina, dengan mata berkaca-kaca.

Andai saja Lina tahu, apa yang telah Rania lakukan pada Diana, mungkin gadis pelayan itu akan pingsan.

"Sudah lah, sekarang tolong obati luka ku, ternyata rasanya cukup perih," ucap Rania.

"Baik Nona," jawab Lina, sigap.

Rania memejamkan matanya saat Lina mulai membersihkan luka di dahinya dengan sangat hati-hati.

"Besok pagi, pastikan kamu terlihat sangat sedih dan ketakutan saat Duke datang. Jangan katakan apapun sampai aku yang memulainya. Mengerti?" perintah Rania.

"Baik, Nona. Saya mengerti," jawab Lina pelan, walaupun sebenarnya dia belum begitu paham, dengan apa yang sedang direncanakan oleh Nona nya.

Setelah Lina selesai membalut lukanya dan keluar dari kamar dengan wajah penuh kekhawatiran, Rania bangkit dari kursi rias nya, dia berjalan perlahan menuju cermin besar di sudut ruangan.

Cahaya lilin yang temaram membuat bayangannya tampak bergetar, dia

menyentuh perban di dahinya, lalu tertawa tanpa suara.

"Diana benar-benar bodoh, dia pikir ancaman hukum dari Ayah masih berlaku untukku?" gumam Rania sinis.

"Dia baru saja memberikan kartu as kepadaku untuk menghancurkan posisinya sebagai Nyonya rumah ini," lanjut Rania.

Rania tahu betul watak Duke Victor itu seperti apa, apalagi saat ini kondisi emosional nya tidak stabil, dengan penyesalan dan rasa bersalah nya.

Jika besok pagi dia melihat Rania bersimbah darah sementara Diana datang dengan tuduhan yang mengada-ada, sudah pasti Duke Victor tidak akan melihat Diana sebagai korban, melainkan sebagai monster yang berusaha membunuh anaknya yang sudah lama minder.

1
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓶𝓪𝓪𝓯 𝓭𝓪𝓷 𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓪𝓴𝓾 𝓭𝓲 𝓹𝓲𝓱𝓪𝓴 𝓼𝓲𝓼𝓽𝓮𝓶🤣🤣🤣
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓮𝓵𝓮𝓱/Awkward//Awkward//Awkward//Doge/
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 mampir juga di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
ryuka
lucuuuu.. sistem nya.. tujuan utama sistem bukan menggagalkan kehancuran dunia tapi makcomblang kaisar sma raina
ryuka
sistem nya lucuuuuu 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Leni Ani
dasar kaisar iblis kiamat💪😆😆😆😆😆😆
Leni Ani
jangan2 nanti tu senjata makan tuan di balikin sm riana🤔🤔🤔
Leni Ani
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😅😆😆😁😄😄😃😀🤔🤔🤔💪💪💪
Surati
bagus
Lauren Florin Lesusien
sistim pencinta kekayaaan saya suka🤣🤣🤣
Erni andi arifuddin
kerajaan bone dan yg aku tahu kerajaan bone ada di Sulawesi Selatan
Erni andi arifuddin
lama lama pembacanya ikut stress😂
Erni andi arifuddin
makanya jgn selalu kurang puas dgn 1 istri akibatnya ular peliharaan sendiri mematuk tuannya
cowettttttt
aku JD kurang menyukai Rania terlalu sombong sama kemampuan diri sendiri sampai ga mau d kasih pengawal sama kaisar dan kemana orang guild nya itu?
cowettttttt
aneh klu Rania sampai di culik ..bukannya banyak penjaga bayangan kaisar dan tentunya penjaga bygn yg punya ibu nya sendiri
cowettttttt
kenapa dante manggil kaisar Dnegan nama aja....dan Rania menurut ku terlalu arogan dan ceroboh
cowettttttt
Rania terlalu keras menurut ku kasihan s kaisar nya ....apa susah nya d lembutin si kaisar biar lebih lengket lagi
cowettttttt
kaisar ini bener2 bikin sakit perut ku 🤣🤣🤣🤣
cowettttttt
sumpah ini cerita bikin bengek aja ...lucu dan bikin ketawa terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!