NovelToon NovelToon
Douluo: Tongkat Besi Penghancur Langit

Douluo: Tongkat Besi Penghancur Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Fantasi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Dia memulai perjalanannya dari dasar Akademi Master Jiwa Junior dengan tongkat besi biasa yang dianggap sampah. Bertahan hidup dalam diam, dia menunggu saat yang tepat untuk memicu sistemnya. Kini, setiap langkah yang ia ambil adalah bayangan kegagalan bagi musuhnya—karena apa yang mereka miliki, akan menjadi miliknya dalam sekejap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.Sutra Langit dan Jalan Seorang Transmigran

Membuka lembaran pengetahuan baru yang bersarang di benaknya, Xiao Xuan mulai memetakan koordinat masa depannya dengan ketelitian seorang arsitek ulung. Setiap patahan kalimat, visualisasi meridian, dan filosofi makrokosmos dari *Sutra Hati Agung yang Mendalam* dipisahkan dari bias emosi, lalu ditempatkan pada laci analisisnya yang paling dingin.

Sebagai jiwa dewasa yang terbiasa bersikap anti-naif dan keras pada diri sendiri, ia tahu betul bahwa sistem telah menyelesaikan tugasnya sebagai penyedia cetak biru. Namun, untuk mengubah tinta digital itu menjadi kekuatan nyata yang mengalir dalam darah dan dagingnya, tidak ada jalan pintas selain dedikasi tanpa ampun dan pemahaman yang presisi.

Ia menarik napas panjang, menstabilkan getaran Dantiannya yang masih kosong. Di bawah sengatan terik matahari siang yang menembus celah genting kamar kayu, Xiao Xuan mulai mengeksekusi metode pernapasan *Penyerapan Roh*—tahap pertama dari tingkat awal *Sutra Hati Agung*.

Sesuai dengan cetak biru yang terintegrasi, teknik pernapasan ini bukanlah sekadar menarik udara ke dalam paru-paru seperti manusia awam. Ini adalah sinkronisasi frekuensi biologis dengan ritme alam semesta. Napasnya diatur dalam formula: panjang, halus, dalam, dan mutlak tenang.

*Haaah...*

Saat dadanya mengempis dan perut bawahnya mengunci, Xiao Xuan memvisualisasikan seluruh pori-pori di permukaan kulitnya sebagai jutaan celah kecil yang haus. Di bawah terik siang yang biasanya dinilai terlalu agresif dan kotor oleh para kultivator beladiri tradisional Sekte Tang, *Sutra Hati Agung* justru melihatnya sebagai lautan energi Yang yang melimpah dan murni.

Perlahan tapi pasti, partikel-partikel cahaya tak kasatmata yang melayang di udara—esensi spiritual yang dilepaskan oleh matahari, tanah kering Desa Roh Suci, dan uap air dari ladang—mulai bergetar. Mereka seolah ditarik oleh pusaran magnet tak terlihat, berbondong-bondong mendekati tubuh Xiao Xuan, lalu merembes masuk melewati pori-pori kulitnya yang terbuka lebar.

Sensasi pertama yang menghantam dagingnya adalah rasa panas yang menyengat, seolah-olah ia sedang dibungkus oleh selimut yang direndam dalam air mendidih. Keringat kembali bercucuran, menetes dari dagu kecilnya dan membasahi kasur jerami di bawahnya. Namun, ekspresi wajah Xiao Xuan tidak berubah sedikit pun. Alisnya tidak menekuk, bibirnya tetap terkunci rapat. Ketangguhan mentalnya yang dingin mengabaikan rasa tidak nyaman tersebut, menganggapnya sebagai proses seleksi alam yang harus dilalui.

Energi liar yang berhasil diserap itu tidak dibiarkan berkeliaran. Menggunakan kehendak spiritualnya yang tajam, Xiao Xuan menggiring gumpalan energi panas tersebut turun menuju perut bagian bawah, menguncinya rapat-rapat di dalam wadah Dantian.

Tantangan sesungguhnya dimulai di sini. Energi matahari siang sangat fluktuatif dan agresif. Begitu masuk ke dalam Dantian yang masih mentah, energi itu menolak untuk dipadatkan, berputar-putar liar dan mencoba menjebol dinding Dantian untuk bocor keluar kembali ke alam bebas. Jika itu terjadi, meridian Xiao Xuan akan mengalami luka bakar internal yang parah.

*Tetap tenang. Jangan terburu-buru,* batinnya memperingatkan diri sendiri dengan logika yang dingin.

Alih-alih menekan energi itu dengan paksa—yang hanya akan memicu ledakan tolak-menolak—Xiao Xuan menerapkan prinsip *Inti Kekuatan Tai Chi* yang baru saja ia pelajari. Ia menggunakan kehendak spiritualnya secara fleksibel, mengikuti pusaran energi liar tersebut, membimbingnya dalam gerakan melingkar yang lambat namun konisten, mengikis tepi-tepi kasarnya hingga energi itu kehilangan keagresifannya.

Proses penjinakan ini memakan waktu yang tidak sebentar. Jam dinding tak terlihat di kepalanya terus berdetak. Di luar, matahari mulai bergeser condong ke barat, menandakan waktu telah beranjak menuju sore hari.

Setelah pusaran di dalam perut bawahnya mulai mengental dan berubah menjadi setitik embun energi berwarna putih keperakan yang stabil, Xiao Xuan tahu bahwa tahap pertama telah berhasil diselesaikan dengan metodis. Dantiannya kini memiliki jangkar energi pertamanya.

Tanpa membuang momentum berharga, ia langsung mengalihkan fokusnya ke tahap kedua: Sirkulasi Agung.

Dengan dorongan kehendak yang halus, Xiao Xuan melepaskan setitik embun energi keperakan dari Dantian, mengarahkannya untuk keluar dan menembus gerbang meridian utama yang terletak di pangkal paha.

*Nggg--*

Sebuah rasa linu yang amat sangat merayap di sepanjang jalur sarafnya saat energi itu mulai merambah saluran-saluran meridian yang masih sempit, kaku, dan tersumbat oleh kotoran bawaan lahir. Jalur metabolisme Master Roh tingkat satu pada dasarnya seperti pipa tua yang berkarat. Memaksakan energi spiritual murni mengalir di dalamnya ibarat mengalirkan air bertekanan tinggi ke dalam selang plastik yang rapuh.

Namun di sinilah keunggulan mutlak dari *Sutra Hati Agung yang Mendalam*. Desain rute sirkulasinya tidak hanya melewati delapan meridian luar biasa seperti teknik konvensional, melainkan melibatkan jaring-jaring meridian kapiler terkecil yang menghubungkan organ dalam dengan permukaan kulit.

Setiap kali energi keperakan itu melewati sumbatan, struktur *Sutra Hati Agung* bertindak sebagai pelumas sekaligus semen spiritual, membersihkan kotoran hitam sisa metabolisme keluar melalui pori-pori, sembari memperlebar dan mempertebal dinding saluran tersebut secara bersamaan.

Energi itu bergerak naik dari tulang ekor, menyusuri garis tengah punggung, melewati titik akupunktur *Mingmen*, terus mendaki hingga mencapai ubun-ubun kepala di titik *Baihui*, sebelum akhirnya menukik turun melewati wajah, dada, dan kembali bermuara di Dantian. Satu putaran penuh sirkulasi kosmos kecil berhasil diselesaikan.

Xiao Xuan membuka matanya perlahan saat matahari sore mulai menumpahkan cahaya kemerahan di ufuk barat, menandakan senja telah tiba.

Jubah abu-abunya kini telah sepenuhnya basah kuyup, tidak hanya oleh keringat, tetapi juga oleh lapisan tipis cairan keruh berwarna keabu-abuan berbau menyengat—kotoran biologis yang berhasil dikeluarkan dari dalam tubuhnya akibat sirkulasi pertama. Namun, di balik penampakan fisiknya yang kotor, Xiao Xuan merasakan sensasi ringan yang belum pernah ia alami sejak terlahir di dunia ini. Pikirannya terasa setajam silet, indra pendengarannya mampu menangkap kepakan sayap capung di halaman belakang dengan presisi tinggi, dan aliran darah di dalam tubuhnya terasa berdenyut penuh vitalitas baru.

Ia bangkit berdiri dari kasur jerami, meluruskan persendian kakinya yang sama sekali tidak mengalami mati rasa meskipun telah duduk bersila selama berjam-jam. Otot-ototnya justru terasa padat dan elastis.

Sambil melangkah menuju sudut kamar untuk mengambil air bersih guna membersihkan tubuhnya, Xiao Xuan kembali memanggil panel status keperakan di depan retinanya untuk mengalkulasi hasil latihan pertamanya secara kuantitatif.

【📋 Status Diri】

Nama: Xiao Xuan

Jalur Takdir: Benih Misterius 🌱

Roh: Tongkat Besi Penghancur Langit ⚔️

Kekuatan Roh: Tingkat 1 (Kemajuan: 12%) 📈

Sifat Bawaan:

* Ingatan Kehidupan Sebelumnya (Putih)

* Jiwa Muda (Putih)

* Roh Unik (Putih)

* Riak Takdir (Putih)

* Seni Mendalam Taoisme (Merah) 🔴✨

🔹 Kesempatan Peningkatan Tersedia: 1

🔹 Jumlah Salinan Tersedia: 1

Melihat angka kemajuan 12% yang tertera di samping baris kekuatan rohnya, seulas senyum tipis yang sarat akan kalkulasi dingin terukir di sudut bibir Xiao Xuan.

Bagi Master Roh biasa dengan bakat tingkat satu, membutuhkan waktu setidaknya dua hingga tiga bulan latihan meditasi keras hanya untuk menaikkan kemajuan sebanyak sepuluh persen. Namun dirinya, hanya dengan satu sesi latihan di siang hari yang tidak ideal, telah berhasil menembus angka dua belas persen. Efisiensi kultivasi dari *Sutra Hati Agung* tingkat merah terbukti ribuan kali lebih efisien daripada metode sampah di benua ini.

Dengan kecepatan konstan seperti ini, ditambah dengan asupan nutrisi daging segar yang selalu dipasok oleh Kakek Jack di meja makan, Xiao Xuan memperkirakan bahwa ia hanya membutuhkan waktu kurang dari dua minggu untuk menerobos ke tingkat dua, dan tidak sampai setengah tahun untuk menyentuh kemacetan tingkat sepuluh.

"Nuoding... Akademi Master Roh Junior," gumam Xiao Xuan lirih, suaranya terdengar datar namun berbobot di dalam kamar yang remang-remang.

Logika analitisnya mulai memetakan fase berikutnya. Masuk ke akademi kota bukan bertujuan untuk mencari pengakuan, pamer kekuatan, atau terlibat dalam drama kekanak-kanakan memperebutkan gelar bos sekolah. Baginya, Nuoding hanyalah sebuah batu loncatan legalitas. Tempat di mana ia bisa mendapatkan status resmi sebagai Master Roh magang dari Aula Roh, yang akan memberinya akses bebas hambatan untuk keluar masuk hutan binatang roh tanpa dicurigai sebagai pemburu liar.

Begitu ia mencapai tingkat sepuluh, mendapatkan cincin roh pertamanya melalui fungsi replikasi sistem yang bersih tanpa perlu membantai binatang roh secara mencolok, ia akan segera mengatur rencana untuk menjauh dari radius aktivitas Tang San.

Tang San adalah pusaran badai takdir yang terlalu besar dan berbahaya untuk didekati pada tahap awal ini. Berada terlalu dekat dengan sang Putra Surga hanya akan memicu tarikan *Riak Takdir* miliknya, yang berpotensi menarik perhatian entitas tingkat dewa atau pengawas langit yang belum mampu ia hadapi saat ini.

Ia akan bergerak di bawah radar, membangun kekuatannya sendiri di sudut benua yang tidak tersorot oleh alur cerita utama, menguliti setiap peluang yang disediakan oleh sistem dengan efisiensi maksimal.

Xiao Xuan menuangkan air dingin dari kendi ke atas permukaan kulitnya, membasuh seluruh sisa kotoran kultivasi hingga bersih. Saat air menyentuh dadanya yang mulai membentuk otot-otot tipis yang padat, ia menatap ke luar jendela.

Di kejauhan, siluet Kakek Jack tampak berjalan kembali dari arah pondok Tang Hao dengan langkah kaki yang berat namun wajah yang menyiratkan kepuasan—sebuah tanda bahwa si tua itu telah berhasil menundukkan kekerasan kepala sang pemabuk demi masa depan Tang San.

Xiao Xuan menutup kembali jendelanya, membiarkan kegelapan malam mulai merayap menguasai kamarnya. Ia kembali duduk di atas kasur yang bersih, melipat kakinya, dan memejamkan mata untuk memulai sesi latihan malamnya. Di dunia yang kejam ini, malam hari bukanlah waktu untuk bermimpi, melainkan waktu terbaik bagi sebilah baja untuk menempa dirinya sendiri di dalam keheningan yang paling pekat.

1
Aisyah Suyuti
good
aldo
lanjut author
ag noja
sejak kapan ada binatang tingkat tiga bukanya jenis dan usianya dari binatang jiwa🤔
ag noja
tunggu sejak kapan di dunia soul land mengenal kata mantra 🤔
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏
Rusf
semangat terus.
aldo
wah bagus banget author Dan lanjut Kan author 🙏🙏🙏🙏
aldo
waw lanjut author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!